
Akhirnya keduanya menghabiskan sarapannya dalam diam, tak ada satu pun yang mulai pembicaraan setelah Mitha membandingkan masakannya dengan pemberian Bram.
Jangan di tanyakan bagaimana perasaan Alfian saat ini, yang jelas dia merasa kecewa dan juga semakin berambisi untuk mengalahkan Bram dalam hal apapun.
'Menaklukkan Mitha ternyata tak sesederhana apa yang aku pikirkan, walaupun aku tahu jika dia menyukaiku, tapi dia terlalu sulit untuk di dekati hatinya, bahkan Mitha sudah membentengi dirinya dan hatinya, supaya tidak sembarangan orang bisa masuk.' batin Alfian.
Setelah acara sarapan pagi selesai, kini waktunya untuk pergi ke kantornya masing-masing, wajah Alfian masih terlihat lesu tak bergairah, Mitha sebenarnya masih penasaran apa tujuan Alfian tadi malam datang ke rumahnya, tapi karena waktu yang terbatas, dan tidak memungkinkan untuk Mitha menanyakan itu, maka Mitha mengurungkan niatnya danĀ memutuskan untuk pergi ke kantor.
"Tuan Al, hati-hati di jalan, dan sampai ketemu di proyek." Ucap Mitha berusaha ramah dengan Alfian.
"Hem, kamu juga." Jawab Alfian dengan tersenyum manis yang mampu membuat Mitha kembali terpesona.
'Jangan tersenyum seperti itu tuan Al, please, melihatmu seperti itu membuat kinerja jantungku makin ga karuan.' batin Mitha.
Alfian pun kini berlari kecil menuju ke arah mobilnya yang terparkir di seberang jalan, sedangkan Mitha bersiap untuk meninggalkan halaman rumahnya menggunakan mobil pribadinya menuju ke kantor.
Sebelum ke proyek tempat pembangunan pusat perbelanjaan, Mitha harus absen terlebih dahulu di kantor pusat. Seperti biasa yang dia lakukan setiap harinya.
Sesampainya di kantor, Mitha bertemu dengan Rindu dan juga Bram. Setelah membahas satu dan lain hal, maka Mitha dan Bram pergi ke proyek, sedangkan Rindu seperti biasa melakukan tugasnya menggantikan Joe yang bertugas di luar.
"Sweetheart." Panggil Tajuk.
"Ya," jawab Rindu yang masih sibuk di depan komputer.
Tajuk pun mendekati Rindu, lalu berdiri dengan menyandarkan tubuhnya di meja kerja Rindu. Rindu yang tadinya sibuk, kini melihat ke arah suaminya. mungkin ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan oleh suaminya.
"Ada apa mas?"
"Aku sedang berpikir, mungkin gak ya jika Al jatuh cinta sama Mitha?" Ucap Tajuk dengan ragu-ragu.
Mendengar itu Rindu mengerutkan keningnya, seakan sedang bertanya kenapa Tajuk bicara begitu? Apa mungkin ada sesuatu yang Rindu tidak tahu.
"Kenapa mas bicara begitu?"
__ADS_1
"Karena aku lihat Alfian sepertinya sedang mengejarnya," ucap Tajuk.
"Masa sih? Kok Mitha gak cerita sama aku soal itu?" Ucap Rindu.
"Bentar-bentar, aku akan tunjukkan sesuatu sama kamu," ucap Tajuk, kemudian Tajuk berjalan menuju ke meja kerjanya, mengambil ponselnya. Lalu kembali ke meja Rindu, dan menyodorkan hp nya ke arah Rindu.
"Coba lihat ini sweetheart, mungkin setelah melihat ini kamu akan tahu." Ucap Tajuk.
Dengan ragu-ragu Rindu mengambil ponsel di tangan Tajuk, lalu melihat apa isinya. Rindu meng-klik video yang di maksud oleh Tajuk, awalnya Rindu terlihat biasa saja melihat video tersebut.
Sebuah video jika Alfian ngobrol dengan seseorang di klub malam, di sebuah private room, sehingga suara musik yang biasanya begitu kuat tidak terdengar dari ruangan private room tersebut.
Alfian terlihat sedang asyik ngobrol dengan seorang laki-laki, dan yang membuat Rindu terkejut, ternyata Alfian sedang merencanakan sesuatu, yaitu berpura-pura mabuk untuk meminta seseorang supaya datang menjemputnya.
'Apa maksud kak Al, memangnya siapa yang di harapkan kak Al untuk menjemputnya?' batin Rindu.
Rindu melihat ke arah Tajuk, untuk meminta penjelasan apa maksudnya menunjukkan video tersebut kepadanya, melalui sorotan matanya.
"Kamu geser lagi coba, kamu pasti akan shock jika tahu siapa wanita yang ingin di temui Al dengan cara seperti itu." Ucap Tajuk dengan melipat tangannya di depan dada dengan tersenyum misterius.
"Buka saja sweetheart, nanti kamu juga akan tahu," ucap Tajuk dengan bermain mata dengan Rindu.
Rindu pun jadi penasaran dengan siapa Alfian akan bertemu, hanya ingin menemui wanita itu saja sampai melakukan hal semacam itu.
Rindu membuka video berikutnya, Alfian terlihat sendirian di dalam sebuah ruangan, dan masih di ruangan yang sama dengan video sebelumnya. Tiba-tiba mata Rindu terbelalak ketika melihat siapa yang kemudian datang dan ada di video tersebut.
"Mitha!!" Ucap Rindu setengah berteriak ketika melihat wanita di dalam video tersebut adalah Mitha.
Rindu menoleh ke arah Tajuk yang melihatnya dengan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, sebagai isyarat jawaban iya atas keterkejutan Rindu.
"Kok bisa begini mas? Kapan mereka dekat sih?" Tanya Rindu yang masih terlihat shock. Karena jujur saja Rindu masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Bagaimana bisa mereka dekat? Terus sejak kapan mereka dekat? Padahal waktu ketemu di restoran beberapa waktu lalu, Mitha bersikap biasa saja seperti tidak saling kenal.
__ADS_1
Lantas kenapa bisa ada video seperti itu di hp Tajuk, walau pun bukan video yang syur, tapi setidaknya di dalam video tersebut Alfian memang merencanakan untuk menjebak Mitha supaya datang ke klub malam tersebut.
Tajuk menghela nafasnya, kemudian mengambil kembali ponsel dari tangan Rindu, dan memasukkan ke dalam saku celananya.
"Mereka dekat setelah Alfian mencari tahu siapa yang selalu membawanya pulang ke apartemen saat dia mabuk." Ucap Tajuk. Lalu Tajuk berjalan menuju ke sofa serta mengisyaratkan supaya Rindu mengikuti langkahnya.
Sambil mengerutkan keningnya, Rindu pun beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati sofa dengan penuh rasa penasaran, lalu Rindu duduk di sofa di samping Tajuk.
"Maksudnya gimana sih mas? Aku masih belum mengerti, bagaimana mereka dekat? karena beberapa hari yang lalu mereka bertemu sepertinya tidak saling kenal." Tanya Rindu dengan wajah polosnya. Karena memang Rindu masih belum mengerti apa maksud dari sang suami.
Tajuk kemudian merubah posisi duduknya menghadap ke arah Rindu, kemudian Tajuk menggenggam tangan Rindu, tatapan mata Tajuk dalam ke arah manik mata Rindu.
"Aku akan menceritakan suatu rahasia sweetheart." Ucap Tajuk yang akan memulai bercerita.
"Apa mas? Jangan buat aku semakin penasaran." Ucap Rindu.
Tajuk hanya tersenyum melihat rasa penasaran sang istri yang begitu tinggi, apalagi ini menyangkut tentang Alfian dan Mitha, pasti membuat Rindu sangat antusias dengan rasa ingin tahunya itu.
Akhirnya Tajuk mulai menceritakan bagaimana dia tahu tentang Mitha dan Alfian yang dekat. Dan dari mana awalnya kenapa Mitha sampai mengantarkan Alfian ke apartemennya.
"Sebenarnya setelah Mitha ku suruh mengantarkan Al waktu itu, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya." Ucap Tajuk. "Tapi karena aku tahu bagaimana Alfian mencintai kamu, maka aku menyuruh seseorang untuk memata-matainya," ucap Tajuk.
"Hah!" ucap Rindu yang terkejut dengan pengakuan Tajuk.
Mendengar cerita Tajuk, Rindu kembali terkejut. Bisa-bisanya sang suami memata-matai sahabatnya sendiri, begitulah yang ada di kepala Rindu.
"Aku melakukannya karena aku tidak mau jika kalian sampai bersama," ucap Tajuk kemudian sebelum Rindu melancarkan protesnya,
Karena Tajuk tahu bagaimana sifat istrinya, dan yang pasti Rindu akan melayangkan protes dengan apa yang di lakukannya. Mengingat tindakannya itu mungkin sudah kelewat batas menurut Rindu.
"Tapi kenapa memata-matai kak Al? apa mas masih waras dengan melakukan hal itu?" protes Rindu yang mulai kesal dengan Tajuk.
"Dengarkan dulu sweetheart," ucap Tajuk yang mulai menangkup kedua pipi Rindu supaya melihatnya ke arahnya. "Aku melakukan itu karena aku takut kehilangan kamu."
__ADS_1
Mendengar hal itu, Rindu terdiam, mungkin Tajuk begitu takut akan berpisah dengannya seperti tiga tahun lalu, makanya Tajuk sampai melakukan hal itu.
Bersambung..