
Setelah makan Tajuk mengantar Rindu ke tempat kostnya, Tajuk pun masuk tanpa di suruh oleh Rindu. Sebenarnya Rindu tidak nyaman dengan keadaan itu,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa Tajuk pun berbaring di kasur lantai yang biasa di pakai Rindu untuk tidur.
Dan perlu di ketahui bahwa kamar Rindu itu ukurannya kecil, mulai dari ruang tamu, ruang makan, dan tempat tidur jadi satu, sedangkan kamar mandi ada di dekat pintu, Tajuk hanya diam tanpa bicara apa-apa, dia memejamkan matanya.
Rindu yang merasa tidak nyaman itu memilih duduk di dekat lemari bajunya. Suasana hening tanpa ada yang bersuara di kamar itu. Hingga akhirnya Rindu buka suara.
"Sebenarnya mas mau ngapain di sini?, sebaiknya mas pulang jangan lama-lama di sini aku juga capek mau istirahat." Kata Rindu sengaja ingin mengusir Tajuk.
Mendengar Rindu memanggilnya 'mas' Tajuk tersenyum, karena inilah yang dia tunggu-tunggu, Rindu tidak memanggil formal lagi padanya.
"Semalam aku ga bisa tidur, jadi biarkan aku istirahat sebentar." Kata Tajuk.
"kenapa ga pulang aja sih, kan mas bisa tidur dengan nyenyak di rumahnya mas sendiri."
"Sekarang aku sudah pulang kan? Jadi jangan ganggu tidurku." Kata Tajuk
"Ck, sejak kapan mas Tajuk bermuka tembok kayak gini." Gumam Rindu kesal dengan sikap Tajuk.
"Kamu bilang apa barusan?" Tanya Tajuk memastikan apa yang di dengarnya, sambil berpaling melihat ke arah Rindu.
"Terserah mas ajalah, aku mau tidur" Kata Rindu kesal, tanpa menjawab pertanyaan Tajuk.
Melihat hal itu tentu saja Tajuk menyeringai senyum penuh kemenangan.
'Kita lihat saja Sweetheart, siapa yang akan menang kali ini.' Batin Tajuk.
Rindu akhirnya pasrah melihat kelakuan Tajuk, memang begitulah kalau Tajuk sudah punya kemauan. Rindu mengambil sebuah badcover dari dalam lemarinya, dan menggelarnya supaya bisa di pakai untuk alas tidurnya.
Rindu berbaring di atas bedcover yang sudah siap di pakai itu, dia memandang ke atas langit kamar, pikirannya jauh menerawang entah kemana.
__ADS_1
'Aku tidak tahu harus bagaimana, jikalau ini mimpi, tolong bangunkan aku ya Allah, tapi jikalau ini nyata tolong jangan ada lagi airmata yang tumpah karena keberadaan dia di sini' Batin Rindu gelisah karena pertemuannya dengan Tajuk.
* Flashback on *
Rindu adalah seorang mahasiswi yang mengambil jurusan desain, dia terkenal sangat ramah dan baik, selain itu dia adalah kekasih Tajuk Hendrawan di kampus.
Tajuk bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti di Surabaya, karena ketampanannya banyak karyawan wanita ingin menjadi kekasihnya. Tapi seseorang yang bernama Rindu sudah menjadi Ratu di hatinya.
Tajuk dengan sangat bahagia selalu mengantar jemput Rindu ke kampusnya, memakai motor butut kesayangannya, Dan karena hal itulah membuat Rindu jadi bahan omongan di kampus, yang katanya Rindu matrealistis. Padahal yang Rindu tahu bahwa Tajuk adalah pegawai biasa pada umumnya.
Tajuk memang menyembunyikan identitasnya pada Rindu, karena dia mau melihat ketulusan cinta Rindu padanya, karena Tajuk sudah bosan dengan para gadis yang mendekatinya hanya karena uang semata, bukan karena benar-benar mencintainya.
Kebahagiaan makin terasa ketika Tajuk melamar Rindu, dia ingin segera menjadikan Rindu sebagai istrinya. Dan benar saja setelah Tajuk melamarnya, dua minggu berselang di adakan sebuah pernikahan sederhana di tempat kost Rindu, bahkan Bi Asih adalah salah satu saksi hidup atas pernikahan mereka.
Hanya ada beberapa orang yang hadir, termasuk kerabat dan saudara Rindu dan Tajuk. Papanya yang bernama Marco Hendrawan sangat menyetujui pernikahan tersebut, apa lagi setelah tahu bahwa Rindu bukan tipe matrealistis. Papa Tajuk juga menghadiri pernikahan putranya tersebut.
Sebulan sudah Tajuk tidak pulang ke Surabaya, sebenarnya Rindu sangat merindukan suaminya tersebut, tapi dia bisa apa, hubungan jarak jauh itu harus mereka jalani.
Pagi itu ada sebuah surat datang, dan Rindu pun membacanya, betapa shocknya dia membaca surat tersebut, yaa surat yang berisi surat cerai, Rindu awalnya ingin menanyakan soal surat itu ke Tajuk, tapi ponsel Tajuk tidak pernah aktif.
Setelah satu setengah bulan berlalu Rindu akhirnya mengerti bahwa mungkin Tajuk sengaja melakukannya, dengan perasaan hancur, Rindu terus menangis sedih.
setelah berpikir panjang dia pun memutuskan untuk ke Jakarta, merantau di sana siapa tahu dengan begitu dia bisa melupakan Tajuk. Masalah kuliah jangan di tanya lagi, Rindu memilih untuk break sementara.
Rindu mencari kerja ke sana kemari, dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Tapi ternyata tidak segampang yang dia bayangkan, dewi keberuntungan akhirnya berpihak pada Rindu, dan dia di terima di perusahaan MULTI JAYA tapi di tempatkan di kantor cabang.
Setelah dua tahun bekerja akhirnya dia di pindahkan di kantor pusat tapi di bagian yang berbeda, dan di sinilah beberapa hari lalu dia ketemu Tajuk.
* Flashback off *
__ADS_1
Pagi pun tiba, Rindu pun terbangun dari tidurnya, ketika akan bangun dia merasa ada sesuatu yang berat menimpa badannya, ketika kesadarannya sudah terkumpul betapa terkejutnya dia ketika melihat Tajuk tidur di sampingnya dengan tangan kekarnya memeluk erat.
"Aaaaarrrggggh" Teriak Rindu panik.
Tajuk yang mendengar teriakan Rindu pun bangun, dia mengucek matanya, dan melihat ke samping.
"Ada apa sih? kenapa teriak teriak?" Kata Tajuk tanpa dosa pada Rindu
"Apa yang mas lakukan, Hah?" Kata Rindu sambil menimpukkan bantal ke arah Tajuk.
"Hey, hey, hey, apa yang kamu lakukan sweetheart." Kata Tajuk sambil menangkis serangan bantal dari Rindu yang bertubi tubi ke arahnya.
"Iissshhhh, mas ini kayak ga ada dosa, apa yang mas lakuin? Kenapa mas tidur di sini." Kata Rindu sambil menaikkan suaranya.
"Hahaha, memangnya apa yang aku lakukan, aku tidur dari tadi, ada yang salah Sweetheart?" Goda Tajuk.
"Percuma ya ngomong dengan orang ga tahu malu model kayak mas gini, bikin capek hati aja." Kata Rindu lalu dia beranjak untuk ke kamar mandi. Setelah meraih handuk dan baju gantinya.
Tajuk yang melihat kelakuan Rindu tersenyum senang, dia merasa ini lah yang dia rindukan selama tiga tahun terakhir, suara nyaring Rindu yang selalu jadi alarm di pagi harinya.
'Inilah awal dari semuanya, sweetheart.' Batin Tajuk.
"Tunggu sebentar lagi sweetheart, aku akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, setelah itu kamu tidak akan bisa pergi dariku lagi." Gumam Tajuk.
Tajuk menelpon asistennya yaitu Joe untuk membawakannya baju ganti, karna memang semalam dia tidak membawa baju ganti.
Dia melihat lihat seisi ruangan kamar tersebut, ' cukup kecil dan sempit ' itulah yang ada di pikiran Tajuk. Dia pun punya rencana untuk Rindu, dan mungkin Rindu tidak akan menyetujuinya jika dia tahu, jadi Tajuk akan memberikan kejutan untuknya.
☆Bersambung ke eps 09 ya☆
__ADS_1