Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Makan bersama


__ADS_3

Sesampainya di tempat kost, Rindu membanting tubuhnya di kasur, dan akhirnya dia menangis, pertemuannya dengan Tajuk seperti membuka luka lama yang belum sepenuhnya mengering.


'Kenapa dengan mas Tajuk? bukankah sudah jelas bahwa kita sudah bercerai, kenapa dia masih bersandiwara seolah olah aku msih jadi istrinya?' Batin Rindu.


Karena terlalu lama menangis dan kelelahan dia pun tertidur, sungguh berat buat Rindu melupakan orang yang sangat di cintainya itu, tiga tahun dia mencoba untuk melupakannya dan kini orang yang ingin dia lupakan muncul di hadapannya dan menjadi bossnya saat ini.


Sungguh bukan perkara yang mudah buat Rindu, walau pun sebelumnya mereka tidak pernah bertemu atau belum bertemu, setelah kejadian tadi siapa yang tahu, karena jelas-jelas Tajuk masih menginginkannya. Dan tidak menutup kemungkinan kalau Tajuk akan mengganggu hari-harinya di kantor mulai sekarang.


Pagi hari itu Rindu sudah menyiapkan surat pengunduran dirinya, dia tidak ingin masa lalunya terus menghantuinya.


Tajuk sudah memperingatkan ke bagian HRD untuk tidak menerima surat pengunduran diri Rindu atau mereka akan di pecat juga oleh Tajuk jika sampai menerima pengunduran diri Rindu, begitu pun dengan Bu Inggrid.


Sebenarnya mereka para karyawan itu ingin tahu ada hubungan apa antara Rindu dan pemilik perusahaan yang ganteng tapi terkenal dingin tersebut. Tapi mereka lebih memilih untuk menutup mulut mereka dari pada mereka di pecat dengan tidak hormat.


"Rind, aku tidak bisa menerima surat pengunduran diri kamu, karena alasan yang tidak masuk akal seperti ini." Kata Bu Inggrid.


"Tapi, Bu."


"Sudahlah Rindu, sekarang kamu kembali ke meja kerja kamu, dan selesaikan semua tugas kamu segera, karena hari ini kita di kejar deadline." Perintah Bu Inggrid.


"Baik bu." Jawab Rindu tertunduk lalu dia pun keluar dari ruangan Bu Inggrid.


"Sebenarnya ada apa dengan Tuan Taj, kenapa dia sampai bersikap seperti ini kepada Rindu, padahal sebelumnya sudah banyak karyawan yang mengundurkan diri tapi tidak di hiraukan olehnya." Gumam Bu Inggrid.


Pagi ini Tajuk tidak datang ke kantor karena memang ada rapat di luar kantor, dengan di temani Joe dia menghadiri rapat tersebut.


Setelah semalaman berpikir Tajuk pun memutuskan untuk perlahan-lahan membuat Rindunya kembali, tapi lewat matanya Joe, Tajuk akan dapat informasi apapun tentang Rindu.


Rapat pagi itu pun selesai hingga waktu makan siang, Tajuk memilih kembali ke kantor dari pada makan siang di restoran seperti biasanya.


"Joe, gimana penyelidikanmu?, apa sudah ada hasilnya?" Tanya Tajuk.


"Maaf tuan muda, tolong beri saya waktu sedikit lagi." Jawab Joe


"Gunakan waktumu dengan baik, kalau sudah ada kabar segera laporkan padaku." Perintah Tajuk.


"Baik Tuan Muda." Jawab Joe


Mereka pun telah sampai di kantor, suasana terlihat sepi karena memang ini waktu makan siang, setelah mendapat kabar kalau Rindu sedang ada di kantin karyawan, tanpa pikir panjang Tajuk pun menuju ke sana.


Dan benar saja Rindu tampak sedang bercengkrama dengan Mitha, sambil menikmati bekal makan siangnya. Tanpa aba-aba Tajuk duduk di samping Rindu.


"Tu-tuan Taj." Kata Rindu dan Mitha bersamaan karna terkejut.

__ADS_1


"Kenapa?, apa aku mengganggu kalian?" Tanya Tajuk tanpa dosa dengan ekspresi datarnya.


"Tidak-tidak mengganggu sama sekali." Kata Mitha sambil memberi isyarat ke Rindu tanda bertanya sebenarnya ada apa. Rindu hanya mengangkat bahunya tidak mengerti.


'Kenapa mas Tajuk ke sini.' Batin Rindu.


"Boleh aku coba makan bekalmu?" Kata Tajuk menarik makanan di kotak bekal Rindu.


"Hah, Oh silahkan, ini cuma masakan sederhana, semoga lidah Tuan tidak alergi." Kata Rindu sedikit gugup karena dia tidak mau Mitha berpikir yang macam-macam tentangnya dan Tajuk.


"Aku merindukan masakan seperti ini, sudah tiga tahun ini aku tidak merasakannya." Kata Tajuk yang dengan lahapnya memakan bekal punya Rindu.


Deg..deg.. deg..


Jantung Rindu tidak karuan mendengar kata Tajuk barusan, Mitha terkejut dengan sikap sang boss pemilik perusahaan tersebut, karena memang ini kejadian yang langka baginya.


Rindu sangat mengerti akan maksud dari ucapan Tajuk barusan, tapi dia berusaha bersikap biasa saja karena tidak mau Mitha curiga.


"Bisakah mulai besok kamu membawakan bekal masakanmu untuk ku?" Tanya Tajuk. Rindu dan Mitha saling pandang terkejut sampai akhirnya Rindu mengangguk.


Karna bekal makan siangnya di makan oleh Tajuk, maka Rindu merasa lapar di tengah jam kerjanya, untung saja dia selalu sedia cemilan di laci meja kerjanya.


Jam pulang kerja pun tiba, Rindu yang dari tadi menahan laparnya pun memegangi perutnya.


Dia pun berjalan di trotoar depan kantornya sambil mencari angkringan yang menyediakan ayam penyet kesukaan Rindu.


Tin... tin...


Sebuah mobil menepi pertanda sedang memanggil Rindu yang sedang berjalan di trotoar itu.


"Rind, ayo masuk." Kata Mitha


"Aku mau mampir ke suatu tempat, kamu duluan saja." Jawab Rindu


"Hhmm, baiklah, aku duluan ya." Kata Mitha sambil melambaikan tangannya.


"Iya."


Mitha pun melajukan mobilnya. Tak berselang lama setelah Mitha pergi mobil lain juga memanggil Rindu.


Dan kali ini mobil itulah yang ingin di hindari oleh Rindu.


"Masuklah!!"

__ADS_1


"Tapi, aku."


"Apa mau tunggu aku gendong kamu dulu."


"Ck, ok ok" Gerutu Rindu dengan sikap arogan Tajuk.


Rindu pun masuk ke dalam mobil Tajuk, setelah Rindu masuk, Tajuk melajukan mobilnya ke sebuah restoran mewah.


"Maaf Tuan, apa kita ke sini? " Tanya Rindu bingung kenapa Tajuk membawanya ke Restoran itu.


"Makan, aku tahu kamu kelaparan dari tadi." Jawab Tajuk


"Saya akan makan di angkringan langganan saya saja, kalau Tuan Taj mau makan di sini silahkan, akan saya temani." Kata Rindu sopan.


"Kamu..-- Hufh, baiklah, kita ke tempat langganan kamu." Kata Tajuk mengalah dengan permintaan Rindu


"Tapi..--"


"Dimana alamatnya?" Tanya Tajuk tanpa basa basi.


"Di-di depan tempat kostku."


Tajuk pun melajukan mobilnya menuju ke arah kost Rindu, jangan di tanya tahu darimana Tajuk alamat Kostnya Rindu, itu persoalan yang mudah baginya.


Sesampainya di angkringan mereka pesan makanan, dan memang Rindu paling suka apa pun yang berbau sambal, tanpa merasa jijik Tajuk dengan lahapnya makan malam bersama dengan Rindu.


"Ternyata seleramu bagus juga Sweetheart, makanan di sini enak." Puji Tajuk


"Hah!!"


"Berhentilah bersikap formal padaku, kita tidak di kantor sekarang." Kata  Tajuk.


"Baiklah," Jawab Rindu.


"Masakan di sini memang enak, seleramu sangat bagus sweetheart."


"Ck, sejak kapan selera makananku ga bagus?" Jawab Rindu ketus. Ketika sadar akan ucapannya dia pun langsung menutup mulutnya sendiri.


Melihat ekspresi Rindu saat ini, tangan kiri Tajuk mengacak pucuk rambut Rindu dengan tersenyum. Karena inilah Rindu yang yang dia rindukan, sosok yang selalu ceria saat mereka bersama, dan semakin kuat keinginan Tajuk untuk membawa kembali Rindu miliknya.


Dan setelah acara makan malam itu Tajuk mengantar Rindu untuk pulang ke Kostnya, bahkan Tajuk sengaja mampir ke kost Rindu.


☆Bersambung ke eps 8 ya ☆

__ADS_1


__ADS_2