Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Acara makan malam bersama


__ADS_3

Selama beberapa hari belakangan ini, Alfian selalu menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan di bar. Pikirannya yang saat ini kacau membuat Alfian hanya ingin melampiaskannya pada alkohol.


Mendengar kabar pernikahan Tajuk dan Rindu, adalah pukulan berat bagi Alfian, sehingga hanya dengan mabuk-mabukan Alfian bisa sejenak melupakan Rindu di hatinya.


Drrtt drrt drrtt!!


Ponsel Alfian bergetar di iringi dengan suara deringan, ponselnya yang ada di bawah bantal membuat Alfian meraba-raba ke suara dering ponsel tersebut.


"Hallo." Ucap Alfian dengan nada malas, sambil memijit pelipisnya akibat efek alkohol membuat kepalanya pusing.


"Maaf pak, mengganggu waktu bapak, malam ini akan di adakan makan malam bersama di kantor, dan bapak wajib hadir sebagai CEO perusahaan, pak." Ucap sekretaris Alfian melalui panggilan telepon.


"Ish, iya, iya aku akan datang." Ucap Alfian yang masih dengan memijit pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya.


Tidak lama setelah itu Alfian mematikan panggilan telepon dari sekertarisnya tersebut. Kemudian melempar ponselnya ke atas ranjang di sampingnya.


Alfian masih dalam kondisi mood yang tidak baik dalam beberapa hari terakhir ini, dia hanya menghabiskan waktu di bar, namun anehnya setiap dia sadar di pagi hari. Dia selalu sudah ada di kamar apartemennya.


Siapa yang membawanya pulang ke apartemen? Kenapa Alfian tidak bisa mengingatnya sama sekali. Setiap Alfian berusaha mengingat hal itu, kenapa tidak bisa. Yang selalu di ingat adalah saat dia teringat akan Rindu, Alfian akan pergi ke bar dan minum-minum sampai dia mabuk dan lupa akan masalahnya.


'Siapa sebenarnya yang selalu mengantarkan aku pulang?' Batin Alfian sambil memijit pelipis kepalanya. Dengan meringis menahan sakit kepalanya.


Alfian melihat jam di dinding kamarnya, dan ternyata hari memang sudah sore. Dan sudah seharusnya Alfian bersiap-siap untuk menghadiri acara makan malam di kantornya.


'Kenapa setiap mengingat nama kamu, hatiku sesakit ini Rind?' Batin Alfian sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Alfian terpaksa harus bangun dari tempat tidurnya, walaupun kepalanya masih pusing. Kewajibannya sebagai pemilik perusahaan mengharuskan Alfian datang dan menghadiri acara makan malam tersebut.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Alfian pun memakai pakaian resmi, seperti jas dan juga kemeja serta dasi.


"Huft, acara yang membosankan, semoga tidak berlangsung lama." Gerutu Alfian.

__ADS_1


Kemudian Alfian mengemudikan mobil mewahnya menuju ke kantor, walaupun pikirannya masih di penuhi begitu banyak pertanyaan kenapa Rindu yang tega menipunya tentang statusnya.


'Apa sebaiknya aku menanyakan hal itutu langsung kepada Rindu?" Batin Alfian.


Alfian tetap saja tidak bisa berpikir dengan jernih. Dia merasa dirinya harus mendapatkan jawaban secara langsung dari semua pertanyaan yang mengganjal di pikirannya saat ini. Ya! Dia harusĀ  menemui Rindu secepatnya, harus!! Begitulah yang ada di kepala Alfian.


Alfian sempat berpikir untuk langsung menemui Rindu di kantornya Tajuk. Tapi hatinya yang belum siap menerima jika Tajuk duduk bersanding dengan Rindu, membuat Alfian selalu mengurungkan niatnya.


Selama perjalanan menuju ke kantor, Alfian banyak berpikir dan merenung. Apa yang harus di lakukannya. Haruskah Alfian merelakan orang yang di cintainya bersanding dengan sahabatnya?.


Sesampainya di kantor security menyambut kedatangan Alfian, kemudian mengambil alih kunci mobil dari tangan Alfian lalu memarkirkan di tempat parkir yang semestinya.


Di lobby kantornya yang kini telah di sulap menjadi restoran berbintang, terlihat sangat ramai. Karena memang beberapa relasi bisnisnya telah hadir di sana. Setelah melihat kedatangan Alfian beberapa orang menghampiri dan menyalaminya.


*******************


Tajuk dan Rindu yang kini sedang dalam perjalanan menuju ke kantor Wiryawan group, terlihat bahagia dengan saling berpegangan tangan di jok belakang.


Seketika Rindu terlihat merona di kedua pipinya, kemudian Rindu mencubit perutnya dengan gemas.


"Mas ih, kenapa sekarang mas pandai menggombal." Ucap Rindu.


"Auw.. sakit sweetheart. Hahaha." Ucap Tajuk yang tersenyum dengan tingkah sang istri yang sangat di cintainya itu.


Sang sopir yang secara langsung melihat kemesraan bossnya itu, hanya tersenyum. Karena selama dia ikut bosnya, baru kali ini Tajuk terlihat bahagia dalam arti yang sebenarnya.


'Pak bos terlihat bahagia saat bersama dengan Bu Rindu, tidak seperti sebelumnya saat hidup sendiri. Bahkan bos Tajuk sekarang lebih banyak tersenyum, tidak dingin lagi.' Batin sopir itu. Dengan curi-curi pandang ke arah spion di atasnya.


Perjalanan itu pun akhirnya sampai di depan kantor milik perusahaan Wiryawan group. Sang sopir pun bergegas membukakan pintu mobil. Tajuk pun keluar dari mobil, lalu kemudian mengulurkan tangannya kepada Rindu.


'Kenapa sepertinya aku pernah kemari.' Batin Rindu yang seakan tidak asing dengan kantor tersebut. Rindu mengamati tempat itu, mengedarkan pandangannya seperti sedang memperhatikan kantor itu sambil berpikir.

__ADS_1


"Kenapa sweetheart? Ayo kita masuk." Ucap Tajuk dengan tersenyum menawannya.


"Oh, i-iya mas." Ucap Rindu gugup.


Rindu pun menyambut uluran tangan Tajuk, kemudian melingkarkan tangannya di lengan Tajuk. Berjalan beriringan sebagai sepasang suami istri.


Suasana di lobby kantor tersebut sudah terlihat begitu banyak orang. Kedatangan pasangan Tajuk dan Rindu tersebut mengundang tatapan mata para tamu undangan menoleh ke arahnya.


Seketika Alfian terpaku diam di tempatnya, hatinya tiba-tiba terasa nyeri melihat kedatangan Tajuk bergandeng tangan dengan Rindu.


'Taj? Oh God, apakah ini kebetulan atau memang sudah takdir.' Batin Alfian.


Kemudian Alfian menghampiri Tajuk dan Rindu lalu menyalaminya seakan tidak terjadi apa-apa. Mereka terlihat akrab seperti biasanya. Walaupun di dalam hati mereka tidak ada yang tahu, betapa keduanya sama-sama ingin berjuang mendapatkan hati orang yang di cintainya.


Rindu juga sama terkejutnya dengan Alfian saat ini, kemudian Rindu menoleh ke arah Tajuk yang masih setia menggandeng tangannya sambil tersenyum.


'Pantas saja mas Tajuk mengajakku ke acara ini, inikah sebenarnya tujuan mas Tajuk?' Batin Rindu seolah tidak terima atas perlakuan Tajuk terhadapnya.


"Kenapa sweetheart? Yuk kita masuk." Ucap Tajuk dengan senyum manisnya.


Rindu menoleh ke arah Tajuk, kemudian mengangguk pelan dan mengikuti langkah kaki Tajuk menuju ke dalam. Beberapa relasi bisnis itupun menyalami Tajuk dan sang istri.


'Setelah ini aku yakin, Al tidak akan nekat mendekati Rindu.' Batin Tajuk tersenyum penuh makna.


Seketika wajah Rindu terlihat kurang senang. Bahkan senyuman itu tiba-tiba memudar, entah kenapa Rindu seakan tidak bisa menerima atas perlakuan Tajuk seperti itu.


Apa mungkin Tajuk sengaja melakukannya? Karena Tajuk yang cemburu pada Alfian. Sehingga Tajuk dengan sengaja mengajak Rindu ke acara ini dan memperlihatkan kemesraan mereka.


Perlakuan Tajuk ini akan sangat melukai hati Alfian secara tidak langsung. Kenapa sungguh tega Tajuk melakukan ini? Apa maksud Tajuk dengan melakukan ini?.


Begitu banyak pertanyaan di dalam hati Rindu, tapi Rindu lebih memilih diam dari menimbulkan masalah. Apalagi saat ini mereka ada di tempat umum, Rindu tidak akan mempermalukan suaminya di depan relasi bisnisnya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2