Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Rencana makan siang


__ADS_3

Perasaan Alfian saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, bahkan saat ini Alfian sudah bisa berlapang dada menerima kenyataan jika Rindu (wanita yang dicintainya) telah menjadi milik orang lain, walaupun sebenarnya Alfian masih penasaran dengan motif Rindu yang mengaku sebagai janda kepadanya.


'Selama ini Rindu bukanlah orang yang gila akan harta, jadi aku yakin ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Apalagi Rindu pernah bercerita jika suaminya yang meninggalkannya, dan Tajuk juga bilang hal yang sama kalau istrinya yang pergi dari hidupnya sepulang Tajuk dari luar negeri. Aku butuh penjelasan akan hal ini, siapa yang bisa aku percaya? Jika benar Tajuk yang meninggalkan Rindu, maka aku tidak akan melepaskan Rindu, aku akan mengejarnya sampai ke ujung dunia sekali pun,' Batin Alfian di sela-sela kesibukannya di kantor sambil memainkannya pena di tangannya.


"Aku harus ketemu dengan Rindu dan meminta penjelasan darinya. Ya harus!!" Gumam Alfian.


Dengan sangat bersemangat Alfian mengerjakan pekerjaannya, dan berniat untuk segera bertemu dengan Rindu. Untuk minta penjelasan darinya tentang semua ini.


Drrt drrtt drrt!!


Ponsel Alfian yang dia letakkan di atas meja kerjanya bergetar dengan di iringi nada dering. Alfian meraihnya dan melihat siapa yang sedang menghubunginya.


"Tante Sofi, ngapain dia menghubungiku?" Gumam Alfian. Dia menatap ponselnya sambil mengerutkan keningnya.


Akhirnya Alfian mengangkat panggilan tersebut, walaupun sebenarnya Alfian malas berurusan dengan wanita yang masih jadi ibu tirinya Tajuk.


"Hallo,"


"Hallo Al, gimana kabar kamu?" Ucap Tante Sofi basa-basi.


"Tidak usah basa-basi Tante, katakan saja ada apa menelponku?" Ucap Alfian tak ingin berbasa-basi dengan Tante Sofi.


"Hahaha, kamu masih sama seperti dulu Al, tidak bisa di ajak berbasa-basi, tapi Tante suka itu." Ucap Tante Sofi. "Nanti siang Tante ingin mengajakmu makan siang bersama, ada yang ingin Tante bicarakan denganmu. Ini soal Rindu."


Deggg!!


Alfian sedikit bingung dengan maksud Sofi yang ingin berbicara dengannya tentang Rindu, apa yang sedang Sofi rencanakan untuk Rindu?.


'Rindu? Apa maksud Tante Sofi dengan membicarakan tentang Rindu? Apa yang akan Tante Sofi rencanakan? Firasatku tidak enak tentang ini.' Batin Alfian.


"Makan siang ya Tante? Bentar aku pastikan jadwalku dulu untuk hari ini." Ucap Alfian meminta waktu untuk berpikir.

__ADS_1


"Iya Al, Tante hanya ingin ngobrol saja denganmu tentang Rindu, hanya ingin kenal Rindu lebih dekat saja, karena kan tante belum sempat berkenalan secara langsung." Ucap Sofi.


"Ok Tante baiklah, aku akan menemui Tante di restoran dekat kantor saja ya, karena aku tidak bisa lama-lama." Ucap Alfian.


"Ok Al, kalau begitu tante bersiap dulu."


"Ok tan." Ucap Alfian kemudian menutup panggilannya.


Alfian meletakkan ponselnya di meja setelah menerima panggilan masuk dari Sofi. Alfian tampak sedang memikirkan sesuatu saat ini.


'Tante Sofi pasti sedang merencanakan sesuatu untuk Tajuk, dan kalau tebakanku tidak meleset, mungkin Tante Sofi akan mengajakku bekerjasama dengannya.' Batin Alfian.


Senyuman licik tergambar di raut wajah Alfian saat ini, entah apa yang sedang di pikirkan Alfian sehingga membuat Alfian terlihat begitu bahagia.


Alfian pun membatalkan janji meeting bersama beberapa kliennya. Karena Alfian memutuskan untuk menemui Rindu kali ini sebelum bertemu dengan Tante Sofi.


"Aku harus menemui Rindu maupun Tajuk, sebelum bertemu dengan Tante Sofi, jadi ketika ketemu dengannya nanti, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan." Gumam Alfian.


Alfian menyambar kunci mobil di atas meja dan juga jas yang ada di sandaran kursi kebesarannya. Lalu berjalan menuju ke arah pintu keluar, belum sempat keluar dari ruangan tersebut. Alfian tampak gusar dan berbalik badan untuk masuk ruangannya kembali.


Alfian pun meletakkan kembali kunci mobilnya di tempatnya semula, lalu Alfian kembali duduk di kursi kerjanya. Terlihat Alfian sedang memikirkan sesuatu saat ini.


********************


Di dalam kantornya Tajuk terlihat sedang sibuk, begitu banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan olehnya saat ini. Apa lagi banyak tender baru yang harus menunggu tanda tangan darinya sebelum melakukan pekerjaan.


Sesekali Tajuk mencuri-curi pandang ke arah Rindu yang duduk di meja kerjanya, karena memang Rindu tidak punya banyak kerjaan, jadi Rindu menghabiskan banyak waktu luangnya dengan bermain game.


'Melihat senyuman kamu saja, sudah membuat hatiku seperti tersiram air es, dingin dan segar.' Batin Tajuk sambil tersenyum-senyum sendiri.


Karena memang Tajuk sengaja tidak memberikan Rindu pekerjaan, walaupun status Rindu sebagai sekretaris pribadinya. Semua pekerjaan penting Rindu di ambil alih oleh Joe, sedangkan Rindu hanya bertugas mengatur semua jadwal Tajuk. Dan mengikutinya kemanapun Tajuk pergi.

__ADS_1


Tajuk beranjak dari kursinya dan mendekati Rindu yang terlihat sedang asyik dengan game di komputernya. Sangking asyiknya Rindu tidak menyadari jika Tajuk sudah ada di belakang.


"Kelihatannya asyik sekali." Ucap Tajuk yang sudah mendaratkan sebuah ciuman di kening Rindu.


Rindu sempat terkejut, namun Rindu yang sudah mulai terbiasa dengan sikap Tajuk, hanya tersenyum ke arah Tajuk yang sudah berdiri di belakangnya dengan membungkukkan badan, sambil kedua tangannya bertumpu di meja depan Rindu.


"Habisnya bingung mau apa lagi, mas tidak memberiku pekerjaan." Ucap Rindu yang kemudian menghentikan sejenak aktifitasnya bermain game, dan melihat ke arah Tajuk.


"Pekerjaan kamu cuma satu, melayaniku di ranjang." Bisik Tajuk yang membuat Rindu jadi membelalakkan matanya.


"Mas ih, masih pagi juga udah mesum aja." Ucap Rindu mencubit perut Tajuk.


"Mesum juga sama istri sendiri, sah-sah aja kan?" Goda Tajuk.


"Ini di kantor mas, jangan aneh-aneh deh." Ucap Rindu yang sudah memerah wajahnya hingga ke telinga akibat perkataan Tajuk barusan.


"Aku bosnya di sini, siapa yang akan berani menggangguku." Ucap Tajuk. Yang kemudian mencium bibir Rindu sekilas.


"Mas udah selesai? Atau mau aku ambilkan sesuatu?" Ucap Rindu mengalihkan pembicaraan, supaya Tajuk tidak mesum lagi pikirannya. Mengingat waktu itu mereka di pergoki Nia.


"Aku menginginkan kamu." Bisik Tajuk di telinga Rindu, kemudian Tajuk memutar kursi Rindu supaya menghadap ke arahnya.


"Mas, mas, makan siang nanti aku ingin makan bersama Mitha, boleh kan? Soalnya sudah lama tidak makan bareng sama dia." Ucap Rindu. Yang kembali berniat mengalihkan pembicaraan.


"Hemm!!" Tajuk terlihat sedang berpikir.


Tajuk mengerutkan keningnya, dan melihat ke arah Rindu. Tumben sekali Rindu ingin makan siang bersama dengan Mitha. Apakah istrinya itu merindukan sahabat baiknya itu? Sehingga bermaksud untuk makan siang bersama.


"Iya pergilah, tapi ingat jangan terlalu dekat dengan Bram," Ucap Tajuk.


"Iya mas iya." Ucap Rindu girang.

__ADS_1


Karena memang semenjak tinggal di apartemen bersama dengan Tajuk, Rindu sudah sangat lama tidak ngumpul bareng dengan teman-temannya. Apa lagi Mitha sahabat baiknya.


Bersambung..


__ADS_2