Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Siasat Tante Sofi


__ADS_3

Siang itu Alfian berangkat ke restoran yang sudah di sepakati dengan Tante Sofi. Di sana terlihat Tante Sofi sudah duduk di sebuah kursi, terlihat sebuah gelas minuman sudah ada di meja depan Tante Sofi.


"Maaf Tante saya terlambat." Ucap Alfian. Yang kemudian menarik kursi di depan Tante Sofi untuk Alfian duduk.


"Iya gak pa-pa Al, Tante juga baru datang kok Al, oh ya kamu mau pesan apa?" Tanya Tante Sofi.


"Aku gak bisa lama-lama Tant, sekarang katakan apa yang akan Tante ceritakan tentang Rindu padaku." Ucap Alfian.


Sofi meletakkan buku menu kembali ke atas meja, kemudian tersenyum penuh makna ke arah Alfian. Dan Alfian paham jika senyuman Tante Sofi mempunyai sebuah maksud tersembunyi.


"Kenapa buru-buru Al, kamu juga baru datang, setidaknya pesanlah makan siang atau minuman terlebih dulu." Ucap Tante Sofi.


Alfian akhirnya hanya memesan minuman sekedar untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Setelah itu Alfian terlihat tidak ingin berbasa-basi lagi dengan Tante Sofi. Yang entah apa tujuan yang sebenarnya mengajak Alfian makan siang bersama.


"Tante tahu jika kamu sebenarnya dekat dengan Rindu." Ucap Tante Sofi.


Alfian mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Tante Sofi, Alfian yang menyesap minuman dingin pesanannya sekilas melirik ke arah Tante Sofi.


"Lalu? Apa ada masalah jika aku dekat dengan Rindu?" Tanya Alfian. Dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Bukan, bukan masalah yang bagaimana Al, Tante tahu jika sebenarnya kamu menyukai Rindu, bahkan Tante juga mendengar kabar jika kamu juga pernah melamar Rindu." Ucap Tante Sofi terlihat tenang sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


'Aku sudah menduga akan hal ini, aku akan menunggu apa yang ingin Tante sampaikan dan apa yang Tante inginkan dariku.' batin Alfian.


Alfian terlihat hanya diam tanpa reaksi apapun, Alfian hanya mengaduk minumannya memakai sedotan, bahkan Alfian seakan acuh tidak begitu tertarik dengan apa yang di bicarakan Tante Sofi saat ini.

__ADS_1


Melihat tidak ada reaksi apapun dari Alfian, membuat Tante Sofi sedikit gusar, apa mungkin Alfian tidak tertarik untuk mendapatkan Rindu? Atau Alfian sudah tidak menginginkan Rindu? Begitulah pemikiran Tante Sofi saat ini.


"Aku akan membantumu untuk mendapatkan Rindu, supaya bisa menjadi istri kamu, Al." Ucap Tante Sofi mengutarakan niatnya. Kemudian Tante Sofi meletakkan sendok dan garpu di atas piring. Kemudian meminum minuman meneguknya hingga tinggal setengah gelas.


'Walaupun aku kecewa dengan Rindu, tapi aku masih tahu bagaimana cara untuk mencintainya.' Batin Alfian.


"Dan Tante akan membuat Tajuk menjauh dari Rindu, jika kamu mau bekerja sama dengan Tante," ucap Tante Sofi dan melihat ke arah Alfian untuk melihat bagaimana reaksi Alfian. "Tante akan menjodohkan Tajuk dengan Susan, bahkan Tante punya rencana untuk menjebak Tajuk supaya tidur dengan Susan, dan Tante harap kamu mau mendekati Rindu. Dan buat Rindu lupa dengan Tajuk, bagaimana? Tante yakin kamu pasti setuju, karena ini tawaran yang saling menguntungkan untuk kita, kamu mendapatkan wanita yang kamu cintai, aku mendapatkan apa yang menjadi tujuanku."


Mendengar ucapan Tante Sofi, seringaian penuh makna terukir di sudut bibir Alfian. Kemudian Alfian meminum kembali minumannya yang hanya tinggal sedikit dan menghabiskannya.


'Tak ku sangka Tante Sofi terlalu berambisi untuk membuat Tajuk dan Rindu berpisah. Sungguh cara Tante ini terlalu kampungan dan sangat menggelikan.' Batin Alfian.


Alfian kembali menegakkan duduknya, lalu menatap Tante Sofi dengan senyum misteriusnya. Dengan penuh percaya diri, Tante Sofi sangat yakin jika Alfian akan tertarik dengan usulannya.


'Aku tahu jika kamu akan tertarik dengan tawaranku Al, karena aku tahu jika kamu sangat mencintai Rindu.' Batin Tante Sofi. Dengan senyum bahagia membayangkan akan keberhasilan rencananya.


Tante Sofi mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke arah Alfian, karena Tante Sofi belum mendapatkan jawaban akan tawaran yang di berikannya kepada Alfian.


"Lantas apa jawaban kamu Al? Apa kamu tertarik dengan usulan Tante?" Tanya Tante Sofi.


Alfian yang sudah beranjak dari tempat duduknya, melihat ke arah Tante Sofi. Tatapan mata Alfian yang mengandung begitu banyak makna, dan bahkan tak terbaca oleh Tante Sofi, membuat Tante Sofi sangat khawatir jika rencananya gagal.


"Aku permisi dulu Tan, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan, dan sebentar lagi aku ada meeting dengan klien penting." Ucap Alfian sambil melihat ke arah jam tangannya, kemudian berjalan untuk meninggalkan Tante Sofi yang terdiam di tempatnya.


"Al, tunggu!! Bagaimana dengan tawaran Tante barusan? Kamu bisa memikirkannya dulu, Tante akan menunggu jawabannya." Teriak Tante Sofi.

__ADS_1


Alfian berhenti di dekat pintu keluar restoran, lalu kemudian menoleh ke arah Tante Sofi yang masih duduk diam di kursinya. Alfian memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"Kalau untuk mendapatkan Rindu, Tante tidak perlu repot-repot membantu saya, karena saya punya cara saya sendiri untuk itu." Ucap Alfian lalu berbalik lagi dan berjalan semakin menjauh dari restoran tersebut.


Tante Sofi terlihat kesal dengan sikap Alfian. Bahkan jawaban Alfian barusan tidak membuatnya puas, karena jawaban Alfian yang ambigu sehingga Tante Sofi belum tahu pasti maksud dari jawaban Alfian barusan.


'Brengsek!! Bagaimana bisa dia memberikan jawaban yang seperti itu padaku, aku tak bisa lagi mengharapkan Al saat ini. Sekarang hanya Susan yang bisa aku ajak kerjasama. Karena Susan masih mencintai Tajuk. Dan aku yakin Susan pasti akan tertarik untuk di ajak kerjasama.' Batin Tante Sofi dengan senyum penuh percaya diri jika Susan akan mau bekerja sama dengannya.


Di luar restoran, Alfian yang kini sudah berada di dalam mobil. Terlihat memukul kemudi mobilnya dengan kuat, sorot matanya terlihat menahan amarah. bagaimana bisa Tante Sofi punya rencana licik seperti itu pada wanita yang sangat di cintainya.


Entah apa yang ada di kepala Tante Sofi, sehingga Tante Sofi punya rencana selicik itu untuk menghancurkan rumah tangga Tajuk dan juga Rindu.


'Rindu?? Aku akan memastikan apa yang terjadi tiga tahun yang lalu dalam pernikahannya, tidak tahu kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan rumah tangga Tajuk dan Rindu tiga tahun yang lalu.' Batin Alfian.


Setelah pertemuannya dengan Tante Sofi, kini Alfian dapat menyimpulkan jika kejadian tiga tahun lalu yang di alami oleh Rindu pasti ada sangkut pautnya dengan Tante Sofi.


"Apa mungkin kejadian tiga tahun lalu yang di alami Rindu ada hubungannya dengan Tante Sofi?" gumam Alfian.


Apalagi di saat acara makan malam bersama di kantornya tadi, Tajuk sempat menyinggung jika sudah menikah dengan Rindu tiga tahun lalu, tanpa menyinggung soal perceraiannya.


"Walaupun aku mencintaimu Rin, tapi aku juga tidak mau merusak rumah tangga kamu dengan suamimu, apalagi suami kamu itu sahabatku dari kecil." Gumam Alfian.


Alfian berniat untuk ke kantor Tajuk, dan mengkonfirmasi tentang ini. Jika tebakannya benar, maka Alfian tidak akan tinggal diam. Alfian pasti akan membalas Tante Sofi lebih dari apa yang Tante Sofi lakukan pada Tajuk maupun Rindu.


Kini Alfian sadar jika cinta tidak harus memiliki, tapi cinta yang sebenarnya adalah melindungi orang yang di cintainya, dan juga merelakan orang yang di cintainya berbahagia bersama lelaki pilihannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2