Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Rencana makan malam


__ADS_3

Rindu yang sedang sibuk akan kerjaan, tiba-tiba saja terlintas di kepalanya tentang Alfian. Apalagi Rindu tidak mendapat kabar apapun dari Alfian, merasa sedikit tidak tenang, apalagi setelah Tajuk memutuskan untuk mempublikasikan pernikahan mereka berdua. Kabar Alfian pun bagaikan di telan bumi. Hilang tak berbekas.


'Kenapa kak Al tidak ada kabar sama sekali, padahal aku ingin menjelaskan semua, biar tidak ada salah paham lagi, tapi kenapa justru kak Al menghilang begini.' Batin Rindu.


"Apa yang buat kamu melamun di saat jam kerja begini sweetheart?" Tanya Tajuk membuyarkan lamunan Rindu. Hingga Rindu terkejut dengan jantung berdebar kencang.


"Kenapa mas mengagetkan aku sih?" Tanya Rindu dengan sedikit tersirat kekesalan di wajahnya.


"Kamu kenapa sweetheart? Sedang memikirkan apa? Sampai-sampai melamun di saat jam kerja seperti ini." Ucap Tajuk. Seolah mengulangi pertanyaan yang tadi belum di jawab oleh Rindu.


"Bukan apa-apa mas, tidak begitu penting juga kok." Ucap Rindu berbohong. Kemudian Rindu mengalihkan pandangannya ke arah komputer di depannya.


'Bagaimana mungkin aku cerita jika sedang kepikiran soal kak Alfian, bisa-bisa banteng di depan aku ini ngamuk gak jelas lagi.' Batin Rindu.


"Kamu memikirkan Al?" Tanya Tajuk dengan nada dingin tidak bersahabat.


"Hah?! Bu-bukan lah mas. Kenapa aku harus memikirkan kak Al." Jawab Rindu gugup.


Bagaimana bisa Tajuk menebak hal itu dengan mudah? Apa mungkin terlihat jelas di raut wajah Rindu? Jika Rindu saat ini sedang kepikiran tentang Alfian.


"Benarkah?" Tanya Tajuk sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Rindu.


"Iya." Ucap Rindu yang kemudian mundurkan kursi goyangnya.


"Baguslah, karena aku tidak mau jika istriku memikirkan laki-laki lain saat sedang bersamaku." Ucap Tajuk sambil menarik dagu Rindu supaya Rindu menatapnya.


"Mas terlalu berlebihan." Ucap Rindu. Yang berusaha mengelak dari tatapan Tajuk yang menurutnya seperti tatapan sedang mengintimidasi dirinya saat ini.


"Ok baiklah, sekarang ayo kita bersiap untuk meeting dengan klien sekaligus makan siang nanti." Ucap Tajuk yang akhirnya memundurkan tubuhnya dari Rindu.


"Oh ok ok baiklah." Ucap Rindu.


'Aku tahu, sebenarnya kamu sedangkan memikirkan Al, apalagi setelah pengumuman pernikahan kita, Al tidak ada kabar sama sekali sampai sekarang. Padahal aku sudah berusaha menghubunginya berkali-kali, tapi sepertinya Al sengaja menghindariku.' Batin Tajuk.


Tajuk pun menegakkan tubuhnya sambil membenahi jas yang sedang di kenakannya. Sedangkan Rindu segera merapikan berkas yang harus di bawanya untuk rapat kali ini.

__ADS_1


Mereka berdua pun bersiap untuk keluar dari ruangan Tajuk dan menuju ke ruang meeting, tanpa malu-malu Tajuk melingkarkan tangannya di pinggang Rindu yang berjalan di sampingnya.


Walaupun Rindu berusaha untuk memberikan kode supaya Tajuk jangan seperti itu, seakan tidak di indahkan oleh Tajuk sama sekali. Bahkan Tajuk seperti ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Rindu adalah miliknya yang berharga.


Rindu yang merasa tidak nyaman dengan perlakuan dan sikap posesif dari Tajuk berbanding terbalik dengan Tajuk yang terlihat bahagia dan bangga menggandeng Rindu di sisinya.


'Mas Tajuk setelah mengumumkan pernikahan kita, kenapa jadi se-posesif ini sih ya?' Batin Rindu.


Meeting yang berlangsung selama satu jam itu berjalan lancar, setelah itu Tajuk dan Rindu memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang ada di dekat perusahaan.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Tajuk.


"Terserah mas saja, aku gak begitu mengerti dengan menu yang ada di restoran ini." Jawab Rindu sambil membenarkan posisi duduknya dan menaruh tasnya di meja.


"Ok baiklah, aku pesan yang ini sama ini semua serba dua porsi, dan minumannya yang ini saja." Ucap tajuk sambil menunjuk menu yang dipilihnya kepada pelayan di restoran tersebut.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap pelayan itu sambil meninggalkan meja Tajuk dan Rindu.


"Sweetheart, apa jadwalku setelah ini?" Tanya Tajuk.


Deggg!!


Seketika Tajuk menghentikan aktivitasnya yang sedang memainkan ponselnya. Dan melihat ke arah Rindu sambil mengerutkan keningnya.


"Wiryawan group?" Tanya Tajuk memastikan pendengarannya.


"Iya." Ucap Rindu mengangguk,


Dan Rindu sedikit bingung karena tidak biasanya Tajuk mengulang ucapannya. Dan itu membuat Rindu tidak mengerti apa ada yang salah dengan perkataannya.


'Bukankah itu perusahaan milik keluarga Al.' Batin Tajuk.


"Ok baiklah, nanti kamu temani aku untuk datang ke acara tersebut." Ucap Tajuk.


"Hah!! Aku mas??" Tanya Rindu, dengan menunjuk ke dirinya sendiri, seolah tidak percaya akan permintaan Tajuk tersebut. Karena jarang Tajuk membawa pasangan.

__ADS_1


Joe adalah orang yang selalu menemani Tajuk di acara-acara seperti itu, lantas kenapa malah sekarang Tajuk ingin mengajak Rindu? Itulah yang sedang di pikirkan oleh Rindu saat ini.


"Iya sweetheart, kamu!" Ucap Tajuk sambil menunjuk ke arah Rindu. Dengan tatapan mata misterius yang sulit di artikan.


'Kenapa harus aku sih?' Batin Rindu.


"Kenapa gak sama Joe aja mas? Aku kan gak punya baju untuk pergi menghadiri acara begituan." Ucap Rindu menolaknya secara halus supaya Tajuk tidak mengajaknya.


"Nanti sehabis ini kita langsung ke butik. Jadi tidak ada alasan lagi kamu menolak." Ucap Tajuk.


Rindu ingin kembali melancarkan protesnya, karena memang Rindu tidak begitu tertarik dengan acara seperti itu, namun belum sempat Rindu protes, seorang pelayan datang menghampiri meja mereka.


Sebenarnya Rindu merasa belum siap untuk datang mendampingi Tajuk ke acara yang di hadiri Tajuk, mengingat pengumuman pernikahan mereka masih baru terhitung hari. Dan anggap saja Rindu belum terbiasa dengan hal itu.


Belum lagi Rindu nanti akan bosan sendirian jika Tajuk sibuk dengan rekan bisnisnya dalam acara-acara seperti itu.


Tidak lama makanan pesanan mereka datang, sehingga Rindu menjeda ucapannya sampai sang pelayan yang mengantarkan makanan tersebut pergi.


Setelah menghidangkan semua pesanan di meja, pelayan itu pun pergi meninggalkan Tajuk dan Rindu.


"Tapi mas.."


"Kenapa?? Bukankah sekarang aku sudah punya pasangan untuk di bawa ke acara-acara seperti itu, kenapa harus membawa Joe?" Ucap Tajuk yang menautkan kedua tangannya untuk menopang dagunya. "Kamu istriku, jadi bukan Joe yang bertugas mendampingi aku, tapi kamu sweetheart!" Ucap Tajuk.


"Huft, baiklah, mas adalah bosnya di sini." Ucap Rindu kemudian Rindu menarik piring yang berisi nasi putih, lalu kemudian Rindu mengambil lauk dan menaruh di piringnya.


Seringai senyum tergambar jelas di wajah Tajuk, senyuman penuh kemenangan yang di rasakan oleh Tajuk.


'Ini adalah kesempatan untukku menunjukkan siapa kamu untukku sweetheart, dan semoga Al mengerti posisi dia saat ini.' Batin Tajuk.


Ya itulah salah satu alasan Tajuk ingin membawa Rindu ke acara makan malam tersebut. Dan dengan begini Tajuk berniat untuk menunjukkan kepada Alfian bahwa sebenarnya Alfian sudah tidak ada kesempatan lagi.


Rindu yang tidak tahu menahu jika sebenarnya Alfian lah yang sekarang memegang kendali atas perusahaan Wiryawan group, hanya terdiam dan menuruti kemauan Tajuk. Toh walau bagaimanapun, Rindu adalah istri sah nya Tajuk, jadi sudah seharusnya Rindu menemani Tajuk dalam acara seperti seperti itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2