
Rindu yang tidak siaga sama sekali itu sangat terkejut dengan ulah Tajuk yang tiba tiba menciumnya, bahkan Tajuk semakin erat memeluk Rindu seakan takut kehilangan dia, tanpa Rindu sadari dia pun membalas ciuman dan pelukan dari Tajuk.
"Aku tidak siap kehilanganmu Sweety, dan aku tidak mau kita berpisah lagi" Bisik Tajuk tepat di bibir Rindu
Rindu hanya tersenyum tipis menanggapi omongan Tajuk barusan, dia pun memeluk erat Tajuk seakan menandakan bahwa dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Tajuk rasakan saat ini.
"Ok, sekarang aku minta kamu jauhi si Bram, atau aku akan mengumumkan soal pernikahan kita pada semua orang di kantor ini," Kata Tajuk penuh penekanan di setiap kalimat setelah mengendorkan pelukannya pada Rindu.
"Harus bagaimana aku menghindari dia mas, toh yang penting aku tidak menanggapi perasaan dia padaku." Kata Rindu berusaha menenangkan Tajuk yang sedang terbakar api cemburu.
"Sweety, aku tidak rela jika kamu dekat dengan laki-laki lain selain diriku, dan mulai saat ini Hp kamu aku sita untuk beberapa hari," Kata Tajuk seakan tidak mau di bantah.
"Huft, ok terserah mas aja," Kata Rindu pasrah dengan perlakuan Tajuk.
Rindu hanya tidak mau ribut masalah sepele seperti ini, apa lagi dia baru baikan dengan Tajuk saat ini, dan lagi karena ada hal lain yang sedang mengganggu pikirannya tentang siapa yang memalsukan surat cerai itu dan apa tujuannya.
"Sweety, nanti kita pulang bareng, sekalian kamu lihat apartement baru kita." Kata Tajuk.
"Iya, jadi sekarang aku sudah di ijinkan kembali ke ruanganku, pak boss ?" Tanya Rindu dengan senyum jailnya.
"Hahaha, ok ok, tapi ingat kamu harus jaga jarak dengan semua laki-laki yang ada di kantor ini, karena apa pun yang kamu lakukan aku akan mengetahuinya." Kata Tajuk.
"Ck, iya." Gerutu Rindu.
"Beri aku ciuman sebelum kamu pergi ke ruanganmu." Kata Tajuk.
"Harus ciuman ??" Kata Rindu
Tajuk hanya mengangguk dan tersenyum, karena dia belum melepaskan sepenuhnya pelukannya.
Dengan wajah merah merona menahan malu, Rindu pun mencium Bibir Tajuk sekilas,
__ADS_1
Tajuk terkejut, tidak menyangka bahwa Rindu akan melakukannya, selama ini Rindu belum pernah menciumnya terlebih dahulu, pasti Tajuk yang selalu terlebih dahulu melakukannya.
Di saat Tajuk terpaku diam, Rindu segera meninggalkan ruangan itu, karena dia benar-benar malu pada dirinya sendiri dan juga pada Tajuk.
'Sumpah ini sangat memalukan, bisa-bisanya aku menuruti permintaan mas Tajuk untuk menciumnya tadi.' Batin Rindu ketika berjalan menuju ke ruang kerjanya.
Di dalam ruangannya, Tajuk senyum-senyun sendiri mengingat apa yang di lakukan oleh Rindu tadi. Dia sangat bahagia saat ini.
'Aku harus segera menyelesaikan masalah dia, dia harus segera di beri pelajaran, berani-beraninya dia memalsukan surat ceraiku, dan gara-gara dia, Rindu jadi salah paham dan meninggalkanku selama hampir tiga tahun." Batin Tajuk.
Terlihat sorot mata Tajuk menandakan emosi yang tidak mampu dia bendung lagi, apa lagi dia sudah mengetahui siapa dalang di balik perpisahannya dengan Rindu hingga hampir tiga tahun ini.
Tajuk membereskan semua berkas yang ada di meja kerjanya, dia teringat dengan ponsel Rindu yang dia bawa tadi, Tajuk penasaran dengan isi di dalam ponsel Rindu saat ini, dia juga ingin tahu siapa saja yang dekat dengan Rindu selama mereka berpisah.
Dia mulai membuka aplikasi whatapps mengecek semua pesan yang masuk, di deretan paling atas ada group chat khusus karyawan bagian keuangan, terus juga dari Mitha, ada juga dari group chat seluruh karyawan perusahaan.
"Syukurlah Rindu selalu cuek menanggapi pesan dari Bram," Gumam Tajuk. Lalu dia tersenyum puas dengan apa yang di lihatnya.
Dia pun terus melihat ke bawah, dan menemukan nama Al di sana, Tajuk mengernyitkan dahinya.
Lalu Tajuk membuka isi pesan dari Al, dia sangat terkejut melihat isi pesan dari Al, bahkan Tajuk mengecek nomor Hp yang tertera di sana, betapa terkejutnya dia ketika nama Al di layar ponsel Rindu adalaj Alfian sahabatnya.
"Jadi gadis yang di kejar Si Al itu adalah Rindu, aku tidak bisa membiarkan hal ini, aku harus segera mengumumkan bahwa Rindu adalah istriku," Gumam Tajuk dengan emosi ketika tahu isi pesan dari Alfian kepada Rindu.
Semua pesan Alfian begitu perhatian ke Rindu, alhasil itu membuat Tajuk meradang, darahnya berdesir seakan dia terbakar api cemburu, ponsel Rindu yang masih berada di tangannya pun di genggamnya begitu erat, seakan dia ingin melampiaskan amarahnya pada ponsel yang berada di tangannya saat ini.
"Rindu, kenapa sampai saat ini begitu banyak sainganku yang selalu ingin merebutmu dariku." Gumam Tajuk frustasi sampai dia mengacak rambutnya hingga tak berbentuk lagi.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Jam pulang kantor pun tiba, Tajuk sengaja menunggu Rindu selesai mengerjakan tugas-tugasnya, bahkan Tajuk mempunyai rencana baru untuk bisa terus dekat dengan Rindu.
__ADS_1
Dan rencananya itu sudah ia sampaikan pada Joe, dan Joe lah yang akan mengurusnya, dan mengenai siapa yang memalsukan surat cerainya dengan Rindu, dia sengaja akan menyelesaikainnya sendiri.
Semua pegawai tampak keluar kantor dengan wajah lesu karena capek, dan dari jauh terlihat Rindu dengan santai keluar dari ruangannya bersama Mitha.
"Beb, jadi kan kita pergi?" Kata Bram yang tiba-tiba datang dan berada di tengah antara Rindu dan Mitha yang sedang jalan beriringan.
"Pergi kemana?" Tanya Mitha.
"Kepo loe Mith, ini kan antara gue sama ayang bebeb Rindu," Jawab Bram.
"Aku ga bisa Bram, aku udah ada janji dengan seseorang," Jawab Rindu menolak ajakan Bram.
"Ech, kamu tadi tidak bilang kalau ada janji dengan orang lain beb," Kata Bram seakan tidak percaya dengan omongan Rindu.
"Ehem," Suara seseorang berdehem sebagai tanda interupsi.
"Ech, Si Boss," Kata Bram sambil nyengir kuda.
Mitha dan Rindu yang memang sudah menduga bahwa Tajuk akan datang dan menghampiri mereka hanya tersenyum ramah, karena memang sebelumnya Rindu sudah bilang ke Mitha bahwa sepulang kerja Tajuk akan mengajaknya melihat Apartement barunya.
"Sudah siap ?" Tanya Tajuk tanpa melihat ke arah Bram atau pun Mitha. Dia hanya melihat Rindu saat ini.
Rindu yang mendapat pertanyaan itu pun hanya mengangguk pelan, terlihat raut wajah kesal di sana, karena Rindu sudah meminta supaya Tajuk menunggu di Halte tapi dia malah menyusulnya ke Lobby kantor.
Mitha hanya tersenyum pada Rindu dan Tajuk, sedangkan Bram masih tidak mengerti ada hubungan apa antara Rindu dan juga Tajuk saat ini, kenapa akhir-akhir ini Tajuk sering membawa Rindu di saat sedang bersama dengannya dan Mitha.
☆☆Bersambung☆☆
**Hay-hay..
maaf ya terlalu lama updatenya..
__ADS_1
semoga kalian tidak melupakanku..
love u all**