
Bukannya merasakan sakit, Tajuk justru tersenyum geli melihat tingkah imut Rindu saat ini, padahal ini bukan kali pertama bagi mereka, tapi setiap kali Tajuk menggoda Rindu, Rindu masih selalu malu-malu karenanya.
Sesampainya di kantor mobil mereka disambut oleh security yang kemudian membukakan pintu untuk Tajuk, setelah Tajuk keluar dari mobil, Tajuk mengulurkan tangannya supaya Rindu menyambutnya.
Satu menit, dua menit bahkan sampai lima menit Rindu belum juga menerima uluran tangannya, bahkan Rindu juga belum keluar dari dalam mobil, sehingga membuat Tajuk membungkukkan badan melihat ke dalam mobil, dan memastikan Apa yang sedang dilakukan oleh Rindu? Sehingga dia lama sekali keluar dari mobil.
"Apa yang kamu lakukan sweetheart? Kenapa lama sekali? ayo cepat keluar atau aku akan menggendongmu nanti." Ucap Tajuk lembut namun tersirat ancaman manis di dalamnya.
Deggg!!
Rindu jadi salah tingkah sendiri, padahal dia lama keluar dari mobil itu karena Rindu sedang gugup, bukan bermaksud untuk menolak konferensi pers yang akan dilakukan oleh Tajuk.
"Ck, iya mas iya, ish." Gerutu Rindu.
Mau tidak mau Rindu akhirnya keluar juga dari dalam mobil, dan Rindu menyambut uluran tangan Tajuk. Sehingga mereka berdua memasuki kantor dengan terlihat begitu mesra.
Para wartawan dari media cetak dan elektronik yang sudah berkumpul di lobby kantor Tajuk, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil foto kemesraan antara Tajuk dan juga Rindu.
Lobby kantor yang memang telah disiapkan untuk acara konferensi pers, terlihat begitu ramai oleh para wartawan ataupun juga para karyawan kantor tersebut.
Setelah duduk di kursi yang memang sudah di sediakan, Tajuk dengan gagah dan terlihat begitu tampan, akan memulai apa yang akan di sampaikan.
Beberapa pertanyaan dari awak media di jawab dengan senyum bahagia oleh Tajuk, pertanyaan seputar bisnis atau pun seputar rencana kedepan untuk perusahaannya.
Kini sampailah pada sebuah pertanyaan dari salah seorang wartawan yang menanyakan tentang status wanita yang tadi bergandengan mesra ketika memasuki lobby kantor bersama Tajuk. Dan wanita itu tidak lain adalah Rindu.
__ADS_1
Wajah Rindu seketika terlihat pucat detak jantungnya begitu kencang dan dadanya terasa sesak, secara bersamaan, mengingat ini adalah baru pertama kali baginya.
Tajuk yang melihat ekspresi Rindu yang duduk tepat di sebelahnya, kemudian menggenggam tangan Rindu dengan erat.
"Wanita ini adalah istriku, istri yang paling aku cintai seumur hidupku." Ucap Tajuk memulai menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan tadi, sambil menoleh ke arah Rindu sekilas dengan tatapan matanya yang penuh dengan cinta. Rindu yang memang merasa tidak nyaman itu hanya tersenyum sambil mengangguk menyetujui apa yang di katakan oleh Tajuk.
"Kami menikah 3 tahun yang lalu tanpa adanya resepsi yang mewah, dan memang pernikahan kami dilakukan sesederhana mungkin, karena bagi kami yang penting adalah kebahagiaan kami bukan tentang pesta mewah yang akan kami selenggarakan." Lanjut Tajuk.
"Kenapa anda tidak mengumumkan pernikahan anda dari tiga tahun yang lalu? Kenapa baru sekarang? Apa ini adalah sesuatu yang harus di sembunyikan? Mengingat anda adalah pengusaha muda yang sangat sukses."
Mendengar pertanyaan beruntun dari wartawan itu, Tajuk melempar senyuman tipis dari bibirnya, ya memang pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat mengganggu bagi Tajuk. Mengingat bukannya tidak mau mengumumkan soal pernikahan mereka, namun karena Rindu yang melarangnya, sehingga Tajuk tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bukan tidak ingin mengemukakan kabar bahagia ini kepada kalian, tapi aku tidak suka jika dengan aku mengumumkan status pernikahanku dengan istriku, maka pekerjaan istriku akan terganggu oleh beberapa wartawan seperti kalian." Ucap Tajuk.
"Lantas apa rencana anda selanjutnya?" Tanya wartawan itu lagi.
Konferensi pers yang berlangsung sekitar setengah jam itu, seakan cukup untuk menggemparkan seluruh Indonesia, karena apa? Tentu saja karena berita tentang pernikahannya Tajuk dan Rindu akan menjadi tranding topik selama beberapa hari ke depan.
************************
Sedangkan di tempat yang berbeda, terlihat seorang wanita paruh baya sedang marah besar dan mengamuk dengan membanting semua barang hingga berhamburan di lantai.
"Brengsek, kenapa wanita itu bisa bertemu lagi dengan Taj, bagaimana bisa seperti ini, kalau begini terus lama-lama semua rencanaku gagal." Ucap wanita paruh baya itu terlihat begitu emosi.
Bahkan sesekali dia berteriak sambil membanting barang, kamar yang awalnya terlihat rapi, kini sangat berantakan bahkan ada beberapa barang pecah berhamburan di lantai.
__ADS_1
"Aku tidak akan terima semua ini, Aku pastikan wanita itu untuk menjauh dari Tajuk selamanya, atau dia tidak boleh hamil dan melahirkan anak Tajuk."
Teriakan itu begitu nyaring terdengar, sehingga para maid tidak ada yang berani mendekat, ataupun menanyakan apa yang sedang terjadi.
Para maid, sangat mengetahui temperamen wanita itu, bahkan mereka juga tahu perseteruan antara wanita itu dengan Tajuk.
"Aku harus mencari cara supaya wanita bernama Rindu itu, menjauh dari Tajuk, supaya Tajuk bisa aku dekatkan dengan Susan, ya benar, Susan pasti akan lebih mudah di kendalikan ketimbang wanita pilihan Tajuk itu."
Wanita paruh baya itu kembali menyusun siasat supaya Tajuk dan Rindu berpisah, dan dengan begitu dia bisa menjodohkan Tajuk dengan wanita pilihannya.
Akan lebih mudah mengontrol wanita yang dia pilihkan, daripada wanita pilihan Tajuk. Karena mengingat bahwa dia tidak bisa hamil lagi setelah menikah dengan Papanya Tajuk, Maka cara satu-satunya untuk mendapatkan harta warisan dari Papanya Tajuk adalah memilihkan seorang wanita yang menikah dengan Tajuk dan mampu diajaknya bekerjasama menguras harta Tajuk.
Dengan begitu maka seluruh harta kekayaan Tajuk dan orangtuanya akan jatuh ke tangannya. Begitulah kira-kira rencana wanita paruh baya itu untuk menguras kekayaan Tajuk.
Senyum licik terlihat jelas di wajah wanita paruh baya itu, yang tak lain adalah bernama Sofi, ibu tiri Tajuk, dan dia jugalah yang mengirimkan surat cerai palsu kepada Rindu tiga tahun lalu.
Dan entah kenapa Sofi tidak tahu bahwa Rindu telah kembali bersama dengan Tajuk saat ini, kalau bukan dari berita online yang dia baca barusan, mungkin Sofi tidak akan pernah tahu apapun.
Bersambung..
Baca juga karya ayu yang lain ya berjudul
SHE IS MY SWEET WIFE
SHE IS MY SWEET WIFE 02 THE SERIES
__ADS_1
Semoga kalian suka dan selamat membaca..