Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Cerai..????


__ADS_3

Rindu keluar kantor seperti biasa. Jam menunjuk kan pukul 07.00 wib malam, dengan santai dia berjalan menuju jalan raya depan kantor persisnya ke Halte untuk menunggu taksi, Ketika dia menunggu taksi datang, sebuah mobil sport berwarna hitam perlahan menghampirinya.


"Masuk!!" Kata seseorang dari dalam mobil. Rindu menunduk untuk melihat siapa yang ada di dalam.


"Makasih Tuan, saya pergi pakai taksi saja." Jawab Rindu karena tahu siapa yang ada di dalam mobil mewah itu, sadar jika mendapat penolakan dari Rindu, Tajuk yang geram pun keluar dari mobilnya, dan berlari kecil mengejar Rindu yang mulai berjalan menjauhinya.


"Kita perlu bicara sweetheart, jadi masuklah." Tangan Tajuk menarik pergelangan tangan Rindu.


"Maaf, tapi sa..--" Kata Rindu.


"Kamu tahukan kalau aku tidak terima penolakan, Sweetheart." Kata Tajuk menarik Rindu dan memaksa Rindu untuk masuk mobilnya, awalnya Rindu menolak tapi Tajuk menarik tangannya sangat kuat membuat Rindu terhuyung hampir jatuh, setelah Rindu masuk mobilnya, Tajuk menyalakan mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tajuk terus menggenggam tangan Rindu, dengan satu tangannya mengemudikan mobil, sesekali dia melirik ke arah Rindu. Sungguh dia sangat merindukan gadis yang ada di sampingnya saat ini, karena saking rindunya terasa jantung Tajuk berdegup kencang seakan mau lepas dari tempatnya.


'Kenapa dengan mas Tajuk?, apa semuanya masih kurang jelas baginya?' Batin Rindu


Sedangkan Rindu sangat gelisah, dan memilih untuk diam, dan melihat keluar jendela, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Tajuk yang kini berada di sampingnya, Mobil Tajuk memasuki halaman rumah mewahnya.


"Masuklah!!" Kata Tajuk memberi perintah sambil melihat Rindu yang hanya berdiam di dalam mobil, mendapat tatapan Tajuk, Rindu pun hanya diam dan mengikuti langkah Tajuk menuju ke dalam rumahnya, beberapa pelayan menyambut kedatangan ke duanya.


"Selamat datang kembali nona muda." Sapa Bi Asih, Tapi Rindu hanya tersenyum pertanda menjawab sapaan Bi Asih.


"Bi, siapkan makan malam buat kami." Kata Tajuk memberi perintah pada Bi Asih.


"Baik Tuan Muda."


"Tunggu di sini sebentar sweetheart, aku akan mandi dulu." Kata Tajuk pada Rindu dengan mengacak pucuk rambutnya sekilas, Rindu hanya mengangguk.


Rindu pun berjalan ke arah dapur di mana Bi Asih menyiapkan makanan buat makan malam.


"Non Rindu ke mana saja, kok lama tidak ada kabar, Bibi kangen sama Non." Kata Bi Asih yang sudah di anggap oleh Rindu seperti ibunya sendiri, karena Bi Asih pernah membantunya bersih bersih Rumah pass Rindu masih kuliah dulu.


"Rindu gak kemana mana kok Bi, cuma butuh waktu untuk sendiri." Kata Rindu sambil membantu Bi Asih mencuci sayuran di wastafel.


"Kesian Tuan muda non, dia jadi pendiam semenjak Non pergi dari rumah waktu itu." Kata Bi asih lagi.


Rindu hanya tersenyum menanggapi cerita Bi Asih.

__ADS_1


"Sebenarnya soal surat cerai waktu itu..--"


"Bii, Rindu ke sini cuman mampir saja, jadi Bibi ga perlu menjelaskan apa-apa soal perceraianku dengan Mas Tajuk." potong Rindu karena dia tidak mau mendengar cerita Bi Asih saat ini.


"Tapi non."


"Rindu mohon bibi mengerti."


Setelah bicara seperti itu, suasana jadi hening, Bi Asih maupun Rindu sama-sama sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dan mereka juga sibuk menyiapkan makanan.


'Padahal Bibi cuma mau menjelaskan jika perceraian itu bukanlah Tuan muda yang melakukannya.' Batin Bi Asih.


Setelah semua siap di meja makan, Rindu duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Tajuk. Untuk menghilangkan rasa jenuhnya dia mengeluarkan ponsel dari tas kerjanya. Dia melihat ada beberapa pesan masuk di chat WAnya. Ada begitu banyak pesan dari group rumpi di kantornya. Dan ada juga pesan dari Alfian yang msuk.


* Alfian *


"Kamu udah pulang kerja?"


"Aku sudah Otw ke kostmu saat ini."


"Kenapa kostmu masih gelap?, sebenarnya kamu dimana?"


"Rind, apa kamu baik baik saja,"


Itulah isi chat WA dari Alfian, saat Rindu ingin membalas pesan itu tiba-tiba Tajuk mencium keningnya dari belakang sofa tempatnya duduk dan melingkarkan tangannya di leher  jenjang Rindu. Sontak saja Rindu terkejut dan langsung memasukkan ponselnya di saku blezernya.


"Maaf lama menunggu sweetheart. yuk makan." Kata Tajuk.


"Bukankah tadi mas bilang akan bicara denganku."


"Makanlah dulu, setelah itu kita bicara." Jawab Tajuk


Rindu pun beranjak dari sofa dan mengikuti Tajuk ke arah meja makan.


Mereka berdua pun makan tanpa ada satu pun yang mengeluarkan suara kecuali suara sendok garpu yang sedang bertarung di atas piring mereka masing-masing.


Setelah acara makan selesai, Tajuk mengajak Rindu ke ruang kerjanya yang berada di samping kamar tidurnya.

__ADS_1


"Sweetheart, aku tidak tahu harus mulai dari mana pembicaraan ini, yang aku tahu aku bahagia bisa kembali bertemu denganmu." Kata Tajuk yang memeluk Rindu dari belakang, dengan kepala yang dia sandarkan di bahu Rindu sedangkan tangannya melingkar di pinggang Rindu.


"Maaf mas, aku"


Cup umm...


Tajuk mencium leher jenjang Rindu. Yang membuat Rindu terkejut, seakan terkena sengatan listrik sehingga membuat jantungnya berdetak kencang hingga rasanya mau lepas dari tempatnya, ciuman itu seakan mengandung tenaga listrik yang mampu menggetarkan hatinya.


"Bicaralah, aku akan mendengarkannya Sweetheart." Kata Tajuk terus mencium leher jenjang Rindu dan nafas hangatnya membuat merinding bagi seluruh tubuh Rindu, Tajuk membalikkan tubuh Rindu, dan menatap matanya begitu dalam, tampak kerinduan di sana.


"Semua sudah berakhir mas, aku mohon jangan seperti ini." Suara Rindu terdengar pelan, karna menahan air mata yang memaksa untuk keluar.


"Aku tidak akan melepaskanmu sweetheart kamu istriku, selamanya kamu tetap istriku." Kata Tajuk


"Ingat mas kita sudah bercerai, aku bukan lagi istrimu." Kata Rindu pelan.


"APA!!! CERAI? sejak kapan aku menceraikanmu Sweetheart?" Kata Tajuk terkejut, dia langsung melepaskan pelukannya dan memegang bahu Rindu mencengkeramnya begitu kuat.


"Sudahlah mas, aku gak mau melihat sandiwara mas lagi." Kata Rindu dan dia pun melepaskan tangan Tajuk dan berlari keluar ruangan itu,Tajuk yang shock mendengar kalimat cerai dari Rindu dia cuma terpaku tanpa kata.


Setelah mengambil tasnya di sofa ruang tamu, Rindu bergegas keluar Rumah Tajuk dan memanggil taksi untuk pulang ke kostnya.


"Joe, kamu selidiki masalah tiga tahun lalu, kenapa Rindu kabur dari rumah." Kata Tajuk di telepon pada asistennya.


"Maksud tuan muda?"


"Kamu bukan orang bodoh yang tidak mengerti apa maksudku Joe."


"Ba-baik Tuan Muda, akan saya laksanakan perintah anda."


Tajuk pun mematikan ponselnya sepihak, dia tidak habis pikir kenapa Rindu bilang mereka sudah bercerai, sedangkan Tajuk tidak pernah merasa kalau dia menceraikan Rindu.


"Apa yang sebenarnya terjadi tiga tahun lalu?, kenapa aku bisa  melewatkannya." Tajuk masih tampak shock, dia terduduk di sofa dengan mengacak rambutnya.


"Ya tuhaann, ada apa lagi ini sebenarnya." Kata Tajuk mulai frustasi dia mengacak rambutnya


Tajuk duduk di kursi ruangan kerjanya. Dia merenungi apa yang sebenarnya terjadi, bahkan dia tidak habis pikir kenapa Rindu bilang mereka sudah bercerai, padahal Tajuk tidak merasa menceraikan Rindu.

__ADS_1


☆ Bersambung ke 07 ya ☆


__ADS_2