Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Trik Alfian


__ADS_3

Tiba-tiba jantung Alfian berdetak begitu kencang, karena Alfian sangat familiar dengan foto yang di unggah di akun FB tersebut. Dengan segera Alfian menghubungi temannya pemilik club yang biasa di datanginya.


Entah apa yang Alfian bicarakan dengan pria di seberang telepon, sehingga terlihat begitu serius, seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Tidak salah lagi, pasti kamu orangnya." Gumam Alfian, sambil tersenyum.


Sejujurnya Alfian dari awal ingin sekali mencari tahu siapa yang selalu membawanya pulang ke apartemen saat dia mabuk. Apalagi ini bukan sekali atau dua kali, sudah berkali-kali.


Semenjak kabar pernikahan Tajuk dan Rindu selalu menghiasi berbagai media online atau pun media cetak, hati Alfian seakan hancur berkeping-keping. Dengan alkohol lah Alfian melampiaskan semua kesedihannya.


Tapi setelah mengetahui penjelasan dari Tajuk dan juga Rindu, Alfian berusaha menerima kenyataan itu. Walau bagaimanapun Rindu masih SAH menjadi istri Tajuk. Dan tidak sepantasnya sebagai sahabat Alfian begitu egois dengan memaksakan cintanya.


Bahkan kini diam-diam Alfian membantu mengawasi pergerakan Tante Sofi. Karena Alfian tidak ingin Tante Sofi mencelakai Tajuk dan juga Rindu. Anggap saja dengan cara ini Alfian mencintai Rindu.


Menjaga Rindu dari orang yang berniat jahat terhadapnya, adalah cara terbaik untuk terus mencintai Rindu.


Sore itu Alfian memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya, setelah sampai di apartemen, Alfian mandi dan mengganti bajunya dengan pakaian santai. Celana pendek selutut dan kaos pendek.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Alfian pun berangkat ke klub malam milik salah satu temannya. Apalagi setelah melakukan janji temu dengan pemilik klub malam tersebut.


Alfian sudah membooking satu ruangan VVIP di klub tersebut. Seakan tidak sabar untuk menuju ke klub malam tersebut. Alfian pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Memang masih terlihat sepi, karena jam malam masih belum berlaku bagi mereka pengunjung klub. Hanya beberapa pengunjung yang ada di dalam klub tersebut.


"Hay Al," sapa teman Alfian atau pemilik klub tersebut.


"Hay Drew,"


Mereka saling memberikan salam pertemuan selayaknya laki-laki sejati, setelah itu mereka pun memasuki ruangan VVIP yang memang sudah di pesan Alfian. Tidak lama seorang pelayan mengantarkan dua botol minuman ke ruangan itu.


"Sebenarnya siapa wanita itu? Kenapa kamu begitu tertarik dengan dia?"


"Bukan soal tertarik atau tidaknya Drew, tapi aku penasaran aja, hanya ingin memastikan sesuatu." Ucap Alfian yang mulai menikmati minumannya.


"Aku kira kamu mencintai wanita ini,"


"Untuk saat ini aku masih belum tertarik dengan wanita lain."


"Ya, ya, pesona Rindu masih belum sepenuhnya hilang dari hati kamu."


"Tidak semudah itu Drew."


"Walaupun tidak mudah cobalah untuk melupakannya, dia sudah jadi istri orang, ingat itu! apalagi yang jadi suaminya adalah Taj."


"Aku tahu Drew,"


Mereka pun asyik ngobrol, mulai dari topik satu ke topik yang lain, sambil menunggu waktu yang tepat untuk kedatangan seseorang yang memang akan menjadi tokoh utama malam ini.


Alfian sengaja tidak minum banyak, karena Alfian tidak ingin benar-benar mabuk saat ini. Alfian hanya ingin memastikan sesuatu yang menjadi kecurigaannya.

__ADS_1


Jam di tangan Alfian menunjukkan pukul dua belas malam, Alfian pun memberi kode pada Andrew (pemilik klub) untuk menelpon seseorang untuk datang dan menjemput Alfian pulang.


"Tunggu saja pasti sebentar lagi dia akan datang." Ucap Andrew.


Alfian hanya tersenyum misterius, sambil mengangguk. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Alfian, tapi ada juga kegalauan di dalamnya. Apa yang akan di lakukan oleh Alfian, jika dugaannya benar?


Dan soal unggahan foto di beranda FB itu, akankah Alfian akan menanyakannya? Jika tiba-tiba bertanya, pasti akan ketahuan jika Alfian mencari tahu tentangnya.


Sedikit keraguan di dalam hati Alfian, tapi juga keingintahuannya jauh lebih besar saat ini, karena Alfian yakin jika orang yang selalu membawanya pulang saat mabuk, akan mengetahui masalah apa yang sedang melandanya.


Mengingat jika Alfian tipe orang yang menceracau saat mabuk, atau bahkan bisa lebih dari itu. Membuat Alfian tergelitik untuk ingin tahu siapa orang yang sudah membawanya pulang ke apartemen saat mabuk.


Andrew mendapatkan telepon dari bartender di luar dan memberi tahu jika orang yang di tunggu sudah datang. Dengan segera Alfian membaringkan dirinya di sofa. Sedangkan Andrew sendiri keluar dari ruangan VVIP.


Di depan pintu Andrew berpapasan dengan seorang wanita cantik, tidak kalah cantik sih dengan Rindu, pikir Andrew. Karena memang Andrew juga mengenal istri Tajuk lewat berita yang beredar.


"Si Al kan?" Tanya Andrew.


"I-iya."


"Tuh di dalam mabuk parah dia." Jawab Andrew menunjuk ke arah ruang VVIP, lalu Andrew berjalan menuju meja bartender.


Orang yang di maksudkan itu pun memasuki ruangan VVIP, dan benar saja ternyata Alfian sedang berbaring di sofa sambil menutupi matanya dengan sebelah tangannya yang sengaja di taruh di atas kening.


"Aish, masalah orang kaya adalah selalu menggunakan alkohol untuk pelampiasan, padahal alkohol tidak dapat menyelesaikan masalah." Gerutu gadis yang saat ini berdiri di samping Alfian dengan berkacak pinggang.


Dari awal wanita itu masuk ke dalam ruangan VVIP, Alfian sudah melirik dengan tertutup tangan yang ada di atas matanya. Setiap gerakan wanita itu membuat Alfian tersenyum.


'Ternyata benar-benar dia, tidak ku sangka jika dia menyukaiku.' batin Alfian sambil mengintip setiap gerak gerik orang yang barusan datang.


"Tuan Al kenapa mabuk lagi sih? Perasaan tadi ketemu, tuan baik-baik saja." Gumamnya. Sambil jari telunjuknya memukul pelan bibirnya saat ini, seakan sedang berpikir.


"Kamu menyukaiku?" Tanya Alfian tiba-tiba. Membuat jantung wanita di hadapannya itu terlonjak seakan mau copot.


Alfian berpura-pura bangun dari kursi dengan sempoyongan seperti orang sedang mabuk, akting Alfian sangat cocok mendapatkan apresiasi piala Oscar, karena mampu membuat wanita itu tidak menaruh curiga sedikitpun.


Mengingat memang begitulah jika Alfian sedang mabuk, mengoceh tidak jelas. Bahkan beberapa kali Alfian juga menanyakan. Apakah kamu tidak pernah mencintaiku Rin? Saat mabuk kemarin.


Sehingga wanita tidak menanggapi ocehan Alfian. Dia hanya terkejut karena Alfian yang tiba-tiba bangun dari kursi. Wanita itu menghela nafas panjangnya, kemudian menggelengkan kepala.


"Jawablah, apa kamu menyukaiku?" Tanya Alfian lagi dengan menarik pergelangan tangan sang wanita yang masih berdiri di depannya.


Bukannya menjawab, wanita itu justru memapah Alfian untuk di bawa keluar dari ruangan VVIP klub tersebut. Dan tanpa banyak bicara orang itu pun membawa Alfian menuju ke tempat parkir mobil di depan klub.


Alfian masih saja berakting mabuk, sehingga membuat wanita itu kesulitan. Setelah berhasil membuat Alfian masuk ke dalam mobil. Kini wanita itu mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen Alfian, seperti yang biasa di lakukannya saat mengantarkan Alfian yang sedang mabuk.


"Aku tahu kamu mencintaiku, tapi aku tidak tahu harus bagaimana bersikap sama kamu." Ucap Alfian melihat ke arah wanita itu.


"Aish, susah memang kalau bicara dengan orang mabuk." Gumam wanita itu sambil menatap jalanan di depannya.

__ADS_1


'Aku sadar Mitha dengan apa yang aku ucapkan, aku tidak mabuk.' batin Alfian.


Ya wanita itu adalah Mitha, sahabat Rindu. Wanita yang selalu membantu dan menemani Alfian saat mabuk itu adalah Mitha. Dan itu terjadi semenjak pertemuan mereka di klub untuk pertama kalinya.


Waktu itu Rindu yang mengajaknya untuk bertemu seseorang. Yang ternyata adalah Alfian, tapi tidak di sangka waktu itu ada juga Tajuk dan seorang wanita yang lain. Dan itu sukses membuat Rindu mabuk berat.


Setelah sampai di apartemen milik Alfian, Mitha meminta tolong security untuk memapah Alfian ke apartemennya. Alfian masih saja bicara yang tidak jelas menurut Mitha, yang memang mengira jika Alfian benar-benar mabuk.


Sesampainya di depan pintu apartemen, Mitha membuka pintu tersebut menggunakan akses angka seperti biasanya.


'Dia bahkan hafal sandi pintu apartemenku, bagaimana bisa seperti ini.' batin Alfian.


"Makasih ya pak, maaf sudah merepotkan bapak lagi." Ucap Mitha dengan sopan sambil memberikan uang selembar seratus ribuan.


"Sama-sama neng, kalau ada apa-apa panggil aja neng, saya standby di bawah." Ucap sang security.


"Ok pak."


Security itu pun kembali turun kebawah melakukan tugasnya. Kini tinggal Alfian dan juga Mitha yang ada di dalam apartemen.


Mitha memapah Alfian masuk ke dalam kamar, membaringkan tubuh laki-laki itu di ranjang. Dengan telaten Mitha melepaskan sepatu yang di pakai Alfian.


'Wanita ini sangat menarik, kenapa aku jadi nyaman dengan dia.' batin Alfian tersenyum.


Mitha pun duduk sebentar untuk melepaskan lelah. Kemudian Mitha mengambil ponsel di saku celananya, Mitha berniat menghubungi Bram untuk menjemputnya. Karena tadi Mitha tidak membawa mobil.


Mitha ke klub menggunakan jasa taksi, karena tidak mungkin akan membawa mobil sendiri. Sudah jelas jika menjemput Alfian di klub, dan mengantar Alfian pulang ke apartemen, pasti akan menggunakan mobil Alfian.


"Bram, jemput aku ya, aku kirimkan alamatnya." Ucap Mitha.


"Kebiasaan emang, jam segini kelayapan aja, ingat Mitha kamu itu seorang wanita." Ucap Bram.


"Udah deh ah, cepetan jemput," ucap Mitha yang tanpa aba-aba menutup teleponnya. Dan memasukkan ponselnya ke saku celananya.


Mitha berjalan keluar dari kamar Alfian, dan berniat untuk langsung saja turun ke bawah, menunggu Bram di bawah, toh biasanya juga begitu kan?.


'Bram? Siapa Bram? Kenapa sepertinya mereka akrab.' batin Alfian.


Alfian pun bangun dan keluar dari kamar, mencari keberadaan Mitha. Setelah melihat Mitha yang sedang mengambil air minum di pantry, Alfian mendekatinya.


"Loh, tuan Al, bukankah tadi sedang tidur?" Gumam Mitha yang masih memegang gelas air minumnya.


Tanpa basa-basi Alfian mengambil alih gelas yang ada di tangan Mitha. Sehingga membuat Mitha bengong, melongo tidak percaya.


"Aku haus, kenapa tidak mengambilkan aku minum, bibi," ucap Alfian.


'Hah, bibi?' batin Mitha. 'Iya kali ada bibi secantik aku gini.'


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2