
"Aku minta maaf jika aku menakuti kamu sweetheart, maaf." Ucap Tajuk dengan lembut.
Rindu pun memeluk Tajuk dengan erat sambil kembali menangis, Rindu menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang Tajuk, dan masih terus dalam tangisnya.
"Sweetheart, aku hanya tidak mau kamu dekat-dekat dengan lelaki manapun, termasuk dengan Al." Ucap Tajuk yang masih setia membelai rambut Rindu.
"Aku tidak pernah menyuruh siapapun untuk mendekati aku mas, aku benar-benar tidak melakukannya, sungguh mas!" Ucap Rindu masih dengan tangisnya yang terisak-isak.
"Baiklah, hanya satu cara supaya itu tidak akan terjadi lagi." Ucap Tajuk.
"Gimana caranya?" Ucap Rindu mendongakkan wajahnya melihat ke arah mata Tajuk.
"Satu-satunya cara adalah kita umumkan tentang pernikahan kita, sekaligus aku ingin tahu, siapa yang sudah mengirimkan surat cerai palsu itu kepadamu? Dan untuk kali ini tidak ada bantahan lagi." Ucap Tajuk dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.
"Sekarang terserah mas aja," Jawab Rindu lirih. Karena dari awal memang itulah yang di inginkan Tajuk. Tapi bagaimana dengan Susan yang mengaku sebagai tunangan Tajuk waktu itu?.
"Dengan begitu Al tidak akan lagi mengejarmu. Dengan sendirinya Dia akan paham bahwa kamu masih memiliki status sebagai istriku." Ucap Tajuk dengan penuh penegasan akan status dan posisi Rindu.
"Iya mas, terserah bagaimana baiknya, kalau dengan cara seperti itu bisa memancing orang yang mengirimkan surat cerai palsu itu keluar, maka aku tidak keberatan." Ucap Rindu pasrah. Apapun hasilnya Tajuk pasti selalu bersikeras untuk mengumumkan status pernikahan mereka.
"Makasih sweetheart, Makasih, aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Ucap Tajuk kemudian mencium pucuk rambut Rindu.
Rindu dengan senyuman terpaksanya mengangguk, kemudian Rindu membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang Tajuk, dan entah kenapa Rindu merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan Tajuk.
'Lantas bagaimana dengan wanita tunangan kamu mas? Apa dia akan menerima kenyataan ini? Sepertinya dia sangat mencintai kamu, bagaimana jika dia melabrak aku nanti?.' Batin Rindu bergejolak.
Rindu mendongakkan wajahnya melihat ke arah Tajuk, senyuman Tajuk menghiasi wajah tampan lelaki itu, kemudian Tajuk kembali mencium pucuk rambut Rindu.
'Akhirnya kamu menyetujui juga jika status pernikahan kita di ketahui oleh publik.' Batin Tajuk. Dengan senyuman penuh arti.
Setelah tenang, Rindu dan Tajuk pun duduk di sofa yang tersedia di ruang kerja Tajuk, yang biasa di gunakan untuk para tamu. Tajuk terus menggenggam tangan Rindu dengan erat, kemudian Tajuk mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.
"Joe, ke ruanganku sekarang!!" Perintah Tajuk.
"Baik tuan muda," Jawab Joe.
__ADS_1
Rindu yang masih duduk diam tanpa suara itu, kini benar-benar tidak bisa lagi mengelak dari keinginan Tajuk, bahwa Tajuk akan mengumumkan status pernikahan mereka.
"Apa yang kamu khawatirkan, sweetheart?" Tanya Tajuk.
"Gak ada kok," Jawab Rindu.
"Huft, jangan khawatir kan tentang omongan para pegawai di sini, aku akan mengatasinya." Ucap Tajuk yang seakan mengerti apa yang menjadi kekhawatiran Rindu.
Memang itulah yang menjadi kekhawatiran Rindu selama ini. Bagaimana reaksi teman-temannya di kantor itu?, jika mereka tahu yang sebenarnya, Pasti mereka berpikiran negatif kepadanya, mengingat jika Tajuk selama ini tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
"Oh, i-itu aku.." Ucap Rindu.
Ucapan Rindu terhenti di saat Tajuk yang tiba-tiba mengecup bibir Rindu sekilas, kemudian mengecup keningnya.
"Sssttt!! Dengarkan aku sweetheart, jika kamu tidak nyaman di kantor ini, aku akan lebih senang jika kamu duduk diam di rumah dan selalu siap melayaniku, bagaimana?" Ucap Tajuk tepat di depan bibir Rindu.
"Ish, gak!! Aku akan mati bosan kalau diam di rumah tanpa ngapa-ngapain," Ucap Rindu terlihat kesal. Dan itu justru membuat Tajuk tergelak.
"Ya sudah, kalau begitu abaikan saja apa yang akan kamu dengar nanti, tapi kalaupun ada yang bergosip jelek tentang istriku ini, aku tidak akan segan memecatnya." Ucap Tajuk sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi pipi Rindu ke belakang telinganya.
Namun Tajuk hanya tersenyum melihat sikap sang istri yang semakin imut di matanya jika dia sedang kesal.
Tok tok tok!!
Suara ketukan pintu membuat keduanya mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. Tidak lama setelah itu terlihat Joe memasuki ruangan tersebut dengan membungkukkan badan kemudian berjalan mendekati Rindu dan juga Tajuk.
"Ya tuan muda, apa ada sesuatu yang penting, yang perlu saya kerjakan? sehingga tuan muda memanggil saya kemari." Tanya Joe dengan sopan.
"Joe, jalankan rencana kedua, aku ingin melihat reaksi wanita tua itu." Ucapan Tajuk yang mengandung perintah mutlak untuk dilaksanakan.
"Baik tuan muda saya mengerti, apa ada lagi yang perlu saya kerjakan?" Tanya Joe.
"Oh itu, kumpulkan semua karyawan di lobby aku ingin mengumumkan sesuatu yang penting." Ucap Tajuk.
Joe terlihat mengerutkan keningnya, seakan mencerna perintah dari bosnya tersebut, Joe mulai menduga-duga apa yang akan diumumkan oleh bos-nya di lobi nanti.
__ADS_1
Apa mungkin bosnya akan mengumumkan status pernikahannya dengan Rindu? Tapi bukankah selama ini Rindu selalu menolak jika pernikahan mereka diketahui oleh umum? Lantas pengumuman seperti apa yang akan diumumkan oleh bosnya nanti? Berbagai pertanyaan muncul di kepala Joe saat ini.
"Aku akan mengumpulkan status Rindu sebagai nyonya Tajuk Hendrawan," Ucap Tajuk yang seakan mengerti apa yang ada di kepala Joe. "Dan setelah itu tugas kamu melaksanakan rencana kedua yang aku katakan beberapa waktu lalu, aku ingin melihat reaksi wanita tua itu." Lanjut Tajuk.
"Baik tuan muda, saya mengerti, Apa perlu saya menghubungi tuan besar?"
"Sepertinya Papa sudah mengetahui jika kejadian ini ada hubungannya dengan wanita tua itu." Ucap Tajuk. "Jadi biarkan saja, tidak perlu kamu menghubungi papa."
"Baik tuan muda." Ucap Joe. "Kalau begitu saya permisi keluar, untuk mengumpulkan semua pegawai."
"Lakukan tugasmu dengan baik Joe," Ucap Tajuk.
"Baik." Ucap Joe.
Kemudian Joe keluar dari ruangan Tajuk, ternyata apa yang ada di pikirannya selama ini benar adanya. Jika papanya Tajuk sudah mengetahui siapa dalang di balik perceraian palsu Tajuk.
"Apa sih sebenarnya yang terjadi mas? Memangnya siapa wanita tua itu?" Tanya Rindu yang dari tadi menahan rasa penasarannya.
Tajuk tersenyum penuh arti ke arah Rindu, entah kejutan apa lagi yang akan diterima Rindu kali ini. Ternyata Tajuk sudah merencanakan semuanya sudah lama dan karena hanya tinggal menunggu persetujuan Rindu, untuk mengumumkan status pernikahan mereka kepada publik, sehingga membuat Tajuk mengulur waktu untuk melaksanakan rencananya.
"Sebentar lagi kamu akan mengetahuinya sweetheart, hanya cukup jika kamu menyetujui untuk mengumumkan status pernikahan kita di publikasikan itu saja." Ucap Tajuk.
"Tapi.."
Cuuppp!!
Kembali Tajuk mengecup bibir Rindu, dan melumatnya, sehingga membuat Rindu tidak dapat lagi melanjutkan kata-katanya. Karena sesungguhnya Tajuk tidak ingin jika Rindu berubah pikiran.
Membuat Rindu menyetujui untuk mempublikasikan hubungan rumah tangga mereka saja, memakan begitu banyak waktu dan menguras kesabaran Tajuk, jangan sampai Rindu berubah pikiran kembali, jika itu sampai terjadi entah apa yang akan dilakukan oleh Tajuk.
Bersambung
Mulai dah masuk ke dalam konflik yang selama ini menjadi misteri, siapa sebenarnya wanita tua yang dengan berani memalsukan surat cerai Tajuk dan Rindu.
Jangan lupa untuk memberikan like komen dan juga votenya ya, makasih sebelumnya.
__ADS_1