Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Di kantor Tajuk part 02


__ADS_3

'Inilah yang membuat aku tidak bisa melupakan kamu Rin. Kamu terlalu baik sehingga aku jadi semakin mencintai kamu.' Batin Alfian.


Mereka berdua pun sampai di lantai dimana letak ruangan Tajuk, dengan di sambut oleh Nia di luar ruangan dan mempersilahkan mereka masuk.


Mereka berdua pun masuk, Tajuk yang melihat kedua orang itu masuk hanya cuek dan menatap layar komputer di depannya, seolah tidak perduli dengan kedatangan keduanya.


'Masih berani dia masuk ke ruanganku? Benar-benar bernyali besar kalian berdua.' Batin Tajuk yang sudah terbakar api cemburu.


Rindu langsung duduk di meja kerjanya, sedangkan Alfian mendekati kursi di depan meja kerja Tajuk. Dan menariknya untuk duduk.


"Taj, aku ingin bicara sebentar." Ucap Alfian.


Tapi Tajuk hanya diam saja tidak menjawab, pandangan matanya masih tetap tertuju ke layar komputer di depannya. Alfian mengetuk meja kerja Tajuk dua kali untuk meminta perhatian Tajuk.


Tajuk pun melihat Alfian yang sudah duduk di depannya, tatapan dingin dan tajam menusuk itu terlihat begitu jelas. Rahang Tajuk mengeras karena menahan amarahnya.


"Katakan!!" Ucap Tajuk dingin.


Alfian yang merasakan hawa tidak enak di sekitar ruangan Tajuk, menjadi bingung harus memulai dari mana. Apalagi tatapan mata Tajuk yang seperti ingin membunuhnya hidup-hidup, membuat kata-kata yang ada di kepala Alfian hilang seketika entah kemana.


"Tadi aku dengar jika Rindu.."


"Rindu kenapa? Bukankah kamu tahu jika Rindu itu istriku? Kenapa kamu masih mendekati dia? Apa semuanya belum jelas buat kamu Al? Sehingga kamu masih berani mengganggu Rindu." Tanya Tajuk dengan ekspresi dinginnya.


Alfian yang mendengar ucapan Tajuk, jadi mengerutkan keningnya, seolah tidak percaya akan kata-kata Tajuk barusan. Dan akhirnya Alfian paham jika saat ini ada kesalah pahaman diantara mereka.


Rindu yang mendengar ucapan Tajuk tadi juga terkejut, bagaimana bisa Tajuk berpikiran buruk pada Alfian. Bukankah baru kemarin dia bilang percaya padanya jika hubungan antara dia dan Alfian hanya sebatas sahabat.

__ADS_1


Kenapa sekarang Tajuk mulai dengan kecurigaannya lagi? Apa karena tadi bertemu di depan kantor yang kebetulan Rindu di antar oleh Alfian? Sekelebat pertanyaan terlintas di kepala Rindu saat ini.


"Mas,.." Ucap Rindu yang sudah berada di depan Tajuk untuk menjelaskan kepadanya masalah yang sebenarnya.


"Sebaiknya kamu diam saja. Ini antara aku dan Al." Ucap Tajuk dengan tatapan penuh amarah kepada Rindu.


Rindu yang berusaha menjelaskan itu pun jadi kesal dengan sikap Tajuk. Namun Alfian memberikan kode pada Rindu supaya dia menuruti kemauan Tajuk.


Dengan menghela nafas panjangnya, Rindu akhirnya terdiam. Tidak ingin menambah emosi Tajuk saat ini. Rindu pun kembali duduk di meja kerjanya. Walaupun pikirannya tidak tenang.


"Tenanglah Taj, aku akan jelaskan semuanya." Ucap Alfian yang berusaha menjelaskan pada Tajuk yang terlihat emosi.


"Tenang katamu? Kenapa aku harus tenang? Di saat istriku jalan dengan laki-laki lain yang pernah melamarnya. Kamu minta aku suruh tenang." Ucap Tajuk yang mulai meninggi suaranya. Bahkan Tajuk menggebrak meja kerjanya dan berdiri.


'Jadi Taj tahu soal itu? Huft, pantas dia marah terhadapku.' Batin Alfian.


"Calm down Taj, aku bisa menjelaskan semuanya." Ucap Alfian berusaha mendekati Tajuk dan ingin menepuk pundaknya. Tapi Tajuk menepis dengan kasar tangan Alfian. Sehingga Alfian mengangkat kedua tangannya ke atas dan mundur beberapa langkah.


"Bbuggg!!"


Belum sempat Alfian menyelesaikan kalimatnya, Tajuk sudah duluan menonjok pipi Alfian sehingga Alfian tersungkur ke lantai. Rindu yang melihat itu pun terlihat panik.


"Mas Tajuk!! Mas apa-apaan." Teriak Rindu yang langsung membantu Alfian, namun Alfian memberikan kode supaya Rindu tidak khawatir terhadapnya.


"Oh!! Kenapa? Kamu ingin membela dia, iya?" Tanya Tajuk dengan emosi yang sudah terlihat kalap. Dengan tangannya menarik kerah baju Alfian, seperti ingin menghajarnya kembali.


"Mas!! STOP!!" Teriak Rindu. Membuat Tajuk akhirnya melepaskan tangannya dari kerah baju Alfian.

__ADS_1


"Rin, aku tidak apa-apa, kamu duduklah di kursi kamu." Ucap Alfian meminta Rindu supaya menjauh dari perkelahian mereka.


"STOP OK!! Kalian ini seperti anak kecil saja, semua bisa di bicarakan baik-baik," teriak Rindu.


Dengan pandangan mata tajam ke arah Alfian dan Rindu secara bergantian, Tajuk pun akhirnya duduk di kursi kerjanya. Alfian yang merasakan ngilu di sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar, akhirnya Alfian mengelapnya memakai ibu jarinya.


Rindu mendengus kesal dengan sikap Tajuk, padahal kedatangan Alfian ke kantor Tajuk itu hanya ingin meluruskan salah paham yang sedang terjadi selama ini. Karena memang Alfian tidak tahu jika Rindu dan Tajuk masih pasangan suami istri. Mengingat jika selama ini yang dia tahu bahwa Rindu adalah janda.


Alfian duduk di kursi depan meja kerja Tajuk, sedangkan Rindu masih berdiri di samping Alfian. Tajuk masih terlihat emosi.


"Kemarilah!!" Panggil Tajuk, sambil menepuk pahanya mengisyaratkan supaya Rindu duduk di pangkuannya.


Rindu memalingkan wajahnya ke arah lain, karena Rindu masih kesal dengan Tajuk yang seenaknya saja menonjok wajah Alfian. Sedangkan Alfian justru terkekeh geli dengan sikap Tajuk yang masih saja dengan kecemburuannya itu.


"Ga mau, lebih baik aku berdiri di sini dari pada duduk di situ dekat mas." Ucap Rindu dengan nada kesalnya. Yang dia melipat tangannya di dada.


"Jangan memancing amarahku sweetheart, ok?" Ucap Tajuk tersirat ancaman di dalamnya.


Alfian mengisyaratkan supaya Rindu menuruti kemauan Tajuk untuk kedua kalinya. Akhirnya mau tidak mau Rindu pun mengikuti apa yang jadi keinginan Tajuk. Karena Rindu tahu jika saat ini Tajuk masih begitu emosi dengan Alfian. Apalagi Alfian yang mengaku pernah melamar Rindu.


Rindu hanya mendekat ke arah Tajuk dan berdiri di sampingnya, dengan wajah penuh kekesalan dengan sikap kekanak-kanakan Tajuk. Sungguh benar kata orang jika cinta itu buta. Sampai-sampai Tajuk yang cemburu buta itu pun tidak mampu lagi menahan dirinya.


"Ok, sekarang katakan, apa yang ingin kamu katakan padaku Al." Ucap Tajuk yang entah kenapa tiba-tiba menarik pinggang Rindu sehingga membuat Rindu yang tidak seimbang terjatuh di pangkuan Tajuk.


Rindu yang sempat terkejut itu hanya membelalakkan matanya, dan memerah wajahnya karena tanpa rasa malu, Tajuk benar-benar menariknya duduk di pangkuannya. Padahal masih ada Alfian di depan mereka.


Alfian yang sangat memahami Tajuk hanya menghela nafasnya, tapi Alfian harus tahu jika Tajuk melakukan itu hanya ingin menunjukkan padanya, bahwa Rindu adalah milik Tajuk seutuhnya.

__ADS_1


Walaupun ada rasa nyeri yang tak terlihat di dalam dadanya, tapi ini adalah konsekuensinya bagi Alfian. Dan Alfian harus benar-benar merelakan Rindu untuk Tajuk. Kan memang harusnya seperti itu kan ya? Secara mereka sudah SAH menjadi suami istri.


Bersambung.


__ADS_2