Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Kesedihan Alfian part 02.


__ADS_3

Perasaan Alfian hancur, sehancur-hancurnya, hatinya begitu pedih, entah bagian mana yang terluka, namun ini sangatlah sakit walau tidak berdarah.


Mobil Alfian yang tadinya ingin melaju ke kantor Tajuk, kini berubah haluan tanpa arah dan tujuan. Alfian mengendarai mobilnya tanpa arah dan tujuan, yang jelas saat ini Alfian begitu sedih dan merasa di kecewakan oleh Rindu.


'Kenapa kamu membohongi aku Rin? Apa untungnya bagimu dengan membuat hatiku sesakit ini?' Batin Alfian yang masih mengemudikan mobilnya yang entah mau kemana.


Pikiran Alfian benar-benar kacau, bagaimana bisa orang yang sangat di cintainya kini justru membuat hatinya sesakit ini?, kenapa tidak dari awal Rindu menceritakan semuanya? Apa sebenarnya tujuan Rindu dengan cara menyakitinya? Begitu banyak pertanyaan di dalam hati Alfian yang belum mendapatkan jawaban.


"Aarrhhhh!!" Teriak Alfian frustasi sambil memukul kemudi mobilnya kemudian mencengkram kemudi tersebut dengan erat.


Sesekali Alfian mengusap wajahnya dengan kasar, perlakuan Rindu terhadapnya benar-benar membuat hati Alfian sangat sakit. Hingga tidak mampu lagi di ungkapkan dengan kata-kata.


Mobil Alfian kini terparkir di sebuah pub, dan entah kenapa saat ini Alfian ingin melupakan sejenak masalahnya. Melupakan semua tentang Rindu, melupakan betapa besar cintanya kepada Rindu.


Alfian minum-minum di pub tersebut, pandangan matanya kosong, tidak ada gairah di dalam sana, seolah Alfian sudah tidak bersemangat lagi untuk menjalani hari-harinya.


"Kenapa kamu tega padaku Rin? Kenapa?" Ceracau Alfian. Di depan meja bartender. Sampai-sampai bartender yang melayaninya menggelengkan kepala melihat Alfin yang sudah mabuk berat. Bahkan beberapa kali nama Rindu selalu di sebut-sebut oleh Alfian.


Alfian sudah menghabiskan beberapa botol minuman, tapi itu belum juga mampu membuat Alfian melupakan Rindu.


"Tuan Al?! Apa yang di lakukannya di sini?" Ucap Mitha yang baru berniat untuk pulang bersama teman-temannya, memang tadi sepulang kerja Mitha pergi ke pub tersebut untuk menemani Bram.


"Siapa Mith?" Tanya Bram.


"Bukan siapa-siapa, kamu duluan saja nanti aku nyusul." Ucap Mitha yang menyuruh Bram dan yang lain untuk pergi duluan.


"Ok, kalau ada apa-apa hubungi aku." Ucap Bram.

__ADS_1


"Hem, udah sana." Ucap Mitha.


Bram dan yang lain pun keluar dari pub tersebut, Mitha berjalan menghampiri Alfian yang telah mabuk berat di meja dengan menundukkan kepalanya di atas meja.


"Tuan Al." Ucap Mitha yang berusaha menyadarkan Alfian.


"Nona kenal dengan dia?" Tanya bartender.


"Dia teman saya mas, bisa bantu saya membawa dia ke mobil." Ucap Mitha.


"Oh bisa mbak bisa." Ucap bartender tersebut.


Mitha mencari dompet Alfian untuk membayar minuman yang di minum oleh Alfian, setelah selesai membayar Mitha meminta tolong bartender tadi untuk memapah Alfian keluar dari pub dan menuju mobilnya.


Dengan segera Mitha menyalakan mesin mobil tersebut, setelah Alfian dipastikan sudah berada ke dalam mobil. Mitha pun melajukan mobil tersebut pergi meninggalkan area pub.


Mitha yang memang mengetahui alamat apartemen Alfian, dengan segera melajukan mobil tersebut ke alamat apartemen milik Alfian.


'Seperti Dejavu,' Batin Mitha.


Karena memang terakhir kalinya Mitha datang ke apartemen Alfian juga saat mengantarkan Alfian yang sedang mabuk. Dan sekarang hal itu terulang kembali.


Mitha yang kesusahan memapah Alfian, akhirnya meminta bantuan security yang jaga di apartemen tersebut untuk membantunya mengantar Alfian ke dalam apartemen miliknya.


"Huft, menyusahkan sekali kalau tuan mabuk." Gumam Mitha. Setelah membaringkan tubuh Alfian di kasur empuk yang ada di kamarnya.


Mitha membantu melepaskan sepatu Alfian supaya Alfian bisa tidur dengan leluasa, setelah itu Mitha meletakkan semua barang Alfian di meja rias.

__ADS_1


"Sebenarnya tuan itu ganteng, kenapa malah mabuk-mabukan demi Rindu yang sudah menikah." Gumam Mitha sambil melihat wajah tampan yang kini telah terlelap dalam tidurnya.


Tidak ingin berlama-lama di apartemen milik Alfian, kini Mitha memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dan karena tadi Mitha meminta Bram untuk pulang terlebih dulu, jadi terpaksa sekarang Mitha harus pulang Dengan menggunakan jasa taksi online.


Tidak lama setelah menunggu, akhirnya taksi yang di pesannya datang. Mitha pun memilih untuk segera pergi meninggalkan area tersebut sebelum terlalu larut malam.


****************


Pagi itu Alfian merasakan pusing di kepalanya, bahkan Alfian memijit pelipisnya sekedar untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya.


"Kenapa aku bisa ada di sini? Siapa yang membawaku pulang tadi malam?" Gumam Alfian yang menyadari jika saat ini dia sudah ada di dalam kamar apartemen miliknya.


Sambil memijit pelipisnya Alfian berusaha mengingat-ingat kejadian semalam. Karena yang Alfian ingat kemarin setelah mengetahui kebenaran akan pernikahan Rindu dan Tajuk, Alfian memutuskan untuk pergi ke pub dan mabuk.


Namun setelah itu Alfian tidak ingat apa-apa lagi, dan juga Alfian tidak bisa mengingat bagaimana dia bisa pulang ke apartemennya.


Setelah merasa mendingan Alfian pun beranjak dari kasur empuknya menuju ke kamar mandi. Untuk membersihkan diri, dan supaya terlihat lebih fresh.


'Aku harus bagaimana untuk bisa melupakanmu Rin? Aku harus apa?' Batin Alfian saat mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air shower.


Entah kenapa sangat sulit bagi Alfian untuk bisa melupakan Rindu, minuman itu hanya beraksi di saat Alfian mabuk, dan kini setelah Alfian sadar, kenapa ingatannya tentang Rindu kembali hadir.


Rasa sakit itu kembali membuat Alfian seolah frustasi. Setelah selesai dengan mandinya, Alfian menelpon sekretarisnya untuk membatalkan semua meeting. Karena Alfian memutuskan untuk tidak pergi ke kantor.


Alfian butuh waktu untuk menenangkan diri, dan juga butuh waktu untuk bisa menerima kenyataan bahwa Rindu adalah istri dari sahabat baiknya sendiri Tajuk.


Dan Alfian tidak ingin merusak rumah tangga sahabatnya demi keegoisan nya sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2