Tajuk Rindu

Tajuk Rindu
Terpikirkan tentangmu


__ADS_3

Begitu banyak wanita yang berusaha menggodanya dengan berbagai cara, termasuk sekertarisnya kali ini, bagaimana tidak, jika sekertarisnya menggunakan pakaian yang minim bahan, serta rok pendek di atas lutut. Mungkin jika lelaki lain akan terpesona dengan sekertaris itu. Tapi Alfian seakan mati rasa dengan wanita lain saat dirinya benar-benar mencintai Rindu.


'Bagaimana bisa HRD menerima sekertaris beginian? Membuatku mual saja.' batin Alfian.


Alfian hanya menjawab sekedarnya sapaan sang sekertaris. Kemudian dia masuk ke dalam ruangannya. Alfian mulai mengerjakan pekerjaannya yang bertumpuk di atas meja kerjanya. Dan setelah menandatangani beberapa dokumen penting, Alfian bersiap untuk meeting di perusahaan Tajuk.


Karena meeting kemarin di tunda, maka hari ini meeting bersama beberapa perwakilan perusahaan ternama pun akan kembali terjadwalkan, dan tempatnya di perusahaan milik Tajuk.


'Aku bisa memakai cara ini untuk menemui Mitha, walau cuma sebentar, dan mengajaknya makan siang.' batin Alfian tersenyum sendiri.


Dengan di dampingi sekertarisnya yang ganjen itu, Alfian menuju ke kantor Tajuk, selama dalam perjalanan pikiran Alfian tertuju akan Mitha. Bisakah nanti dia bertemu dengan Mitha? Begitulah yang ada di pikiran Alfian.


"Tuan Al, kita sudah sampai tuan." Panggil sekertaris Alfian. Namun tidak ada respon dari Alfian.


'Ada apa dengan tuan Al? Tidak biasanya dia melamun seperti ini.' batin sekertaris itu.


"Tuan," ucap sang sekertaris mengguncangkan lengan Alfian.


"Hem, apa?" Tanya Alfian setengah terkejut bercampur kesal, karena sang sekertaris itu mengganggu lamunannya.


"Kita sudah sampai tuan."


"Oh, ok, lain kali jangan terlalu kuat mengguncang lenganku, itu membuatku terkejut, apa kamu ingin membuatku terkena serangan jantung, Hah?." Ucap Alfian dingin.


"Eh, i-iya tuan." Jawab sekertaris Alfian gugup.


'Kenapa tuan Al sekarang jadi dingin begini? Apa aku harus lebih agresif lagi menggodanya?' batin sekertaris tersebut.


Sekertaris itu terlihat terkejut dengan apa yang barusan terjadi, karena biasanya Alfian tidak sedingin itu. Alfian terkenal sangat ramah dalam kondisi apapun.


Mereka pun berjalan menuju ke lobby kantor Tajuk, setelah bertanya dengan resepsionis, Alfian dan sekertarisnya menuju ke lantai atas, dimana ruang meetingnya berdekatan dengan ruangan kerja Tajuk.


"Silahkan tuan Al, sebentar lagi tuan Taj akan segera tiba." Ucap Joe.

__ADS_1


"Ok." Jawab Alfian kemudian memasuki ruang meeting.


Di dalam sudah ada beberapa orang yang hadir dari perwakilan beberapa perusahaan, Alfian duduk di kursi yang sudah tersedia, mereka semua menunggu kedatangan Tajuk.


'Tumben Taj terlambat, kemana dia?' Batin Alfian. Karena sebenarnya Tajuk itu tidak pernah terlambat dalam meeting, selalu bersikap profesional kalau tentang pekerjaan.


Karena Tajuk yang belum muncul, mereka yang ada di ruang rapat itu saling bertukar pikiran mengenai proyek baru yang akan mereka kerjakan, perusahaan Tajuk akan mengadakan lelang tender sebentar lagi, dan karena itu juga beberapa perwakilan dari perusahaan yang mengajukan tender ikut dalam rapat kali ini.


Tidak lama kemudian Tajuk datang dengan di dampingi oleh Joe, setelah Tajuk datang, meeting pun di mulai. Selama hampir dua jam meeting berlangsung. Karena sudah waktunya makan siang, akhirnya meeting di hentikan dan akan di lanjut setelah makan siang.


"Kita makan siang dimana? Biar aku kasih tau Rindu, supaya dia nyusul kita nanti." Tanya Tajuk pada Alfian.


"Sorry Taj, aku tidak bisa gabung kali ini, aku ada urusan yang lebih penting."


Tajuk mengerutkan keningnya, tumben-tumbenan Alfian menolak, apa mungkin Alfian belum bisa move on dari Rindu? Atau Alfian akan merasa tersakiti jika melihat kemesraan Tajuk dan Rindu? Ah entahlah, yang jelas cuma Alfian yang tahu soal itu.


"Aku akan mencari seseorang, bukan bermaksud menolak niat baik kamu Taj," ucap Alfian kemudian berusaha menjelaskan supaya Tajuk tidak salah sangka.


"Mencari seseorang? Siapa?" Tanya Tajuk.


"Cih, bicaralah dengan dirimu sendiri bung," ucap Tajuk seakan menyindir Alfian, kemudian Tajuk berjalan meninggalkan Alfian yang saat ini tergelak tawanya sambil melihat punggung Tajuk yang telah menjauh.


'Brengsek si Al, memangnya siapa yang sedang dia cari, selain Rindu? Di kantor ini.' batin Tajuk yang terlihat kesal.


"Sebaiknya aku mencari Mitha, siapa tahu aku bisa mengajaknya untuk makan siang bersama." Gumam Alfian yang buru-buru mencari keberadaan Mitha.


Di dalam ruangannya Tajuk masih terlihat kesal dengan Alfian. Karena Tajuk tahu jika saat ini Alfian pasti mengincar salah satu karyawannya, mengingat baru kali ini Alfian menolak makan siang bersama saat berada di kantornya tersebut.


"Mas kenapa?" Tanya Rindu yang sudah beranjak dari duduknya dan bersiap untuk keluar makan siang.


"Aku heran dengan Al, sikap dia tadi terlihat aneh," ucap Tajuk kemudian mendekati Rindu.


"Heran kenapa?" Rindu terlihat mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Dia menolak saat aku mengajaknya makan siang bersama kita sayang, dan itu pertama kalinya dia menolak, padahal biasanya dia tidak pernah menolak." Ucap Tajuk masih kesal.


'Mungkin kak Al belum bisa menerima kenyataan jika aku dan mas Tajuk kembali bersama.' batin Rindu.


"Biarin aja mas, mungkin dia ingin sendiri." Ucap Rindu.


"Ok baiklah, biar si Al itu move on dari bidadariku ini." Ucap Tajuk yang kemudian mengecup bibir Rindu sekilas.


"Hmm, tidak bisakah jangan membawaku dalam masalah ini? Aku tidak ingin kita berantem lagi hanya karena masalah sepele seperti ini." Ucap Rindu terlihat kesal.


Tajuk merengkuh tubuh Rindu dan memeluknya dengan erat, seakan tidak mau melepaskannya. Tajuk takut jika perkataannya menyinggung hati Rindu.


"Iya sayang, maafkan aku," ucap Tajuk kemudian mencium pucuk rambut Rindu. "Hem, bagaimana kalau kita makan siang di restoran Jepang di depan kantor? Aku dengar sushi di sana enak."


Rindu melihat ke arah Tajuk, seakan sedang menimbang-nimbang akan ajakan Tajuk, apakah mengiyakan atau tidak. Karena tadi Rindu sempat janjian dengan Mitha untuk makan siang bersama.


"Tapi aku udah janji akan makan siang bersama dengan Mitha, gimana dong mas?" Tanya Rindu dengan nada manjanya.


"Kita ajak saja dia, teman kamu adalah temanku juga, sweetheart." Ucap Tajuk dengan senyum terbaiknya.


"Benarkah?" Tanya Rindu antusias karena terlihat bahagia. Tajuk tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban. Dan itu sukses membuat Rindu terlihat girang.


Dengan segera Rindu mengirim sebuah pesan pada Mitha supaya datang ke restoran Jepang dekat kantor, tanpa menunggu lama sebuah balasan pun muncul di layar ponsel Rindu.


"Mitha sudah membalas pesanku, dia bilang akan langsung ke sana mas," Ucap Rindu.


"Ok, sebaiknya kita segera berangkat, aku juga sudah lapar." Ucap Tajuk menarik pinggang Rindu dan mengajaknya keluar dari ruang kerjanya. Rindu hanya mengangguk dan mengikuti langkah Tajuk.


Mereka berdua segera menuju ke restoran Jepang yang di maksud. Karena memang tepat berada di depan kantor, Tajuk dan Rindu memilih untuk jalan kaki.


Tajuk tidak pernah melepas tangan Rindu, dengan mesra Tajuk menggandeng tangan Rindu dengan penuh perhatian dan juga penuh cinta. Seperti pasangan yang sedang kasmaran, mereka terlihat begitu mesra. Orang-orang yang melihat itu tidak akan percaya jika mereka sudah lama menikah.


Perasaan Tajuk semakin hari semakin mencintai Rindu, jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama adalah suatu hal yang sangat luar biasa bagi Tajuk. Apalagi orang itu adalah Rindu, wanita yang tiga tahun lalu mampu membolak-balikkan dunianya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2