
Siang hari yang cerah, dan Matahari yang begitu terik, tidak menghentikan aktifitas orang-orang yang berada di kota ini.
Tiiiiiitttt...tiiiiittttt.. (suara klakson)
"Hey, cari mati yaa, mau nyebrang liat-liat dong"
"Iya, maaf"
Jalanan yang ramai oleh lalu lalang mobil-mobil mewah ataupun angkutan umum.
Seakan menambah pemandangan ramai dikota ini.
"Mau pesen apa kak?"
"Aku mau pesan menu yg spesial di cafe ini"
"ohiya"
"hey, pelayan sebelah sini"
"iya, sebentar"
Restoran yang sibuk, Jalanan yg sibuk,yaa seperti biasa orang-orang sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Salah satu kota terkenal di Korea Selatan, pemandangan seperti ini sudah sangat lazim di sini setiap hari nya.
"Astaga!! hampir saja aku pingsan, tahu gak tadi setelah dia memberiku tanda tangan dia juga menyalami tanganku loh,, yaa ampun kaki ku sampai lemas."
Kata salah satu anak gadis SMA yg sedang berjalan di pinggir jalan..
Dia dan temannya baru saja menghadiri salah satu acara fansmeeting, dan dia menceritakan apa yg sudah di alaminya di acara fansmeeting itu.
You know lah, anak remaja sekarang kalau sudah bertemu dengan idola mereka, sudah seperti bertemu dengan sesuatu yg agung, aigooo...
"Ah, pokoknya dia itu kereeeeeenn"
kata gadis itu sambil lompat-lompat kecil.
"Aku lebih suka Jojo sih, uhh rambut pirangnya itulooohhh.....ahhhh awesome syeekalii"
Gadis lainnya menimpali sambil memegang kedua pipinya yang sedikit memerah dan mungkin juga dia sambil membayangkan idolanya itu.
"Aku pasti akan datang lagi, jika mereka mengadakan acara fansmeeting lagi, pasti aku akan datang...uuhhh"
"Eh..." Anak SMA ini tidak lagi memperhatikan temannya itu berbicara, penglihatan dia tertuju pada seseorang yg sedang berdiri di tepi jalan, tidak jauh dari mereka berdiri.
"Tunggu, lihat dia!! gadis yg membawa koper merah di pinggir jalan itu, yaa ampun dia cantik sekali"
Dia menyentuh tangan temannya itu seolah memberi kode supaya berhenti bicara dan tangan satunya lagi menunjuk malu-malu ke arah seseorang di tepi jalan, karna jarak mereka lumayan dekat.
"Astaga!! apa dia seorang artis yaa? atau dia seorang model? dia sangat modis sekali dan cantik" Temannya itu sama kagumnya dengan dia.
"Lihatlah, kulitnya putih sekali dan matanya lebar"
"Iya, tapi koq dia gak terlihat seperti manusia yaa?"
Tiba-tiba kekaguman mereka berubah menjadi kecurigaan.
"Iyaa..yaa aku merasa dia lebih terlihat mirip.........."
"Vampir"
Keduanya kompak menyebutkan kata-kata ini.
"Huss, jangan keras-keras dia pasti mendengar omongan kita loh"
Kata salah satu dari mereka, sambil merendahkan nada suara nya, takut orang yg dia bicarakan mendengarnya.
Apalagi jarak mereka berdiri, lumayan dekat.
"Tapi kalau di lihat-lihat sih, benar juga. aku juga tadi sempat berpikir begitu, seperti cerita komik, mungkin mereka sungguh ada di dunia ini"
"Iya benar, vampir yang berdarah dingin menghisap darah manusia untuk menjalani hidup yang abadi, aahhhh mereka seksi sekali"
Lagi-lagi anak gadis SMA yg satu ini berbicara sambil memegangi kedua pipinya yg telah memerah, entah apa yg dia pikirkan.
"Benar, seksi sekali mereka"
Lagi asyik nya mereka bergibah ditepi jalan dengan angin sepoi-sepoi,tiba-tiba.........
*wait!! emang enak banget ngegibah itu gaesss, kalau menurutku sih, apalagi sambil ngemil yakan, hehehe..yaa walaupun itu perbuatan gak baik..wkkwkwkwk*
__ADS_1
"Permisi!!"
Tanpa disangka dan diduga dan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya orang yang mereka sedang bicarakan itu menoleh ke arah mereka, ikut nimbrung.
"Mereka itu gak minum darah, kalau soal seksi sih itu benar adanya, asal kalian tau mereka itu gak minum darah manusia lagi, kalian pikir mereka itu hidup di zaman apa?" Orang itu berbicara sangat santai dan berhasil membuat anak-anak gadis itu tercengang.
"What? apa maksudnya? kau dengar itu, itu sangat mengerikan, kita pergi saja yuk"
Salah satu anak itu mengajak teman-temannya pergi.
"iya, yuk, nona ini cantik tapi sinting"
Mereka lalu pergi meninggalkan gadis itu seorang diri.
"Hey kalian, anak remaja bodoh, aku gak sinting, aku ini............"
Aku ini, seorang vampir.
Aku berjalan sendiri, hingga sampai disebuah toko buku.
Aku mengambil salah satu majalah, yg cover nya bergambar seorang vampire wanita yg sedang menghisap darah pria di dalam pelukannya, sehingga darah berceceran di baju mereka.
Jika kalian mendengar kata 'vampir' mungkin yang kalian bayangkan adalah sosok yg suka menghisap darah manusia untuk bertahan hidup dan mungkin juga kalian membayangkan aku ini punya gigi taring yang tajam untuk menghisap darah dari mangsaku, seperti foto sampul di majalah yg aku pegang ini.
"Ah ini dia, sampul majalah pertamaku, baru saja terbit hari ini, ah senangnya"
Vampir di dunia nyata itu berbeda dengan vampir yg ada di buku-buku cerita.
Sebagai keturunan langsung dari vampir kuno, vampir zaman sekarang lebih mirip manusia.
Yah walaupun kami masih tetap mewarisi gen yg sangat rupawan untuk menarik lawan jenis.
Tapi kami tidak mempunyai gigi taring apalagi meminum darah manusia untuk hidup yang abadi lagi.
Dunia telah jauh berubah, begitupun dengan kami.
Sebagai hasil dari evolusi, vampir sekarang hidup dengan menyerap energi dari tubuh manusia dan tidak lagi menghisap darah.
Ini lebih mudah bagi kami dan tidak begitu mencolok, yang harus kami lakukan hanyalah 'menyentuh' mereka.
Dan karena hal ini terlihat sangat normal, manusia itu sendiri tidak menyadari bahwa vampir itu ada.
Aku melihat ada sepasang remaja SMA sedang membaca buku, si pria terus saja memegang tangan gadis itu, yaa namanya juga orang yg lagi pacaran kan ya.
"Aku kok akhir-akhir ini sering pusing dan lemas yaa? Aku gak tau kenapa" Kata seorang gadis berkata lirih sambil memegangi kepala dengan tangan satunya.
"Mungkin itu gejala anemia, yuk aku antar pulang, istirahat dirumah yaa" Si pria pura-pura perhatian padahal dia penyebab nya.
"Iya, makasih"
Huh, dasar!!! padahal kan kamu sendiri yg melakukannya.
Lihat kan? masih banyak kasus lainnya seperti itu
Ah, aku cerita begini bukan untuk pamer.
Aku Sia Lee, 22 tahun gak akan pernah gagal memikat pria, kenapa? karna aku cantik. Aku adalah seorang model.
"Apa aku beli satu yaa majalah ini, sebaiknya aku membeli nya ah, sebagai permulaan"
"Bang, aku ambil ini satu yaa, ini 12 dolar"
"Baiklah, bisakah kau menandatangani....."
"Maaf, aku sibuk"
Aku bisa dengan bangga membeli majalah dengan fotoku sebagai sampulnya.
"Hilih, maksud ku menandatangani slip pembayarannya"
"Eh, iya maaf..bisa bang bisa..."
Dasar bodoh!!
Tapi semua orang, mempunyai jalan hidupnya masing-masing.
Ayahku adalah seorang pendeta terkenal, yg mementingkan kedamaian dan pengendalian diri.
Aku berjalan santai keluar dari toko, pikiran ku menerawang jauh mengingat kembali kenangan dengan keluarga ku, terutama Ayah.
"Semua orang harus hidup damai dan harmonis, sekarang mari kita bergandengan tangan dan berdoa" Itulah yg dikatakan Ayahku di salah satu pertemuannya.
__ADS_1
Jadi, tentu saja Ayah menyuruhku untuk menyerap energi seminimal mungkin untuk bertahan hidup.
Parahnya lagi, beliau selalu mengawasiku.
"Tulis semua orang yg sudah kamu sentuh hari ini, termasuk waktu dan durasinya"
"Huh, ayolah ayah"
Inilah sebabnya aku kabur dari rumah.
"Sia Lee, masalah apa lagi yg akan kau timbulkan, ayoo kesini" Ayah mengejarku sambil membawa kursi di atas tangan nya.
"Sayang tenanglah" Ibuku mencoba menahannya.
Begitupun kakak ku.
"Iya ayah, ini hanyalah kesalah pahaman"
"Bodo amat, aku mau pergi saja, aku mau bebas" Aku berjalan keluar sambil menutup telingaku.
Maaf Ayah, tapi kita hidup cuma sekali, aku ingin menikmati hidup.
Itulah yg terjadi hari ini.
"Aku gak mau seumur hidupku cuma memegang tangan nenek-nenek yg ayah suruh" Mengingat kejadian tadi pagi, tanpa sadar aku ngoceh sendiri di jalan.
"Huh, sudah siang, aku harus menelpon makelarnya dulu, supaya aku bisa pindah ke rumah baru,,, berapa yaa nomornya?"
Ketika sedang asyik mencari nomor makelar itu diponselnya, tiba-tiba..
"Eh....."
Bruk..
Sia Lee menabrak seseorang hingga terjatuh.
Buku yg pria itu bawapun jatuh.
"Aduh, maaf yaa aku gak lihat,kamu baik-baik saja kan?"
"Iya, gak apa-apa kok"
"Sini, biar ku bantu"
"Eh, gak apa-apa aku bilang, aku bisa sendiri, jangan sentuh itu"
Sia Lee mau membantu pria itu mengambilkan buku merah yg jatuh dan begitu pun dengan si pria, dia mau mengambil buku merah juga.
Ketika tangan Sia Lee dan pria itu bersentuhan diatas buku itu.
*te te te tew....tew.hahaha*
Sia Lee tiba-tiba tercengang.
Saat Sia Lee tenggelam dalam lamunannya, pria itu cepat-cepat merebut buku merah itu. Dan berlalu pergi.
Yang tadi?.....yg tadi itu apa?
Dia...
Dia...
Dia berbeda dengan manusia lainnya.
Tersadar bahwa pria itu pergi, Sia Lee mengejar nya.
"Hei....kamu....tunggu, tunggu dulu sebentar"
Sekali lagi, aku ingin menyentuhnya, sekali lagi.
Sia Lee, mengejarnya tapi ah sinar matahari, dia lupa akan sinar matahari.
Dia gak apa-apa kena bawang atau benda yg lainnya yg dipercaya bisa mengusir vampir, dia santuy tapi kalau terpapar sinar matahari, itu bisa membuat dia..
"Huaaaccciiihhhhh, Ya ampun aku lupa gak pake kacamata, jadinya huaaciihhh bersin hacciihhh....haacciihhh"
Akibat bersin itu tadi dia berjalan sempoyongan, dan pria itu sudah berdiri tepat di depan nya, namun siapa sangka Sia Lee malah terjatuh dan tangan nya menyentuh sesuatu yg tidak boleh disentuh (adik kecil pria itu) hehe.
Ini...ini...sangat memalukan.
"Maaf..maafkan aku, aku tidak sengaja"
__ADS_1
Sia Lee membungkuk meminta maaf.