
Jiho masih kaget dan terus memperhatikan sosok yg berdiri di depan nya itu.
"Siapa dia? dia terlihat glamour sekali, dan rasanya aku pernah liat dia sebelumnya, dimana yaa?!" Batin Jiho bertanya-tanya,masih berdiri dipintu.
Dan sosok yg dianggap glamour oleh Jiho itu ternyata adalah Baryu.
Setelah Jiho membukakan pintu untuknya, dia diam beberapa saat dan Baryu tersenyuum kecut.
"Ooppss bodohnya aku, aku kira aku salah alamat, aku jadi bingung nih soalnya aku baru kesini pertama kali, maaf yaa hyung" Kata Baryu cengengesan berlalu pergi ke rumahnya Sia.
#Hyung adalah sebutan untuk kakak laki-laki di Korea secara formal.
Jiho hanya diam gak berkata apa-apa.
"Sebentar jadi rumahnyaa Simba di..........." Baryu berjalan berbicara sendiri pura-pura mencari rumah yg akan dia tuju.
Jiho masih berdiri terpaku di pintu rumahnya sambil memperhatikan Baryu.
"H..hyung??? dan siapa itu simba?!" Gerutu Jiho, sambil berbalik mau masuk.
"Dasar cowok aneh, aku harus menyemprotkan cairan anti bakteri ke bel pintu ini"
Ting tong.....ting tong.....ting tong....
Bel rumah Sia berbunyi.
Jiho yg tadinya mau masuk ke rumah mengurungkan niatnya mendengar Baryu menekan bel rumah Sia.
Sia lalu membukakan pintu rumahnya.
"Hai Simba" Kata Baryu melihat wajah cantik Sia dibalik pintu.
"Hah? ngapain kau kesini? mau apa? kenapa gak telepon dulu?" Kata Sia dibalik pintu, dia gak tau kalau sejak tadi mereka ngobrol ada yg memperhatikan.
"Yaa soalnya aku kangen kamu" Kata Baryu sengaja.
"Sudah lah ayoo masuk" Ajak Sia.
Baryu mau masuk kerumah Sia, dia melirik tajam Jiho yg masih berdiri dipintunya, Baryu tersenyum sinis, kemudian masuk.
Brak....
Pintu ditutup.
"Apa-apaan?!" Kata Jiho tercengang melihat drama itu.
Sementara itu dirumahnya Sia.
"Seharusnya kau menelepon aku dulu" Kata Sia.
"Aku juga ini gak sengaja, aku kebetulan lewat dan ada yg mau aku omongin" Kata Baryu sambil melepas sepatunya.
"Kenapa kau gak memakai masker? harusnya kan kalau keluar rumah kau pakai masker biar gak kena foto oleh paparazi"
"Gak apa-apa kok, aku kesini bawa mobil sendiri, yaa meskipun aku tutupi wajahku pasti orang-orang mengenaliku" Jelas Baryu sekarang berjalan memasuki ruang tamu.
"Ngomong-ngomong kok kamu sendirian sih? Sihwan mana? pengisi energi eksklusif mu itu" Tanya Sia berjalan didepan Baryu.
Baryu merangkul Sia.
"Kau tau kenapa? Soalnya kita jarang punya waktu berduaan seperti ini, bagaimana kalau kita ngobrol tempat tidurmu saja Sia, malam ini kau imut sekali memakai piama" Goda Baryu.
Sia sangat kaget atas perlakuan Baryu.
"Ah entah kenapa aku merasa ini sedikit terasa......" Batin Sia.
Sia langsung melepaskan rangkulan Baryu dengan paksa.
"Hah? tempat tidurku? apa maksudmu? awas, jangan menempel padaku, panas tau"
Baryu melihat tajam ke tangannya, dan terlihat sedang berpikir.
"Kau mau minum apa?!" Sia bertanya sama Baryu sambil berjalan ke arah dapur.
Baryu tidak menjawabnya, dia malah mengikuti Sia dari belakang.
Sia sedang membuat minuman untuk Baryu, Baryu lalu berjalan perlahan dibelakng Sia dan menghampiri Sia, dia lalu memeluk Sia dari belakang, awalnya Sia hanya terdiam atas perlakuan Baryu terhadapnya karena memang sudah biasa mereka lakukan.
Tiba-tiba pelukan Baryu jadi gak seperti biasanya, Baryu memeluk Sia dengan erat dan penuh perasaan.
__ADS_1
Sia merasakan hal itu, dia terdiam sesaat.
Lalu......
"Aku sudah cukup bersabar padamu dasar mesummm" Teriak Sia sambil mendorong badan Baryu menjauh darinya.
"Tapi kan disini hanya ada kita berdua, aku gak mungkin kan melalaikan tugasku sebagai pria" Baryu tetap menggoda Sia.
"Kau sudah memenuhi tugas mu kepada pacarmu yg pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sama aku mah makasih gak usah yaa, katanya kau kesini mau ngomongin sesuatu, apa itu?!" Tanya Sia.
Mereka lalu berjalan ke ruang tamu membawa minuman dan duduk dengan santuy.
"Sia jalan-jalan yuk, mau gak?" Ajak Baryu.
"Jalan-jalan?!" Tanya Sia heran.
"Iya jalan-jalan, band ku baru saja menyelesaikan jadwal promo album, jadi aku bebas sebelum membuat album baru lagi, hayu kita holidin kemanaa gitu, sambil aku istirahat, rencana siih aku maunya pergi jalan-jalan nya selama tiga hari" Ucap Baryu.
Sia terlihat berpikir sambil mengambil gelas minumannya, dan belum menjawab ajakan Baryu.
"Kita juga bisa mengajak Sihwan, seperti waktu itu, gimana?!" Tanya Baryu kembali.
"Hmmm gitu yaa,,, gimana yaa?!" Sia masih tertunduk.
"Kenapa tanggapan mu dingin banget, aku tau kau sudah gak peduli padaku simba, kau sekarang sibuk berkencan dengan cowok itu iyakan?! hu..hu..hu..hu" Baryu menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil pura-pura nangis manjaa.
"Duh dia mulai lagi deh" Gerutu Sia sambil melirik Baryu disampingnya yg kaya anak kecil sedang merengek minta jajan sama emaknya.
"hu..hu...hu..kau lebih menyukainya daripada aku kan?? alamat aku mau dibuang inimah..hu..hu..hu" Teriak Baryu makin keras.
"Siapa bilang aku suka padanya? aku bilang aku cuma mau memburunya, itu saja" Elak Sia. "Dia kan cuma manusia biasa untuk apa aku suka padanya, inisih gak usah ditanya lagi"
Baryu menghentikan nangis kepura-puraan nya, dia menoleh ke Sia.
"Hmm, iya benar, kau gak sebodoh itu, untuk bisa membedakan hubungan antara mangsa dan kekasih, iyakan?!" Tanya Baryu sambil tersenyum.
"Tentu saja" Teriak Sia semangat dan menyimpan gelas minumannya diatas meja.
"Tapi ada juga vampir yg jatuh cinta sama makanan nya sendiri, ngapain coba kaya gitu yakan? unfaedah banget" Baryu mengambil gelas minumannya.
"Iya juga siih, unfaedah bngt" Sia mendadak gak enak hati dibuatnya.
"Sungguh lucu, katanya mereka akhirnya bisa memahami manusia atau apalah itu, padahal ada banyak yg gak bisa kau mangsa kalau kau berusaha mengetahui tentang manusia"
Baryu masih menggenggam gelasnya.
"Kau tau? kadang manusia juga gak pernah peduli dengan perasaan hewan yg mereka makan, kadang-kadang menjadi rasional itu perlu, buat apa peduli sama perasaan mangsamu, toh kamu juga gak mau mati kelaparan gara-gara memikirkan perasaan mereka kan?!"
Sia hanya terdiam.
Baryu menyeruput minumannya lagi.
"Intinya, mangsa tetaplah mangsa, iyakan?!"
Sia masih menunduk.
"Aku tau maksudmu, memiliki perasaan pada mereka hanya akan jadi penghalang saat kita ingin memburunya, aku sudah cukup sering mendengar ini dari ayahku"
Baryu menyimpan gelasnya di atas meja.
"Kalau kau sudah mendengarnya" Baryu medekati Sia, dia membelai lembut pipi Sia dan menatap Sia dengan penuh perasaan, Sia melihat Baryu dengan kaget.
Baryu terus mendekat sambil berkata lirih.
"Seorang gadis yg baik harusnya menurut apa yg dikatakan ayahnya kan?!, benar kan simba?!"
Sia terus tercengang atas perlakuan Baryu padanya, sejenak dia gak bisa bergerak, terlalu kaget untuk melakukan pergerakan.
Baryu terus menatap Sia lebih dalam dan penuh dengan perasaan, wajah Baryu semakin dekat dengan Sia.
"Jadi, kenapa kita gak?!................"
Ting tong......ting tong........
Bel rumah Sia tiba-tiba berbunyi.
Ada kesempatan Sia langsung memalingkan wajahnya dari tatapan Baryu, seolah takut terhipnotis lebih dalam lagi.
Baryu terlihat kesal dibuatnya.
__ADS_1
"Eh bentar yaa, aku buka pintu dulu, duh siapa yaa malam-malam gini" Sia berbicara sambil beranjak dari tempat duduknya mau membukakan pintu.
"Huh, slamet slamet" Batin Sia.
Sia membuka pintu rumahnya.
"Eh Jiho" Kata Sia kaget.
"Hai Sia" Jiho terlihat gugup.
"Iya hai, ada apa? apa ada sesuatu?!" Tanya Sia kebingungan gak biasanya Jiho bertamu ke rumahnya jam segini, malahan kalau dipikir-pikir Jiho belum pernah sama sekali datang ke rumah Sia.
"Eh...hmm anu..aku..aku butuh sendok sup, bisa boleh pinjam sendok sup?" Jiho makin gelagapan, gak tau harus buat alesan apa lagi supaya dia bisa bertamu ke rumah Sia, sekedar ingin memastikan bahwa Sia baik-baik saja.
"Apa? sendok sup?!" Sia makin bingung.
"Simba, siapa itu?!" Teriak Baryu dari dalam dan menghampiri Sia di depan pintu rumahnya.
"Eh hyung,, tetangga sebelah, ngapain kemari?!" Tanya Baryu pada Jiho sambil tersenyum.
"Eh, kok kamu bisa kenal dia?!" Tanya Sia pada Baryu.
Baryu merangkul pundak Sia.
"Tadi aku salah masuk ke rumahnya" Jelas Baryu.
"Eh ngomong-ngomong hyung, kau cukup berani juga yaa berkunjung ke rumah cewek malam-malam gini" Goda Baryu.
Jiho yg melihat tangan Baryu berada di pundak Sia seketika merasa kesal dibenak nya. Dia mengernyitkan dahinya.
"Apa-apaan mereka ini? aku gak bisa tinggal diam" Batin Jiho.
"Di.....dia pacaarku" Kata Jiho mantap.
"Apa? dia apa? gak ku sangka" Baryu berteriak pura-pura gak percaya dengan apa yg barusan dia dengar.
Baryu tersenyum menyeringai.
"Hmmm kalau gitu, berhubung kau ada tamu, aku pulang aja" Kata Baryu pada Sia.
"Lah kenapa?! kau kan baru aja sampe" Tanya Sia heran.
"Ah gak apa-apa, semua yg ingin ku katakan sudah aku katakan tadi padamu, tolong pikirkan baik-baik yaa kata-kata ku tadi Simba" Kata Baryu sambil mencubit kecil pipi Sia.
Jiho hanya melongo melihat tingkah Baryu ke Sia.
Baryu berlalu berjalan melewati Jiho.
"Selamat bersenang-senang hyung"
Baryu sedikit membisikkan pada Jiho.
"Aku rasa mulai sekarang kita akan lebih sering bertemu" Baryu tersenyum kecut dan pergi.
Ekspresi Jiho langsung berubah.
"Siapa dia?!" Tanya Jiho pada Sia.
"Oh dia, dia adalah temanku sejak kecil, kau pernah dengar O'rnij? ituloh boyband yg cukup terkenal, dan dia itu Baryu, sebagai vokalis utamanya, mungkin kau gak tau karena kau jarang nonton tv kan?"
Jiho masih melihat punggung Baryu yg berjalan menjauhinya dengan tatapan yg tajam.
"Apa kau mau masuk sebentar?!" Tanya Sia.
"Nggak, terima kasih" Jiho langsung berbalik mau pulang ke rumahnya.
"Jiho tunggu sebentar..." Sia lalu masuk kerumahnya dan gak berapa lama dia kembali lagi.
"Ini, kau lupa sendok supnya" Sia memberikan sendok sup pada Jiho.
Karena sudah terlanjur dengan alasan yg seperti itu, mau gak mau Jiho harus membawa pulang sendok sup itu..
Sesampai nya di rumah Jiho kembali ke ruang kerjanya.
Dia membuka laptopnya dan mulai mencari kata kunci.
BARYU
Yaps, Jiho sangat dibuat penasaran oleh Baryu, dia mencari tau tentang Baryu lewat internet.
__ADS_1