
Baryu memperjelas ucapannya.
"Benarkan hyung, kau gak tau password rumahnya?!"
Jiho hanya terdiam.
"Sudah ku duga, kau berpacaran sama simba gak seserius itu, masa password rumah pacar sendiri aja gak tau sih, kalau kau benar-benar pacarnya,,seharusnya kau tau dong password rumahnya yaa atau sekedar tau warna favorit celana dalamnya" Baryu tersenyum menggoda.
"Kalau menurutku, ini lebih aneh, kau tau password rumah Sia padahal kau bukan pacarnya" Jiho terlihat kesal sekali.
"Yaa emang sih aku bukan pacarnya, tapi aku jauh lebih dekat dengan Sia dari yg kau kira, nggak pernah ada sama sekali rahasia antara aku dan Sia, oh ku rasa kau belum tau banyak tentangku yaa?!"
"Siapa bilang? aku sudah banyak dengar tentang kamu dari Sia, Sia bilang kamu hanya teman dari masa kecilnya" Jiho menerangkan.
"Yaa kalau menurut ku siih, kami ini sudah seperti pasangan suami istri" Baryu melipat tangan di depan dadanya, dan berbicara dengan percaya dirinya.
Jiho gak peduli dengan apa yg Baryu katakan, yg jelas saat ini Jiho ingin menyumpal mulut Baryu yg sedang menjadi kompor meledug itu.
"Kalau kau ada urusan dengan Sia katakan saja biar nanti aku yg sampaikan" Jiho berbicara tenang.
"Nggak usah, aku bahkan bisa bebas ketemu sia tanpa adanya alasan khusus, ngomong-ngomong aku sekarang harus ngapain yaa? padahal aku ingin ajak Sia jalan keluar malam ini" Baryu terlihat berpikir,,
"ohyaa hyung bagaimana kalau kau yg gantiin Sia keluar sama aku malam ini?!"
Jiho kaget dengan ajakan Baryu.
"Kau gilaa yaa, ngapain aku harus gantiin Sia ikut dengan mu?!"
**
BEER BAR
Dan tadaaaaaaaa......
Jiho dan Baryu sudah ada disebuah bar, dan mereka sudah duduk dengan santuy nya sedang memesan minuman.
"Pelayan,,tolong bawain dua botol bir kesini" Pinta Baryu kepada pelayan sambil mengangkat tangan nya, sebagai kode agar pelayan yg gak jauh dari situ mendengar apa yg Baryu katakan.
"Bagaimana hal macam ini terjadi, awalnya aku keluar rumah untuk mencari udara segar sendiri?!" Batin Jiho menggerutu.
Dia mengingat kembali saat dia setuju dengan kemauan Baryu.
Flashback.
Masih didepan rumahnya Sia.
Baryu terus membujuk Jiho supaya ikut minum dengannya.
"Sebagai gantinya bagaimana kalau aku kasih foto simba waktu kecil saat pakai bikini" Baryu memperlihatkan foto Sia yg selalu dia bawa di dalam dompetnya.
"Ayoolah hyung foto simba waktu kecil pakai bikini benar-benar langka loh" Bujuk Baryu.
Flashback end.
Jiho melihat kembali foto Sia masih kecil pakai bikini, dan foto itu saat ini sudah berada didalam dompet Jiho dengan nyaman nya.
"Apa spesial nya foto ini? tanpa sadarr aku........." Gerutu Jiho.
__ADS_1
"Hyung, ayooo minum" Ajak Baryu.
Jiho memasukan kembali dompetnya ke salam saku.
"Aku gak minum"
"Apa? Benarkah?! yaelah kau sangat membosankan"
"Sebaiknya kau cepat habiskan minuman mu itu, karena aku gak bisa lama-lama disini" Kesal Jiho.
"Idih sok sekali, ini kan kesempatan besar untukmu bisa minum-minum bareng idola ngetop,kita bisa foto bareng dan kau boleh menggunggah nya di sosmed milikmu, aku ijinkan kok" Baryu menuangkan minumannya.
"Aku gak minat" Jiho ketus.
"Ngomong-ngomong berapa umurmu hyung?!"
"Dua sembilan, kenapa?!"
"Astagaaa ternyata kau setua itu yaa, itu sangat beda jauh dengan umur Sia, huh dasar maling" Kata Baryu.
#Dikorea jika seorang pria mengencani seorang wanita yg umur nya jauh lebih muda darinya, orang-orang disana menyebutnya 'maling'.
Baryu meneguk minumannya.
"Ohya hyung sepertinya kau sering menghabiskan waktu dirumah aja, emangnya kamu gak kerja? tingginya angka pengangguran saat ini memang menjadi masalah yg serius sih yaa"
"Aku ini seorang penulis tau" Muka Jiho mulai masam.
"Oh haha pantas kau itu mempunyai kepribadian yg sangat rumit, kau itu mudah tersinggung dan baperan orang nya, kau tau seharusnya seorang laki-laki gak boleh gitu,,eh apa orng tua mu kaya?? kau sudah berpacaran berapa kali?" Baryu terus bertanya pada Jiho.
"Uppss jangan salah paham, aku bukannya naksir padamu, bahkan kalau kau naksir aku, aku gak bisa menerimanya" Baryu cengengesan.
"Sudah kubilang aku gak tertarik padamu"
Baryu yg tadinya terus cengengesan gak jelas, mulai serius .
"Aku hanya penasaran aja, aku cuma mau tau, orang seperti apasih yg sedang berpacaran dengan Sia"
"........?!" Jiho hanya terdiam.
"Sia dari dulu emang selalu jadi yg populer, kurasa kau tau alasannya, dia itu cantik, putih, tinggi dan juga seksi, Jadi dia itu sejak kecil sudah dikelilingi banyak cowok ganteng, dan dia juga sudah sering bertemu dengan para artis, pria kaya, desainer ternama dan sebagainya, jadi aku penasaran cowok sekeren apa yg dia pacarin sekarang?!" Baryu menatap serius Jiho.
Seberapa detik Baryu terdiam dan melanjutkan bicaranya.
"Tapi yaaa ternyata hanya tetangganya yg seorang penulis, yah kurasa kau ini pacar jangka pendeknya karena iseng"
"Apa maksudmu?!"
"Apa kau gak menyadarinya? untuk apa seorang Sia berpacaran dengan mu, padahal gak ada yg spesial darimu, ah atau kau bisa memuaskan dia dengan cara tertentu?!" Baryu terus mengejek.
Jiho mengernyitkan dahinya.
Baryu langsung mendekati Jiho dan menggenggam tangan Jiho.
"Sudah sejauh apa hubungan kau dengannya, aku yakin kalian sudah sering bergandengan tangan seperti ini bukan?!"
Jiho sangat kaget dengan perlakuan Baryu. Dia langsung menarik tangannya yg digenggam Baryu.
__ADS_1
"Jangan sentuh aku" Bentak Jiho.
"Aiihh kau itu emang sangat menyebalkan" Baryu sekilas menatap tangannya.
"Bagaimana pun juga akulah yg paling mengerti Sia termasuk dalam hal percintaannya, Sia itu bukan tipe cewek yg suka berpacaran serius, hanya kau bisa berhubungan dengan nya sekarang bukan berarti kau akan bersama dia selamanya"
Jiho hanya terdiam mendengar ocehan Baryu.
Baryu melirik Jiho tajam.
"Sekali saja kau lengah, kau akan kehilangan nya"
"Sia itu adalah pacarku, tipe cewek seperti apa dia atau seberapa serius dia pacaran denganku, itu adalah urusanku, jadi kau gak usah ikut campur dan berhenti merecoki hubungan kami berdua" Kata Jiho mantap.
"Kau temannya kan? maka bersikap lah sebagai teman"
"Ah iyaa iyaa aku tau kau bisa mengatasinya sendiri, tadi itu aku cuma memberi sedikit nasihat padamu, karena aku khawatir" Jelas Baryu.
"....Aku harus pergi sekarang" Jiho beranjak dari tempat duduknya.
"Apa? secepat ini?!"
Jiho berjalan meninggalkan Baryu seorang diri.
"Senang bisa ngobrol denganmu, sampai ketemu lagi hyung" Kata Baryu yg melambaikan tangannya pada punggung Jiho, karena Jiho sedikitpun gak menoleh padanya terus berjalan menuju pintu keluar.
"Dasar,, sensitif banget sih jadi cowok, baiklah rasanya memang lumayan" Gerutu Baryu melihat tangannya kembali yg tadi menggenggam tangan Jiho.
Sementara itu Jiho mampir dulu ke toilet dia mencuci tangan nya dengan handwash yg ada disitu karena dia lupa membawa sanitizer miliknya.
Jiho memikirkan kembali setiap kata yg Baryu lontarkan padanya tadi.
**
Sia berjalan menuju rumahnya, dia baru saja selesai pemotretan.
"Huh hari ini aku sudah ganti baju berapa kali? pemotretan hari ini begitu melelahkan, apalagi setiap pergantian musim badanku jadi sakit semua" Sia sambil meregangkan badannya.
Tiba-tiba langkah nya terhenti melihat Jiho yg sudah berdiri di depan rumahnya.
"Eh Jiho" Sia kaget
"Kenapa ada disini?! kau udah lama nunggu yaa? atau ada yg perlu kau bicarakan padaku tah?!" Sia penasaran gak biasanya Jiho seperti ini.
"Aku mau.......bertemu kakakmu.." Ucap Jiho lirih.
Sia kaget mendengar ucapan Jiho.
"Aku mau konseling dengan kakakmu agar OCD ku bisa disembuhkan, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras" Lanjut Jiho.
"Jiho......."
"Sia...bagaimana kalau sekarang.......kamu ganti password rumahmu?!"
"Hah, ganti password rumahku? kenapa tiba-tiba" Sia menatap Jiho heran.
"Sudahlah ganti saja dulu" Jiho gak mau beritahu alesannya dia tetap kekeh menyuruh Sia untuk ganti password nya.
__ADS_1