
Sampai di depan sebuah rumah dengan bernomor 301.
Ting......Tong..... (suara bel)
Sia Lee menekan bel rumah tersebut, hingga beberapa kali.
"Wah, mungkin ini tercampur dengan barang-barangku, yaa anggap saja ini sebagai perkenalan dengan tetangga baru ku, mungkin mereka punya anak kecil, sehingga banyak buku anak-anak, ish lama sekali gak di buka pintu nya"
Sia Lee berbicara sendiri sambil menunggu tuan rumah membuka kan pintu untuknya.
Tuan rumah itu tidak membuka kan pintu untuknya, mereka berbicara lewat kamera kecil pengintai tamu yg ada di dekat pintu.
Klik...suara kamera di aktifkan, sehingga mereka bisa ngobrol di situ.
"Oh, hai, aku baru saja pindah ke rumah sebelah, barusan ada yang salah antar.........." Belum sempat Sia Lee selesai bicara tuan rumah itu telah memotong kalimatnya.
"Hei, nona penguntit kan sudah ku peringatkan"
Apa? Nona penguntit?
Wait!! Dia....
"Kamu mengikuti ku sampai ke rumah?"
Gak mungkin...
"Kamu, masih mengelak kalau kamu ini bukan penguntit?"
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi kebetulan.
"Kalau kamu begini terus aku bisa melaporkanmu ke polisi"
"Apa??? ini...ini..salah paham"
Sia Lee kaget, terbangun dari lamunan nya.
"Aku bukan penguntit dan aku tidak mengikutimu, aku baru saja pindah kesini, dan kenapa aku bisa jadi tetangga mu, ini murni kebetulan"
Ayolah kenapa dia berpikiran begitu, jelas-jelas ini adalah suatu kebetulan semata.
Pria itu masih mendengarkan.
"Aku kesini, ada..ada yg salah kirim paket, coba kau lihat sendiri, Jiho Shin kamar 301, Lihat, itu kamu kan?"
Sia Lee memperlihatkan alamat yg menempel di kardus itu ke kamera pengintai kecil depan pintu, sehingga Jiho bisa melihatnya.
Jiho terdiam sesaat.
"Baiklah, letakkan saja itu di lantai dan pergilah"
Gggrrrrrr orang ini, Sia Lee menggerutu marah. Benar-benar menyebalkan, tapi tidak mengurangi ketampanan nya, dia sangat tampan.
"Aku gak mau, keluarlah dan ambil sendiri, aku gak tau kamu ada masalah apa, tapi yg jelas aku gak suka di tuduh sebagai seorang penguntit, kenapa kita gak saling minta maaf saja"
"Gak, gak perlu, ohya, mau kau ambil dan kau buang barang itu, terserah saja"
Klik...!! Jiho mematikan kamera pengintai nya.
"Yaa ampunnnn, kasaarnyaa" Sia Lee berteriak kesal.
**
"Aaarrhhhh, aku benar-benar marah, tiap aku ingat kejadian tadi, aku? penguntit? huh yg benar saja, yakan? aku ini lebih cocok disebut sebagai korban" Sia Lee berbicara dengan ekspresi kesalnya yg tiada tara.
Sekarang Sia Lee dan kedua sahabatnya sedang berada di sebuah cafe dan menceritakan semua kejadian yg dia alami.
"Hari pertama mu, buruk sekali" Kata Baryu menimpali.
Oke gengs, sedikit gambaran tentang Baryu.
Baryu ini adalah seorang vampir juga, sama seperti Sia, dia adalah teman masa kecilnya Sia.
Dia seorang artis , kulitnya putih, tinggi, hidung mancung, rambutnya,, dia mengecatnya dengan warna pirang, menambah nilai plus untuk ketampanan nya, yg lebih keren lagi dia memakai anting gaes...
*ah Baryu, ngeces gw bayangin lu..hehe*
"Bedebah yg kasar banget" Sia Lee masih kesal.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kok bisa kebetulan, tetangga mu adalah orang yg kau sentuh sebelumnya"
"Nah, maka itu yg buat aku stress, aku juga gak tau"
"Jadi, kardus nya kau apakan?" Laki-laki yg duduk di samping Baryu bertanya.
Dia adalah Sihwan, dia seorang manusia.
Orang nya tinggi, putih, rambutnya hitam mengkilap, dia juga seorang artis dan satu grup dengan Baryu.
Dia juga tau bahwa kedua sahabatnya itu adalah seorang vampir.
Sia Lee tersenyum licik.
"Aku bawa pulang lagi, dan kalau dia mau ambil, akan ku balas perlakuannya"
Wah cerdas..
"Hehe, Jadi bagaimana cowok yg kau sentuh itu?"
Sia Lee meneguk kopinya, dan kemudian menjawab pertanyaan yg baru saja Baryu lontarkan.
"Dia, gak jelek sih, nggak!! malahan dia hebat banget" Pikiran nya menerawang ke sosok Jiho.
Jiho ini adalah seorang yg sangat tampan, kulitnya putih, rambutnya kecoklatan, tubuhnya tinggi tegap, matanya yg sayu membuat hati wanita meleleh, bibirnya yg tipis kecil...ahhh pokonya dia awesome.
"Energinya terasa begitu sangat murni, aku cuma bersentuhan tangan dengan nya, dan tanpa ku sadari aku langsung mengikutinya, kurasa tangan nya menyembuhkan" Sia Lee bercerita sambil terus memikirkan Jiho.
"Bukan tangan nya yg ku maksud" Baryu tersenyum menggoda.
"Eh, apa maksudmu, dasar mesum"
Haruskah aku membandingan miliknya dengan milikmu? Hah? Cih.......
"Tapi bagaimanapun juga ini kan sangat bagus untuk mu, seperti mangsa lezat yg tersedia setiap hari untukmu" Sihwan menimpali.
"Tapi, dia itu..............." Belum sempat Sia menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba...
"Aaaaaaaaaaaahhhhh..."
Ada dua orang wanita, yg datang menghampiri mereka sambil berteriak.
"Kami, datang ke Seoul untuk melihat pertunjukan kalian besok, bolehkah kami meminta tanda tangan" Wanita satu nya bertanya.
"Benarkah? ah terimakasih, kalau begitu kita harus salaman" Baryu menyalami mereka. Mereka tidak tahu, sebenarnya ada maksud lain dari Baryu mengajak mereka salaman tapi mereka malah kegirangan.
"Ah, terima kasih" Mereka membungkuk, setelah mendapat tanda tangan, dan disalamin sama Baryu dan Sihwan mereka pergi.
Sebelum mereka pergi, mereka berbisik.
"Astagaa...Baryu ganteng banget, aku akan update di sosmed ah, ngomong-ngomong siapa yaa cewek itu?"
"Dia pasti teman masa kecilnya, dia juga pasti seorang model, lihat saja, dia sangat cantik, yaudah yuk ah kita pergi"
Setelah mereka pergi, Sia Lee yg daritadi menyaksikan kejadian itu berbicara.
"Hidupmu sangat mudah yaa Baryu?"
"Menurutmu, kenapa para vampir pada tertarik di bisnis hiburan? Energi tubuh manusia itu sangat penting bagi kelangsungan hidup kita. Dan dunia hiburan adalah cara berburu paling bagus agar tidak ketahuan oleh mereka. Dan itulah fungsi wajah menarik yg kita punya kan. Hidup itu memberi dan menerima, ku beri mereka hiburan dan ku ambil yg aku butuhkan, itulah yg disebut hidup berdampingan, dan kau simba, kau malah kabur dari rumah dan memilih berburu, kau ini bodoh tapi lucu" Baryu tersenyum mengejek ke arah Sia Lee.
Sia Lee yg sedang minum kopi nya jadi tersedak..uhukk..uhuk..
"Apa? bodoh? ini masalah nilai kan, sudah ku bilang aku lebih memilih kualitas daripada kuantitas, mending aku makan sepotong steak daripada 100 protein batangan, dan sudah ku bilang jangan lagi panggil aku simba" Sia sedikit berteriak karena dia kesal, lagi-lagi dia dipanggil simba oleh Baryu.
"Aw, tapi aku sudah memanggilmu simba selama 15 tahun, rambut mu seperti singa sih" Hehhehe
"Dan sudah ku bilang, aku gak suka dipanggil seperti itu"
Sihwan melihat jam tangannya.
"Ah sudah waktunya, kita harus pergi sekarang, manajer menyuruh kita untuk datang lebih awal hari ini"
"Oh iya, aku hampir lupa, aku pergi yaa simba, sampai jumpa" Baryu beranjak dari tempat duduk nya, dan melambaikan tangan ke arah Sia.
"Ah, kalian, yg benar saja."
"Nanti kita adakan pesta penyambutan rumah baru mu yaa Sia" Sihwan juga pergi sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Tiba-tiba Baryu berbalik mendekat dan mengangkat dagu Sia.
"Aku bisa mengunjungi mu malam ini, jika kau merasa kesepian"
"Aisssshh, pergi sana"
Baryu, kembali ke dekat Sihwan dan membenamkan muka nya di dada Sihwan.
"Hiks..Simba menolak ku, yg ku punya hanyalah kamu....hu..hu sedihnya"
"Sihwan, tolong bantu aku, buang benda itu saat kau keluar yaa" Kata Sia Lee minta tolong kepada Sihwan untuk menyingkirkan Baryu dari hadapan nya.
"Ohyaa, simba, bagaimana kalau kau jadikan dia mangsa pertama mu, itukan alasanmu kabur dari rumah, semangat yaa simba ku sayang" Baryu melambaikan tangan nya dan kali ini benar-benar pergi.
Sihwan ku mohon.......bunuh dia!!!!
Sia Lee sudah kesal sama sikap Baryu yg tiap kali ketemu dengan nya suka menggoda dan selalu menempel padanya.
**
Dia benar, sekarang aku bisa memburu siapa saja yg aku mau.
Lagipula ku benar-benar tertarik dengan energi nya.
Haruskah ku coba saja?
Sia Lee sudah berada di depan pintu rumahnya sambil melihat ke pintu rumah Jiho disebelah.
Tapi mengingat kata-kata kejam yg Jiho lontarkan kepadanya 'dasar penguntit'.
Dia tersadar dari lamunan nya, dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Aahh, tidak..tidak..lupakan saja, aku gak mau membuat masalah lagi, Dia mungkin masih berpikir aku ini penguntit, kan masih ada mangsa lainnya"
Sia lalu membuka pintu rumahnya.
"Ah, capeknyaa, harus tidur lebih awal buat syuting besok"
**
Di malam yg sunyi ini, udara dingin masuk disela-sela jendela kamar.
"Nyam...nyam...beri aku samgyupsal"
#Samgyupsal adalah potongan daging gaya korea.
Ketika aku sedang menikmati makanan ku, tiba-tiba.....
Krekeeeeeett........
Ada suara mencurigakan masuk ke dalam rumahku.
Aisshh, sial!!!
Siapa? malam-malam begini?
Dibenak ku banyak pertanyaan, siapakah yg membuat suara malam-malam begini, apalagi dirumah orang.
Apakah maling? Kucing?
Aku memberanikan diri untuk membuka mataku,.
"Eh, tunggu....."
Didepan ku sekarang ada seorang laki-laki yg begitu membuat jantungku berdebar, dia sangat tampan. Jiho...Jiho Shin?.
Dia memakai kemeja warna putih, kancing bajunya dibuka. uuhhhh aselolee.
Dia menyondongkan badan nya ke arah ku, apa yg akan dia lakukan? batinku bertanya.
Dengan lembut dia membelai tanganku dan mengarahkan nya ke dada nya. Jantungku makin berdebar tak percaya dibuatnya.
"Sentuh aku," dia berkata lirih.
Dan..........
Bip bip bip bip (suara alarm)
__ADS_1
"hah,...oh ya Tuhan, mimpi apa aku barusan?" aku bangun dari tidurku, sudah ku duga ini hanyalah mimpi kata Sia.