
Ayam: Diamlah!!😡
Penguntit: Berbumbu? Digoreng?
Sia melihat kembali percakapan chat dia dengan Jiho, yg di balas oleh Baryu.
"Aaaarhhh, dasar Baryu sialan,, apaan? berbumbu? di goreng? idiih, kau becanda yaa, dia pasti mengira aku ini sudah gila. Ini benar-benar memalukan, bagaimana aku harus menjelaskan semua ini padanya.
Sekarang sudah terlalu malam, pasti dia sudah tidur " Ekspresi Sia kesal.
Sia menyimpan ponselnya, dan rebahan disofa.
"Yaah, apa gunanya menjelaskan padanya ini sudah terlalu buruk keadaan nya, bodo amat deh, anggap saja aku ini delusional, lain kali aku gak akan ambil pusing"
***
Pagi hari ini cuaca cukup cerah, udara yg begitu sejuk dan kicauan burung menambah pesonanya pagi ini.
Tempat pembuangan sampah.
"Selamat pagi..." Akhirnya Sia memberanikan diri menyapa Jiho, setelah beberapa menit mereka saling diam.
Jiho dan Sia tidak sengaja bertemu, ditempat pembuangan sampah, seperti biasanya Jiho lengkap dengan sarung tangan, masker dan sumpit besar buat mengambil sampah dari kreseknya dan membuang ke tong yg ada disitu.
Ada tiga jenis tong sampah disitu, dan sampah-sampah itu dibuang menurut jenisnya masing-masing.
Sia membuang sampah bekas semalam ulah kedua sahabat nya.
Klontang...suara kaleng bir minuman di kresek yg dipegang Sia.
"Kau mabuk juga?" Tanya Jiho tanpa melihat ke arah Sia, dia tetap fokus dengan sampahnya.
" Yaa, teman-teman ku datang untuk pesta penyambutan, dan hariku cukup buruk, jadi aku minum sedikit" Kata Sia, sambil membuang kaleng-kaleng itu.
"Ngomong-ngomong aku minta maaf, ku pikir dinding nya kedap suara, jadi berisik yaa"
"Kau pasti lagi mabuk makanya ngomongin soal bumbu dan semacamnya, aku terima maafmu, karena kau aku jadi gak fokus bekerja, terlalu berisik."
"Tentang chat itu seharusnya gak terkirim"
Sia sambil memilih sampah yg akan dia buang.
"Aku mendengar suara cowok, walaupun mereka sekedar teman, tapi minum-minum dengan cowok sampai larut malam itusih benar-benar.............dan lagi kamu kan tinggal sendirian..."
"Sudahlah seperti yg kau bilang waktu itu, aku ini tipe cewek seperti apakan"
Jiho melirik Sia tajam.
"Tidak, kau salah...."
Jiho mengambil sampah yg akan dibuang Sia.
__ADS_1
"Sampah plastik masuk ke tong sebelahnya"
"Oh.." Kata Sia hampir salah paham.
"Dan jangan ngomonginnya dengan santai, itu bukan sesuatu yg patut dibanggakan. Lupakan saja, kapan lagi perjanjian kita?" Jiho bertanya serius pada Sia.
"Eh, maaf,"
"Buku ku, aku mau itu cepat kembali"
Jiho lalu meninggalkan Sia sendiri yg masih bengong.
**
Di dalam gedung Agency.
"Bagaimana menurutmu bagus kan?"
Nona Kim, memperlihatkan soft file foto Sia dengan Jiho, pemotretan waktu itu di laptopnya.
"Semua fotomu yg sendirian bagus, tapi semua orang berkata bahwa foto ini yg terbaik, si cowok ekspresi nya bagus banget, kelihatan tegang dan ini membuat mu terlihat nakal dan seksi"
Di dalam foto memang Jiho terlihat tegang banget itu bukan karena apapun dia tegang karena emang benar-benar tegang menahan dirinya yg menempel di sofa yg menurut dia penuh dengan kuman dan bakteri.
Sedangkan Sia, dia lebih menikmati momen itu, dia terlihat nakal dan lapar, tentunya seksi dengan baju yg dia pakai.
Yaaa, ekspresi dia lebih ke pemburu yg akan memakan mangsanya kapanpun dia mau , karena mangsanya berada tepat dibawah dia.
"Sekarang mari kita pilih beberapa foto yg akan jadi portofolio mu, kurasa ini akan berhasil dan kamu akan lolos audisi Sia"
"Nona Kim, bolehkah aku mencetak foto ini?" Tanya Sia sambil menunjuk ke laptop.
"Tentu..."
**
Di Sebuah rumah yg besar dan megah.
"Baryu apa yg sedang kau lakukan? Kita harus segera berangkat" Kata Sihwan kepada Baryu.
Baryu malah asyik dengan laptopnya.
"Sudah mengemas barang-barang mu? cepatlah!! kita masih ada wawancara sebelum berangkat. Manajer menyuruhku datang lebih awal....apa yg kau lakukan?"
Sihwan sedikit kesal dengan sikap Baryu yg sejak tadi malah sibuk dengan laptopnya.
Dan menghampiri Baryu.
"Tunggu, aku mau memeriksa ini dulu, aku meminta nona kim untuk mengirim kan foto-foto Simba terbaru, lihatlah, dia bilang tema nya seksi dan garang" Kata Baryu sambil menunjuk ke laptopnya supaya Sihwan bisa melihatnya.
"Kau ini benar-benar penguntit"
__ADS_1
"Tapi kan aku emang dari TK udah mengoleksi foto-foto nya simba, aku bahkan menyimpan dan membuat cadangan file foto saat kita mandi bareng waktu masih kecil, dia benar-benar telanjang loh" Ucap Baryu sambil tertawa kecil.
"Untung Sia gak tau kamu melakukan ini"
"Ayoo lihat siapa yg foto bareng dia menggantikan aku"
Klik....klik.......klik...
Baryu mengeklik folder yg barusan dia terima melalui email.
"Hah...?!" Kata Baryu kaget.
Sebuah foto yg sangat awesome terpampang di laptopnya, menampilkan seorang wanita dan pria dengan pose dewasanya, tapi bukan itusih yg jadi perhatian Baryu, lebih tepatnya ke model cowok nya.
"Dia kan....."
**
Di gedung apartemen.
Ting tong.....ting tong....
Jiho lalu membuka pintunya.
"Aku membawa foto kita" Kata Sia memperlihatkan amplop coklat yg dia bawa.
"Tadi, aku ke agensi ku, dan mencetak satu untukmu juga"
Gak ada respon dari Jiho, dia malah sibuk menyemprotkan cairan anti bakteri ke bel yg tadi Sia Lee sentuh.
"Kita terlihat keren loh, aku yakin aku akan lolos audisi dengan foto itu" Sia terus mengoceh.
"Sudah ku bilang, aku gak............"
"Terimakasih, kurasa memilih mu menjadi pasangan pemotretan ku adalah ide yg tepat, aku tau itu berat bagimu, sekali lagi terimakasih udah bantu aku, nih ambillah, kau boleh memajang nya di dinding kalau mau" Sia menyodorkan amplop coklat yg berisi foto mereka.
Jiho kaget karena pasti di amplop itu sudah banyak terdapat berbagai kuman dan bakteri, dia langsung membersihkan amplop itu dengan lap yg dia pegang.
Sia sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
"Ohiya, mengenai perjanjian kita, mari bertemu Senin depan, baiklah daaah"
Sia lalu pergi meninggalkan Jiho di depan rumahnya yg masih bengong.
Jiho lalu masuk kerumahnya, dan dia duduk di kursi kerjanya masih dengan membawa amplop coklat itu.
"Kok bisa ya, dia gak punya malu begini, aku berkata kasar padanya tentang hal ini tapi tetap dia berterima kasih, huh...."
Jiho mengoceh sendiri sambil membuka isi amplop coklat itu.
Jiho tertegun sejenak, dan seketika mukanya memerah melihat foto dia dan Sia.
__ADS_1
"Ini.....ini sih terlalu....seksi.."