Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
37. AKU DISINI.


__ADS_3

***


Keesokan harinya.


"Astagaa...yaa disitu, tepat disitu Sia, sedikit ke atas yaa yaa disitu, ahh enaknyaa........ otot pundakku akhir-akhir ini kaku sekali" Kata salah satu teman model Sia yg sekarang sedang dipijat pundaknya oleh Sia.


"Sakit gak?!" Tanya Sia pura-pura padahal dia lagi menyerap energi model cewek itu.


"Nggak, malah enak banget, rasanya seperti otot kaku ku disedot keluar, rasanya lega, kau memang baik deh Sia"


"Tadinya otot pundak ku kaku sekali tapi setelah kau pijat rasanya lega banget, terima kasih Sia"


"Sama-sama lain kali kalau kau mau lagi, aku akan melakukan lagi untuk mu" Kata Sia sambil tersenyum menyeringai.


Sia lalu menghentikan aktifitas memijatnya, dia berjalan ke ruang tunggu dan duduk di sofa yg ada disitu.


"Fiuh,, kurasa itu cukup untuk hari ini, aku terpaksa melakukan nya untuk bertahan hidup, walaupun tadi terasa hambar" Sia Lee melihat ke arah tangannya.


Sia Lee mengingat kata-kata Jiho.


"Tapi, aku akan berusaha sebisaku.Jadi, tolong tunggu sebentar lagi, tolong bersabarlah"


"Baiklah, aku bisa melakukan itu, Aku kan sudah menunggu nya berbulan-bulan, beberapa hari lagi? kenapa enggak, lagian juga kan dia gak akan ngehilang atau apapun itu" Kata Sia Lee berbicara sendiri.


Ring ding dong...ring ding dong parampampam....


Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Ayam memanggil.


"Ah ini Jiho" Kata Sia kaget, dan langsung mengangkat telepon nya.


"Hallo Jiho"


"Iya hallo, apa kau sudah selesai kerja?!"


"Yaa aku baru selesai, kau sedang apa?!"


"Aku sedang di toko buku, sudah mulai larut bagaimana kalau kita pulang bareng?!" Tanya Jiho.


"Baiklah, aku akan nyampe kesitu dua puluh menit lagi, nanti ku kasih tau ya kalau aku udh deket situ, byeee" Kata Sia.


Klik..


Sia menutup telepon nya. Dia sejenak melamun dan mengingat kejadian kemarin yg terjadi antara Jiho dan dirinya.


"Kami bergandengan tangan, itu cukup membuat kami gugup karena itu adalah pertama kalinya kami bergandengan tangan, dan rasanya canggung sekali, tapi...setelah hari itu, entah kenapa rasanya setelah hari kemarin kami jadi lebih dekat, daripada sebelumnya"


**


Jiho yg sedang ditoko buku melihat sebuah majalah yg covernya mempertontonkan seorang model wanita yg sangat cantik sedang berpose di atas sofa dengan seorang cowok.


"Ah ini kan, majalah yg covernya Sia"


Jiho mengambil majalah itu.


"Dia tampak beda difoto ini, apa sebaiknya ku beli saja yaa" Muka Jiho seketika langsung memerah.


"Idih, apaan Sia Lee sangat menyebalkan sekali" Kata seorang remaja yg berdiri di dekat Jiho, dia berbicara pada teman disampingnya.


Ada dua orang remaja disamping Jiho dan mereka sama lagi melihat majalah yg covernya foto Sia.


Jiho dikagetkan dengan suara dua orang remaja cewek itu.


"Sangat menjengkelkan, dia selalu dekat dengan O'rnij, aku benci banget sama dia" Lanjut remaja tadi.

__ADS_1


"Iya bener, dia kan tau fans nya O'rnij sebagian besar cewek, yaa seenggaknya bisa jaga jaraklah sama O'rnij, jangan terlalu dekat, iya kan? aku gak peduli yaa dia teman dekatnya atau teman masa kecilnya yg jelas udah dua kali loh foto mereka diambil oleh paparazi, bikin emosi gak sih?!" Teman remaja disampingnya menimpali dengan kesal.


"Nah iya, padahal dia kan gak cantik cantik amat" Remaja itu mencibir sambil terus melihat foto Sia di cover majalah.


"Kata siapa? dia cantik kok" Kata Jiho mengagetkan dua remaja itu yg sedang asyik bergibah.


"Eh...." Dua remaja itu kaget sambil menoleh ke arah Jiho yg sedang berdiri gak jauh dari mereka berdiri juga.


"Sia Lee...dia cantik malah lebih cantik dari kalian" Kata Jiho mantap.


"Ah......." Dua remaja itu tercengang.


Mereka terdiam sesaat dan dua remaja itu kemudian meninggalkan Jiho dan berlalu pergi sambil bergibah kembali dengan temannya.


"Ih apaan sih, cowok itu pasti sinting, dan dia juga pasti salahsatu fans berat nya Sia Lee..hihihi"


"Iya bener, eh tapi dia ganteng banget loh, iyakan iyakan?! hihihi"


"Iya iya aku kaget banget loh tadi, ku kira dia selebritis, tapi aku ngerasa aku beruntung bisa ketemu cowok seganteng dia..hihihihi"


Jiho sempat mendengarkan percakapan mereka terdiam sesaat.


"Mereka ini apa-apaan, idih" Gerutu Jiho.


**


Di Supermarket.


Sia dan Jiho sudah bertemu, dan mereka sedang berbelanja bersama.


Mereka berjalan perlahan dilorong supermarket sambil mendorong troly dan memilih bahan makanan yg akan mereka beli.


"Jiho, biasanya kau makan apa?!" Tanya Sia yg berjalan disamping Jiho.


"Biasanya aku makan dada ayam, karena itu kaya protein dan mudah dimasak, dan aku juga kadang-kadang membuat salad atau pasta" Jelas Jiho.


"Yaa itu kan karena aku udah lama tinggal sendirian,, ohiya Sia kau suka makanan apa? atau apa ada yg ingin kau makan?"


"Kau" Kata Sia dalam hati,namun dia langsung sadar dengan apa yg dia ucapkan dalam hatinya, dia kaget.


"Eh...hmm aku suka....suka..ayam"


"Ayam? lain kali mau ku masakin gak?!" Tanya Jiho menoleh ke arah Sia.


"Ah iya, tolong yaa" Sia menatap balik wajah Jiho yg tampan itu.


deg deg deg.....deg deg deg.......


"Ahh lagi lagi jantungku" Batin Sia.


"Sia, ngomong-ngomong kau punya pantangan makanan gak? atau ada yg gak kau suka?" Tanya Jiho.


"Ah gak ada, aku pemakan segala, hehe" Kata Sia sambil tersenyum.


"Yaa walaupun semua makanan manusia gak ada gunanya bagiku" Batin Sia terus menjelaskan.


"Kupikir seorang model harus mengontrol dietnya"


"Ah gak juga, eh udah beres, yuk kita bayar" Ajak Sia.


Mereka lalu membayar semuanya di kasir.


Perasaan Sia saat ini campur aduk dia seperti sedang berbelanja dengan suaminya. Jantungnya daritadi gak bisa berhenti berdetak cepat. Karena ini pertama kalinya bagi Sia berbelanja dengan seorang cowok yg berstatus sebagai pacarnya.


Sudah menyelesaikan semua pembayaran, mereka berjalan keluar supermarket.

__ADS_1


"Sini biar aku yg bawa" Kata Jiho membawa semua kantong belanjaan.


"Nggak apa-apa aku bawa yg satunya" Kata Sia merebut salah satu kantong yg ada ditangan Jiho.


"Itu kan berat, biar aku aja yg bawa semuanya" Kata Jiho kembali.


*hadehh kalian yaa, terus aja kek gitu sampe upin ipin sarjana,, udah ekeu aja yg bawa!! sini,*


"Nggak kok gak berat, kita bawa satu satu kantong, dengan begitu kita punya satu tangan yg kosong" Kata Sia sambil mengangkat satu tangannya.


"Ah...." Muka Jiho langsung memerah.


Dia sekarang tau apa yg harus dia lakukan, Jiho lalu menggandeng tangan Sia.


Mereka lalu berjalan berdua sambil bergandengan tangan.


"Kau tau, ini aneh" Kata Sia.


"Aneh kenapa?!"


"Aku gak pernah mengira bahwa pegangan tangan itu terasa menyenangkan, karena sebelumnya aku gak pernah merasakan apapun saat bergandengan tangan dengan orang lain, tapi denganmu aku rasanya lebih sedikit santai..."Jelas Sia.


Jiho menoleh ke arah Sia, dia memandang Sia sangat dalam.


Sia menunduk.


"Kau tau, ini pertama kalinya bagiku, aku merasakan hal semacam itu"


Jiho terdiam mendengar penuturan Sia.


"Sama aku juga...." Kata Jiho lirih.


"Sekarang mungkin terasa menyenangkan, tapi akan lebih baik tanpa sarung tangan, menurut mu gimana?!" Tanya Jiho.


Sia langsung kaget mendengar pertanyaan Jiho yg gak sempat dia pikirkan sebelumnya.


"Ah itu hmmmm" Sia gelagapan, padahal sangat jelas,selama ini Sia sangat berharap itu akan terjadi.


"Sebenarnya aku berpikir akan menemui konsultan"


"Konsultan?!"


"Selama ini kau sudah berusaha keras untukku, jadi kurasa sekarang giliran ku, ku tau ini cukup berat bagiku, tapi aku mau mencobanya " Kata Jiho berkata lirih sambil menunduk.


"Mau ku kenalin sama kakakku gak? kakakku kan seorang psikiater, kalau kau mau aku bisa mengenalkan nya padamu" Tanya Sia pada Jiho.


**


Jiho sudah sampai dirumahnya, dia sedang melepas baju, pikirannya selalu teringat Sia.


"Dia mempunyai seorang kakak, kalau dipikir-pikir selama ini aku gak pernah tau banyak tentang dia, dan orang-orang di sekitar nya, dia gak seperti ku, jadi dia pasti dikelilingi keluarga dan teman-temannya, ditoko buku juga kan dua remaja itu bilang bahwa anggota boyband itu adalah teman masa kecilnya dan itu membuatku kepikiran dan membuatku jengkel" Jiho berbicara sendiri.


Ting tong.....ting tong......ting tong......


Bel berbunyi.


Jiho kaget mendengar suara bel tiba-tiba berbunyi.


"Gak ada orang lain yg bertamu jam segini kecuali Sia, huh dasarrr" Kata Jiho sambil berjalan membukakan pintu memakai bajunya kembali.


Kriett.....


Suara pintu dibuka oleh Jiho.


"Kenapa? Ada apa lagi? apa ada kecoak di.........."

__ADS_1


Jiho kaget ternyata bukan Sia yg datang bertamu padanya.


__ADS_2