
Besoknya....
"Ke pantai?" Jiho bertanya bingung.
"Ituu....hmmmm maksudku kenapa kita gak mencari udara segar, minggu lalu kamu kan bermasalah dengan kebun binatang, kali ini gak akan seperti itu".
Jiho dan Sia sedang berbicara lewat telepon.
"Tapi aku gak bisa meninggalkan rumah ku, terlalu lama"
"Kenapa? Ada masalah?" Sia heran, gak biasanya Jiho seperti ini.
"Aku harus memberi makan ikan mas nya" Jiho berbicara sambil melihat si ikan di akuarium.
"Kan cuma sehari saja, gak bakal mati kok" Kata Sia membujuk Jiho.
"Ta..tapi..menurut buku harus di beri makan dengan kadar yg tetap dan diwaktu yg tepat" Jiho semakin cemas di buatnya sambil menatap si ikan.
"Wah gak nyangka, dia sampai membaca buku tentang ikan segala" Batin Sia.
"Jangan khawatir, kita gak akan pulang telat kok, kita akan berangkat pagi dan pulang sore, yaudah yah sampai besok Jiho, byee"
Tuuuuttt...Sia menutup telepon nya.
Jiho masih terpaku dengan panggilan telepon Sia tadi yg mendadak.
"Kenapa tiba-tiba mengajak ke pantai?"
**
Di dalam kamar Sia lagi duduk di kasur lembutnya.
"Bagus gak ada yg lebih menarik selain bertamasya untuk bisa pedekate sama seseorang"
Sia mulai membayangkan nya.
"Berjalan berduaan di pantai yg sepi di sebuah pulau, kami akan saling mengenal satu sama lain lalu kami akan terdampar di pulau karena ketinggalan kapal, kalau kami tidur dan hanya kami berdua yaa kami berdua.., kemungkinan aku akan mempunyai kesempatan untuk menyentuh nya, aku bisa menyerap energinya sebanyak yg ku mau, kyaaaa baguss sekali" Teriak Sia.
Dengan tangan disamping kedua pipinya yg memerah, Sia membayangkan apa yg akan dia lakukan nanti sama Jiho jika dia pergi ke pantai.
"Yah, walaupun itu cuma impianku"
Sia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yg empuk dan berbaring.
"Fiuh....aku bahkan gak menginginkan itu aku cuma ingin tau kisah hidupnya, aku ingin tau tentang apa yg terjadi padanya di masa lalu dan mengapa buku itu sangat penting untuknya, banyak hal yg ingin ku tanyakan" Kata Sia berbicara sendiri.
"Tapi menurutku, bukannya kita lebih dekat dari sebelumnya" Kata Sia, dia mengingat kembali kejadian demi kejadian yg dia alami bersama Jiho.
__ADS_1
Dia teringat kejadian dimana Jiho menyentuh tangannya, waktu di kebun binatang tepatnya di kandang kelinci.
"Yang pasti hari itu setelah dia menyentuh ku,aku semakin menginginkan nya lagi dan lagi, aku makin ngidam untuk menyentuhnya" Batin Sia, sambil terus mengingat kejadian itu.
Sia lalu berbalik memiringkan badannya sambil memeluk guling.
"Sekarang tinggal tiga halaman yg tersisa, apa aku bisa berbuat lebih sebelum semuanya berakhir? aku ingin menyentuh nya, sungguh.....ayam"
Sia menyipitkan matanya perlahan dan tertidur.
**
Jiho sedang memberi makan ikan nya, dan seperti biasa dia memberi makan sambil berbicara sendiri.
"Besok aku akan memberimu makan sebelum berangkat pagi-pagi jadi bertahanlah sampai sore"
Plup plup plup...terus berenang terus berenang.
Si ikan lagi berenang santuy sambil makan makanan yg diberikan Jiho.
"Jangan kesepian, aku akan segera kembali kok" Jiho berbicara sendiri kepada ikan itu.
"Pergi ke pantai?? apa maksudnya? aku gak tau apa maksudnya, aku gak pernah bepergian sejauh itu sama siapapun, tapi...aku pikir aku akan baik-baik saja dengannya, bagaimana menurutmu?Hmm aku gak bilang aku percaya padanya atau semacam itu, itu cuma karena aku beberapa kali bertemu dengannya, jadi......"
Kriing....kring...kring..
Jiho memandang tajam nama yg tertera di layar ponsel nya yg sedang memanggil nya, dia gemetar, ekspresi wajah nya sangat sedikit muram. Mau tidak mau Jiho mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo.." Jiho berkata dengan suara gemetar nya.
"Ini aku, bagus kau mengangkat telepon ku, sudah setahun sejak terakhir kau menelpon ku, yaa aku tau kau memang selalu seperti itu, kau tau kan, bulan depan adalah peringatan kematian ayahmu, sebagai putranya setidaknya kau harus datang, bukan begitu?"
"Baiklah, aku akan datang"
Jiho tanpa banyak bicara, dengan gemetar mengakhiri panggilan telepon itu.
Tiba-tiba tubuh dia gemetar sangat kuat.
Lagi-lagi kenangan itu muncul lagi dibenak nya.
Jiho kecil sedang duduk seorang diri sambil menangis sesenggukan.
Suara seseorang kali ini terdengar sangat jelas.
"Hu hu hu hu.......ibuu kau dimana? hu hu"
"Kotornya, sangat kotor, anak kotor seperti itu..ha ha ha" Suara seseorang membuat tangisan Jiho kecil makin menjadi.
__ADS_1
"Hu..hu.hu hu hu hikss hiksss"
Huh hah huh hah.
Jiho tersadar dari lamunan kejadian waktu dia kecil.
Dia terhuyung jatuh, dan duduk di dekat akuarium.
Nafasnya sangat sesak dia rasakan, keringat di keningnya bercucuran, dia memegang erat dadanya yg terasa masih sedikit sesak.
**
Keesokan paginya Sia pergi ke rumah Jiho.
Ting tong....ting tong.....ting tong...
Sia memencet bel rumah Jiho.
"Aneh, seharusnya dia sudah keluar daritadi, gak biasanya dia terlambat, ada apa ya?? apa sebaiknya aku telepon saja kali yaa?" Sia berbicara sendiri sambil terus memencet bel nya.
Ketika Sia akan mengambil ponselnya dari dalam tas, tiba-tiba..
Kriett...
Suara pintu dibuka oleh Jiho.
"Eh Jiho, akhirnya kau membuka pintunya, kau terlambat, apa kau habis begadang yaa?, ayoo cepatlah siap-siap, kita akan ketinggalan kereta" Sia berbicara kepada Jiho yg berada dipintu rumahnya.
Jiho terdiam beberapa saat, lalu berkata.
"Aku gak ikut....."
"Apa?" Sia memandang Jiho kaget gak percaya.
"Aku sudah gak membutuhkan buku itu lagi, jadi hentikan sekarang juga" Kata Jiho lirih dan lemas. Mukanya sangat muram dan gelisah, raut kesedihan nya sangat terlihat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apa yg terjadi pada Jiho selanjutnya gengs?
A. Pingsan
B. Memarahi Sia dan menutup pintunya
C. (Isi sendiri)
Jangan lupa suka, komen, favorite and bagikan gaess.....hatur tengkyuu❤️
__ADS_1