
"Ayam..?! Siapa kira-kira yg di maksud Sia dengan nama seperti itu?! hmmmm," Baryu ngoceh sendiri.
Bip..bip...
**
Jiho masih asyik duduk diruang kerjanya dengan ponsel yg berada di tangannya.
"Kenapa dia begitu ceroboh, dia pikir sekarang jam berapa? berisik sekali, jelas-jelas kamar ini gak kedap suara" Jiho sangat kesal dibuatnya.
Kring..kring...
Anda mendapat pesan baru.
Jiho lalu membuka pesannya, dan dia terlihat sedikit sedang berpikir.
Ayam: Diamlah!!😡
Penguntit: Berbumbu? Digoreng?
"Apa sih yg sedang dia omongin?" Jiho bingung sendiri dibuatnya melihat isi pesan itu.
**
Di dalam toilet.
Sia Lee sedang menggosok giginya di atas wastafel, sambil menghadap ke cermin besar, dia berkata,
"Baryu, cowok tengil itu, kadang-kadang dia membuat ku tersipu-sipu dengan mengatakan hal yg aneh-aneh, dia suka merayu cewek yg baru saja dia jumpai, dia harus menghentikan kebiasaan buruknya itu,, Fuih...tapi......."
Sia Lee menghentikan aktifitas menggosok giginya, mata dia melihat ke arah area di atas perutnya yaps dia melihat dadanya.
"Tapi......apa emang dada ku benar-benar kecil?"
Sia Lee mengintip ke dada nya dari atas kaosnya.
"Ah menurutku lumayanlah"
1 Jam kemudian.
Bruak....
Kaleng bir disimpan ke atas meja dengan setengah menggebrak nya.
"Itu omong kosong, cuma karena dada kakak ku lebih besar dariku bukan berarti punyaku kecil, ini ukuran B-cup penuh dan ukuran dada itu gak penting yg paling penting itu adalah bentuknya"
Sia Lee benar-benar mabuk.
"Benar" Baryu menimpali dengan semangat dan mengacungkan kaleng bir di tangannya.
"Yang mulia, aku telah membuat lelucon yg sangat buruk, Ratu Sia Lee lah yg paling sempurna dan terbaik" Baryu jongkok didepan Sia Lee layaknya seorang utusan.
Drama dimulai!!
Baryu dan Sia benar-benar mabuk.
Sia Lee lalu berjongkok juga dan menyentuh dagu Baryu.
"Benarkah? coba tunjukkan kesetiaan mu padaku!"
"Aku hanya bisa membuktikan nya dengan tubuhku"
Sementara itu Sihwan bangun dan duduk di sofa.
"Uhh, apa tadi aku pingsan? kenapa ada kain putih di wajahku?" Sihwan melihat kain itu sambil memegang kepalanya yg pusing.
Baryu masih saja menggoda Sia, dia berdiri sambil mau membuka celana nya, sementara Sia duduk di sofa.
"Ada dua bentuk Yang Mulia, Anda mau lihat yg mana, biar kutunjukkan"
Sia panik dan kaget.
"Tidak...jangan...jangan berani-beraninya kamu mengeluarkan benda yg menjijikkan itu"
Dua makhluk konyol itu.
"Yaa, ampun sudah berapa kaleng yg kalian minum?" Sihwan bertanya.
"Yayy, Sihwan sudah bangun"Baryu senang dan langsung menghampiri Sihwan.
Sreetttt..
__ADS_1
Baryu menarik baju Sihwan ke atas, dan melirik ke arah Sia.
"Yang mulia apa anda menyukai perut six pack Sihwan? dia bisa memerankan tokoh 'pria sehat' di O'rnij loh"
Sia hanya mengacungkan jempolnya.
"Kalau mau kau boleh menyentuh nya, kau tau kan dia adalah pelayanku"
Sial!!
"Sudah cukup jangan minum lagi" Kata Sihwan berteriak.
"Aahhh Sihwan jadi marah, takut....lindungi Yang Mulia"
**
Tek...tek...tek...tek...tek...
Suara mengetik.
Ha ha ha ha..
Kyaaaaa..ha..ha..
".............."
Ha ha ha...
Bwahahahha ha ha..
Jiho menutup kedua telinga dengan kedua tangannya.
"Aku jadi gak fokus kerja, Dia gak bilang apa-apa lagi setelah chat aneh itu, pasti dia sedang bersenang-senang dengan teman-teman nya, Ah apa aku keluar menghirup udara segar dulu kali yah"
Jiho lalu berdiri dari tempat duduk nya dan pergi keluar rumah.
**KUPU-KUPU DAN HARMONIKA BERSIAP DENGAN PETUALANGAN MEREKA.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN MEREKA BERTEMU DENGAN TAMBORIN YANG SEDANG MENANGIS DI JALAN.
KUPU-KUPU BERTANYA PADA TAMBORIN,
TAMBORIN MENJAWAB,
"AKU SEDIH, MANUSIA MENGGUNCANG-GUNCANGKAN TUBUHKU DAN MEMUKULKU, RASANYA SAKIT SEKALI"
HARMONIKA BERKATA,
"AYO PERGI, BERPETUALANG BERSAMA KAMI**"..
Jiho sedang berada di taman, dia membaca potongan cerita ini lewat ponselnya.
Dan seperti yg telah diduga kain putihnya tidak ketinggalan sebagai alas duduk dibangku taman ini.
"Aku perlu lebih banyak, aku harus menunggu seminggu lagi untuk halaman berikutnya, Fiuh.....aku gak tau apa yg sedang aku lakukan, ini bodoh sekali"
Jiho berbicara sendiri.
"Hmmmm, apa sudah selesai ributnya? apa sebaiknya aku pulang sekarang?"
Tiba-tiba...
Tep....tep..tep....
Guk.....guk..guk...
Jiho melihat ke samping darimana asal suara itu.
Benar saja disamping bangku yg sedang dia duduki, ada seekor anak ****** yg sangat imut.
Jiho langsung kaku gak bergerak sama sekali. Pikiran nya melayang....
"Gigitan ****** menyebabkan tetanus, rabies, dan infeksi bakteri lainnya, ada ribuan jenis kuman yg ada di mulut ******"
Guk....guk...guk....
"Aarghhh, tunggu..jangan mendekat" Jiho semakin gemetar di buatnya, keringat mulai membasahi keningnya yg datar.
Terlalu kaget untuk bergerak.
"Jangan....pergi sana pergilah dasar makhluk berbulu"
__ADS_1
Jiho gak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya terlalu kaku untuk bergerak. Dia diam seolah menjadi patung.
"Jangan...ku mohon, aku benci ini........siapapun tolong.........."
"Tutup matamu!!
Dan pikirkan hal-hal yg menyenangkan, dan semuanya akan segera berakhir. "
Jiho lalu teringat semua kata-kata Sia Lee.
Yaa, hal-hal yg menyenangkan.
Jiho lalu menutup matanya dan mengingat kenangan saat dia kecil, seseorang yg penuh kasih sayang membelai mesra rambutnya.
Jiho tersenyum hangat.
"Leo ternyata kamu disini,sudah ku bilang jangan suka melompat ke orang asing, jangan nakal, apalagi sampai menakuti orang lain. Mari pulang." Kata seorang cowok berbicara pada anjingnya.
Mendengar itu dan merasakan suasana yg lebih aman, perlahan Jiho membuka matanya.
"Maaf yaa, anjingku telah mengganggu mu" Kata si pemilik ******.
Jiho diam saja,dia masih shock dengan kejadian barusan. Dia sedang mengatur nafas dan detak jantungnya.
**
"Baiklah, kami pergi yaa, jangan lupa mengusir rasa mabukmu" Kata Sihwan didepan pintu rumah Sia.
Mereka sudah selesai dengan acara mereka, dan mereka mau pulang,Sia yg belum sadar betul mengantar mereka depan pintu.
"Sampai jumpa bulan depan saat kami kembali Sia, aku ingin menginap disini malam ini hu hu hu" Kata Baryu sambil memeluk Sia.
"Maaf ya, awasi dirimu dan Sihwan, baik-baik disana yaa, dan jangan ada yg tertinggal di Jepang" Sia tersenyum sopan dan menjauh dari pelukan Baryu.
"Ohiya, Sia ngomong-ngomong siapa si ayam itu?"
"Hah......" Sia langsung sadar sepenuhnya, saat Baryu berbicara soal ayam.
"Aku lupa tadi ada yg ngechat kamu, namanya si ayam, udah aku bales kok"
"Kau bales???? kau mengetik apa brengsek, sialan kau"
"Nggak penting sih, sekarang yg penting apakah dia penting bagimu?" Baryu mencondongkan badannya ke arah Sia supaya bisa melihat ekspresi Sia lebih dekat.
"Eh....apa?...nggak..itu cuma restoran pesan anter menu ayam,, kau tau kan aku akhir-akhir ini tertarik sama ayam" Jelas Sia sedikit kikuk.
"Selagi aku pergi, kau jangan selingkuh sama ayam yaa!" Kata Baryu sambil mengecup pipinya Sia.
Baryu berbalik,
"Di Jepang, aku akan belikan kamu lingeri ya, biar gampang di lepas" Baryu tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Hey...kau..Baryu...sialan,dasar mesum .."
Baryu dan Sihwan berjalan di lorong apartemen itu.
"Ah simba, dia itu imut sekali, dia itu polos beda dengan penampilannya jadi senang godain dia"
"Kalau kau terus seperti itu, suatu hari kau akan menyesal" Kata Sihwan
"Menyesal, apa maksud mu?"
Duukk......
Tiba-tiba Baryu menubruk seorang pria.
"Ah, maafkan aku"
Pria itu menoleh ke Baryu dan menatap tajam.
Pria itu adalah Jiho, yg baru saja kembali dari taman.
"Ya ampun tatapan nya, seolah-olah aku ini jorok, kira-kira dia mengenali ku enggak ya?" Baryu menempel pada Sihwan, seperti seorang anak kecil yg ketakutan.
"Sepertinya dia satu lantai dengan Sia"
"Apa yg dibicarakan Sia, adalah dia?" Baryu ngomong sendiri.
"Apa? Siapa?"
"Tetangga barunya"
__ADS_1