
"Ada perlu apa dengan pacarku?"
Sia Lee bertanya kepada wanita itu sambil mencengkram tangannya.
Apa dia? Vampir juga?
Gak salah lagi, dia sama sepertiku.
"Ah yaa, aku mengerti, kau pasti penguntit mesum yg terus-terusan mengikuti dan menyentuhnya, bagaimana kalau kau berhenti sekarang? kau pikir, kami gak tau hah? jangan pernah lakukan hal ini lagi, mengerti?"
Sia Lee dengan tatapan tajam nya lalu melepaskan tangan nya yg mencengkram keras tangan wanita itu, seolah memperingatkan bahwa wanita itu harus menjauh dari mangsanya.
"Ma...maafkan aku"
Wanita itu gemetar ketakutan melihat ekspresi Sia, dan berlalu pergi.
"Oke, sekarang jauh lebih baik!!, karena sudah ku gertak, dia gak akan menguntit mu lagi, lihat kan? jelas aku ini bukan penguntit" Sia Lee menjelaskan ke Jiho.
"Siapa namamu?" Jiho tiba-tiba bertanya pada Sia.
"Eh, maaf....."
"Aku tanya namamu?"
"Ah, nama ku Sia Lee"
"Baiklah, nona Sia Lee sekarang aku tau bahwa kamu bukan seorang penguntit, aku minta maaf atas perlakuan ku tempo hari padamu"
"Gak masalah, kita kan bertetangga, aku bisa mengerti kenapa kau melakukan nya"
Bagaimana kalau dengan salaman? ayoolah aku ingin sekali menyentuh mu.
"Tapi...menurutku kau gak beda jauh dari penguntit itu, bagiku kau seperti menggantikan posisi nya, kamu tau apa maksud ku kan?"
"hah?"
"Coba kau pikir lagi, apa yg pernah kau lakukan terhadapku? kau menggedor pintuku saat kau mabuk, lalu lari begitu saja setelah menyentuhku"
"Tapi..itukan..."
"Kau pikir kita bisa menjadi tetangga yg baik,. cih kurasa tidak!! semua yg kau lakukan tadi kepadaku, itu ku anggap sebagai permohonan maaf atas kelakuan mu kemarin, aku gak mau bertemu lagi dengan orang seperti mu yg ceroboh dan tak tau malu"
Jleb....
__ADS_1
Sia Lee kaget dengan kata-kata yg di ucapkan oleh Jiho.
"Hei, aku tau,, aku membuat masalah tapi....kau pikir aku melakukan itu dengan sengaja apa? aku juga gak suka orang yg sombong dan kasar seperti mu, aku gak mau ketemu kamu lagi, tapi aku gak bisa"
"Gak bisa? cih, apa maksud mu adalah kamu gak bisa untuk berhenti menguntit dan menyentuhku hah? jangan-jangan kau ini sakit jiwa, atau kau akan mati jika tidak menyentuhku? barusan kau bilang, kau juga gak suka aku, jadi mulai sekarang jangan ganggu aku, sebenarnya apa yg kau inginkan dariku?"
"Eh itu.........."
Aku ingin menyentuhmu, aku ingin memakan mu, aku ingin menyerap energi mu, karena kau begitu nikmaat.
"Karenaa......"
Sia Lee tergagap menjawab pertanyaan Jiho.Bingung harus jawab apa gak mungkin kan dia harus jawab karena kau adalah mangsa ku atau karena kau adalah ayam yg jadi tetangga ku...
"Aaaaaa..... karena aku.........aku suka kamu"
Jreng jreng.......
Jiho yg mendengar pengakuan Sia melongo terpaku, dia masih gak percaya dengan apa yg barusan dia dengar.
Sia Lee melanjutkan kalimat nya.
"A...aku suka kamu sejak awal kita bertemu dengan kata lain, aku naksir kamu, kau tau kan ketika kau menyukai seseorang, kau sangat ingin menyentuhnya"
"Tunggu...eh maksud ku..tunggu..."
Jiho benar-benar meninggalkan Sia Lee seorang diri di toko buku itu.
"Aisshh, sialan aku benar-benar kacau" Sia Lee menggerutu seorang diri.
Ring ding dong....Ring ding dong..
telepon Sia berbunyi lalu dia mengangkatnya.
"Halo simba, akhir pekan ini kita free, bagaimana kalau kita mengadakan pesta penyambutan di rumah baru mu itu?" Baryu bertanya pada Sia.
"hu..hu...apa sih yg baru saja aku katakan? aku begitu bodoh hu...hu..."
Sia Lee yg tidak mendengarkan Baryu dia malah menangis dan menyesali kata-kata yg dia ucapkan terhadap Jiho barusan.
Karena ponsel nya Baryu di loudspeker,Baryu dan Sihwan bingung.
"Eh simba apa maksud mu, apa yg baru saja kau katakan?"
__ADS_1
Lagi-lagi Sia tidak mendengarkan nya.
"Astaga...apa yg baru saja aku lakukan..hu..hu..hu..semuanya..hu..hu..semuanya telah berakhir"
**
Duduk di meja kerja nya, Jiho jadi tidak fokus bekerja, dia teringat dengan Sia yg mengaku bahwa dia menyukai nya.
"Dia pasti benar-benar sinting, sudahlah aku gak mau bertemu lagi dengan nya, lupakan saja, tenanglah dan fokus Jiho"
Jiho mencoba fokus dengan laptop di depan nya, dia membuka email yg belum dia baca.
"........?!"
*Sender. : Tiny Fairyland
Received : Mr.Jiho Shin
Add to Adress: /book/
Peringatan untuk tuan Jiho Shin.
Dengan Hormat.
Maaf sebelumnya, untuk menginformasikan bahwa pesanan anda (Cerita anak kreatif-Harmonika Yang Sedih) telah dibatalkan karena barang tidak tersedia.
Tiny Fairyland*
"Mati aku...!!"
**
Sia Lee berbicara dengan ibunya di telepon.
"Iya bu, aku baik-baik saja, ibu tenang aja yaa, bilang ayah juga aku baik-baik saja,,Eh, apa ayah bilang? daftar buruan? baiklah..baiklah...akan ku tulis nanti, iya..iyaa bu, aku ngerti, iya sampai nanti ya bu, bye...!!"
Sia Lee lalu menutup telepon nya.
"Ibu benar, aku harus lebih hati-hati saat menyentuh orang lain, ah aku bisa mati nih lama-lama, dari semula gak ada yg berjalan baik, aku harus berhenti dalam memilih makanan"
Sia Lee terus mengoceh sendiri sambil berjalan sampai ke depan rumahnya.
"Aku bahkan gak sanggup menatap wajah.........." Belum selesai bicara, Sia Lee tercengang melihat sesosok pria tampan yg berdiri di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Kau ada waktu?" Jiho bertanya kepada Sia Lee.