Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
28. NGGAK APA-APA KAN?


__ADS_3

Jiho masih berdiri terdiam terpaku. Dia kaku seketika tidak bisa menggerakkan badannya. Apa yg harus dia lakukan?


Sekarang, keringat dari keningnya mulai menetes, jantungnya masih berdegup kencang, nafasnya sangat memburu, terasa sesak di dadanya.


"Jiho.. lama gak ketemu" Wanita itu kembali menyapa Jiho, ada kerinduan yg teramat sangat yg dirasakannya.


"I...ii...ibu.." Kata-kata itu begitu saja keluar dari mulutnya melihat sosok yg ada didepan nya dengan perasaan yg gak karuan.


Jantungnya semakin cepat berdegup dan nafasnya seakan mencekik leher Jiho, dia tak kuasa melihat ibunya, dengan cepat dia berbalik dan pergi.


"Ah, Jiho mau kemana kau" Teriak Sia yg sejak tadi ada di samping Jiho.


"Jiho tunggu......Jiho..hey" Sia mengejar Jiho yg sudah sedikit berlari pergi keluar Kafe itu.


Sesampainya di luar Kafe, Jiho berhenti dan masih berdiri membelakangi Sia.


"Apa-apaan ini?" Tanya Jiho kepada Sia dengan nada yg gak begitu tinggi namun tegas.


"Maafkan aku, aku tau kamu pasti terkejut, maaf aku gak memberitahu mu sebelumnya, hari itu kamu menceritakan semuanya padaku, tentang buku itu, tentang ibumu, dan kau bilang buku itu sangat penting bagimu walau buat orang lain itu bukan apa-apa, karena itu spesial buatmu, aku juga tau bahwa kau rindu ibumu" Sia berkata pada Jiho dengan tenang.


Jiho masih terdiam.


"Mungkin aku memang menginginkan nya, saat itu ku pikir itu kebahagiaan ku, tapi semuanya sudah berlalu, suaranya yg lembut, dan sentuhan tangannya mengusap kepala ku dengan hangat dan lembut, aku selalu merindukan nya, tapi sekarang..apa yg ku takutkan?bukankah itu yg slalu ku inginkan?" Batin Jiho.


Sia terus membujuk Jiho supaya mau masuk ke dalam Kafe bersamanya.


Jiho masih berpikir dan kemudian dengan banyak pertimbangan, Jiho akhirnya mau masuk ke dalam Kafe bersama Sia menemui ibunya.


Di dalam Kafe, mereka sudah duduk bertiga, dan belum mengatakan sepatah katapun.


"Benar-benar canggung, aku hampir gak bisa bernafas, ayolah ngomong sesuatu apa kek gitu, kalian sudah duduk selama sepuluh menit dan belum ngomong-ngomong , yaa amsyoong" Batin Sia meronta greget.


"Ohiya Nona Sia, Aku ingin berbicara dengan putraku secara pribadi, bisa tolong beri kami waktu sebentar" Kata Ibunya Jiho.

__ADS_1


"Ahiyaa, tentu saja, kalau gitu, aku permisi dulu" Sia beranjak dari tempat duduknya dan melirik Jiho.


"Apa dia baik-baik saja? ayam, wajahnya sangat pucat" Batin Sia.


Sia bergumam sambil berjalan keluar Kafe.


"Mungkin aku gak seharusnya melakukan ini atau bisa jadi Jiho hanya ingin menyimpan bukunya saja, tapi nasi sudah menjadi bubur" Sia lalu duduk dikursi diluar Kafe itu.


Sementara di dalam Kafe, Jiho sedang duduk berhadapan dengan ibunya, setelah sekian lama ini baru pertama kalinya bagi mereka bertemu kembali.


"Waktu cepat berlalu yaa?" Kata ibunya Jiho sambil memegang gelas yg berisi kopi.


"Kau telah bertumbuh dewasa, sejak terakhir kali aku melihat mu, aku pasti gak mengenalmu Jiho jika kita berpapasan di jalan"


"Kau gak banyak berubah.." Kata Jiho canggung.


"Oh benarkah? apa aku terlihat muda? apa aku masih terlihat seperti berumur 20tahunan?"


"Eh, gak juga" Jiho celingukan salah tingkah.


Mendengar ibunya berkata seperti itu, kembali Jiho teringat kenangan yg begitu sakit yg dia alami waktu kecil.


"Hu hu hu hu ibu kau dimana?"


"Kotor sekali, anak jorok seperti mu jangan mendekat, hahahah dasar jorok..." Kata ibu tirinya Jiho.


Rasa kesal di dadanya tiba-tiba muncul setelah mengingat kejadian itu, nafasnya menjadi tidak teratur.


Brak......Jiho menggebrak meja dengan keras sambil berkata,


"Apa menurutmu selama ini, aku baik-baik saja? lihatlah, apa aku terlihat baik-baik saja, begitukah? kau gak tau betapa menderitanya aku, kau gak tau apa yg selama ini ku alami setelah kau tinggal pergi, katakan!! kenapa kau melakukannya? kenapa kau meninggalkan ku tanpa sepatah katapun?" Kata Jiho, nafasnya terengah-engah, dia menahan amarah yg selama ini dia pendam sendiri.


"Aku tidak meninggalkan mu, aku hanya melarikan diri" Ibunya Jiho lalu menyimpan gelasnya di atas meja.

__ADS_1


Dia mulai menceritakan semuanya.


"Kau tau, ayahmu gila kerja, aku mencoba memahami nya karena ku mencintainya, ku pikir semua akan menjadi lebih baik setelah kami menikah, tapi aku salah walau sedang bersama nya, aku tetap merasa kesepian, aku merasa sendirian, sampai disuatu titik, mungkin itu adalah titik jenuhku, aku begitu merasakan sakit tiap kali melihat mu, aku takut melampiaskan amarah kebencianku terhadapnya padamu, Jadi aku melarikan diri dari kehidupan ku, aku yg salah, aku telah gagal menjadi seorang ibu"


Ibu Jiho mengambil nafas sejenak dengan matanya yg berkaca-kaca.


"Sejak saat itu aku selalu merasa bersalah, aku menyesal telah meninggalkan mu, aku merindukanmu sepanjang waktu, gak pernah aku melupakan mu sedetik pun, tapi semua itu gak bisa diulang"


"Bohong!! kalau begitu kenapa kau gak pernah menengok ku, kau gak pernah menemui ku sekalipun, aku menunggumu kenapa kau gak mencari ku?" Kata Jiho sedikit berteriak karena kesal.


"Aku gak bisa, gak...itu sesuatu yg gak boleh kulakukan, karena kau gak datang untuk mencari ku, aku berpikir berulang kali, aku sudah terlanjur meninggalkan mu, aku ini ibu yg sangat buruk Jiho. bagaimana aku menemui mu? aku pikir kalau aku melakukannya, itu akan membuatmu lebih kebingungan dan terluka, aku gak merawat mu dengan baik karena itu aku gak mau mencampuri kehidupanmu, aku mencoba bersembunyi sebisa ku agar kau gak bisa menemuiku, ku pikir hanya inilah yg bisa ku lakukan untukmu"


Jiho hanya diam mendengarkan penuturan ibunya, tatapan nya kosong.


"Sebenarnya aku gak mau datang kesini, hari ini tapi aku berubah pikiran setelah ku bertemu dengan dia" Kata Ibunya Jiho sambil lagi-lagi menyeruput kopinya.


"Dia?? maksudmu??"


"Yaa, gadis yg bersama mu tadi, Sia Lee, aku bertemu dengannya beberapa hari yg lalu, aku mau menolak permintaan nya untuk bertemu denganmu" Kata ibunya Jiho, dia lalu mengingat kejadian saat dia bertemu dengan Sia disebuah Kafe.


Flashback.


Sia dan Ibunya Jiho sedang duduk disebuah Kafe.


"Aku datang untuk menolak permintaan mu, aku ini sudah melukai Jiho, kau tau aku ini ibu yg buruk dan gak pantas dipanggil ibu olehnya, walaupun aku menemuinya, gak ada yg bisa ku lakukan" Kata Ibunya Jiho kepada Sia yg sedang duduk di hadapan nya.


"Aku gak meminta mu untuk merawat Jiho, walaupun kalian terpisah,kau tetap ibunya, sebagai ibunya paling enggak kau bisa membantunya dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi supaya dia tidak menyalahkan diri sendiri dan gak menderita lagi" Kata Sia.


Flashback End.


"Lalu aku tersadar, dibalik topeng rasa bersalah ini, mungkin aku telah meninggalkan mu lagi, Itu sebabnya aku datang hari ini, memberanikan diri, Jiho mungkin ini terlambat tapi ada yg ingin aku katakan padamu, Aku tidak pernah berhenti mencintaimu seumur hidupku" Kata Ibunya Jiho dengan suara yg meyakinkan Jiho, matanya berkaca-kaca.


Jiho tetap terdiam.

__ADS_1


"Selama ini aku selalu berpikir gak akan ada orang yg mencintaiku, ku pikir semua orang yg dekat dengan ku akan meninggalkan ku, karena mereka gak bersungguh-sungguh mencintai orang seperti ku, bahkan kalau ada orang yg berkata menyukai ku aku gak merasakan apapun, aku gak tau rasanya mencintai karna selama ini aku gak pernah dicintai, Aku selalu sendirian.......tapi entah kenapa setelah mendengar nya berkata begitu aku seperti mulai....terisi kembali, aku gak apa-apa kan?" Batin Jiho.


__ADS_2