Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
06. TERIMAKASIH ATAS HIDANGANNYA


__ADS_3

WANITA DUAPULUH TAHUNAN DITEMUKAN TEWAS.


Tulisan itu terpampang jelas saat pertama kali Sia Lee membuka matanya.


Selembar koran menutupi wajahnya, dia kaget lalu bangun tiba-tiba.


"Aaaaaarrhhhh!! Apa aku sudah mati? Benarkah? Nggak mungkin,aku gak bisa mati seperti ini, bahkan aku belum mulai berburu, huh !! koran? eh dimana aku?"


Sia Lee yg sudah sadar, dia melihat sekeliling, dia hanya tidur beralaskan karpet seadanya dan badannya ditutupi penuh oleh koran.


Matanya tertuju pada sesuatu.


"Eh, kenapa sepatu boot ku dibungkus plastik?" benak Sia Lee bingung.


"Kamu sudah bagun?"


Tanya Jiho menyadarkan lamunan Sia Lee.


Sia Lee kaget dan menoleh ke arah sosok yg berbicara tadi, dan ternyata itu Jiho.


"Apa yg terjadi? kenapa dia ada disini?" Sia Lee bertanya dalam hatinya.


"Hei dengar, apasih yg salah dengan dirimu? Kalau kau bukan penguntit, lalu kenapa kau terus mengikutiku?"


Ah, tiba-tiba kejadian kemarin melintas di pikirannya, dia ingat saat dia dipaksa minum oleh Baryu dan diantar pulang oleh kedua sahabatnya itu, kemudian dia menggedor pintu rumah Jiho berkali-kali dan memohon ingin menyentuh Jiho.


Ya Ampuuun, itu sangat memalukan sekali.


"Ma..maaaf yaa semalam aku mabuk banget, ini benar-benar kesalahan,ini murni kesalahan yg tidak disengaja. Ngomong-ngomong terimakasih atas....."


Sia Lee baru saja ingin mengubah posisi duduknya.


"Jangan bergerak!! diam ditempat" Jiho sudah langsung menahan nya.

__ADS_1


"Letakkan tangan mu ke tempat semula"


Sia Lee dengan patuh menuruti Jiho, dia menempelkan kembali tangan nya di atas lantai disamping kaki nya.


"Kau mengotori lantai rumahku dengan staphylococcus, dan jangan salah.........."


"Dengan Staphy apa??" benak Sia.


#Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat anaerob fakultatif, tidak menghasilkan spora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm. S. aureus tumbuh dengan optimum pada suhu 37ᵒC dengan waktu pembelahan 0,47 jam.


"Bukan mau ku membiarkan mu masuk ke dalam rumahku. Kalau kau ku biarkan di depan rumahku, nanti akan ada yg menelpon polisi, lalu akan ada banyak orang yg keluar masuk ke dalam rumahku, dan rumahnya akan.......? Aahhh" Jiho menunduk, sambil memegang kepalanya, dia tak kuasa membayangkan nya.


"Tunggu, apa dia? sebaiknya aku mengetesnya" Kata Sia Lee dalam hati, Sia Lee lalu berdiri dan tangannya sengaja menyentuh pot bunga yg ada di rak buku dekatnya.


Jiho yg mendengar pergerakan dari Sia langsung menoleh ke arah Sia.


"Apa yg kau laukan? sudah ku bilang diam di tempat, jangan melakukan apapun bodoh, jangan bergerak sedikitpun" Jiho marah, berteriak ke Sia, dia lalu mengambil pot bunga yg tadi disentuh oleh Sia dan mengelapnya.


"Aiisshh, sial aku gak bisa semprot disinfektan disini" Batin Jiho.


"Apa dia memiliki.......myshopobia? Inilah kenapa rumahnya terasa bersih sekali, dan inilah alasannya dia benci bersentuhan dengan orang lain.Tunggu !! apa ini artinya aku gak bisa menyentuhnya? aku hanya ingin menyentuhnya, sekali saja"


#Mysophobia adalah ketakutan berlebihan dan tidak masuk akal terhadap kontaminasi bakteri, kotoran, debu, kuman, dan risiko infeksi penyakit.


"Jangan sentuh apapun, pergi dari rumahku sekarang juga, apa kau dengar?"


Jiho menyimpan kembali pot bunga itu, dan berteriak ke Sia, dia masih kesal karna ulahnya Sia.


Sia yg sejak tadi melamun jadi tersadarkan oleh teriakan Jiho. Bukan Sia namanya kalau gak membuat ulah.


Dia berjalan ke arah Jiho sambil mengepalkan tangan nya dan ekspresi marahnya.


"Kau...kau mau apa? Tunggu berhenti disitu ku bilang, aku gak peduli kau penguntit atau apa, tapi keluarlah dari rumahku"

__ADS_1


Jiho berjalan mundur, hingga dia terpojok di rak buku dibelakangnya dan sudah siap dengan semprotan pembersih ditangan nya.


Sia terus berjalan mendekati Jiho dan..


Brak..


Tangan Sia menyentuh rak buku, wajah Jiho dan Sia begitu dekat.


Membuat Jiho gemetar.


"Tadi malam, aku bilang 'biarkan aku menyentuhmu', mengenai itu, aku benar-benar minta maaf, kurasa aku sudah kelewatan, aku harus pergi sekarang"


Ekspresi Sia yg tadinya marah berubah drastis dia menjadi lembut. Dia tersenyum lembut dan menurunkan tangan nya yg sejak tadi berada di rak buku di samping Jiho.


Jiho yg melihat ekspresi mendadak Sia menjadi bingung.


"Maaf ya atas semua kejadian ini"


Sia membawa sepatu boot miliknya yg sudah dibungkus plastik oleh Jiho dan berjalan menuju pintu.


"Haruskah aku membuka sendiri pintu nya? mungkin nanti aku akan mengotori nya dengan staphy atau apalah itu.." Kata Sia sambil menunjuk ke arah pintu.


"Tidak, biar aku saja yg membuka nya"


Pintu itu lalu dibuka kan oleh Jiho.


"Ku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi"


"Jangan khawatir, sepertinya sih gak akan, baiklah kalau begitu...selamat tinggal"


Sia Lee berjalan keluar dan saat dia berjalan keluar melewati Jiho yg berdiri di dekat pintu tiba-tiba dia...........


Tiba-tiba Sia menyentuh dada nya Jiho yg memang Jiho sedang memakai baju yg dada nya terbuka.

__ADS_1


Sia Lee langsung berlari ke rumah nya dengan kekuatan penuh.


"Barusan aku menyentuhnya, harusnya dia..."


__ADS_2