
Setengah jam sebelumnya.
Baryu yg sedang dalam perjalanan dari Bandara, entah kenapa sangat ingin bertemu dengan Sia dulu.
Dia lalu menyuruh supirnya menurunkan nya didekat apartemen nya Sia.
Baryu lalu berjalan sangat senang dengan oleh-oleh yg dia bawa di tangan nya, karena dia akan bertemu dengan Sia. Tiba-tiba dijalan dekat apartemen Sia, dia melihat sosok wanita cantik itu sedang berdiri ditepi jalan sambil menelepon dan masih lengkap dengan koper yg dia bawa.
"Aih dasarr jodoh, itu dia, huh betapa cerobohnya dia dipinggir jalan sambil menelpon, simbaaaa tunggu aku, aku datang saaayaangg"
Sesaat Baryu langsung menghentikan langkahnya dan bersembunyi dibalik pohon terdekat disitu, dia melihat Jiho menggenggam tangan Sia. Ekspresi senang Baryu langsung berubah seketika.
**
Di dalam sebuah Apartemen, Sihwan baru saja selesai mandi, masih lengkap dengan handuk kecil di atas kepalanya.
Baryu yg sedang telungkup di atas kasur menenggelamkan wajah putihnya di atas bantal, menunjukkan ekspresi yg tidak suka mengingat kejadian yg dia liat dijalan tadi, niatnya mau memberikan hadiah Yukata itu ke Sia tapi nyatanya dia malah menyaksikan drama yg sangat dia gak suka dan gak dia duga.
Sihwan yg melihat Baryu seperti itu dan melihat tas Yukata yg Baryu bawa kembali, mulai memberikan komentar.
"Apa kau gak bertemu dengan Sia, kenapa kau bawa balik hadiahnya?"
"Jangan banyak tanya, aku lagi bete nih" Teriak Baryu kesal.
"Kenapa, apa terjadi sesuatu?" Sihwan heran dengan sikap Baryu yg seperti itu.
Baryu masih posisi semula, terlihat jelas rasa kesal di wajahnya.
"Dia.......si simba punya pacarr, dan aku gak bisa menerima itu" Kata Baryu, wajahnya semakin merah padam, ada kilatan cemburu disitu.
Sihwan hanya terdiam terpaku, dia hanya bisa diam menyaksikan sahabatnya itu sedang dibakar api cemburu.
***
Besoknya....
"Yg ada dipikirkan ku saat itu adalah.....Ya Tuhaaaaannn akhirnyaa..akhirnya aku mendapatkan ayaam" Teriak Sia kegirangan, dia sambil mengingat kembali kejadian dimana Jiho telah menembaknya.
Sia sekarang sedang berada di kantor kakaknya dan seperti biasa dia menceritakan semua yg dia alami kepada kakaknya itu.
"Lihatkan?! apa ku bilang, aku gak pernah gagal dalam hal berburu cuma masalah waktu saja, dan hal paling gak bisa aku percaya adalah dia memohon untuk berkencan denganku.....yeyeye lalala yeyeyeye lalalalla" Sia begitu sangat kegirangan saat ini, dia jingkrak jingkrak gak jelas.
Moran yg sejak tadi duduk dimeja kerjanya dan lagi memperhatikan tingkah laku Sia, dia masih bingung dan bertanya.
"Apa yg membuatnya mendadak berubah pikiran?"
Sia duduk disofa diruangan itu dan mengambil gelas minumannya.
"Aku gak tau sihyaa, mungkin dia terharu dengan usahaku atau mungkin dia udah sepenuhnya sadar bahwa gak ada cewek yg bisa melakukan semua ini untuk nya kecuali aku, aku gak tau pasti soal alasannya itu tapi yg jelas ini semua bagus untukku, bukan begitu?" Sia lalu menyeruput minumannya.
"Jadi apa kau menjawab 'iya'?!"
Sia menyimpan gelas minumannya diatas meja.
"Tentu saja iya, apalagi? kau tau kan berapa lama aku menunggu untuk ini, dan begitu ada kesempatan bagus kenapa aku harus menolaknya? aku bahkan gak perlu memikirkan nya lagi, aku langsung jawab 'iya' waktu itu"
Sia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Moran di meja kerjanya, dia membungkukkan badannya kepada Moran.
"Dan ngomong-ngomong yg lebih penting adalah, jika aku menjadi pacarnya aku akan punya banyak kesempatan untuk menyentuhnya" Kata Sia menyeringai.
**
Jiho sedang mondar-mandir gak jelas didalam rumahnya, dia bolak-balik seperti setrikaan, wajahnya sangat cemas dan risau..
"Jadilah pacarku...kumohon kencanlah denganku..kumohon"
"Aaarrhhhhh, oh Tuhan apa yg sudah aku lakukan? kenapa aku mengatakannya sih yaa ampun, apa yg ada didalam pikiran ku saat itu sebenarnya, dan aku...aku..tanpa sadar saat dia gak ada aku telah banyak ngirim sms yg memalukan padanya..oh shit....aku gak sanggup liat hapeku lagi"
Teriak Jiho setelah mengingat kejadian kemarin dengan Sia.
Jiho mengangkat kedua tangannya dan melihatnya tajam.
"Saat itu tanpa sadar aku meraih tangannya, entah kenapa aku ngerasa kalau dia bisa menghilang lagi dariku,aku ingin terus bersamanya, aku ingin dia tinggal di sisi ku, apa ini berarti aku udah menyukainya...aaarrrhhh" Jiho menenggelamkan wajah tampannya dikedua tangan nya.
Dia masih berdiri, perasaan nya gelisah gak karuan, masih gak percaya dengan apa yg telah dia lakukan.
__ADS_1
"Aku gak pernah berpikir bahwa aku akan punya pacar, sedetik pun gak pernah terpikir, apa aku akan baik-baik saja?"
**
Klik..klik...klik..jepret....jepret..
"Oke kerja bagus semuanya, cukup hari ini Sia, terima kasih " Kata Fotografer.
"Iya sama-sama"
Sia telah selesai melakukan pemotretan, dia beranjak dari tempat pemotretan itu dan berjalan ke arah sofa yg ada diruangan itu.
"Sia, hari ini kau begitu bersemangat, apa ada kabar baik kah?" Tanya kru yg ada disitu.
"Iyaa dong" Kata Sia senyum senyum sendiri.
"Wah wah wah Sia kau naksir seseorang yaa? kalau iya kau harus memulai nya duluan, akhir-akhir ini cowok lebih suka cewek yg agresif loh"
"I..iyaa.." Kata Sia ragu-ragu.
"Yaudah kalau gitu aku pergi dulu yaa, byee"
Kru itu meninggalkan Sia seorang diri.
Bip..bip..
Anda mendapatkan pesan baru.
Sia mengambil ponselnya dan memeriksa pesan itu.
Ayam: Kau lagi apa?
Penguntit: Aku lagi distudio, baru aja selesai pemotretan, kenapa?
Ayam: Aku ada rencana jalan-jalan nanti sore, apa kau mau ikut?
Penguntit: Aku mau banget 😘
**
Jiho dan Sia bertemu ditempat yg sudah mereka sepakati.
"Jiho..." Sia melambaikan tangannya.
"Maaf lama menunggu yaa, aku tadi agak lama ganti bajunya soalnya , maaf yaa" Kata Sia sambil berjalan menghampiri Jiho.
"Iya, gak apa-apa kok, lagian aku baru sampai ini"
Sia menatap tajam ke wajah Jiho dengan tatapan yg penuh makna dan sangat dalam, Jiho jadi kikuk dilihatin Sia seperti itu.
"Apa apa? kenapa? apa ada sesuatu diwajahku?" Tanya Jiho penasaran.
"Nggak, ada, aku cuma senang banget bisa melihatmu Jiho" Tutur Sia tulus.
Padahal dalam hatinya.
"Yaa mulai sekarang, aku akan bisa bertemu dengannya kapanpun dan dimanapun aku mau, gak perlu bikin alasan buku dongeng atau apapun itu"
"Yaudah yuk jalan" Ajak Jiho.
"Eh iyaa..hayu"
Setelah beberapa menit mereka jalan berdua ditaman yg gak begitu ramai.
*you know lah gengs, Jiho gak suka tempat ramai*
Sia lalu memecahkan keheningan bertanya pada Jiho.
"Ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba kamu ngajak aku jalan?"
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, jadi.........."
Sebelum Jiho menyelesaikan kalimat nya, Sia gak sabar sudah memotong Jiho berbicara.
"Sesuatu? seperti apa itu? apakah seperti kata-kata 'aku rindu padamu❤️ (tanda love)' yg kau kirimkan waktu itu?"
__ADS_1
Jiho kaget.
"Apa kau sudah gila? dan lagi aku gak pernah memakai tanda love dibelakangnya" Bantah Jiho kesal.
Sia hanya tersenyum,dia terus menatap Jiho dari samping.
Jiho terus berjalan pelan dan pandangan nya lurus gak menatap balik Sia.
Jiho kembali tenang dan berkata,
"Hanya saja, ku pikir akan lebih baik jika aku mengatakan nya lebih awal padamu, seperti yg ku katakan sebelumnya aku gak ahli dalam hal pacaran, dan aku gak suka dekat dengan orang lain, aku gak pernah berpikir aku akan berubah dalam waktu singkat, namun aku akan mencobanya, aku akan berusaha mengubah sikap ku sedikit demi sedikit"
Jiho menghentikan langkahnya.
"Dan mungkin aku akan melakukan kesalahan selama proses itu, jadi kumohon bersabarlah denganku, karena ini adalah pertama kalinya untuk ku" Kata Jiho sambil menunduk kan kepalanya.
Sia tertegun melihat Jiho dan berbicara dalam hati.
"Apa itu tadi? Dia terdengar seperti madangsoe yg melepas bajunya didepan manim 'ini pertama kalinya untukku' cih, apaan"
# "Madangsoe" adalah kata umum untuk pembantu pria. dan "Manim" adalah sebutan untuk nyonya besar dikorea pada zaman dulu. Madangsoe dan manim adalah pasangan yg berkonotasi memiliki hubungan erotis.
*Yaa kalau dikita nyamah tante cabe sama terong-terongan mungkin yah gengs*
"Ng..nggak masalah serahkan saja padaku" Sia tersenyum kecut dan berbicara sedikit berteriak karena imajinasi nya yg sedikit berlebihan tadi soal manim.
"Hei pelankan suaramu" Jiho kesal dan berjalan perlahan meninggalkan Sia.
Sia masih terpaku berdiri ditempat.
"Ya aku berpacaran dengan si ayam, bukan hal aneh jika aku menyentuhnya bahkan itu sangat lumrah, sekarang kami berada ditaman dan suasana nya sekarang cukup baik dan sepi, ini kesempatan emas bagiku, dekati dia secara perlahan dan gandeng tangannya...aku mau ayam...aku mau ayam...." Batin Sia bergejolak dia gak sadar sedari tadi dia ngeces, melihat penampakan tubuh Jiho dari belakang.
Sia lalu berjalan mendekati Jiho, dan tangannya sudah mulai dalam posisi yg akan menggandeng tangan Jiho dari belakang.
Tiba-tiba.........
"Ngomong-ngomong........" Jiho menarik tangan nya yg sejak tadi disamping nya, dia memegang tali tas disamping dadanya.
Dan menoleh ke arah Sia yg sedikit membungkukkan badannya, masih dengan tangan yg seperti nya akan meraih sesuatu.
Sia kaget dengan gerakan refleks Jiho, mukanya sangaat pucat, dia berpikir apakah dia akan ketauan?
"Apa...eh..yaa..ada apa?" Tanya Sia gagap,berkeringat dan langsung tegap berdiri.
Jiho memandang Sia.
"Ku pikir kau akan memahamiku, tapi aku mau meyakinkan saja, untuk saat ini kita harus menahan diri untuk saling bersentuhan dan gak perlu buru-buru"
Wadaww...Sia tercengang mendengar nya.
"Aku lebih suka kalau kita gak saling bersentuhan, aku tau aku menggenggam tanganmu waktu itu, tapi aku melakukan nya tanpa sadar" Lanjut Jiho.
Sia masih dalam keadaan yg jleb moment, seakan ada sesuatu yg menusuk dadanya, dia hanyut dalam ketidak percayaan nya.
"Aku masih ngerasa gak nyaman disentuh oleh seseorang apalagi menyentuhnya, berpacaran dengan mu gak harus melakukan sentuhan atau sejenisnya kan?" Jiho masih berbicara dengan tenang.
"Secara pribadi kupikir hubungan ala saudara untuk kita sudah cukup kan? jadi kita gak perlu buru-buru untuk............."
Keringat mulai keluar dari kening Sia. Dia gak tahan lagi dengan apa yg Jiho katakan.
"Umm....maaf menyela tapi..aku gak bisa melakukan nya" Sia tersenyum menyeringai menyiratkan bahwa dia akan melakukan sesuatu.
"Eh maaf?!" Jiho heran
Tap...tap...tap...langkah kaki yg sangat Sia sengaja berjalan menghampiri Jiho, dekat dan semakin dekat.
"Eh tu....tunggu apa yg akan kau lakukan?!" Jiho panik dan mundur dengan tergesa.
"Tu tunggu berhenti, jangan mendekat"
Jiho terus mundur dan tubuhnya tidak lagi bisa melakukan itu, tubuhnya mendarat disebuah tembok pagar, dia dalam posisi yg terjepit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*bab selanjutnya diperkirakan akan up tigahari lagi yaa❤️
__ADS_1
jangan rindu...rindu itu berat sama dipikul ringan sama dijinjing...aih paansih ah 😜 *lol
like terus, komen terus, vote terus, biar si akohnya semangcuyy😘❤️*