
Melihat kondisi Jiho yg sudah tidak bisa mundur lagi, Sia tersenyum menyeringai.
Brak.......Sia menghadang Jiho.
Tangan nya berada tepat disamping wajah Jiho dan sedang menyentuh tembok pagar.
"Untukku itu gak cukup Jiho, asal kau tau saja, aku selalu ingin bersentuhan dengan mu" Sia dengan suara sendu parau nya dengan nada sedikit menggoda tersenyum.
Sikap Sia barusan membuat lemas disekujur tubuh Jiho.
***
Keesokan paginya, Jiho baru keluar dari rumahnya.
Kriett....suara pintu dibuka.
Rupanya Sia sudah menunggu diluar cukup lama.
"Hai Jiho, selamat pagi...." Sia menghampiri Jiho dengan senyum yg sangat cerah.
Grepp...Sia menggenggam tangan Jiho.
Jiho sangat kaget dibuatnya.
Sia tersenyum lebar dan langsung meninggalkan Jiho yg masih berdiri terpaku.
"Semoga harimu menyenangkan" Sia melambaikan tangannya dan berlalu pergi.
"Apa itu tadi?!" Batin Jiho.
Jiho hanya melongo dan gak banyak berpikir soal itu, dia melanjutkan aktifitas nya, dia akan pergi ke tempat pembuangan sampah.
Sesampainya di tempat pembuangan sampah, Jiho sedang asyik memilah dan memilih sampah yg akan dia buang ke tempatnya masing-masing, ada sampah, plastik, kaleng, dan organik.
Sia lalu datang menghampiri Jiho lagi.
"Eh, kita ketemu lagi disini yaa Jiho" Masih dengan senyum cerahnya Sia menyapa Jiho.
"Oh sampah plastik,masuk ke tong sebelah sana yaa" Kata Sia berbicara sendiri dan mendekat ke arah Jiho.
Kebetulan tong sampah nya terhalang oleh Jiho yg berdiri, Sia sengaja menyentuhkan tangan nya ke lengan Jiho ketika membuang sampah plastik itu.
Jiho hanya melongo dengan apa yg dilakukan Sia terhadapnya.
"Aku sudah selesai Jiho, sampai jumpa" Sia tersenyum dan lagi lagi berlalu pergi begitu saja.
"Aih, apa-apaan sih dia.." Kesal Jiho sambil memegang lengannya.
**
Ditoko buku.
Jiho sedang melihat-lihat buku yg akan dia baca. Dia terus berjalan perlahan dari rak buku ini ke rak buku disampingnya.
Jiho mau mengambil sebuah buku, tiba-tiba.....
Grepp....lagi lagi ada yg menyentuh tangannya. Jiho sangat kaget dibuatnya dan menoleh ke arah orang yg berani menyentuh tangannya, ternyata dia adalah.....Sia Lee.....Sia tersenyum watados.
__ADS_1
Ekspresi wajah Jiho berubah suram.
"Sia, kita perlu bicara"
Mereka berjalan mencari tempat yg sepi untuk bicara, sampainya disalah satu lorong rak buku yg sepi, mereka menghentikan langkah mereka, dan Jiho berbalik mulai menatap Sia dengan tajam.
"Sepanjang hari ini kau menyentuh ku setiap bertemu denganku, kenapa kau melakukannya?" Tanya Jiho, kesal.
"Aku mau membuatmu terbiasa dengan sentuhanku, kalau kau terus mengelak dan gak mau kita bersentuhan dari hal yg kecil, selamanya gak akan ada yg berubah Jiho, jadi kupikir kita harus mencobanya sedikit demi sedikit" Jelas Sia.
"Yang aku tanyakan adalah, kenapa aku harus terbiasa dengan hal itu? tolong hentikan,menurutku ini gak akan merubah apapun, aku gak ngerti, kenapa kau selalu berusaha keras untuk hal seperti ini?" Nada suara Jiho mulai meninggi.
"Bukankah kemarin aku udah bilang, yg kamu katakan semalam itu mustahil bagiku, saat kau berpacaran dengan seseorang mungkin kau pasti ingin bergandengan tangan bahkan saling menyentuh, itukan wajar? apa aku salah?" Tanya Sia tenang.
Jiho menundukkan kepalanya, dia terlihat sedang berpikir.
"Apa hal semacam itu sangat penting bagimu? aku gak ngerasa begitu, cinta gak selalu tentang bersentuhan atau semacamnya, merasakan bahwa kau ingin terus bersamanya saja itu sudah lebih dari cukup bagiku, aku yakin banyak hal yg kita bisa rasakan daripada sekedar bersentuhan secara fisik"
**
"Nggak...itu gak cukup untukku" Sia sedang berbaring santuy disofa rumahnya, dia mengingat kembali apa yg menjadi kemauan Jiho dalam hubungan mereka.
"Bagiku, itu sangat beda cerita, bagaimana bisa aku hanya melakukan seperti yg dia katakan, bisa-bisa aku mati kelaparan, ayamku sudah ada tepat didepan mataku, kenapa aku gak menyantapnya, aku bukan orang seperti jaringob" Sia berbicara sendiri.
#Jaringob adalah paman gober dicerita kartun versi korea, dalam salahsatu cerita dia malah menggantung corina kuning kering dan menatapnya saja bukan menyantapnya saat makan.
Sia membalikkan badannya kesamping.
"Aku gak bisa terus-terusan hidup seperti ini, aku bukan biarawati, kupikir ini semua akan mudah jika aku sudah berpacaran dengannya, tapi ternyata enggak dan parahnya lagi saat ini aku gak mau yg lain hanya ayam yg ku mau, Gimana caranya aku bisa mempercepat hubunganku dengannya secara wajar? meskipun awalnya aku mengatakan bahwa aku ahli dalam hal pacaran tapi faktanya ini adalah pertama kalinya aku berpacaran..aaarhhh gimana cara ngatasin nya?"
Ponsel Sia berbunyi.
Dia telungkup dan mengangkat teleponnya.
"Oh halo..."
"Simba halo, ini aku"
"Baryu? kau dimana? apa kau udah balik dari Jepang, kenapa gak telepon aku?"
"Aku udah telepon kamu, tapi gak ada jawaban, apa kamu gak terima smsku?"
"Oh ha ha hari itu yaa, maaf, aku sibuk banget, aku baru balik audisi dari Italia"
"Hmm gitu yaa, ohiya simba aku membelikan mu Yukata warna hitam seksi, karena aku yg belikan, apa aku boleh memakaikan dan membuka nya untukmu?" Goda Baryu terkekeh.
"Idih..apaan sih ocehanmu gak karuan dasar setan kecil mesum, apa tiap hari kau hanya memikirkan itu aja?" Teriak Sia kesal.
"Tunggu...Benar!! dia adalah penasihat ku yg sempurna" Batin Sia.
"Ketemu Yuk, kapan kau ada waktu?" Tanya Sia lagi kepada Baryu.
"Sore ini ashiiaaappp simba, yaudah yah aku harus manggung, aku tutup yaa, bye simba"
Baryu lalu menutup telepon nya.
Sihwan yg sejak tadi berada disamping Baryu dan mendengarkan percakapn itu, bertanya.
__ADS_1
"Apa kau akan bertemu Sia hari ini?"
"Iyupss, aku harus memeriksa, Apa dia serius atau tidak dengan hubungannya" Baryu menunduk lesu.
**
Disebuah Kafe, Sia dan Baryu sedang bertemu.
"Tadaaa, bagaimana menurutmu, aku memilih ini khusus untukmu Simba" Baryu mengeluarkan Yukata dari tas shoping nya dan memperlihatkan nya pada Sia.
"Kalau kau gak mengijinkan ku untuk memakaikan dan melepaskan nya untukmu Simba, dengan fotonya saja kau memakai inipun aku sudah sangat puas, tapi kau harus melakukan pose yg aku ingin kan" Goda Baryu sambil memasukan kembali baju itu k dalam tasnya.
"Ngomong-ngomong kenapa kau mengajakku ketemu?"
Sia yg sejak tadi melihat sikap Baryu dengan sinisnya tersadarkan oleh pertanyaan Baryu.
"Ohya, aku mau tanya sesuatu , bagaimana caranya agar cowok ingin menyentuh cewek? kau pasti tau ada alasan-alasan tertentu cowok ingin melakukan kontak fisik dengan si cewek, kau kan banyak bertemu dengan penggemar cewek" Tanya Sia serius.
"Hmmmm kapan yaa aku ingin menyentuh seseorang?" Baryu terlihat berpikir.
"Kurasa sejak aku membuka mataku dan sampai aku menutupnya, bahkan dalam mimpi juga" Baryu tersenyum menggoda, dan mengedipkan sebelah matanya kepada Sia.
"Aishh, Kau ini sebenarnya jenis binatang apasih? Kayanya cuma kau yg selalu berpikiran mesum" Sia kesal dan mengejeknya.
"Tapi ini beneran, aku selalu ingin menyentuhmu, tiap kali aku bersama mu Simba" Baryu menatap dalam Sia.
Sia sekejap terkesima dengan tatapan Baryu.
"Idih, kau ini, kita kan sama-sama vampir, apa yg bisa kau ambil dariku? cih..." Sia sedikit salah tingkah karena tatapan itu dan menyeruput kopinya.
"Hmmm itu, lupakan!! ngomong-ngomong kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu, kenapa simba? kau gak perlu khawatir karena didunia ini banyak cowok yg ingin menyentuhmu"
Sia seketika langsung tergagap.
"Ah itu....eh..anu..."
"Tu......tunggu...gak mungkin, apa kau punya pacar? aku kan cuma pergi selama sebulan" Teriak Baryu langsung berdiri dan menatap tajam ke arah Sia.
"Hmm eh itu yaa terjadi begitu saja" Sia memalingkan wajahnya dari tatapan tajam Baryu dia pura-pura melihat sekeliling.
Baryu langsung duduk lemas.
"Ini gak mungkin, Simba udah tergoda dengan cowok lain? kenapa kau melakukan ini padaku Simba? padahal kau udah janji mau menikah dengan ku, dan kita nanti akan punya bayi yg lucu, yg mirip kau dan aku" Wajah manis Baryu bersembunyi di balik kedua telapak tangannya, seolah dia yg sedang di khianati disini.
"Apa? Kapan aku bilang mau menikah denganmu? dan ini semua gak seperti yg kau pikirkan, aku....aku berpacaran dengannya, hanya untuk menyerap energi dia, itu saja" Jelas Sia.
Baryu membuka kedua tangannya.
"Tapi kan selama ini, kau hanya berburu Simba gak penah dalam sejarahnya kau berpacaran dengan buruanmu"
"Eh..hmmm..anu entah kenapa sekarang ini berakhir seperti itu"
"Begitukah?" Baryu meihat mendekat ke wajah Sia.
"Apa?" Sia penasaran.
"Bukannya kau udah jatuh cinta padanya?" Tanya Baryu tegas.
__ADS_1