Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
13. AKU BUKAN CEWEK SEPERTI ITU


__ADS_3

"Lepaskan saja dulu bajumu, kita akan berfoto bersama" Dengan santuy nya Sia Lee berbicara, sambil sesekali dia membenarkan posisi mantelnya yg akan melorot.


"Apa?!" Jiho kaget bukan main, keringat di dahinya langsung keluar menandakan seolah tidak percaya apa yg barusan dia dengar.


"Apa katamu? Apa kau gila? kenapa aku harus melakukannya ditempat yg gak higienis seperti ini, agioo benar-benar sinting" Jiho merajuk gak percaya., membayangkan nya saja Jiho gak mampu apalagi sampai melakukannya.


"Pemotretan ini sangat penting bagiku, dan kalau aku lolos aku akan menjadi model merk barang favoritku, Dan konsep pemotretan nya adalah cewek merayu cowok yg diinginkan nya, menurutku itu sangat pas denganmu, ayolah ku mohon, mau yah?"


"Itusih urusanmu, bukan urusanku" Jiho cuek.


Jiho tetap pada pendiriannya.


"Begitu yaa, yakin..kau gak mau buku mu kembali?


Seketika itu Jiho diam gak berkutik.


"Aku gak akan menyentuhmu, jadi tolong bantu aku yaa...yah..yah..yah..pleasee" Sia Lee memasang muka imutnya.


"Arrhhhhhhhhh........Baiklah"


Seakan tidak punya pilihan lain, Jiho menuruti kemauan Sia.


Jiho lalu membuka baju nya, memperlihatkan otot kekar nya yg tertata rapi di bagian perut, menandakan bahwa tubuh ini sangat terawat.


"Wooww, terlihat lezat sekali, dia dekat dalam jangkauan ku tapi lagi-lagi aku harus menahan nya, aku gak bisa menyentuhnya, omegot toloong" Teriak batin Sia.


"Mandi..mandi..mandi..mandi..mandi.." Hanya itu yg Jiho pikirkan saat ini..


"Baiklah ayoo kita mulai" Kata Fotographer.


Jiho memakai kemeja berwarna putih, tapi kancing nya terbuka semua sedangkan Sia memakai baju lengan panjang yg bagian dada nya terbuka, dan bawahnya hanya sampai paha saja, sehingga memperlihatkan kaki lenjang nya Sia yg seksi.


Fotographer mengarahkan posisi yg bagus untuk pengambilan gambar.


Jiho berbaring di atas sebuah sofa tidur yg berwarna merah dan sengaja kemeja depan ny dibiarkan terbuka sedangkan Sia Lee seperti posisi merangkak di atas nya Jiho, tangan dia menopang tubuhnya sehingga tidak sampai bersentuhan. Dan tangan satunya memegang kerah kemeja Jiho.


"Baiklah tolong tetap seperti itu ya, biar ku atur yg lainnya, setelah itu ayoo kita mulai" Fotographer menyuruh mereka supaya tetap dalam posisi itu sedangkan dia mengatur intensitas cahaya dan yg lainnya.


"Tolong cepatlah"Jiho sudah gak sabar ingin semua drama ini berakhir.


"Buruanku yg lezat berada tepat dibawahku, tapi aku gak bisa menyentuhnya,aigooo..aku ingin banget menyentuhnya, bertahanlah Sia...sabar....sabar...." Sia Lee dalam hati sudah sangat tidak sabar.


"Jangan meringis, cowok apaan yg ber ekspresi seperti itu saat dirayu oleh cewek? kau mau mebuat audisi ku gagal?"


Sia Lee berbicara kesal kepada Jiho karena ekspresi Jiho didepan kamera yg tidak patut.

__ADS_1


"Apa yg kau mau dariku? aku bahkan gak tahu seberapa kotor sofa ini, atau mungkin di sofa ini banyak jamur nya, aku sudah mati-matian menahan diri nih" Ekspresi Jiho sangat ketakutan, seolah ada monster berada dibawah tempat dia tidur.


"Kau pernah dengar pepatah ini 'Dan Semua Inipun Akan Berlalu'...? Waktu kecil, aku sangat takut pada hantu, dan suatu hari aku pergi ke rumah hantu di taman ria.


Aku benar-benar ketakutan disana, aku merasa seolah-olah semua makhluk yg mengerikan berada di sekelilingku. Jadi, ku tutup mataku sambil memegang tangan ayahku dan memikirkan hal-hal lainnya.


Cokelat, permen, ayam, mainan dan hal-hal yg ku suka lainnya. Saat aku membuka mata, aku sudah berada di pintu keluar.


Jadi, Jiho pejamkanlah matamu dan pikirkan hal-hal yg kamu sukai dan membuat mu nyaman, maka semua ini akan segera berlalu "


Awalnya Jiho ragu apa yg dikatakan oleh Sia,tapi dia gak punya pilihan lain.


Lalu Jiho perlahan memejamkan matanya.


"Tahan yaa" Sia Lee berbicara pada Jiho sedikit menenangkan.


"Ayoo kita mulai, siap yaa..1 2 3" Fotografer mulai mengambil gambar mereka.


Klik....klik.....klik....Jepret


"Oke, bagus, shoot terakhir yaa" Fotographer berbicara.


Sementara itu dalam benak Sia.


"Ini sulit sekali, ayamku ada di depan mata, tapi aku gak bisa menyantap nya, tahan Sia...sebentar lagi...Hampir selesai bertahanlah....Tunggu sudah berapa lama aku tidak menyerap energi manusia, ah mungkin sudah lima hari..ah aku lapaar..ayam..ayam..ayam.."


"Yaa ampun aku gak tahan....ijinkan aku"


Siaa tanpa pikir panjang, dia langsung menyentuh dada bidang nya Jiho.


Jiho kaget dan langsung membuka matanya.


"Jangan sentuh aku"


Jiho bangun tiba-tiba dan tanpa sadar dia memukul pipi nya Sia dan mendorongnya.


Bruk.........


Sia terjatuh di lantai.


"Yaa ampun Sia...."


"Sia, kau tidak apa-apa?"


Para crew menghampiri dan menolong Sia.

__ADS_1


**


Sia dan Jiho pulang.


Mereka berjalan bersama menuju apartemen nya.


Sia masih menempelkan cairan es di pipi nya.


"Tega banget sih kamu memukul tepat diwajahku, ini adalah mata pencaharian ku, dan kau tau kan aku ini wanita?"


"Aku gak perlu minta maaf, semua ini salah mu, kau bilang kau gak akan menyentuh ku" Jiho kesal.


"Tapi badan ku bergerak sendiri"


"Bergerak sendiri? memangnya kau ini apa? seekor binatang? gak punya otak yah?


bisa berpikir dan berbicara rasional gak? "


"Maksudku ini seperti kau lapar dan ngidam makanan" Jelas Sia.


Mereka menghentikan langkah mereka.


"Tau gak, kalau kau ini terlihat sedikit murahan?" Jiho menatap tajam Sia.


Jleb.....


Sia Lee mendengar Jiho berbicara seperti itu langsung tertegun.


"Tampil setengah telanjang di depan banyak orang, dan menyentuh tubuh orang lain tanpa izin, yaah aku gak tau sih kalau menurutmu ini adalah hal yg wajar, karena kau memang cewek seperti itu, tapi aku gak........."


Belum sempat Jiho meneruskan kalimatnya, Sia terlebih dulu berbicara.


"Kau benar...aku memang cewek seperti itu" Sia Lee berbicara lirih,dan menunduk.


Jiho kaget dengan penuturan Sia.


Sia dengan hatinya yg terluka karena Jiho menyebut nya cewek murahan meneruskan kalimat nya.


"Saat SMU teman-teman ku memanggil ku dengan sebutan 'Ratu Genit', karena yg pertama kali ku lakukan saat bertemu dengan pria adalah menggenggam tangan nya, mungkin sudah lusinan pria yg ku sentuh sampai saat ini."


Wajah Sia mulai memerah, matanya berkaca-kaca.


"Sebelumnya kau berkata padaku, apa aku begitu putus asa akan sentuhan manusia? kau benar.... aku mati-matian menginginkan nya, sejujurnya sekarang pun aku masih ingin menyentuh mu"


Sia Lee terus menunduk menyembunyikan wajah sedihnya dan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh.

__ADS_1


"Selama ini aku sudah salah menilai mu, aku benar-benar gak suka orang seperti mu, sebaiknya segera kembalikan semua buku-buku ku, dan ini juga akan segera berlalu" Ungkap Jiho, dia tidak mau memikirkan apa yg Sia rasakan.


__ADS_2