
SEMUA PENUMPANG PESAWAT DENGAN NOMOR PENERBANGAN 1209 DARI INCHEON MENUJU NARITA PUKUL 19.00Pm, DIHARAP MENUJU PINTU 13 SEKARANG, TERIMAKASIH
Suasana di bandara begitu ramai seperti biasanya.
Di dalam pesawat.
"Selamat Malam tuan dan nyonya, ini adalah penerbangan 1209 dari Incheon menuju Narita, Jepang, penerbangan ke Narita diperkirakan akan berlangsung selama dua setengah jam, mohon eratkan sabuk pengaman anda" Pramugari di pesawat itu berbicara mengingatkan para penumpang.
Namun lain halnya dengan Baryu, dia sepertinya tidak mendengarkan apa yg pramugari katakan.
Dia sedang memikirkan sesuatu.
Dia melamun sambil melihat ke luar jendela pesawat.
Baryu teringat kembali dengan kata-kata Sia waktu itu yg tiba-tiba ingin makan ayam.
Dia masih penasaran dengan kontak yg ada di ponsel Sia yg diberi nama ayam, apakah ada hubungannya?
"Apa kau baik-baik saja?" Sihwan yg duduk di sebelah Baryu, bertanya.
"Kau terlihat kurang sehat"
"Aku baik-baik saja, cuma capek, berhari-hari aku gak ketemu sama fans ku, you know lah, apa maksudku jadi aku kurang energi dan semalam aku minum terlalu banyak"
"Hmmmm" Sihwan tau betul sahabatnya itu, pasti ada sesuatu yg disembunyikan.
"Pesawat akan lepas landas, mohon periksa sabuk pengaman Anda"
Pramugari kembali memperingatkan.
Brooommm....ngiung.
Pesawat lepas landas.
"Apa sebaiknya ku genggam tanganmu?"
"Aihhh, lupakan saja,,bodoh"
**
Bip....bip...
Anda menerima pesan baru.
Jiho yg sedang duduk dimeja kerjanya langsung membuka pesan itu.
Penguntit: Senin, jam satu siang,oke?
Ayam: oke!
Penguntit: Bagus, sampai ketemu nanti senin yaa:)
Ayam: Kali ini kita pergi ke tempat yg gak terlalu ramai yaa?!
Membaca pesan seperti itu dari Jiho, Sia yg sejak tadi tiduran dikasur lembutnya, langsung membalikkan badannya telungkup.
"Hmmmm..tempat yg gak ramai....?" Sia terlihat sedang berpikir.
*kuburan Sia kuburan, tempat yg gak ramai menurut akoh sihyah, bner gak gengs???*
Bip...bip...
Anda menerima pesan baru.
__ADS_1
"Eh, kakak"
Kakak: Datanglah, ke kantor ku, kalau lagi gak sibuk.
**
"Apa? Datang ke persekutuan doa? kenapa mendadak sekali?"
Sia kaget, dia sedang duduk dan minum kopi di ruang kantor bersama kakaknya.
"Sejak kau pindah, kau tidak pernah mengikuti kajian, Ayah jadi khawatir, datanglah untuk memurnikan jiwamu"
Kata Moran Lee, kakak nya Sia yg duduk berhadapan.
"Aku gak perlu pergi ke kajian untuk berburu" Bukan Sia namanya kalau gak keras kepala.
"Kalau aku pergi ke kajian itu,pasti disuruh gandeng tante-tante tua, buat apa? bagiku gak ada yg lezat selain........"
"Gak ada yg lezat,selain.....selain apa?
"Apa? eh enggak kok, maksudku akhir-akhir ini aku kehilangan nafsu makan....hahaha." Sia Lee tertawa dipaksakan , sambil meneguk kopinya.
Moran Lee menatap tajam ke arah adiknya, dia mendekati Sia dan mengangkat dagunya.
Sia kaget, matanya terbelalak atas perlakuan kakaknya.
"Hmmm, sekarang 73% senyuman mu, mengandung kejanggalan Sia, kau lupa apa julukan ku ya?" Kata Moran sambil tersenyum sinis.
Sia gemetar dan Cemas.
"Sial, aku hampir lupa julukannya, Moran si pembaca pikiran, dia bisa membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap nya" Batin Sia.
"Dia banyak menyerap energi manusia dengan menjabat tangan mereka sambil berkata 'pasti berat untukmu ya' dan berakhir menjadi seorang psikiater"
"Dulu kau bilang, 'berburu atau mati? ' dan sekarang apa? kau kehilangan nafsu, cih..coba jelaskan apa yg terjadi padamu sebenarnya hah? atau aku harus memaksamu untuk mengatakan nya, iya?"
"Aampuunnn ibu tiri, a..akan ku jelaskan semuanya" Sia menggoda nya dengan sebutan itu, sambil memohon di kaki kakaknya.
Lalu Sia menjelaskan semuanya tentang ayam ke kakaknya.
Brak........
Moran menggebrak meja.
"Apa? Kau gila yaa? jadi kau memutuskan ingin menyembuhkan tetangga mu yg aneh itu?" Moran Lee kaget.
"Eh...iya..akhirnya jadi seperti itu.." Sia Lee memasang wajah imutnya.
"Aku telepon Ayah sekarang"
"Jangan Moran, ku mohon, jika Ayah tau tentang ini, dia benar-benar akan mematahkan kakiku" Sia Lee memelas pada kakaknya.
"Hmmmm..dan entah kenapa aku merasa kau merencanakan sesuatu saat kau bertanya tentang mysophobia padaku waktu itu..."
"Moran, tolong bantu aku, pasti ada cara lain untuk menyembuhkan mysophobia,selain keinginan dari si penderita, aku sudah membaca beberapa buku, tapi aku gak tau gimana caranya,, aku akan bertemu dia senin depan"
"Hentikan! ini bukan sesuatu yg bisa kau sembuhkan dalam waktu sehari, gak ada yg tau berapa lama waktu dalam menyembuhkan nya,dan kau nanti pasti akan gak punya waktu untuk berburu yg lainnya"
"Ummmm...baiklah" Sia terlihat langsung murung.
Moran berbicara kembali.
"Sia dengar, kau harus berpikir yg jernih, memang normal sih menginginkan sesuatu yg lezat, tapi konyol harus terus memburu dia yg gak normal, kalau terus melakukan nya, kau bisa dalam bahaya lagi"
__ADS_1
"Ta...tapi.."
Sia memasang muka polos kelinci.
"Aku gak merasakan apapun pada yg lain, pokoknya harus dia, aku juga gak tau kenapa, dia terus menarik perhatian ku, dan tepatnya tubuhku bereaksi padanya, aku jadi tak berdaya Moran..hu..hu..hu itu membuat ku gila"
Melihat rengekan adiknya, Moran jadi tak berdaya juga dibuatnya.
"Fiuh...baiklah..baiklah aku akan membantu ayam di sebelah mu itu atau apalah......" Akhirnya Moran menyerah pada Sia.
"Apa? Benarkah? kau mau membantu ku?" Sia mendekati Moran dan langsung memeluk nya.
"Aku gak ada pilihan lain, kalau enggak adikku nanti bisa mati kelaparan, tapi berjanjilah, saat ini mungkin kau pikir dia itu makanan yg paling lezat, tapi diluar sana bisa saja ada makanan yg lebih lezat darinya, jadi, jangan terobsesi pada satu pria, cobalah memburu yg lainnya, paham?"
"Yaa tentunya, aku akan melakukan nya, aaahhh terimakasih Moran, kau memang yg terbaik" Kata Sia sambil terus memeluknya dari samping.
"Kau ini memang menjengkelkan, sana pergi dariku...lepaskan aku.."
"Ah Moran, Makanan apa yg bagus untuk membesarkan dada?" Kata Sia sambil melihat ke arah dada kakaknya.
"Susu strobery, kau ini kenapa sih?"
#Ada gosip beredar, bahwa susu stroberi bisa membesarkan buah dada.
*wah, masaiyah? otw minum susu stroberi ah akoh juga..wkwkwkkwkw..rutinin gengs*
***
Slruupp...slruuupp..
Sia Lee sedang meminum minuman kotak susu rasa stroberi,didepan rumah Jiho.
"Idih, apaan ini gak ada enaknya sama sekali, manis banget, apa benar ini bisa berhasil, atau ada yg lain selain ini?, gak masalah sih kalau dadaku gak membesar yg penting masalah mysophobia harus....."
Klik...
Suara pintu dibuka.
Tiba-tiba Jiho keluar rumahnya.
"Sedang apa kau dsini?" Tanya Jiho.
Sia Lee yg sedang melamunkan dadanya, kaget dan langsung membalikkan badannya.
"Aa..Aku sudah menunggu mu lama, aku bebas hari ini, yuk kita pergi, ayolah, seperti yg kau minta, kita akan pergi ke tempat yg gak terlalu ramai"
Mereka lalu pergi bersama.
Kebun Binatang.
Jiho hanya bisa melongo.
"Karena ini adalah hari biasa jadi gak terlalu ramai pengunjung" Sia berkata dan berjalan didepan Jiho.
Jiho hanya diam terpaku.
"Ini lebih buruk daripada tempat yg ramai,gak bisa, aku mau pulang saja" Kata Jiho sambil berbalik.
"Eh gak bisa,mana bisa begitu, kau gak mau bukumu kembali ya?" Kata Sia berteriak.
Jiho menghentikan langkahnya dan melirik Sia dengan tatapan tajam.
"Ayolah, ikut aku" Ajak Sia.
__ADS_1