
"Apa? kenapa dia bisa berdiri di depan rumahku?" Sia Lee bergumam, jelas-jelas dia masih kaget dengan apa yg dilihatnya.
"Nona Sia Lee, apa kau ada waktu?"
"Untuk apa? katamu kau gak mau melihat ku lagi, yakan?"
"Yah itu...mm..kayanya aku dalam masalah..tentang..tentang..itu mmm kardus paket yg waktu itu kau bawa......"
Kardus paket??? Ingatan Sia Lee pergi ke kejadian hari itu, dia ingat semua yg Jiho lakukan kepadanya.
"Tunggu sebentar! diam di tempat"
Sia Lee langsung tau apa yg harus dia lakukan, dia masuk ke dalam rumahnya dan menguncinya dari dalam, Dia hanya berbicara sama Jiho dari balik kamera pengintai yg ada di depan pintu, seperti yg waktu itu Jiho lakukan terhadapnya.
"Oke, sekarang bicaralah kepadaku"
Aisshh, wanita ini benar-benar deh.
"Hmmmm paket itu, apa masih kau simpan?"
"Maksudmu kardus yg isinya buku anak-anak itu, Ada 4buku, termasuk buku Harmonika Yang Sedih?"
"Iya benar, bisakah kau kembalikan kepadaku?" Jiho bertanya lirih.
"Kenapa harus aku kembalikan? kau bilang sendiri kan waktu itu, bukunya boleh aku simpan atau membuangnya"
"Bukunya sudah habis dan dicetak terbatas, bahkan ditoko barang bekas pun sudah gak ada, aku gak bisa menemukan nya dimanapun dan aku sangat memerlukan buku-buku itu, ku mohon kembalikan buku-buku itu padaku"
"Mungkin ini adalah kesempatan yg diberikan oleh Tuhan terhadapku, kau diberkati Sia Lee" Sia Lee berkata sendiri.
"Atau kamu boleh menyimpan buku yg lainnya tapi tolong kembalikan Harmonika yang sedih untukku" Jiho terus memohon.
"Kelihatan nya buku itu sangat penting bagimu, baiklah, karena aku ini bukan tipe orang yg pendendam, aku akan mengembalikan buku itu padamu, tapi ada syaratnya" Kata Sia Lee optimis.
"Baiklah, katakan apa syaratnya?" Jiho bertanya penasaran.
"Temui aku seminggu sekali, mulai besok..maka akan ku kembalikan buku-buku mu"
"Apa?"
__ADS_1
**
Kring...kring.. kring....
"Uh, halo Moran, sudah lama sekali"
"Hy, Baryu, kamu lagi apa? sibuk gak"
Moran Lee menelpon Baryu, mereka berbicara lewat telepon.
"Aku masih free beberapa menit sih sebelum naik panggung. kenapa? ada apa?"
"Aku punya pertanyaan soal Sia"
"Hah, kenapa si simba? ah jangan-jangan...gak mungkin kan si simba cerita waktu itu, saat mabuk aku berusaha mencium nya....."
"Kau.....kau melakukan itu ke adikku?"
"Eh bukan soal itu yah?" hehe Baryu tersenyum malu.
"Bukan Baryu,, yg benar saja kamu ini ah, aku mau tanya, apa Sia baik-baik saja? hari ini dia mampir ke kantorku, dan sepertinya dia menyembunyikan sesuatu, aku jadi khawatir. Kau tau kan Sia itu seperti apa"
"Ah sudah lah jangan terlalu khawatir, kalau dia ada apa-apa juga dia pasti akan cerita kok sama aku, tenang saja Moran"
Moran lalu menutup telepon nya.
"Iyaa bye"
Setelah menutup telepon dari Moran, ekspresi Baryu berubah.
"O'rnij bersiaplah ke atas panggung, Baryu ayooo"
"Oke"
Baryu langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum manis ketika seorang PD memanggilnya ke atas panggung.
**
Di dalam sebuah apartemen nomor 301.
__ADS_1
Gosok...gosok..gosok...gosok...
Seperti biasa seorang pria tampan sedang membersihkan rumahnya, dia selalu memastikan bahwa tidak ada kuman yg menempel di perabot rumahnya.
Selagi membersihkan rumahnya, pikiran nya melayang teringat kejadian tadi bersama Sia Lee dan mengingat kembali kata-kata yg Sia Lee ucapkan.
"Mulai besok, temui aku seminggu sekali, lalu bukumu aku kembalikan"
"Apa, kenapa aku harus...."
"Sudah ku bilang, aku suka kamu, aku mengajakmu kencan, jadi...temui aku besok"
flashback end.
Gosok..gosok...gosok...
"Duh, apasih yg ada dipikiran nya, tinggal kembalikan bukunya susah amat sih ah, aiishh sial kenapa pake acara kencan kencan segala lagi, bikin puyeng"
***
Keesokan harinya, mau tidak mau Jiho harus menemui Sia Lee demi buku itu.
"Kami kan tinggal sebelahan kenapa harus ngajak ketemu di pusat kota?"
Pikir Jiho, yg sedang berdiri di salah satu taman, Jiho hari ini memakai kaos warna cokelat dan memakai jaket warna army, celana jeans dan membawa tas selempang, sebenarnya gaya nya gak terlalu wah cuma tampang nya itu yg kagak nahan..
"Kau datang lebih cepat dari dugaan ku, maaf aku harus mampir dulu ke tempat lain" Sia Lee mengagetkan Jiho.
Ketika Jiho menoleh ke arah Sia, dia tercengang melihat betapa cantiknya Sia.
Sia memakai dress warna merah cerah yg sedikit memperlihatkan belahan dada nya, dan memakai cardigan warna hitam kontras dengan warna kulitnya yg putih, rambutnya yg panjang berwarna coklat, menambah kecantikannya.
"Maaf kau sudah menunggu berapa lama?..hey...halo..Jiho...Jihoo......"
Sia Lee sedikit berteriak supaya Jiho tersadar dari lamunan nya itu.
"Eh..hmmm sekarang aku kan sudah menemui mu, jadi kembalikan buku-buku ku"
"Ah, akan ku kembalikan saat kita pulang nanti"
__ADS_1
"Jadi sekarang, apa yg akan kita lakukan?"
Permainan dimulai............