Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
18. COBALAH BERTAHAN


__ADS_3

Apa boleh buat, lagi-lagi Jiho menuruti keinginan Sia.


Suasana di kebun binatang memang tidak cukup ramai hari ini.


Begitu masuk, mereka sudah di sambut dengan berbagai macam binatang.


Jerapah, Burung, Monyet, Badak, Beruang, dan kawan-kawan.


Jiho melihat itu semua seolah para binatang itu sedang berbicara padanya 'Welcome to the hell'.


Jiho langsung mengeluarkan masker dari tas, dan memakainya.


"Mengapa kau mengajak ku kemari?" Tanya Jiho penasaran.


"Hey, ayolah jangan jutek seperti itu, apa kau gak suka binatang?"


"Aku suka mereka dalam lukisan, bukan yg asli...bulu-bulu mereka menimbulkan alergi, dan banyak kuman di air liur mereka, pokoknya binatang tidak higienis"


"Itulah sebabnya aku mengajak mu, kesini"


"Apa?"


"Kan sudah ku bilang, aku akan menyembuhkan mu" Kata Sia menatap tajam Jiho.


Pikiran Sia kembali ke perkataan kakaknya waktu itu.


Flashback.


"Ada yg disebut dengan 'Terapi Kebiasaan Kognitif' itu pendekatan psikoterapi yg membuat si pasien, memperbaiki kebiasaan mereka yg bermasalah.


Seperti yg ku bilang, karakter kompulsif berawal dari rasa cemas yg berlebihan, jadi kita sengaja membawa si pasien ke tempat yg gak nyaman baginya "


Sia bertanya pada Moran.


"Dengan tujuan membuat nya, cemas?"


"Benar, tentunya dia akan merasa cemas dan takut pada awalnya, tapi lama-lama dia akan tenang dan rasa takutnya berkurang, untuk awalnya cobalah desentisisasi sistematis itu adalah sebuah pendekatan agar si pasien perlahan-lahan bisa menerima dan mengatasi rasa takutnya, pertama buat dia melihat dari kejauhan lalu perlahan buat dia menyentuhnya" Kata Moran.


Flashback end.


"Oke, awalnya biarkan dia melihat mereka dulu" Batin Sia.


Mereka berjalan melihat-lihat.


"Jiho, cobalah liat mereka, mereka lucu kan?" Kata Sia kepada Jiho sambil menunjuk beruang yg berada jauh dikandang.


"Nggak ah, aku lebih suka melihat mereka dibuku" Kata Jiho tenang.


"Ini gak beda jauh dari melihat dibuku kok, tenang saja mereka di dalam kandang, kita jauh dari mereka, sini mendekat" Ajak Sia.


Jiho kemudian berjalan perlahan mendekati Sia.


"Ayo Jiho, melihat saja gak akan melukai mu, tenang saja."


"Jangan sentuh pagarnya itu banyak kuman"


Mereka lalu berkeliling di kebun binatang.


Sia sangat bersemangat.

__ADS_1


"Oh,lihat itu gorila..."


"Jiho sini disini ada ular, coba lihat sini"


Dilarang mengetuk kaca.


Sia dan Jiho berjalan santai.


"Jadi gimana menurut mu?, cuma melihat-lihat, gak apa-apa kan?" Tanya Sia.


"Yah, lumayanlah"


Mereka berhenti disebuah kandang.


"Jiho, mumpung kita disini, mari kita melakukan sesuatu yg menyenangkan, aku sudah menyiapkan sarung tangan untukmu" Kata Sia sambil memberikan sarung tangan kepada Jiho.


MEMBERI MAKAN RUSA.


02.00PM - 02.30PM


Jiho gak habis pikir dibuatnya, Jiho awalnya ragu, tapi akhirnya dia memakai sarung tangan yg diberikan Sia.


"Katanya cuma melihat-lihat saja, kenapa aku harus melakukan ini?"


"Tenang saja, semua bakal baik-baik saja kok, ulurkan saja tanganmu dari jauh" Kata Sia sambil memberikan sedikit rumput ke tangan Jiho.


Jiho sudah memegang rumput di tangan nya, dan siap mau ngasih makan rusa, tapi dia ragu-ragu, dia malah saling tatap sama rusa itu.


Clak..clak...


Air Liur anak Rusa itu menetes.


"Berikan saja rumputnya lewat lubang kawat, dia gak akan menyentuh tangan mu" Sia tetap memaksa Jiho dengan lembut.


"Sekedar info orang dengan OCD cenderung akan memperhatikan detailnya daripada keseluruhan, jadi bantulah dia melihat hutannya jangan pohonnya, cobalah mengalihkan perhatian nya, dari rasa takut " Kata-kata Moran Lee sejenak melintas di pikiran Sia Lee.


"Jiho, kau tau bambi?" Kata Sia sambil menatap Jiho dengan dalam.


Jiho yg sejak tadi saling tatap sama anak Rusa, langsung melirik Sia tajam.


Sia meneruskan.


"Ituloh, anak rusa yg sangat lucu di film kartun Disney, nah anggap saja rusa ini adalah Bambi"


Jiho lalu melihat ke arah anak rusa itu, Dia diam sebentar dan lalu perlahan berjalan mendekati pagar.


"Bambi.....bambi...bambi..." Jiho terus mengulangi kata-katanya seolah itu sebuah mantra agar dia berani.


Berhasil...berhasil..horee..!!


Jiho berhasil memberi makan anak rusa itu.


Tiba-tiba induk Rusa datang dan ikut memakan rumput yg ada di tangannya , Jiho kaget sekali dibuatnya, tapi Jiho berusaha agar tetap tenang.


Mereka akhirnya selesai memberi makan anak rusa itu.


"Bagus sekali!! itu semudah yg ku katakan kan"


"Diam, kenapa sih kita harus kesini, ayoo pulang" Jiho membuka sarung tangannya dan membuang nya ke tempat sampah.

__ADS_1


"Aku ada rencana, sebelum pulang kita kesana dulu yuk, dan kencan hari ini selesai" Sia menunjuk tempat yg dia maksud.


Jiho tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut kepada Sia. Karena dia sangat menginginkan bukunya kembali.


Mereka sampai disebuah kandang kelinci.


Lagi-lagi Sia mengajak Jiho untuk memberi makan binatang, kali ini yg di pilih nya, adalah kelinci.


"Kenapa kau melakukan hal ini?" Jiho bertanya dengan nada sangat kesal yg ditahan nya.


"Coba dulu sekali saja, siapa tau kau suka setelah mencobanya"


"Sudah ku bilang, aku gak mau"


"Mereka lebih kecil dibandingkan Rusa yg tadi, nggak apa-apa kalau mau pegang, pakai ujung jari" Kata Sia sambil memberi makan kelinci di dalam kandang itu.


MARI MAIN BERSAMA KELINCI.


JADILAH TEMAN SI KELINCI KECIL.


Tulisan di pagarnya.


"Kalau kau sudah menyentuhnya, aku janji kita pulang, setelah itu kau bisa pulang dan mandi" Sia terus mencoba membujuk Jiho.


"Tetap saja aku gak mau" Kata Jiho kekeh.


Sia ingat kata-kata Moran.


"Tapi ada juga pasien yg tidak sanggup melewati satu tahap pun, dalam kasus tersebut kita harus mengambil tindakan ekstrim"


"Apa boleh buat, kali ini aku harus membantu nya, maafkan aku Jiho ini semua demi ayam, yaa aku ingin makan ayam segera " Batin Sia Lee.


Kriietttt....Brak..


Sia menutup pintu kandang kelinci nya.


Jiho kaget.


"Tunggu apa yg akan kau lakukan? kenapa pintunya kau tutup, tunggu.....tung..."


Sia menghiraukan nya, dia lalu menaburkan makanan kelinci tepat di dekat Jiho berdiri.


Alhasil semua kelinci menyerbu kepadanya.


"Jangan kau sebarkan itu Sia......"


Jiho sangat panik dan ketakutan, mukanya merah padam, keringat dingin ditubuh nya mulai bercucuran.


Jiho lalu berlari menghindari kerumunan kelinci itu.


"Aku mau keluar...ahhhhh...buka..pintunya..huh..hah..huh..huh.." Nafas Jiho sangat tidak teratur, detak jantungnya berdetak sangat cepat seperti genderang yg mau perang.


*eh seperti lirik lagu...teeet....hehehe selingan gaes*


Sia menghalangi nya.


"Jiho tunggu sebentar, kalau kau terus menghindar, kau gak akan bisa sembuh,, kau akan lebih baik kok, jadi...bertahanlah sebentar...."


Jiho menatap tajam.

__ADS_1


Dia lalu mencengkram kuat tangan Sia.


__ADS_2