
Dag dig dug........
*gak pake deeerrrr yaa gengs*
Jantung Sia Lee berdetak begitu cepat
Ting...tong...bel berbunyi lagi.
"Ini yg terakhir kali, sekali ini saja, ayoo singkirkan dulu sebentar harga dirimu Sia.
Bersikaplah sewajarnya, berikan ttoekbokki ini kepadanya dan berdamailah dengan nya dan kemudian bersalaman dengannya, semuanya akan beres" Sia Lee berbicara sendiri sambil memegang tteok yg sengaja dia beli sebelum berkunjung ke rumah Jiho.
*Note yaa gengs, di Korea jika ada yg baru pindah rumah, mereka akan membagikan tteokboki (makanan khas korea terbuat dari beras) untuk menyapa dan memberitahu keberadaan mereka.
"Yaa, aku gak mau yg lain cuma mau salaman sekali saja dengan nya"
Ting tong.....Ting tong.....Ting tong...
"Eh dia gak ada di rumah yaa"
Sia Lee balik badan meninggalkan rumah Jiho.
"Ugh, aku ingin rasa ngidam ini, segera hilang, mungkin nanti aku balik lagi sebelum tteok nya dingin"
Waktu Sia Lee, mau masuk ke rumah nya dia melihat Jiho keluar.
Eh...!!
Dia lagi.....
****...****...gosok..gosok...
Jiho keluar rumah hanya untuk membersihkan bel yg tadi disentuh oleh Sia Lee dengan pembersih kaca.
Jiho melirik Sia Lee sinis.
Apa?
Apa yg barusan dia lakukan?
***
"Apa aku ini kotor?" Sia Lee memperlihatkan tangan nya ke Baryu dan Sihwan.
Saat ini Sia Lee sedang bertemu dengan kedua sahabatnya itu.
"Ada apa denganmu, tiba-tiba kau begitu?" Ucap Baryu, kebingungan.
Sia Lee tidak memperdulikan pertanyaan Baryu, malah dia yg tetap bertanya kepada mereka.
"Lihatlah baik-baik, apa tanganku kotor? bau? penuh kuman gak?"
"Ditangan orang memang banyak kuman Sia" Kata Sihwan tetap tenang.
"Ah begitu yaa, ternyata aku ini memang kotor itulah penyebab nya, ini ambilah, anggap saja tteok ini adalah ttoek perpisahan" Sia Lee memberikan tteokboki itu ke Baryu.
"Kamu kesini hanya untuk memberikan tteok dingin ini?"
"Apa maksudnya tteok perpisahan" Sihwan heran.
Sia Lee tidak menjawab.
__ADS_1
"Baiklah, aku yg kotor ini pergi dulu yaa ..bye"
Baryu mencegahnya.
"Hey simba, mumpung kamu disini, aku beliin kamu ayam deh, katanya kau sangat ingin makan ayam, iyakan?"
"Ayaam?"
Sia Lee menoleh dengan tatapan tajamnya ke arah Baryu, jelas saja mendengar kata ayam dia sangat antusias apalagi karna kejadian tadi pagi yg disebabkan oleh si ayam Jiho.
Melihat ekspresi Sia begitu, Sihwan bertanya.
"Separah itukah kau ngidam ayam ya?"
Mereka bertiga lalu pergi ke Restauran ayam.
Sia Lee bersama dengan kedua sahabatnya sedang menyantap ayam, sekarang ditangan kirinya ada segelas minuman besar dan di tangan kanan nya ada paha ayam ukuran jumbo.
Dia meneguk minuman yg ada di gelas besar itu dan menyimpan nya ke meja dengan keras sehingga menimbulkan suara...Brak!!....
Dia masih kesal dengan Jiho.
"Sejujurnya, seumur hidup aku gak pernah gagal dalam hal berburu, tau gak? Aku menahan diri karna Ayahku, tapi aku ini benar-benar populer disekolah. Aku ini pemilih bukan pengemis, tau gak?" Sia Lee mengoceh sedikit mabuk.
"Ya, aku melihatnya sendiri, kau menggoda setiap cowok yg terlihat lezat di sekolah,gak ada cowok yg gak mau memegang tanganmu, mereka membicarakan mu sebagai gadis penggoda, tanpa mereka tahu kau belum pernah ciuman" Baryu menimpali.
"Gadis penggoda?" Batin Sihwan.
"Iyaa, semuanya ingin memegang tanganku, tapi kenapa?...........Mengapa dia memperlakukan ku seperti itu?" Sia Lee terus mengoceh, dia tidak sadar telah berbicara apa, muka putihnya memerah karna mabuk.
"Dia siapa? siapa yg kau bicarakan" Sihwan bertanya kepada Sia.
Glek...seketika Sia sadar bahwa dia telah salah bicara. Dia tidak mau kalau kedua sahabatnya tau, siapa sebenarnya yg Sia maksud.
Sia sambil mengacungkan ayam yg sedang dia pegang.
"Ayam ini yaa Ayam ini yg menghinaku"
"Ayam rasa apa yaa itu? ayam bumbu pedas? goreng? atau ayam bawang?"
Sihwan bingung sambil meminum minumannya.
"Kau bilang katanya makanan ini tidak bagus untuk kesehatan, tapi kenapa kau ingin tau"
"Simba, gak apa-apa, akan ku belikan ayam untuk mu sampai kau muak, ini minumlah"
Baryu merangkul pundak Sia dan memaksa nya untuk minum lagi.
"Ayoo minum dan lupakan soal itu, pelayan beri aku ayam dan bir lagi"
Akhirnya mereka telah selesai dengan makan ayam dan minum bir.
Mereka mengantar Sia Lee pulang.
"Apa kau akan baik-baik saja?" Baryu bertanya saat turun dari mobil.
"Ini sudah sampai di bawah apartemen ku, aku baik-baik saja"
"Simba, aku akan mengantarmu sampai depan rumah mu yaa, kalau perlu aku akan bantu kau ganti baju dan mencuci...kita kan waktu kecil suka mandi bareng"
Baryu bicara sambil sempoyongan karna mabuk, dan ditahan oleh Sihwan.
__ADS_1
"Telepon aku kalau sudah sampai rumah" Kata Sihwan kepada Sia.
"Iya oke, tolong lakukan sesuatu padanya" Sia menggerutu kesal akan tingkah laku Baryu.
Sia lalu meninggalkan mereka, dan bergegas naik ke atas, ke rumahnya.
Sesampainya di depan pintu.
"Duh, aku mabuk sekali!! ahh aku pengen muntah, kayanya aku kebanyakan minum, untungnya besok gak ada shoting. Ini semua gara-gaa Baryu ngomongin soal ayam, yaa ini semua gara-gara ayam...."
Sia Lee masih didepan pintu mengoceh sendiri dan merasakan pusing dan mual yg teramat, berbicara soal ayam pikiran nya teringat dengan sosok yg tampan namun beberapa kali telah membuat dia kesal.
Sosok tampan Jiho yg menyebutnya seorang penguntit, dan beberapa keli telah mengusir Sia.
"Ayam..Yaa ayam....semua gara-gara ayam disebelah itu"
Mata Sia Lee menatap tajam ke arah pintu rumah disebelahnya.
**
Srosshh....sroosshh..
Suara air terpancar dari shower.
Sesosok tubuh yg tegap dan kekar, sedang berada di bawah shower itu, otot perutnya yg tertata rapi basah oleh air yg mengalir menambah keseksian yg dia pancarkan.
Ting Tong..Ting Tong..
Suara bel berbunyi.
"Mungkin ada orang yg salah alamat lagi, duh harus ku bersihkan lagi nih" Jiho bergumam sendiri sambil mandi.
Ting Tong...Ting Tong...Ting Tong....Ting Tong.... Brak...Brak...
"Kau,, keluarlah!!" Sia Lee berteriak diluar sambil menggedor pintu.
Brak..Brak...
"Jiho Shin 301, kau cepat keluar. Kau pikir siapa dirimu, berani mengabaikan ku sampai tiga kali? dasar ayam pengecut"
Brak Brak...
Sia Lee menendang pintu rumah Jiho.
"Ya, aku penguntit, lalu kenapa? kau mau apa hah? Ayoo keluar dan lakukan apa yg kau mau!! keluarlah dasar brengsek"
Jiho tak tahan dengan teriakan Sia, lalu dia membuka pintu nya.
"Kau gila yaa? apa yg sedang kau lakukan, kenapa............?"
"Bedebah kasar...hu hu.." Dengan tatapan yg sayu nya dan air mata yg akan jatuh Sia Lee terus menatap Jiho dan menyela kalimat yg Jiho ucapkan.
"Kenapa aku terus memikirkan mu?"
Jiho kaget..
"Biarkan aku....sekali saja..ku mohon.."
Bruk..Sia Lee terduduk jatuh.
Jiho masih melongo menyaksikan drama di depan nya.
__ADS_1
"Sekali saja.huhu..biarkan aku menyentuhmu"
Jiho berpikir lama, lalu kemudian dia membawa Sia Lee masuk ke rumahnya.