
Sia Lee sedang duduk diatas kasur nya yg nyaman dan dengan seprai merah muda, dipangkuan dia sudah ada sebuah laptop.
Tek..tek..tek...
CARA MENYEMBUHKAN MYSOPHOBIA
Sia Lee dengan jari jemarinya yg lentik dan manis,sedang sibuk mengetik di laptop merah mudanya, dia mencari kata kunci diatas.
"Apa? semua orang bilang aku harus membawanya ke rumah sakit, kalau aku membawa nya ke kakak ku, uh...pasti dia ngadu sama ayah" Sia Lee ngoceh sendiri di depan laptop nya.
"Ampun deh, sulit sekali memburu dia, aku harus menyembuhkan nya sebelum memberikan halaman terakhirnya" Kata Sia Lee sambil melirik buku, Harmonika Yg Sedih disamping nya.
"Tunggu, sudah agak lama aku gak menyerap energi manusia, semua ini gara-gara aku terlalu fokus sama si ayam ini, ah sial!! aku benar-benar ingin makan ayam"
trrrr...tttrrrrrrrr....
Ponsel Sia bergetar.
Dia kaget melihat nama orang yg menelpon nya.
"Eh! Nona kim?"
**
YS Agency.
"Apa? pemotretan di luar negeri?"
"Ya, UX mencari model untuk parfum mereka , kurasa bagus juga kalau kau mencobanya!"
Nona Kim di ruangan kerja nya duduk di samping meja, dan berbicara dengan Sia yg duduk di kursi kerja nona kim.
"Tapi tentu saja, kau harus lulus audisi dulu, kau bilang, kau ingin menjadi model UX kan? bagaimana menurutmu?"
"Aih, Nona Kim tentu saja ini kesempatan bagus, dengan senang hati aku akan ikut"
"Baiklah, portofolio mu harus sudah dikirim akhir bulan ini, oke kita atur jadwal pemotretan nya untukmu"
Nona kim memperlihatkan kertas portofolio pada Sia.
"Iya Nona Kim, apapun yg kau lakukan, aku ikut saja"
"Ini tidak akan mudah Sia karena banyak orang yg ingin menjadi model UX, dan akan banyak saingan untukmu. Berhubung tema kali ini 'Cantik dan Garang', aku akan menambahkan beberapa foto berpasangan di portofolio mu, bagaimana ?"
"Itu ide bagus" Kata Sia sambil melihat majalah UX edisi sebelumnya.
"Kali ini model cowoknya gak terlalu penting sih, tapi karena kau dan Baryu adalah teman dekat, aku sudah meminta manajer nya untuk mengecek jadwalnya untukku. Ini bukan foto telanjang tapi sebaiknya kau jaga kebugaran tubuhmu, ku rasa itu bukan masalah untukmu, karena kau terlahir sebagai model"
"Tunggu, Nona Kim, model cowok nya gak penting? jadi maksud mu siapa saja bisa menjadi model cowoknya?"
Sia Lee menyelah kalimat Nona Kim.
__ADS_1
"Iyaa, karena yg menjadi fokus utama pemotretannya adalah kamu, jadi...."
"Baiklah, akan ku bawa model cowoknya"
Kata Sia bersemangat.
"Kalau begitu aku permisi dulu yaa Nona Kim"
Sia berdiri lalu pergi meninggalkan ruang kantor Nona Kim.
**
Apartemen 301.
Jiho tiduran di atas kasurnya, dia sedang membaca halaman pertama Harmonika Yg Sedih di ponselnya.
"Jadi, apa yg terjadi selanjutnya? aku gak bisa kerja karena ini mengganggu ku"
Jiho kesal karena dia tidak tahu apa kelanjutan dari cerita Harmonika Yg Sedih itu.
"Apa sebaiknya ku tunggu sampai minggu depan? dia gak bilang, kapan kita akan bertemu lagi, uhhh apa yg harus ku lakukan....aarrrrhhh" Jiho kesal dibuatnya, ingin sekali dia mendapatkan cerita berikutnya tapi apa iyah dia harus mengajak Sia bertemu.
ttrrrrrr...tttrrrrrrr....
Tiba-tiba ponsel Jiho bergetar, Jiho kaget.
Nomor tak dikenal menelpon nya.
"Halo!!" Jiho mengangkatnya.
"Sia Lee...?" Jiho langsung bangun dari tempat tidur nya dan duduk. Ekspresi Jiho sangat tidak bisa diungkapkan, dia terlihat senang, was-was, kaget dan penasaran.
"Terimakasih sudah mengenal suara ku"
"Ada apa?! cepat katakan!" Kata Jiho tidak sabaran.
"Temui aku besok senin jam 3sore yaa, aku membutuhkan mu, akan ku berikan halaman selanjutnya kepadamu"
"Berhenti main-main, kembalikan semua buku-buku ku, sudah ku bilang gak akan ada yg ber.........."
Belum selesai bicara Sia Lee sudah memotong kalimatnya.
"Nggak lama kok, aku janji, bantu aku yaa, kau tau kan Harmonika nya menangis loh..."
Aisshhh, cewek ini....aarrhhhh.
"Baiklah.." Akhirnya Jiho luluh.
"Nah gitu dong, oke kalau gitu, sampai ketemu nanti hari senin ya, ohiya dari cara bicara mu tadi pas angkat telepon, kayanya nomor ku belum kamu simpan, simpan yaa karena kedepan nya kita akan lebih sering komunikasi, bye" Sia Lee menutup telepon nya,, beres!! merekrut ayamku.
Jiho langsung menyimpan nomor telepon Sia Lee dengan nama 'penguntit'.
__ADS_1
***
Hari Senin.
Disebuah gedung.
Studio B.
Orang-orang sangat sibuk menyiapkan sesuatu.
Sibuk....sibuk....sibuk...
"Geser pencahayaan nya ke sebelah kanan...yaa disitu stop"
"Mana wardrobe nya ini, cepat!!"
Jiho berdiri disana terpaku seorang diri.
"Aarrhhh, kenapa sih dia selalu mengajak ku ke tempat yg ramai begini?" Batin Jiho kesal dengan apa yg Sia Lee lakukan terhadapnya. Jiho hanya bisa berdiri ditempat lengkap dengan masker yg dia pakai.
"Hmm permisi apa Sia Lee......." Jiho bertanya kepada salah satu crew yg kebetulan lewat di depannya.
"Oh, kau pasangan nya yaa? Tunggu sebentar yaa, kami sedang mengambil foto perorangan dulu"
what? pasangan?
Sedang dilanda kebingungan mata Jiho tertuju pada sesosok wanita cantik yg sedang berpose seksi, bisa di bilang sangat seksi malah, Yaps dia Sia Lee.
Sia Lee sedang melakukan pemotretan, dia hanya memakai bra dan celana dalam saja berwarna navy, sehingga mempertonton kan setengah badan telanjang nya yg putih dan mulus. Rambutnya dibiarkan terurai panjang, dan dengan make up yg natural tidak terlalu mencolok.
Apalagi dengan pose-pose syurnya, membuat Jiho tertegun sejenak.
Klik..klik..klik...Jepret..jepret..
"Oke, sip selesai, siap-siap untuk sesi pemotretan selanjutnya"
"Terima kasih"
Jiho yg melihatnya bergumam dalam hati.
"Kenapa dia setengah telanjang? disini begitu dingin juga banyak orang dan kalau sampai dia terkena flu dan bersin disini......."
"Tolong ambilkan mantel" Sia memakai mantelnya dan perlahan berjalan menghampiri Jiho.
"Oh, kau disini, kau datang tepat waktu, kau lihat sesi pemotretan ku?"
Jiho tidak peduli.
"Kirimi aku bukunya cepat....."
"Kenapa buru-buru sekali, tenang saja, akan ku kirim setelah ini selesai"
__ADS_1
"Terus, apa kau menyuruhku kesini, hanya untuk melihatmu kerja?"
"Nggak lah, kita akan berfoto bersama, lepaskan saja dulu bajunya"