
Mereka sudah sampai di depan rumah Sia.
"Terimakasih untuk hari ini" Ucap Sia pada Jiho.
"Aku akan mengirimkan satu halaman lagi padamu" Terusnya.
Jiho sempat melamun terdiam , kemudian bertanya pada Sia,
"Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau itu cantik, kau bisa cari cowok lain yg lebih dariku, kenapa kau berbuat sejauh ini hanya untuk kencan dengan ku, aku ini bukan siapa-siapa"
"Kau tau kenapa? karena kau ini spesial" Sia menatap dalam Jiho dengan penuh arti.
Deg...Jiho kaget mendengarnya.
Sia melanjutkan kalimat nya.
"Kau ingat apa yg kau ucapkan tadi,,sampah orang lain adalah harta karun bagi yg lainnya, bagiku kau adalah harta karun ku, jadi berhentilah meminta bagian semua bukunya, baiklah sampai jumpa minggu depan" Sia lalu masuk ke rumahnya.
"Tu..tunggu.. tapi aku gak......"
Brak...
Pintu rumahnya ditutup oleh Sia yg tidak mempedulikan Jiho.
**
**SETELAH BEPERGIAN SELAMA BEBERAPA WAKTU, KUPU-KUPU, HARMONIKA, DAN TAMBORIN BERTEMU DENGAN SERULING YG MENANGIS.
HARMONIKA BERTANYA,
"SERULING MENGAPA ENGKAU MENANGIS?"
SERULING MENJAWAB SAMBIL MENANGIS,
"SEMUA MENYENTUHKU DENGAN JARI-JARI MEREKA YG KOTOR, MEREKA TIDAK MEMBERSIHKAN DAN MELETAKKAN KU DITEMPAT YG TIDAK SEHARUSNYA.TUBUHKU PENUH DENGAN AIR LIUR "
KATA HARMONIKA.
"AYOO, IKUT KAMI BERPETUALANG**"
Jiho sedang duduk di meja kerjanya, sambil membaca kutipan halaman buku 'Harmonika yg Sedih' di ponselnya yg dikirim oleh Sia.
Tiba-tiba Jiho teringat dengan kata-kata Sia yg cukup membuat dia kepikiran sampai saat ini dan pastinya membuat Jiho tersentuh.
"Kau bilang sampah seseorang adalah harta karun buat orang lain, bagiku kau adalah harta karun ku"
Harta karun?....
Mendengar kata harta karun,Jiho teringat kembali dengan harta karun yg dia miliki saat dia kecil.
Dia mengingat sosok ibunya yg sangat dia sayangi, saat kecil ibunya sering menemani dia membaca buku cerita dan bermain. Ibunya menyentuh kepala Jiho kecil dengan tatapan hangatnya. Jiho tersenyum bahagia.
Dalam ingatan nya, Jiho kecil menangis seorang diri.
"Hu hu hu Ibu, di mana kau, ibu......?"
Jiho kecil terus menangis sesenggukan sambil terus memanggil nama ibunya.
Seorang wanita berbicara dibelakang Jiho kecil yg sedang terduduk menangis, dia berkata dengan suara yg tinggi dan nada suara yg angkuh.
"Kotornya......Anak yg kotor sepertimu....ha ha ha ha" Wanita itu tertawa dengan sombongnya.
Jiho melirik wanita itu dengan tatapan sedih dan sinis.
Huh hah hah hah hah.
Jiho kembali dari lamunannya dengan nafas yg terengah-engah, keringat nya bercucuran, wajahnya kelihatan sangat cemas,nafasnya terasa sesak setiap kali dia mengingat kejadian itu.
**
Brak...
Moran menggerbak meja.
"Kau melakukan apa?" Suara Moran sangat nyaring.
__ADS_1
Ruang Kerja Moran.
Moran menghampiri Sia Lee yg sedang duduk di sofa diruang kerjanya, Dia memeluk Sia dari belakang dengan sedikit keras sebagai tanda peringatan dan tangan nya sedikit menekan leher Sia.
Dia terlihat serius tapi sebenarnya dia hanya ingin memperingatkan Sia.
"Katakan kau mengabaikan semua nasihat ku kan? dan malah melakukannya?"
"Maafkan aku, Arrrgghht, sakit lepaskan" Sia Lee berteriak, tangannya mencoba menahan tangan kakak nya, agar sedikit longgar sehingga dia bisa mengambil nafas.
Moran masih dengan cengkraman nya.
"Kau cari mati yaa, aku akan membuat mu merasakan akhirat lebih awal".
Dia sadar dengan apa yg dia katakan.Merasakan akhir lebih awal? Jelas dia tidak mau sampai itu terjadi kepada adik yg dia sayangi.
Dengan wajah polosnya kemudian Moran melepaskan tangan nya yg sejak tadi menekan leher Sia.
"Ohok..ohok...huh" Sia langsung mengambil nafas banyak-banyak seolah dia memperlihatkan kepada Moran bahwa dia yg tersakiti di dalam situsai ini.
"Alasan aku memberitahu mu soal 'flooding' agar kau tau, itu sangat berbahaya, ada sesuatu yg disebut 'flooding' tapi jangan berpikir untuk mencobanya"
Moran menjelaskan dengan wajah polosnya seolah dia tidak melakukan apa-apa sebelumnya terhadap Sia.
"Kau bukan seorang ahli, nanti takutnya kau malah membuat kesalahan dalam melakukannya"
*btw yg blm tau flooding, itu udh ada di epsd sblmnya ya, pas Moran ngejelasin ke Sia*
"Tapi...ohok..ohok..aku mau menyembuhkan nya, sesegera mungkin" Ucap Sia sambil memegang dadanya yg sempat sesak tadi akibat ulahnya Moran.
Moran masih berdiri, kali ini dia menjelaskan sambil kedua tangannya berada dipinggang nya yg ramping.
"Kau perlu waktu untuk menyembuhkan nya Sia, kalau kau langsung mengingatkan nya pada trauma nya, itu hanya akan memperburuk keadaan"
"Trauma nya?" Sia bingung.
"Maksud ku, mungkin saja dia dulu pernah mengalami kejadian buruk di masa lalu"
Moran berjalan perlahan dan duduk di sofa.
Sia terlihat berpikir, kemudian bertanya penasaran sama kakak nya itu.
"Lalu pengalaman yg tidak menyenangkan seperti apakah yg menimbulkan mysophobia?"
"Nggak ada yg tau, karena semua orang mempunyai alasan yg berbeda untuk gangguan kecemasan, itulah sebabnya kau harus berhati-hati"
Moran meneguk minum nya dan menjelaskan kembali.
"Gak ada yg tau pribadi seperti apa yg dimilikinya, cara terbaik adalah menghilangkan rasa traumanya"
Sia Lee mendekati Moran dan duduk di sebelah nya.
"Bagaimana caraku mengetahui traumanya?"
"Biar saja dia yg cerita duluan, jadi teman nya saja dulu" Kata Moran santai.
**
Didalam bathup yg sudah dipenuhi dengan banyak busa sabun yg mengeluarkan wangi yg begitu semerbak.
Sia Lee sedang asyik berendam di dalamnya.
Rambutnya dia gulung penuh, menyisakan poni cantiknya.
Dia mengembuskan busa sabun itu ke tangannya.
"Traumanya? Yah aku gak kepikiran sebelumnya, bagaimana awal mula nya si ayam bisa terkena OCD, Apa ada sesuatu yg terjadi padanya? Bagaimana aku bisa menjadi temannya?" Gumam Sia dalam hati sambil memperlihatkan sesuatu ditangan nya.
Klik...klik...klik..Jepret jepret..
"Oke selesai, bagus sekali Sia" Kata seorang fotografer.
Rupanya Sia sedang melakukan pemotretan iklan sabun, dia lalu keluar dari bathup dan menggunakan handuk warna putih. Dan perlahan berjalan ke fittingroom bersiap mau ganti baju.
Tiba-tiba ada yg memanggil namanya.
__ADS_1
"Hei Sia tunggu, kamu tinggal sendirian kan? maukah kau memelihara ikan mas ini, aku membeli nya untuk properti foto, nah sekarang aku bingung mau diapakan ikan ini" Kata asisten fotografer sambil membawa kantong plastik bening yg telah diisi air dan di dalamnya ada ikan mas.
Sia Lee menoleh dan menolak nya dengan lembut.
"Um, aku gak bisa pelihara binatang"
"Memelihara ikan mas gampang kok, dengar-dengar katanya mempunyai hewan peliharaan sangat bagus untuk orang yg tinggal sendirian" Kata asisten itu membujuk.
Sia Lee mendengar itu terdiam sejenak dan menatap ikan itu dengan tajam dan penuh arti.
**
Di dalam ruang kerjanya, seperti biasa Jiho duduk dan asyik di depan komputernya.
Tek....tek...tek...
Jiho sedang mengetik dan mengerjakan pekerjaan nya.
Ting tong.......ting tong.....
Suara bel berbunyi. Jiho lalu menghentikan pekerjaan nya dan membuka pintu.
"Siapa itu?" Tanya Jiho sambil membuka pintu.
Dia tidak sempat melihat di kamera pengintai di pintunya karena Jiho pikir karena memang tidak ada yg mencurigakan, dan sangat wajar ada orang yg bertamu di jam segini.
Waktu Jiho membuka pintu, tidak ada orang disana, dibawah pintu hanya ada ikan mas di dalam kantong plastik yg bertuliskan 'hadiah untukmu' lengkap dengan makanan ikannya.
Jiho dengan wajah bingungnya, membawa ikan itu masuk ke dalam, tentunya sudah disemprot dengan cairan anti bakteri.
Kring...kring...kring...
Ponsel Jiho berdering.
"Halo, Jiho kau sudah bersama tamu mu?" Sia bertanya disebrang telepon sana.
"Apa ini?" Jiho heran kali ini apa yg direncanakan oleh gadis cantik itu.
"Itu tertulis disana hadiah untukmu"
"Ambi lagi, aku akan ke rumahmu sekarang" Jiho kesal, benar-benar tidak habis pikir sama gadis ini.
"Eh, sekarang aku lagi ganti baju, kenapa kau gak coba untuk memelihara nya, katanya memelihara binatang bagus untuk kesehatan mental, kalau aku lepas di kolam, nanti di makan kucing".
"Tapi...aku gak bisa.."
"Beitahu aku perkembangan nya dari waktu ke waktu yaa Jiho...bye"
Sia menutup teleponnya.
"Tu....tunggu"
Jiho menggenggam erat ponselnya setelah apa yg Sia lakukan barusan.
"Yaa ampun dia gak pernah mendengarkan ku, sebelumnya aku gak pernah mempunyai sesuatu seperti ini sebelumnya"
Jiho sambil mengangkat kantong plastik yg berisi ikan itu.
Jiho masih memandang tajam ke arah ikan itu..
"Apa yg harus ku laku......."
Belum menyelesaikan kalimat nya, Jiho melihat ikan itu goyang-goyang dan melihat sesuatu yg panjang,hitam,kecil keluar dari bawah siripnya.
Jiho kageett...
"Diaa pup...oh tidak, jangan dimakan, jangaaaan"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ok gengs bagaimana Jiho dan ikan kecilnya akan berteman? ikuti terus yaa, jangan lupa komen and like nya gengs,,, mampir ig atw telegram boleh @tiineuw29
ikan hiu ikan lumba-lumba, cakeeep
itu semua nama-nama ikan, glek
__ADS_1
garing? maapkan gengs..