
Keesokan paginya.....
Pagi ini aku sudah berada di ruang make up, sudah ku bilang bahwa aku ada syuting hari ini dan sialnya mimpi itu membuat ku terjaga dari tidurku.
Tatapan kosong.
"Ya, ampun Sia, kenapa matamu begitu? semua baik-baik saja kan?" Seorang MUA (Make Up Artis) bertanya soal mata pandanya pada Sia.
"Aku baik-baik saja, semalam hanya kurang tidur saja...."
"Kalau mau syuting, jangan tidur terlalu malam, siapa yg mengganggumu? pacarmu kah? tenang, aku bisa menutupinya dengan make up" katanya sambil langsung memake up wajah cantik Sia Lee.
"Hhaa, makasih"
Kau salah paham.
Yah, dalam hidup ini hal-hal yg tidak bisa kita mengerti terjadi,,tapi tetap saja...
'Sentuh aku', dia teringat kata-kata yg Jiho ucapkan dalam mimpi.
Mimpi yg semalam itu, artinya apa yaa?
Huh, terlalu banyak beban pikiran dalam kepalaku, itu sebabnya aku tiga hari ini berturut-turut mimpi yg sangat aneh itu.
Tapi kenapa,bedebah kasar itu, harus muncul di mimpiku. Kenapa??
"Jawabannya hanya satu kata, 'ngidam'...."
"Benarkah? bukannya ini hanya berlaku saja untuk makanan?"
Ada dua orang wanita yg sedang membicarakan sesuatu yg membuat Sia Lee penasaran.
Sia Lee sudah selesai make up, dia sekarang sedang mendalami peran sebagai pendengar yg nguping diam-diam.
Sementara dua wanita tadi masih bahas topik yg sama, mereka tidak sadar bahwa Sia Lee menguping mereka.
"Iya, ini seperti contoh ngidam makanan, bukan hanya sekedar kau memimpikan nya tanpa alasan, kamu gak sadar aja bahwa itu juga terjadi karena......karena tubuhmu menginginkan nya" Kata salah satu wanita berbicara ke temannya di sofa.
Sia Lee tertarik.
Apa? Tubuhku menginginkan nya?
Akhir-akhir ini aku gak punya banyak kesempatan untuk menyerap energi tubuh manusia.
Nggak ada syuting, dan aku terlalu sibuk mengurus pindahan.
Energi yg aku peroleh dari sentuhan tak sengaja dengan orang lain, tidak akan cukup untuk bertahan hidup.
Sama seperti manusia yg menyerap nutrisi makanan untuk hidup.
Kami, para vampir juga harus bisa menyerap energi dari tubuh manusia untuk bertahan hidup, paling tidak sepuluh menit setiap harinya.
Sia Lee, masih menata rambutnya.
"Rambutmu aku sisir ke belakang yaa, karena ini musim panas"
"Iyaaa"
__ADS_1
Terlewat dari beberapa hari, gak masalah tapi kalau beberapa minggu, ini akibatnya bisa fatal.
Yaa, aku mulai lapar, itulah sebabnya aku bermimpi seperti itu. Sudah tiga hari kurasa.
"Baiklah, siap-siap semuanya,.pemotretan akan segera dimulai" PD memberi arahan kepada semua model.
Nampak sekali pemandangan yg menyejukan mata hati dan mata batin, terdapat banyak model pria, yg bertelanjang dada sehingga memperlihatkan 'roti sobek' milik mereka.
"Ah, lezat sekali mereka" Sia Lee bergumam pelan, sambil melihat ke arah para pria tampan disana.
"Ya, lupakanlah semua mimpi itu"
Yuk kita mulai!!
Sia Lee memulai posisinya yg sedang memeluk salah satu model pria tadi, sambil melihat ke arah kamera..
Klik..klik..klik...Jepret.....(suara kamera)
Karena aku tau, santapan lezat ini sudah menungguku daritadi, kita lihat saja nanti, begitu aku menyentuhnya.
Eh.....
"Sia, senyum yg lebar, senyum dong jangan bengong gitu!." Fotographer menyuruh Sia untuk tersenyum.
"Eh, iya, maaf..maaff" Sia tersenyum terpaksa sambil masih kelihatan bingung.
Ini, aneh, kenapa bisa begini?
"Bagus, Sia pertahankan seperti itu"
Klik..Klik..Klik...
"Oke, cukup, makasih buat kalian, bersiaplah untuk shot berikutnya yaa, istirahat saja dulu" kata Fotographer.
Sia Lee masih asyiik dengan lamunan nya, dan berbicara sendiri.
"Kok, bisa sih, dia begitu hambar padahal dia sehat dan kelihatan nya sangat lezat..huh...tidak apa-apa Sia, calm down masih banyak pria lainnya" Dia menyemangati dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Sia sudah siap dengan kostum barunya dan siap akan melakukan pengambilan gambar lagi.
Aku sudah mengambil beberapa adegan.
Lihat kan?
Cowok-cowok ini masih muda,sehat dan semuanya tampan.
Gak cuma yg ini, tapi yg itu juga...
Semua cowok ini.............HAMBAAAR!!
kok bisa, kenapa? kenapa?
"Baiklah, sudah selesai, terima kasih yaa semuanya..." Suara seorang fotographer yg sedang berpamitan mengganggu rasa penasaran Sia.
"Aku sudah menyerap banyak cukup energi, tapi......rasanya tetap Hambar.
apa aku sudah kehilangan selera? Oh no." Pikirnya.
__ADS_1
Sia Lee kembali ke fitting room.
seperti biasa, dia berbicara sendiri.
"Ught, bukan ini yg aku harapkan, aku kira aku cuma lapar,. Ku pikir aku akan baik-baik saja setelah menyerap energi dari manusia itu, tapi ada yg kurang.
Dia telah merusak selera makan ku"
Sia Lee terlihat kesal, dia mengepalkan tangan nya dan matanya menyipit tajam melihat ke arah bayangan dia di dalam cermin.
**
"Apa maksudmu? ada yg terus mengganggumu?"
Baryu dan Sia Lee sedang berbicara lewat telepon.
"Iyaa...hmmmmm makanan yaa seperti makanan, maksudku seperti Tteokbokki atau Sundae"
#**Tteokbokki adalah cemilan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Tteok yang dipakai berbentuk batang atau silinder.
#Sundae adalah sebuah makanan penutup es krim manis. Makanan ini biasanya terdiri dari satu atau lebih dari satu skup es krim yang diberi saus atau sirup, dan dalam beberapa kasus topping lainnya meliputi coklat butir, krim kocok, ceri Maraschino, atau buah lainnya (seperti pisang dan nanas dalam es krim pisang**.).
"Dengarkan aku dulu, awalnya semua itu terasa lezat bagiku, tapi sekarang tidak lagi setelah aku mencoba....hmmm...mencobaaa...a yam yaa ayam. Aku terus kepikiran soal ayam dan memimpikannya, makan yg lain malah membuatku ingin lebih makan ayam"
"Ayam? baiklah itu terdengar luarbiasa, lagipula aku sudah lama tidak makan ayam, tapi tidak sampai mengidamkan nya yaa. Bukannya rasa ngidam nya akan hilang setelah kamu memakannya ya? Ngomong-ngomong kenapa kamu menanyakan nya?"
"Kurasa saat ini, aku sedang ngidam"
"Eh, maksud mu, kurasa apa?......"
"Eh bukan, aku gak kenapa-kenapa kok, sudah ya, lain kali aku telepon lagi, daah"
"Tunggu Sia, apa yg kau......."
Tuutt.......belum Baryu menyelesaikan kalimatnya, panggilan telepon nya sudah ditutup sama Sia.
"Kalau aku cerita semuanya, aku pasti ditertawakan, dia pasti menertawakan aku karna memimpikan cowok itu, idih.. sampai matipun aku gak akan cerita sama dia, ngomong-ngomong ini gak akan berlangsung lama kan?"
Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini? Lari dari rumah ternyata gak ada guna nya, lagipula kenapa dia? aku gak akan sudi berurusan dengannya.
Mungkin Baryu benar, menyentuhnya sekali lagi akan membuat rasa ngidamnya menghilang.
Mari lakukan itu, untuk yg terakhir kalinya.
**
Di dalam ruangan apartemen no 301,yg luasnya cukup untuk ditinggali oleh dua orang.
Jiho sedang menelpon seseorang di ruang bacanya.
"Ya, aku sudah mengirimkan salinannya, hubungi aku jika kau sudah membacanya ya!!"
"Tuan Shin mengenai sesi tanda tangan yg kita bahas tempo hari......aku tau kau menolaknya tapi kalau....." Seseorang disebrang telepon sana sangat ragu-ragu berbicara.
"Jawaban ku akan tetap sama, aku menolaknya, pasti ada cara lain untuk promosi publik..baiklah...daaah"
Jiho menutup telepon nya dan menyimpan ponselnya di atas meja.
__ADS_1
"Fiuh .. capek sekali, aku harus memesan buku itu lagi"
Ting..Tong...Ting...Tong....