
Kyaaa......aaaaaa...
whussss...swing swing....
Mereka bertiga, Sia, Baryu dan Sihwan asyik menikmati berbagai wahana yg ada disitu, mulai dari rollercoaster, giant swing, histeria, pontang-panting, kora-kora dan lainnya.
Sia sangat tertawa gembira, Jiho yg melihat nya dari kejauhan termenung melihat ekspresi Sia yg begitu bahagia.
Baryu yg melihat Jiho memperhatikan Sia, tersenyum sinis dibalik topengnya itu.
Sia saat ini sedang asyik dengan dunia nya sendiri, dia lupa dengan adanya Jiho.
Mereka sudah selesai bermain wahana dan bergabung bersama Jiho, berjalan perlahan.
"Waaah, asyiikk banget hari ini, kaki ku sampe gemetaran loh tadi pas turun wahana yg terakhir, lemes yakin...eh gimana kalau kita istirahat dulu, kita duduk di Kafe itu yuk sambil minum" Ajak Sia dan menunjuk sebuah Kafe.
"Okelah kalau begitu" Baryu menanggapi.
Mereka masuk ke sebuah Kafe yg gak terlalu besar namun nyaman, untuk melepas penat mereka yg sudah bersenang-senang seharian ini, kecuali Jiho yaa...
Sesudah pesan minuman, mereka duduk.
"Udah lama banget yaa kita gak kesini" Kata Sia.
"Iyaa, selama ini mustahil bagi kita karena kita gak adaa masa senggang, untung sekarang kita lagi free" Baryu tersenyum.
"Ngomong-ngomong gimana persiapan album baru nya?? lancar?!" Tanya Sia pada Baryu.
"Tentu saja, soalnya Sihwan si pengarang lagu jenius ini, udah mulai buat lagu baru dan tiap malam dia memaksa ku untuk mendengarkannya" Baryu mendekati Sihwan dan menggodanya dengan menunjuk pipinya.
"Idih kapan aku melakukannya" Sihwan terlihat kesal sambil memegangi minumannya.
"Hmmm bentar lagi, kau akan sibuk lagi coba" Kata Sia lalu meminum minumannya.
"Jangan khawatir Simba, walau sesibuk apapun aku pasti punya waktu luang untukmu" Baryu mengedipkan satu matanya ke arah Sia.
Jiho disini hanya jadi pendengar setia., dia hanya diam melihat drama yg ada didepannya itu.
"Yg pertama terlintas saat aku mendapatkan tiket gratis ini ialah bisa pergi denganmu Simba" Baryu lagi lagi menggoda Sia didepan Jiho.
"Oh iyakah? Makasih deh kalau gitu" Lagi lagi Sia sambil menyeruput minumannya.
__ADS_1
"Yaelah Simba gak usah terimakasih kaya gtu dong, kau tau kita kan gak bisa terpisahkan, kita bahkan suka mandi bareng waktu masih bocah" Baryu semringah mengingat kejadian itu.
"Puuffttt" Sia sedikit tersedak mendengarnya.
"Uwaaaa, jangan diungkit-ungkit,itukan masa lalu" Sia sedikit teriak.
"Padahal itu kan saat kami umur 6th, cih yg benar saja" Gerutu Sia.
"Ngomong-ngomong tempat ini begitu menyenangkan, mengingatkan ku pada saat kita studytour SMP, kau ingat gak?!" Tanya Baryu pada Sia, Baryu sengaja manas-manasin kompor eh Jiho.
"Tentu saja aku ingat, kita datang kesini setelah acara itu, dan menikmati semua wahana sampe malam, yakan?!" Sia menimpali.
Jiho hanya tertunduk lesu, dalam hatinya dia terus bertanya-tanya, sebenarnya sedang apa dia disini?
"Haha iya bener, masa-masa yg menyenangkan pokonya, ohyaa menurutmu eskrim yg waktu itu masih dijual disini gak yaa?!" Tanya Baryu sengaja.
Jiho semakin mengepalkan tangannya, dia gak sanggup lagi mendengar kedekatan Sia dan Baryu.
"Maaf aku permisi bentar, mau ke toilet" Jiho beranjak dari tempat duduknya.
"Ah..yaa" Sia yg asyiiik ngobrol dengan Baryu langsung diam dan heran.
"Aku juga" Baryu ikut-ikutan.
"Sia kau beneran gak apa-apa nih?!"
"Eh, emangnya kenapa?!" Sia heran atas pertanyaan yg langsung itu dari Sihwan.
"Maksudku, pacarmu"
"Maksudnya? emang kenapa dengan dia?!"
"Yaa mungkin dia gak nyaman berada didekat orang yg baru di kenal nya, jadi kupikir kau harus lebih memperhatikan dia"
"........?!" Sia masih terdiam heran
Sihwan meneruskan kembali omongannya sesaat setelah dia menyeruput minumannya.
"Melihat dia terpaksa ikut, meskipun gak suka naik wahana-wahana nya, mungkin dia ikut hanya ingin didekat mu aja, Sia" Kata Sihwan.
Sia tercengang mendengar ucapan Sihwan, sebelumnya dia tidak pernah memperhatikan tingkah laku Jiho apalagi memikirkan perasaannya.
__ADS_1
Sementara itu ditoilet.
Jiho sedang mencuci tangannya.
"Sebenarnya sedang apa aku disini? Aku bersamanya tapi entah kenapa terasa jauh, bahkan kurasa aku gak ada diantara mereka, bahkan tanpa kehadiran ku, dia...." Batin Jiho
"Kau tampak lelah??" Baryu datang mengagetkan Jiho yg sedang berbicara sendiri dalam hatinya.
"Kurasa kau gak menikmati semua ini, bukan?!" Kata Baryu sambil cuci tangan.
Jiho kaget dan langsung terdiam, mendengarkan apa yg akan Baryu bicarakan kali ini.
"Jangan dipaksakan, kau ikut padahal kau gak suka sama sekali naik wahana yg ada disini, kau berada disini tapi gak menikmatinya" Baryu sedikit ketus.
"Gak apa-apa selama Sia senang, aku baik-baik aja kok" Ucap Jiho tenang sambil memakai kembali sarung tangannya.
"Apa kau gak keberatan soal itu, kau gak lihat atau pura-pura gak melihat, bahwa Sia hari ini cukup bersenang-senang tanpa kau ada disampingnya" Baryu menatap Jiho.
Baryu mengambil tisu,menatap cermin besar di depan nya dan masih berbicara pada Jiho.
"Cuma mau berada disampingnya? dan kau gak pandai bergaul, apa itu kedengaran nya seperti kau hanya mementingkan ego mu aja yaa?! yaa gak masalah sih kalau kau merasa baik-baik aja"
Baryu selesai cuci tangan, sekarang berbalik menatap Jiho.
"Ngomong-ngomong aku selama ini penasaran, kenapa sih kau selalu memakai sarung tangan, terakhir kali kau sangat kesal saat aku tiba-tiba menggenggam tangan mu, jangan bilang kalau kau penderita mysophobia?!"
Jiho mendengar itu, menatap Baryu tajam.
"Ini bukan urusanmu, urus saja urusanmu jangan ikut campur urusan orang lain, lagipula ini gak ada hubungannya dengan mu"
"Hmmm jadi begitu yaa, sekarang aku paham kau pasti belum melakukan apapun dengan Sia, setau ku sih Sia suka sekali pegang-memegang" Goda Baryu.
Jiho makin kesal dibuatnya.
Baryu melepas topengnya dan tersenyum licik.
"Kau gak bisa naik rollercoaster dan kau gak bisa menyentuhnya, jadi apa dong yg bisa kau lakukan untuknya?!"
Baryu mendekati Jiho dan menatap tajam.
"Aku bisa melakukan semuanya untuk Sia, aku bisa menemaninya naik rollercoaster, dan aku juga bisa menyentuh tubuhnya" Baryu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Jiho terdiam, perasaan nya sekarang sungguh gak bisa diungkapkan, dia ingin memberontak dalam dirinya apalah daya meskipun berusaha dengan sekuat tenaga dia hanya bisa menyerah. Bahkan saat ini dia mendengar orang lain berbicara tentang cewek yg dia suka, Jiho hanya bisa diam menahan amarahnya.
Apalagi yg bisa dia lakukan, seorang penderita mysophobia untuk gerak pun dia sangat hati-hati.