Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
19. AKU GAK SANGGUP LAGI


__ADS_3

Jiho yg tiba-tiba menggenggam erat tangan Sia, membuat Sia sangat kaget, dan gak menyangka dia akan melakukan itu.


"Apa? Dia memegang tanganku, apa dia akan....."Batin Sia.


"Hmmmm...menyingkir dariku" Teriak Jiho sangat marah, menatap tajam Sia sambil menggertakkan giginya.


Brak...


Jiho mendobrak pintu kandang kelinci itu dan keluar dengan marahnya.


Sia mengikuti Jiho dari belakang.


"Apa yg kau lakukan? kau ingin aku mati yaa?" Tanya Jiho kesal.


"Maaf aku gak nyangka kau akan begitu ketakutan"


Sia Lee sangat menyesal dibuatnya.


"Pembunuhan..!!! meskipun gak sengaja tetap saja itu adalah perbuatan kriminal. Dan kelihatan nya kau cukup senang hari ini, kenapa kau senyum-senyum sendiri daritadi?"


Sia memang daritadi sudah gak bisa menahan lagi ekspresi senangnya,,


bagaimana dia gak senang, dia baru saja di sentuh oleh Ayam.


"Hmm..eh itu karena...karena kau memegang tangan ku tadi, ini pertama kalinya buat mu menyentuh orang lebih dulu kan?"


Glek.......tersadar dari amarahnya.


Jiho baru sadar bahwa dia tadi sempat memegang tangan Sia.


"Um...itu....itu karena kau menghalangi jalan ku, bukannya aku ingin atau apa..." Jiho membela diri.


"Terserah apa katamu, yg penting tadi kau baru pertama kalinya menyentuh orang lain kan?" Sia bersikukuh bertanya pada Jiho.

__ADS_1


Jiho terdiam sesaat kemudian mengambil lap dan cairan anti kuman di tasnya, dan mengelap dan menyemprotkan cairan tadi ke tangan yg memegang Sia.


Sia Lee hanya bengong melihat tingkah laku Jiho.


"Jiho, ngomong-ngomong buku harmonika itu, apa benar-benar penting bagimu? aku gak menyangka kau mau kencan dengan ku hanya demi sebuah buku anak-anak"


"Sampah orang lain bisa jadi sesuatu yg berharga untuk yg lainnya, kau mengerti kan apa maksudku? Aku sudah selesai, hayu kita pulang, aku harus mandi"Jiho membuang lap itu dan menyimpan kembali semprotan ke dalam tasnya, laluberjalan pergi.


"Tapi beneran kamu gak akan menyentuh kelincinya sekali saja" Goda Sia pada Jiho.


"Diam, aku gak akan melakukan apapun disini"


"Hehe, iyaa iyaa aku hanya becanda kok" Sia tersenyum.


Mereka masih berjalan di dalam kebun binatang menuju pintu keluar.


"Jika hari ini ada orang yg menyentuh ku lagi, bisa-bisa aku........"


Bruk....


"Uhuk...uhuk...hiks hiks hiks" Anak itu menangis dan memegang celana Jiho.


"Ugh...Aaaarhhhhhh, apa-apaan ini kau bahkan menggunakan anak kecil dalam rencana mu" Kata Jiho marah sambil menoleh ke arah Sia.


"Huuaaaaaa hiks hikss" Anak itu masih menangis.


"Hei, kau salah sangka, aku gak kenal anak itu" Kata Sia sambil melambaikan tangannya sebagai isyarat bahwa dia memang tidak kenal anak itu.


"Singkirkan dia...celanaku.......di hidungnya ada ingus" Teriak Jiho.


"Maaf aku gak bisa, aku gak bisa menyentuh orang tua, orang sakit,anak-anak dan binatang, nanti aku merasa bersalah."


"Apa maksud mu? cepat lakukan sesuatu!!!"

__ADS_1


"Baiklah. baiklah...kamu temani dia sebentar, aku akan ke pusat informasi, melaporkan ada anak hilang" Sia berlalu pergi.


"Hei,, tunggu, jangan pergi" Jiho panik.


"Huaaaa..hikss ibu......" Anak kecil itu terus menangis dan memanggil ibunya.


"Hiks..hu hu hu hu ibu aku mau ibu huhu"


Ibu..


Ibu..


Mendengar anak itu memanggil ibunya, Jiho teringat kembali masa kecil nya yg sedang menangis dan memanggil ibunya juga.


Jiho bisa merasakan apa yg anak kecil itu rasakan sekarang.


Dia lalu ingin menenangkan anak itu dengan membelai rambutnya, dia berusaha sekuat tenaga agar tangannya bisa menyentuh kepala anak kecil itu.


Tiba-tiba..


"Jiho, ini ibu anak itu...."


Sia Lee datang dan melihat drama itu.


Seketika Jiho menarik kembali tangannya.


"Ternyata aku gak bisa melakukan nya" Batin Jiho.


"Terimakasih, terimakasih banyak telah menjaga anakku" Kata si Ibu sopan dan memeluk anaknya.


Jiho membalasnya hanya dengan senyuman.


Kemudian ibu dan anak itu pergi meninggalkan Jiho dan Sia yg masih berdiri melihat kepergian mereka.

__ADS_1


"Tadi si ibu itu juga sedang mencari anaknya di pusat informasi untunglah bertemu denganku, jadi mereka bisa bertemu kembali. Ohiya, maaf ya tadi aku meninggalkan mu, tapi aku punya alasan, susah yaa menenangkan nya, tapi kau hebat sekali mau mencobanya " Kata Sia Lee.


"Aku gak bisa melakukan apa-apa" Kata Jiho dalam hati sambil melihat tangannya.


__ADS_2