Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
39. KAU GAK TAHU??


__ADS_3

Jiho sedang mencari tahu tentang Baryu di internet.


"Aku yakin aku pernah bertemu dengannya, tapi bukan di tv, dimana yaa?!" Jiho berbicara sendiri sambil mengingat kembali.


Bruk....


"Ah, maaf yaa"


Waktu itu Baryu gak sengaja menubruk Jiho didepan rumah Sia.


"Benar, aku pernah melihatnya dan berpapasan dengan nya tepat didekat rumahku, artinya dia adalah orang yg waktu itu mabuk-mabukan bareng Sia sampai larut malam!!" Jiho sedikit berteriak, dia kesal sendiri mengingat kejadian itu.


"Apa ini wajar karena mereka berteman? karena mereka berteman apa merangkul pundak ituu juga.........." Jiho terus melamun, tiba-tiba dia teringat dengan dua remaja yg sedang membicarakan Baryu dan Sia, di toko buku waktu itu.


"Entah mereka teman sejak kecil atau bukan yg jelas banyak foto-foto paparazi tentang mereka" Kata dua remaja waktu itu.


Jiho langsung tercengang.


"Yapss paparazi..."


Jiho mengingat itu dan langsung mencari kata kunci baru.


Baryu Sia Lee


Klik...Jiho mencari dan.........


Banyak sekali artikel yg muncul tentang Baryu dan Sia.


Artikel pertama.


Judul: Apakah Baryu dan Sia Lee berkencan?


Foto: Memperlihatkan Baryu dan Sia sedang makan berdua disebuah Kafe.


Deg deg....Jiho melihat artikel itu jantung nya mulai berdetak cepat.


Artikel kedua.


Judul: Terlalu dekat untuk hanya sekedar teman!! Baryu menonton film romantis bersama seorang model, malam ini.


Foto: Baryu merangkul pundak seorang cewek dari belakang didepan sebuah bioskop, dan sudah dipastikan itu Sia.


Deg deg....deg deg....Jantung Jiho semakin berdetak gak karuan.


Artikel ketiga.


Judul: Baryu dan teman-temannya dipesta Halloween.


Foto: Baryu berfoto bersama Sihwan dan Sia, lagi-lagi Baryu merangkul pundak Sia dan jarak diantara mereka sangat dekat, mereka memakai kostum ala ala Halloween.


Deg deg....deg deg....deg deg...


Jiho memegangi dadanya yg mulai terasa sesak.


Gak mau terus berlanjut.


Klap......


Jiho menutup laptopnya dan pergi ke tempat tidur.


Jiho terus gelisah memikirkan hubungan Baryu dan Sia.


Jiho guling-guling gak jelas ditempat tidur, malam semakin larut dan burung hantu sudah menunjukan eksistensinya.


"Ayoo tidur....tidurlah...sial!! aku gak bisa tidur" Jiho kesal sendiri.


***


Keesokan paginya.


Jiho memijit bel rumah Sia.


Ting tong......ting tong......ting tong....


Sia membukakan pintu rumahnya.

__ADS_1


"Eh Jiho" Kata Sia.


"Ini" Jiho mengembalikan sendok sup itu.


"Ah kau gak perlu mengembalikannya buru-buru" Sambil mengambil senduk sup itu dari tangan Jiho.


"Siapa tau kamu membutuhkan nya, kalau sendok sup nya gak ada nanti kamu jadi repot jadi........."


"Apa karena ini, kamu kesini pagi-pagi gini?!"


Jiho terdiam.


"Hmmm bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar sebentar mumpung cuacanya bagus hari ini"


"Sambil bawa sendok sup ini?!"


"Iyalah, gak apa-apa kan?!"


Sia tersenyum kecut..


"Yaudah hayu"


Mereka lalu berjalan keluar,menghirup udara pagi yg masih bersih belum terkontaminasi dengan banyak asap kendaraan.


Sempat ragu untuk bicara, Jiho lalu memberanikan diri.


"Se...semalam gak terjadi apa-apa kan?!"


Sia kaget dengan pertanyaan Jiho.


"Hah? maksudnya?!"


"Hmmm nggak sihh cumaa........eh ngomong-ngomong kenapa dia bisa memanggil mu Simba?!"


"Aihh ba....bagaimana kamu tau soal itu, hah?!" Sia sedikit berteriak karena malu, jelas dari dulu Sia gak mau dipanggil gitu sama Baryu.


"Semalam aku dengar dia memanggil mu Simba, jadi......"


"Oh itu, itu hanya nama panggilan saja sih, dan selain dia gak ada yg berani memanggil ku seperti itu, kau tau film yg judulnya The Lion king? nama singa nya kan Simba, waktu kami kecil, kami menontonnya bersama dan mulai saat itu dia memanggil ku Simba, katanya rambut ku mirip singa yg difilm itu..ha ha ha dasarr dan tau gak? itu sudah berlangsung selama lima belas tahun...hhaha" Sia bercerita dengan semangat.


"Aku udah bilang sama dia berkali-kali agar gak manggil ku seperti itu di depan umum, tapi.........."


"Kurasa kalian teman yg sangat dekat" Kata jiho.


" Yaa kami memang sangat dekat, karena kami dekat makanya kami berteman" Kata Sia sambil tersenyum lebar.


"Hmm iya juga sih" Batin Jiho.


"Hmmm bagaimana jelasin nya yaa!! pokonya aku dan Baryu itu sudah seperti keluarga, aku bahkan gak ingat bagaimana awalnya kami bisa berteman, aku selalu bersama dia sejak masih kecil, jadi wajar aja kalau dia selalu dekat dengan ku, kami mengenal satu sama lainnya dengan baik lebih daripada orang lain" Jelas Sia.


Jiho terlihat melamun.


Mereka masih berjalan perlahan menyusuri jalanan pagi hari.


Sia terus membicarakan Baryu dengan semangatnya.


"Ah kau mungkin berpikir bahwa Baryu adalah artis idol yg hanya modal tampang saja, tapi benar-benar loh suaranya juga bagus loh, menurutku dia salah satu penyanyi yg kurang dihargai karena wajah ganteng nya yg dominan, hehehe" Sia terkekeh.


"Jiho kau harus coba dengerin salah satu lagunya, suaranya bisa mem....."


"Aku gak mau" Tegas Jiho langsung berteriak sebelum Sia menyelesaikan kalimatnya.


"Aku gak suka dengerin musik, apalagi musik boyband, huh" Jelas Jiho dengan muka juteknya sambil mempercepat langkahnya.


*eciyyeee mamang Jiho..bau bau kecemburuan*


Sia yg melihat itu hanya bisa melongo dengan sendok sup yg masih dia pegang.


**


Di gedung Studio.


Sia sedang berada di ruang fitting room dan sedang duduk di sofa sambil nunggu pemotretan dimulai.


"Aneh, Jiho memintaku untuk jalan bareng pagi ini, tapi dia kebanyakan diem dan gak banyak natap aku, apa ada sesuatu yg terjadi? Bahkan hari ini dia gak mau menggandeng tanganku" Sia berbicara sendiri.

__ADS_1


Sia menyilangkan kakinya, bersandar di sofa dan terus memikirkan tingkah Jiho pagi ini.


"Sungguh sulit menebak jalan pikirannya, aihhh akan lebih mudah kalau aku bisa menebaknya, Tunggu...!! bodo amat ah, mangsa adalah mangsa, aku gak boleh terlalu perhatian, dia cuma ayam ayam ayam" Teriak Sia.


Kriet....Pintu dibuka


"Sia ayoo mulai" Panggil kru disitu.


**


Tek tek tek tek...tek tek tek...


Jiho sedang bergelut dengan komputer di ruang kerjanya, namun pikirannya terus teringat dengan kata-kata Sia.


"Aku dan Baryu itu sudah seperti keluarga"


"Kami mengenal satu sama lainnya dengan baik lebih daripada orang lain"


"Simba itu hanya nama panggilan saja sih, dan selain dia gak ada yg berani memanggil ku seperti itu"


Kata-kata Sia terus berputar di pikiran Jiho, seperti komedi putar, membuat Jiho gak fokus akan kerjanya.


"Aaahhhh bodoh, itu bukan nama panggilan, tapi lebih mirip nama peliharaan" Kata Jiho menghentikan aktifitas nya mengetik.


"Apa aku terlalu sensitif? Ya mereka bisa dekat karena mereka kan teman lama, aku gak perlu kesal gara-gara anak macam Baryu itu, gak apa-apa Jiho gak usah dipedulikan" Kata Jiho menenangkan diri sendiri.


Jiho menyenderkan badannya ke kursi kerjanya.


"Fiuhh, sial, aku gak bisa lupa, apa aku sebaiknya mencari udara segar aja kali yaa"


Jiho berdiri dari tempat duduk nya, dia ganti baju dan siap untuk keluar.


Jiho menutup pintunya, dia sudah berada di depan rumahnya, tiba-tiba Jiho melihat seseorang sedang berdiri persis di depan pintu rumah Sia. Orang itu memakai jaket hoodie yg menutup hampir semua kepalanya, memakai kacamata hitam dan memakai masker juga di mulutnya.


Orang itu menoleh ke arah Jiho.


Jiho kaget dibuatnya, bahkan dengan sangat kaget nya Jiho refleks berteriak.


"Ma....maliiiiing"


"Wah wahh tunggu hyung, tolong jangan teriak lagi, ini aku" Orang itu membuka kacamata nya dan hoodie nya, juga masker dimulutnya dia turunin sampai dagu. Dan ternyata itu Baryu..


"Lihat ini aku, hai hyung ketemu lagi" Jelas Baryu kembali.


Jiho mulai tenang.


"Kau mau keluar yaa hyung? mau jalan atau belanja?!" Tanya Baryu


"Nggak, cuma......eh kenapa kau ada disini? aku gak pernah berpikir aku akan sering bertemu seorang artis didekat rumahku" Ketus Jiho.


"Santai hyung...kami baru aja selesai mengerjakan album ku, dan kami mempunyai cukup waktu luang untuk sementara, dan aku bisa main-main dengan Simba, setiap hari" Goda Baryu sengaja.


Muka Jiho mulai suram dan gak enak dipandang.


"Sia gak ada dirumah, dia ada pemotretan hari ini, dan dia pulang malam"


"Wow hyung kau tau semuanya, gak heran sih karena kau itu pacarnya, iyakan?!"


Sebelum mendengar jawaban dari Jiho, Baryu langsung memijit password rumah Sia.


"Kalau gitu, mending aku nunggu simba didalam aja ah, nanti aku akan mengejutkan dia kalau dia datang, hihihi" Baryu tersenyum licik.


Brak....


Jiho menggebrak pintu sangat keras.


"Apa yg kau lakukan? Bagaimana kau bisa masuk ke rumah orang lain saat gak ada orang di dalamnya" Jiho menatap tajam Baryu, matanya memancarkan sinar ketidak sukaan nya.


Baryu kaget..


"Hadeh siapa yg peduli, kami kan teman dekat, emangnya kamu gak pernah keluar masuk juga ke rumah ini?!" Tanya Baryu.


"Mana pernah"


"Tu....tunggu hyung, kau gak tau password rumahnya?!" Baryu tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2