Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
25. INI MEMBUATKU GILA


__ADS_3

"Jangan pergi....jangan pergi....." Gumam Jiho sambil terus memegangi tangan Sia yg menyentuh pipinya Jiho,Dia terlihat sangat gelisah dengan matanya yg masih terpejam.


"Jiho...wajahnya panas sekali, aku bisa merasakan energi yg keluar, aku tau seharusnya aku gak boleh melakukan ini, tapi aku....aku benar-benar gak bisa berhenti" Kata Sia.


***


Cuit.........cuit.......cuit....


Suara burung seolah sedang bernyanyi dipagi hari yg cerah ini...


Matahari yg hangat memasuki celah jendela rumah Jiho.


Jiho mengerjapkan matanya, dan perlahan dia membukanya, seketika itu dia merasakan puyeng yg teramat dikepalanya.


Dia bangun sambil memegangi kepalanya sendiri.


"Aduh kepalaku,, kenapa aku tidur di sofa?, aku bahkan gak ganti baju, ah sudah jam berapa ini?" Jiho ngoceh sendiri sambil melihat jam di ponsel nya.


"Hah, sudah jam satu siang..dan apa yg terjadi semalam, eh tunggu pesan apa ini?"


Jiho membuka pesan yg di kirim oleh Sia.


Sia mengirimkan lampiran dua halaman buku 'Harmonika Yg Sedih' kepada Jiho, dan bukan itu saja yg membuat Jiho menganga, ada chat Sia dibawah lampiran itu...


'semalam...aku sungguh menikmatinya'


Kata Sia dalam pesan teks nya kepada Jiho.


Jiho membacanya kaget.


"Semalam...semalam" Jiho berusaha mengingat nya walaupun dengan kepala yg saat ini sedang cenat cenut nyut nyut.


Dia mengingat kembali semua kejadian semalam, dari mulai dia minum segelas kecil soju sampai langsung gak sadarkan diri, terus bercerita tentang masa lalunya, sampai saat Sia berada di sampingnya sambil menyentuh pipinya dia ingat, tak luput saat dia menangis pun dia ingat.


"Aaaahhhh, nggak mungkin, apa yg telah ku lakukan" Jiho berteriak.


**


Klinik Psikiater.


"Aku berhasil, akhirnya aku tau penyebab OCDnya itu tu apa?" Kata Sia Lee senang sambil loncat-loncat kecil saat dia berbicara dengan kakaknya.


"Kau belum menyerah yaa? bisa saja kan kau menyentuh dia sepuasnya saat mabuk ?" Kata Moran sambil memegang gelas kopinya.


"Menyerah? kenapa harus? kan hampir behasil, dan apa kau anggap aku ini binatang yg menyentuh orang saat mabuk, cih........" Sia memalingkan wajahnya dengan ekspresi judes, dan berpikir sejenak tentang apa yg dia katakan barusan.


"Hmmmm maksudku yaa aku ini memang binatang, menyentuhnya saat mabuk, apa boleh buat, tapi aku menahan diri kok, langsung pergi meninggalkan rumahnya"


"Tapi tetap saja, kau menyentuhnya" Kata Moran.

__ADS_1


"Tapi melihat dia begitu sedih, aku jadi gak tega menyentuhnya, Aku merasa bersalah, ohiya aku sudah ngmong sama dia, dia mau berubah kok, jadi ku pikir dia bisa mengatasi traumanya dulu"


"Jadi apa yg akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Moran.


Sia duduk dan mengambil gelas kopinya.


"Yaa aku tau, ini terlalu mencampuri urusan orang lain tapi aku hanya ingin membantu dia bertemu dengan ibunya mungkin kalau sudah bertemu, dia akan berubah" Kata Sia meneguk kopinya.


"Bukan soal itu, maaf aku gak tertarik dengan kondisinya, tapi aku bertanya tentang kau, Sia"


"Aku?" Sia bingung.


"Okelah gini, anggaplah nanti kau berhasil menyembuhkan OCD nya, nah setelah itu apa yg akan kau lakukan? dia sangat waspada dan benci bersentuhan dengan orang lain, bahkan jika kau berhasil menyembuhkan OCDnya, dia gak akan tiba-tiba membiarkan mu menyentuhnya"


"Aku tau..tapi....."


"Itulah sebabnya aku bertanya, apa kau mau berpacaran dengannya hanya demi menyelesaikan perburuan mu?"


"Pacaran? Dengannya?"


Pertanyaan Moran itu cukup membuat Sia berpikir keras.


**


Sia Lee sampai digedung apartemennya.


Dia berjalan menaiki tangga menuju ke rumahnya.


Drap drap, suara sepatu Sia menaiki tangga.


"Tentunya kalau aku pacaran dengannya, kesempatan aku menyentuhnya semakin banyak, tapi orang pacaran karena saling suka kan, yaa memang sih aku waktu itu bilang suka dia, mungkin si ayam mengira kalau aku benar-benar suka dia, tapi bagaimana perasaan dia padaku? apakah dia juga menyukaiku? uhh lagi pula aneh rasanya pacaran dengan makananku sendiri." Sia Lee masih berbicara sendiri sambil menaiki tangga gedung apartemen nya.


Ring ding dong ring ding dong parampam..


Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Sia Lee mengangkat telepon nya.


"Hallo, ini Sia Lee"


"Hey Simba" Suara Baryu di sebrang telepon sana mengagetkan Sia.


"Apa yg sedang kau lakukan sekarang? memikirkan aku ya?"


"Apa kau di Jepang, bukankah kau sedang sibuk disana?" Tanya Sia, sambil menghentikan langkahnya.


"Lagi istirahat, nanti malam ada pemotretan sih, udah dua minggu loh aku gak ngobrol denganmu, bagaimana dadamu?"


"Bagaimana dadaku?Bukan bagaimana kabarku?cih... " Batin Sia.

__ADS_1


"Dasar mesum, kau menelepon internasional hanya untuk menanyakan dadaku?" Teriak Sia kesal.


Sia Lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga yg tadi sempat terhenti karena teleponnya Baryu.


"Bukan....... aku menelepon mu, untuk mengucapkan selamat, karena ku dengar kau lolos audisi tahap pertama,Ituloh audisi iklan parfum" Kata Baryu tenang.


"Eh kok tau, aku aja baru tau kemaren"


"Sia walaupun sekarang kita terpisah jauh, tapi aku tau semua tentang mu, karena aku menyukaimu"


Deg....Sia tercengang mendengar perkataan Baryu, dan dia sudah sampai didepan pintu rumahnya.


Baryu melanjutkan berbicara.


"Aku sudah gak sabar, melihatmu memakai yukata, warna apa yg kau suka? pink polos atau hitam seksi? Yah apapun warnanya gak masalah karena aku yg akan memakai kan dan melepaskan nya" Goda Baryu.


Dengan ekspresi wajah yg malu dan kesal Sia Lee berkata,


"Bisakah kau ucapkan sayonara padaku?"


#Yukata (baju sesudah mandi) adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah dilewati angin.


#Sayonara bahasa Jepang untuk mengucapkan selamat tinggal.


"Ayolah Sia jangan malu-malu gitu, aku akan segera menemuimu setelah urusanku selesai disini, tunggu aku di Korea yaa, bye Simbaa"


"Hei telepon dulu, sebelum kau ke...."


Bip...Baryu segera menutup telepon nya tanpa mendengarkan Sia berbicara.


"Heleeh, Baryu emang suka ngomong sembarangan, tapi apa tadi itu benar-benar telepon untuk mengucapkan selamat, ngomong-ngomong......" Sia melirik pintu rumah di sebelah nya..


Klang..Pintu rumah itu tiba-tiba terbuka.


Jiho keluar dari rumahnya.


"Eh Jiho, bagaimana keadaan mu semalam?" Tanya Sia kepada Jiho


Jiho yg baru saja keluar dari rumahnya melirik Sia dengan ekspresi yg malu-malu dan salah tingkah, dia masih mengingat kejadian kemaren


"Eh emm.....itu...."


Brak....Jiho masuk kembali ke rumahnya, benar-benar Jiho salah tingkah.


"Ada apa dengan dia?" Sia bingung.


Dibalik pintu rumahnya, Jiho mengatur nafasnya yg naik turun gak karuan.


"Fiuhh,, Ini membuat ku gila, aku jadi malu kalau aku bertemu dia"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kasih semangat akohnya dong, jngan lupa like yaa gayesss gayessss❤️.... hatur tengkyu..


__ADS_2