
***
Disebuah bandara terbesar di Korea, terdapat begitu banyak orang yg menyerukan nama salah satu K-POP terkenal pada masa kini.
Suasananya begitu riuh, banyak yg berteriak kegirangan seolah mereka mendapatkan doorprize tirai ke 3 dalam acara superdeal.
"Kyaaaaaaaaa Baryu, Sihwan, Rookie..."
"O'rnij......O'rnij....O'rnij"
"Baryu liat sini ahhhhhhh"
Teriak para fans yg melihat para idola mereka mau memasuki mobil.
Brak....Pintu mobil ditutup.
"Ah akhirnya kita kembali juga di Korea, uh jadwal di Jepang begitu padat, capeekknyaaa" Kata Baryu setelah menutup pintu mobil itu.
"Pak manajer kita gak ada jadwal lain kan hari ini?" Kata Sihwan sambil merebahkan badannya dikursi mobil belakang.
"Nggak kok, kalian boleh pulang dan istirahat, emangnya kenapa? ada apa? awas yaa kalian jangan pergi minum-minum dan pulang larut malam, karena besok kita masih ada acara."Kata Manajer mereka yg duduk didepan samping pak supir (yg sedang bekerja.wkwkkw)
"Ayolah..aku berani jamin, aku gak akan telat kok" Tutur Baryu senyumnya menyeringai.
"Mau pergi kemana? ke tempat Sia?" Sihwan yg duduk disamping Baryu bertanya penasaran.
Baryu melihat tas baju yg ada disamping nya.
"Aku akan memberikan hadiah ini kepada Sia, karena besok kita pasti sibuk, aku senang banget akan ketemu Sia, karena udah sebulan aku gak melihat wajah cantiknya, bagaimana menurutmu? apa Yukata ini cocok untuknya?" Jiho memperlihatkan hadiah itu kepada Sihwan.
Baryu lalu memasukkan baju itu kembali ke dalam tasnya.
"Apa dia akan memperbolehkan aku memakaikan dan melepaskan bajunya, supaya aku bisa lihat tubuh seksinya..oh yaa ampunn" Muka Baryu memerah dia memejamkan matanya, mungkin dia lagi membayangkannya, dan kedua tangan nya berada dipipi mulusnya Baryu.
"Hmmm menurut ku sebelum kau melakukan nya,kau akan terlebih dahulu dikuliti olehnya, semoga kau pulang dengan selamat" Kata Sihwan sedikit kesal.
"Bodo amat huh, sebaiknya aku menelpon dia dulu ah" Baryu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan mulai melakukan panggilan kepada Sia.
Nomor yg anda tuju sedang berada di luar jangkauan,cobalah beberapa saat lagi. Atau tinggalkan pesan suara setelah nada bip berikut ini.
"Eh apa?! kenapa hapenya gak aktif, gak biasanya dia seperti ini" Baryu terdiam heran.
**
Jiho sedang duduk dimeja kerjanya, tentunya saja dia sambil memegang ponselnya.
"Sudah empat hari belum juga ada kabar, huh!! telepon nya juga masih gak aktif, benar-benar deh membuat ku frustasi, aku jadi gak bisa fokus kerja kan jadinya ah" Gerutu Jiho kesal.
Dia membenarkan posisi duduknya mencari posisi yg enak, dengan kaki dua-duanya dia naikan ke atas kursi.
"Padahal kan ini cuma gara-gara aku gak bisa saling komunikasi selama beberapa hari dan belum mendengar kabar darinya akhir-akhir ini, kenapa aku jadi khawatir dan senewen begini yaa?" Tanya Jiho kepada dirinya sendiri.
Jiho lalu berdiri, dan tangannya dia simpan di pinggangnya dengan perasaan yg harap-harap cemas sambil mondar-mandir.
"Enggak...aku tau sebenarnya aku ini kenapa? oke aku akui dia adalah orang pertama yg bisa membuka hatiku, aku gak tau sejak kapan tapi aku mulai memikirkan dia, aku coba untuk pura-pura gak memikirkan nya, tapi....aahhhh"
__ADS_1
Jiho duduk kembali dikursinya dan mengambil foto yg terpajang dimeja kerjanya, di dalam foto itu terdapat sosok Sia dan Jiho yg waktu itu melakukan pemotretan, entah kapan foto itu sudah dipasang pigura dan bertengger cantik dimeja kerja Jiho.
Jiho menatap foto itu dalam dengan penuh perasaan, khususnya pada foto Sia.
"Hei, Nona Sia Lee, ku beritahu yaa, aku gak peduli lagi dengan buku anak-anak itu, jadi ku mohon...telepon aku yaa" Jiho berbicara sendiri pada fotonya sambil mengelus lembut sosok Sia yg berada didalam foto itu.
***
"Ah haloo,, Nona Kim, ini aku Sia Lee, aku udah balik Korea nih, tapi ampun deh disana aku malah kehilangan ponselku, untung aku ingat nomor mu yakan? sekarang aku baru sempet beli hape baru dan langsung menghubungi mu"
Kata Sia Lee menelpon Nona Kim, sekarang Sia sedang berada di depan Counter hape masih lengkap dengan koper yg dia bawa.
"Astagaaa yaa ampuun Sia, aku sangat mengkhawatirkan mu loh,, syukurlah kalau kamu gak apa-apa" Kata Nona Kim disebrang telepon sana.
"Aih,, Nona Kim jangan parno gitu ah, jangan terlalu mengkhawatirkan ku, aku gak apa-apa kok, ohyaa semuanya berjalan dengan lancar, katanya hasilnya akan diumumkan ke email masing-masing"
"Oke kalau gitu kerja bagus Sia, yaudah kamu pasti capek sekarang cepat istirahat yaa, aku juga masih ada kerjaan dikantor, bye Sia" Nona Kim langsung menutup panggilan telepon nya, pertanda dia sangat sibuk.
"Yelah, Nona Kim kalau sibuk selalu saja seperti itu, yaudah lah yg penting aku udah menghubungi agency ku dan sekaraang coba kita lihat siapa saja yg kangeen sama akuu" Sia lalu membuka akun Line nya dan melihat siapa saja yg sudah mengirim pesan terhadapnya.
"Hah?! Kenapa si ayam banyak sekali mengirimi ku pesan, astagaa dragoon"
Ayam:
Kenapa kau gak membalas? apa kau sibuk?
Kau gak kabur membawa buku ku kan? Telepon mu gak aktif dan kau juga gak ada dirumah.
Kau dimana? Kapan balik? Apa ada sesuatu yg terjadi padamu?
Aku rindu.....
Itulah sebagian isi pesan nya Jiho kepada Sia.
"Yaudah nanti aja ku telepon dia deh" Sia lalu berjalan keluar dari Counter hape itu.
**
"Kamu tau, aku sangat mengkhawatirkan mu loh Sia, kenapa kau gak menghubungi ku sampai saat ini? apa sesuatu yg buruk terjadi padamu? Sia Lee.....Sia...ku rindu kamu" Kata Jiho masih dengan melihat Sia difoto diruang kerjanya.
"Aaaahhhhhhh ini benar-benar gila, membuatku gila, mending aku keluar mencari udara segar" Jiho beranjak dari duduknya dan mengambil jaket dan tas nya, kemudian dia keluar.
Jiho berjalan sendiri menyusuri jalanan Kota yg ramai tanpa arah dan tujuan, pikiran nya melayang tetap memikirkan Sia.
Kring kring......Kring kring......
Tiba-tiba suara ponsel Jiho berbunyi, sejenak dia melihat nomor dilayar ponselnya, nomor tidak dikenal, dia awalnya ragu untuk mengangkat telepon itu, tapi entah kenapa dia mempunyai perasaan bahwa dia harus mengangkat telepon itu, dan dia mengangkatnya..
"Halo, ini siapa??" Sapa Jiho ditelepon
"Hai ayam eh Jiho, ini aku Sia Lee"
Jiho mendengar suara Sia langsung tercengang kaget, dia sangat senang tak terhingga dia langsung terdiam beberapa detik, dia gak mau kalau itu sebuah mimpi.
"Hei Jiho hallo, kau disana...." Sia terus memanggil Jiho ditelepon karena beberapa detik gak ada pergerakan dari Jiho.
__ADS_1
"Ha..haloo Sia Lee, darimana saja kau? Kenapa baru menelpon ku? kenapa hape mu gak aktif hah? dimana kau sekarang?" Teriak Jiho cemas.
Sia yg mendengar teriakan Jiho langsung menjauhkan hapenya dari telinga Sia.
"Idih, apa-apaan sih, kenapa kau berteriak yaa ampun aku gak budeg tau"
"Kenapa aku berteriak padamu, masih saja nanya kau ini yaa? dimana emang nya selama ini? dan sekarang kau dimana?" Tanya Jiho penasaran.
"Hadehh benar-benar deh, aku sekarang udah mau nyampe rumah, kau ingat audisi iklan yg waktu itu, nah aku kemarin pergi ke Itali untuk shooting iklan dan sampainya disana eh hape ku malah ilang, ngomong-ngomong kenapa kamu mengirim ku banyak pesan? apa terjadi sesuatu?" Sia masih berdiri ditepi jalan, sambil menelpon Jiho.
"I...itu karena aku...aku khawatir....." Jiho tergagap.
"Kamu mengkhawatirkan bukumu yaa? astaga kau gak berpikir aku kabur membawa bukumu kan?" Kata Sia.
Jiho terus berjalan sambil mendengarkan Sia di telepon, dan gak disangka Jiho melihat Sia dari belakang ditepi jalan.
"Ngomong-ngomong aku minta maaf Jiho karena aku gak ngasih tau kamu dulu, tapi aku gak nyangka loh, kamu bakal kirim pesan sebanyak itu padaku" Sia terus ngoceh ditelepon.
"Apa kau benar-benar mengkhawatirkan buku itu? Yaa aku tau betapa berharga nya buku itu untukmu kan?"
Jiho sudah gak menggubris apa yg Sia katakan ditelepon, yg dia rasakan sekarang adalah dia begitu senang melihat sosok wanita cantik yg dia rindukan berdiri didepan nya saat ini walaupun tampak dari belakang.
Jiho terus melihat Sia dari belakang.
"Sebenarnya apa yg aku rasakan saat ini? perasaan apa ini? Apa yg sebenarnya ingin ku lakukan dengan nya? ada rasa yg gak bisa ku ungkapan saat ku jauh darinya" Batin Jiho.
Jiho perlahan berjalan menghampiri Sia.
"Yg ku rasakan saat ini aku ingin terus disamping nya, aku ingin terus melihat dia tersenyum dan aku ingin.............." Jiho terus bergumam dalam hatinya.
Sia ditepi jalan masih saja mengoceh ditelepon, dia kira lawan bicaranya sedang mendengarkan nya.
"Jiho, menurutmu kemarin aku egois banget yaa? kupikir kalau ku kembalikan buku itu padamu, aku gak akan bisa bertemu dengan mu lagi, ngomong-ngomong maaf yaa kemarin aku udah seenaknya, tapi aku janji nanti akan ku kembalikan kok, kamu jangan terlalu khawatir yaa Jiho...eh Jiho???....haloooo, eh apa terputus kali yaa?" Ucap Sia sambil melihat layar hapenya.
Jiho terus mendekati Sia dari belakang, jantung nya gak karuan, nafasnya gak teratur , keringat mulai membasahi kening putihnya.
Krep..Jiho menggenggam tangan Sia dari belakang , Sia begitu kaget dan langsung menoleh ke belakang..
"Eh Jiho" Mata sia terbelalak melihat Jiho dibelakangnya dan sedang berinisiatif menyentuh tangannya.
"Kalau gitu, terus temui aku" Kata Jiho menatap tajam dalam wajah Sia.
"Eh maaf, maksudmu?"
"Ayo makan malam,.minum teh, nonton film dan pergi ke kebun binatang lagi sama-sama, aku akan melakukan apapun yg kau mau" Ucap Jiho.
Sia masih bingung dibuatnya.
"Sia...Ayoo berkencan denganku, aku gak peduli lagi dengan buku itu, jadilah...pacarku, ku mohon.....berkencanlah denganku" Jiho menatap Sia dengan tatapan yg bisa menghanyutkan banyak wanita, dan kali ini dia sungguh-sungguh.
"Yaa ini yg aku inginkan...aku ingin...aku ingin terus bersamanya.." Batin Jiho.
Sia mendengar pengakuan Jiho, dibuat tak percaya, matanya melotot, dia gak sanggup bernafas sepersekian detik, apakah ini mimpi?
Dibalik pohon diitepi jalan itu, Baryu yg membawa tas oleh-oleh buat Sia menunduk kaku, dia mendengar semua yg Jiho ungkapkan pada Sia.
__ADS_1