Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
14. SESUATU YG MENCURIGAKAN


__ADS_3

Di dalam rumah Sia.


"Apa yg baru saja kau katakan Sia Lee?? Aaarrrhhhhhhhh"


Sia Lee membenamkan mukanya ke bantal sofa, dia mengoceh sendiri.


"Kenapa kau menjatuhkan diri sendiri ke dalam jurang yg sangat dalam, dasar gadis bodoh..kenapa kau menggali kuburan mu sendiri? kenapa gak sekalian kamu tadi foto buat pemakaman mu saja"


Sia Lee terus mengumpati dirinya sendiri, mengingat kembali apa yg dia katakan tadi kepada Jiho.


"Terlihat murahan, bagaimanapun juga kau bukan pertama kalinya mendengar kata-kata itu bukan Sia Lee? tapi tetap saja tadi aku gak bisa mengontrol emosiku, aku tadi sangat terluka dia berbicara seperti itu...aaaahhhhhhh mampuss aku"


Dia guling-guling gak jelas di atas sofa.


Kemudian dia bangkit duduk.


"Huh, lagipula rencana ku sudah hancur berantakan, kupikir dia akan mengizinkan ku menyentuh nya, saat dia diposisi terdesak. Heh, tapi jika dia berpikir aku akan menyerah itu salah, aku Sia Lee tidak pernah menyerah pada buruanku, lain kali rencana ku bakal lebih matang, lihat saja nanti" Sia Lee bergumam sambil mengambil ponselnya dan buku Harmoni yg Sedih.


Ting tong.......Ting tong....Ting tong...


"Eh siapa sih malam-malam begini"


Sia Lee lalu bangkit dari duduknya dan menyimpan kembali ponsel dan buku itu. kemudian membuka pintu.


Taaa..daaaa........


Baryu dan Sihwan sudah berada didepan pintu rumah nya.


Mereka membawa minuman dan cemilan.


"Hei, Simba seharusnya kau senang pacarmu ada di sini" Kata Baryu sambil merangkul Sia.


"Kenapa kalian kemari?" Tanya Sia Lee heran.


"Buat pesta penyambutan" Jawab Sihwan.


"Maksud ku, kenapa mendadak sekali"


"Aku disini mau razia" Ucap Baryu sambil menatap tajam Sia Lee.


**


Sementara itu di rumah Jiho.


Jiho yg selesai mandi membuka chat di ponselnya.


Dia melihat Sia mengirim pesan.


"Lagi-lagi dia mengirim hanya satu halaman, apa dia bermaksud begini terus hingga halaman terakhir?" Pikir Jiho kesal, dia menyipitkan matanya dan menyunggingkan bibirnya.


Dia teringat semua kejadian barusan terjadi antara dia dan Sia Lee, dia ingat kata-kata yg dia ucapkan pada Sia.


"Apa aku terlalu kasar yaa padanya?"


Tiba-tiba....


Berisik..teriak..teriak...


Wuhaaa..haa..haaa...


kyaa....haaaa.....


"Suaranya datang dari sebelah!!" Jiho menatap tajam ke arah tembok dimana suara itu berasal.


**


"Ayooo bersulang untuk hidup simba yg baru...cheeerrrssss" Baryu mengangkat kaleng bir nya dan meminumnya.


"Idih, ngapain sih yaa ampun Baryu.." Sia Lee mulai kesal dengan sikap Baryu.


Baryu mendekati Sia dan merangkulnya.

__ADS_1


"Sebenarnya minggu depan, kami akan pergi ke Jepang selama sebulan, jadi aku harus menemui mu sebelum aku pergi, karena kita bakalan lama gak jumpa"


"Tapi seharusnya kau menelepon dulu, aku capek kerja" Sia Lee ketus.


"Iyaa, iyaa simba aku tahu kau hari ini ada pemotretan untuk iklan parfum, bukannya seharusnya aku yg menemani mu, tapi ku dengar posisi ku sudah digantikan oleh cowok lain, boleh ku tahu siapakah dia? hah?" Baryu lebih mendekati Sia, sambil menggoda nya.


"Eh, dia.....diaa cuma kenalan" Sia Lee mendapat pertanyaan seperti itu dari Baryu langsung kikuk.


"Ayoolaaah Sia, aku tau semua cowok kenalan mu, kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku,iyakan?"


"Idih, apaan sih, enggak kok enggak"


Sementara mereka berdua lagi berdebat, Sihwan menemukan sebuah buku.


"Eh ini.......Ini buku anak-anak dan buku psikologi??"


Sia Lee kaget dibuatnya, Matanya terbelalak melihat ke arah Sihwan.


"Eh itu, aku akhir-akhir ini sedang ingin membacanya saja, mengisi waktu luang sekalian memperbaiki diri"


"Simba bahkan kau dulu gak sudi membaca buku pelajaran, kenapa kau sekarang antusias? aku yakin aku mencium sesuatu yg mencurigakan disini" Baryu berada dibelakang Sia, dan berbisik lirih, seperti iblis yg sedang menggoda.


"Emmmm, kau tau kan, orang bisa berubah"


Untuk mengalihkan pembicaraan, Sia berbicara pada Sihwan.


"Ohiya Sihwan, untung kau datang"


"Eh, aku?" Tanya Sihwan bingung.


"Aku belum menyerap energi manusia selama beberapa hari ini, kau hambar tapi apa boleh buat, daripada enggak sama sekali, karena aku harus bertahan hidup,sini biar ku pegang tangan mu sebentar saja."


Sia menghampiri Sihwan yg sedang duduk di sofa, dan memegang tangannya.


"Ayolah, hari ini aku sudah benar-benar capek gara-gara Baryu" Kata Sihwan.


Tapi Sia Lee tidak mempedulikan nya, dia tetap memegang tangan Sihwan.


"Kalian ini, memang aku ini batre cadangan apa hah?" Sihwan terlihat kesal gara-gara tingkah Sia dan Baryu.


"Ngomong-ngomong Sia, kau kelaparan sampai berhari-hari, memang nya dengan cowok tetangga itu tidak berhasil yaa?" Sihwan bertanya penasaran sama Sia.


"Apa? Ah cowok tetangga itu,ternyata dia gak selezat dulu saat pertama kali ku sentuh, dia sekarang biasa saja" Sia berbohong padahal dia sama sekali belum menyentuh yg kedua kalinya selama ini.


Harga dirinya menolak untuk mengungkap fakta, bahwa dia berjuang mati-matian namun di abaikan.


"Ada banyak orang lezat di dunia ini, jangan hanya terobsesi dengan satu orang saja, saat kau menemukan yg lainnya, kau bakal merasa seperti ikan yg menyambut umpan" Baryu menimpali.


"Apa..aku bertingkah seperti cewek murahan?" Sia Lee tiba-tiba bertanya.


Sihwan beberapa detik terdiam, lain halnya dengan Baryu, dia langsung menjawab pertanyaan Sia.


"Memang iya sih"


"Oke, terima kasih teman-teman" Ekspresi muka Sia langsung datar dan lurus seperti jalan tol.


Baryu meneguk bir nya kemudian berkata,


"Tapi apa boleh buat, karena kau ini vampir,kita terlahir seperti ini, kita menyentuh manusia untuk bertahan hidup, tapi mereka mengira bahwa kita ini ceroboh dan murahan jadi jangan marah,karena mereka itu salah sangka, Yah walaupun kau kurang hati-hati" Baryu tersenyum.


"..........?!" Sia masih terdiam mendengarkan penuturan Baryu.


"Berbeda dengan yg lainnya, kau itu sembarang menyentuh orang dan ini menyebabkan masalah, mungkin kau ini kurang berusaha atau yaa maksudku kau itu bodoh" Hahahah Baryu ngakak.


"Diamlah , kau yg bodoh"


Sia Lee masih menggenggam tangan Sihwan.


"Sejak kecil kau sudah seperti ini hasrat mu jauh lebih besar dari yg lainnya, inilah kenapa orangtua mu lebih mengkhawatirkan kamu daripada kakakmu, karena kau berbeda"


"Berbeda? aku? apanya yg berbeda?"

__ADS_1


"Yah itu...ukuran dada mu, ukuran dada mu jauh lebih kecil dari ukuran dada kakak mu" Hahahaha Baryu tertawa ngakak lagi sambil menunjuk dada Sia.


"Apa yg kau tau soal ukuran dadaku?! kau melihatnya sudah lebih dari 10 tahun, sekarang sudah jauh lebih besar tau" Sia Lee kesal dan mukanya merah karena marah.


"Kalau begitu, sini biar ku periksa" Hahahah.


"Kenapa sih, kalian selalu......pelankan suara kalian..."Sihwan berkata lirih.


"Enyah kau dasar mesum" Sia berteriak dan menghampiri Baryu siap akan menerkam nya.


Bruk........


Tiba-tiba Sihwan jatuh.


"Astaga, Sihwan....omoo...omoo"


"Hey, bangun...."


Sia dan Baryu kemudian membaringkan Sihwan di sofa.


"Apa aku menggenggam tangan nya terlalu lama, sehingga dia seperti ini?" Tanya Sia menyesal.


" Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja,dia sehat kok" Kata Baryu, sambil menutupi wajah Sihwan dengan kain putih.


"Jangan menutupi wajahnya seperti itu aku jadi takut" Teriak Sia.


"Aku juga pernah membuat nya pingsan,tapi dia pulih dengan cepat, sebagai teman vampir, dia sudah terbiasa" Kata Baryu.


"Hebat juga yaa dia, masih mau berteman dengan mu"


"Karena kami ini teman dekat, kami gak bisa dipisahkan"


Baryu yg sedang duduk di sebelah Sia, menggeser sedikit mendekati nya.


"Hey, kau gak terpikir kalau kita ini seperti pasangan suami istri yg baru saja menidurkan anaknya"


Sia Lee berkata sinis,


"Aku merasa iba, pada siapapun calon istrimu nanti"


"Itu adalah kamu...aku gak mau yg lain selain kamu, simba" Baryu menatap Sia sangat dalam dan penuh perasaan.


Sia melirik Baryu yg sedang menatap nya itu. Kemudian menatap Baryu kembali.


"Jangan pikirkan apa kata orang, karena aku mengenal mu lebih dari orang lain, kau bukan cewek murahan" Kata Baryu tegas.


Sia beberapa detik tertegun atas tatapan dan omongan Baryu.


Baryu lalu merangkul Sia.


"Jadi bagaimana kalau sekarang kita berakting? aku jadi suami, kau jadi istrinya, tempat tidur ada di atas kan?" Goda Baryu dengan gaya tengilnya.


"Iya,dan pintu keluar ada di sebelah kananku, pergi sana!!" Sia Lee kesal.


"Tidak!! Kita gak akan bisa ketemu selama sebulan, maka dari itu aku akan terus menempel padamu saat ini"


"Idih, pergi sana, tolonglah, aku mau pergi ke toilet" Sia Lee beranjak dari tempat duduk nya dan berdiri berjalan ke toilet.


"Simba, tidak jangan tinggalkan aku.....huh simba" Kata Baryu lebay.


Tring.....


Anda mendapat pesan baru.


"Eh, ponselnya simba" Baryu lalu mengambil ponsel Sia dan melihat isi pesannya.


"Eh, apa ini?"


Ayam: Diamlah!!😡


"Ayam..?!" Baryu bertanya dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2