Tak Bisa Di Sentuh

Tak Bisa Di Sentuh
21. KAULAH YG PERTAMA


__ADS_3

Besok paginya Jiho, lengkap dengan sarung tangan, masker dan alat kebersihan di tangan nya, dia mengeksekusi rumahnya. Dari mulai dapur, ruang makan, kamar, kamar mandi, tak ada satupun ruangan yg luput dari sentuhan nya.


Cling....cling....cling.....


Eksekusi rumah selesai, Jiho melihat sekeliling cling dimana-mana.


Entah kenapa si ikan sudah berada di aquarium yg nyaman dan damai.


Jiho lalu menghampiri si ikan dan melakukan sesuatu padanya.


"Fiuh, akhirnya aku mendapatkannya sebelum dia memakannya, hari ini gak ada bencana seperti kemarin, dia pup lalu memakannya, pup lagi dan memakan nya lagi, gitu aja terus" Kata Jiho, sambil mengambil kotoran itu dengan jaring dan memasukan nya ke dalam kantong plastik kecil.


"Aku gak ngerti, kenapa dia memakan kotoran nya sendiri? gak ku sangka, aku akan menggunakan aquarium ini seperti ini, awalnya aku membelinya hanya untuk pelengkap ruangan saja" Jiho terus mengoceh sendiri, dan dia membuang plastik kotoran itu ke tempat sampah.


Dia lalu memandang ikan yg sedang, berenang dengan santuy nya.


*terus berenang...terus berenang...terus berenang,, hehe*


"Hadiah itu seharusnya sesuatu yg disukai oleh penerima nya, lebih baik aku menyuruh dia untuk mengambilnya kembali"


Jiho lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya, dan mengirim pesan singkat kepada Sia Lee.


Bip bip.


Anda mendapatkan pesan baru.


Ayam: Ambil kembali ikan ini!!!


Penguntit: Aku masih sibuk hari ini, tolong awasi dulu yaa!!


"Ouh, menyebalkan" Jiho membuka masker nya, dan berbicara sendiri dengan nada kesal, setelah membaca pesan dari Sia.


"Sekarang,apa yg harus ku lakukan dengan nya?" Kata Jiho sambil menatap tajam ikan itu.


"Ah bodo amat ah, mendingan sekarang aku menyelesaikan pekerjaan ku"


Jiho lalu duduk di depan komputernya seperti biasa.


Tek tek tek...tek tek tek....


Dia sedang mengerjakan sesuatu.


Shhh...sshhh...


Plup..plup..Blup...blup...


*gimana sih gengs ituloh suara ikan yg lagi berenang di air terus loncat masuk lagi ke air, bingung akutu, gitu ajalah yaa gpp*


Mendengar suara, Jiho lalu melihat ke arah suara itu yg berasal dari akuarium.


Waktu Jiho melihat, si ikan pura-pura berenang santuy seolah tidak terjadi apa-apa.


Jiho lalu melanjutkan pekerjaan nya, dan suara itu muncul lagi, si ikan kali ini berenang dengan lincah nya di dalam air, sehingga menimbulkan bunyi yg membuat Jiho sangat terganggu.


Jiho menatap kembali ke akuarium itu, kali ini Jiho menatap tajam si ikan.

__ADS_1


Kembali si ikan diam seperti anak yg sangat baik dan penurut, dia berenang dengan sangat hati-hati.


Jiho menyipitkan matanya dan kemudian melanjutkan lagi pekerjaan nya.


Seolah sengaja ingin menggangu Jiho, si ikan berenang kembali membuat suara...


"Ini sangat mengganggu ku, aaarrrhhhh" Teriak Jiho kesal, dia sudah tidak bisa lagi membendung kekesalan nya.


Dia berdiri dan berjalan perlahan ke arah akuarium dimana tempat si pembuat suara yg mengganggu Jiho berada.


"Kenapa dia terus berputar-putar dan membuat suara? mengganggu sekali, katanya bisa menenangkan pikiran, cih omong kosong, apa dia lapar?" Jiho terus mengoceh.


Dia lalu mengambil makanan ikan, dan menaburkan nya di akuarium.


"Aku gak pernah berpikir untuk memelihara binatang, tapi aku gak bisa membuang nya, aku tau kau gak bersalah, kau cuma bertahan hidup"


Jiho memandang ikan itu yg lagi makan sambil berbicara kepada si ikan.


Nyam nyam nyam...


Si ikan asyik makan.


"Sejujurnya, aku bukannya gak suka kamu, aku cuma...."


Jiho mendadak menghentikan kalimat nya, dia melihat si ikan menangkap makanan dengan mulutnya dan dengan bersamaan sesuatu yg kecil hitam keluar dari bawah sirip nya.


"Hah!! dia makan dan pup di waktu yg sama, hey pilih salah satu dong"


Jiho sedikit berteriak kesal ke si ikan.


"Hei tunggu...tidak jangan dimakan" Teriak Jiho pada si ikan.


**


Toko Buku.


"Semuanya 120.000 bang" Kata si penjual buku.


Jiho sekarang sedang berada di toko buku, dia sedang membeli beberapa buku.


"Oke, nih uang nya bang" Kata Jiho sambil menyodorkan uang kertas 120.000 kepada si penjual.


"Iya, terimakasih" Penjual itu lalu menyerahkan buku yg sudah dibeli Jiho.


Jiho lalu keluar dari toko buku itu, dengan ekspresi wajah yg tidak bisa dilukiskan, yg jelas sekarang ekspresi Jiho lebih mirip ke yg tidak percaya bahkan sangat sulit dipercaya bahwa akhirnya dia membeli buku itu, saat sebelumnya bahkan memikirkan nya saja dia gak sanggup.


"Ku beli juga deh akhirnya" Kata Jiho berjalan perlahan di tepi jalan sambil melihat buku tadi yg dia beli 'Cara Mudah Memelihara Ikan Mas'


"Ah, aku gak akan memeliharanya, tapi dia pup melulu, aku hanya ingin memastikan dia gak sakit dan kalau akuarium nya kotor bisa bahaya, dan aku harus berhati-hati karena ini makhluk hidup" Jiho berbicara sendiri dengan suara yg gak diprediksi sama dia, saking kesalnya.


Lagi asyik mengoceh rupanya ada seorang anak kecil yg melihatnya.


"Ibu, lihat om itu, dia ngomong sendiri sama bukunya" Kata anak itu.


"Sssttt jangan lihat dia" Si ibu anak ini, lalu menutup mata anaknya dan berjalan melewati Jiho.

__ADS_1


Akhirnya Jiho sampai dirumahnya.


Dia cepat-cepat membuka bungkus plastik itu dan membaca bukunya sambil nyender di akuarium.


"Beri makan sehari dua kali, sebanyak yg bisa dimakan ikan mas selama tiga menit, ikan mas kadang-kadang memakan kotorannya sendiri dan itu adalah hal yg normal. Mereka bisa mati karena kebanyakan makan, jadi jangan diberi makan terlalu banyak"


Bodoh sekali!!


Setelah membaca bukunya dia bergumam.


"Memakan kotorannya sendiri itu hal yg normal? cih, tapi kotoran yg melayang-layang itu sangat mengganggu ku, pokonya aku harus hati-hati agar tidak memberinya makan terlalu sering, apa dia sering pup karena sering ku beri makan?"


Jiho menutup bukunya, dia berbicara sambil melihat ke akuarium.


"Apasih yg ku lakukan? itukan cuma kotoran kecil......"


Si ikan malah berenang ke arah Jiho, mereka saling pandang.


"Dia menatap ku?" Jiho kaget.


Pop pop pop pop, mulut ikan yg membentuk huruf O.


"Dia seperti sedang berbicara padaku, apa kau...?" Jiho mengarahkan tangannya ke kaca akuarium itu, seolah sedang menyentuh si ikan.


"Merasa kesepian seperti ku?" Jiho bertanya dengan ekspresi wajah yg sedih.


Pop pop pop terus berenang terus berenang.


**


Cahaya dari lighting sangat silau.


Klik klik klik Jepret jepret....


"Oke, selesai bagus sekali Sia"


"Iya, terimakasih" Kata Sia berterima kasih kepada semua kru yg ada disitu.


"Fiuh, akhirnya selesai juga, mereka hambar,tapi aku berhasil menyerap energi, hah?" Sia berbicara sendiri tapi dia sangat kaget saat dia melihat ponselnya.


"Aku gak menyangka, dia akan menaruh foto di profilnya, sejak kapan fotonya diganti jadi foto ikan mas? katanya aku disuruh mengambilnya, tapi kurasa dia menyukainya, apa kutanya saja bagaimana keadaannya?"


Sia lalu mengirim pesan kepada Jiho menanyakan ikan mas itu.


Bip bip bip bip bip bip bip bip bip...


"Eh cepat sekali dia membalasnya, Balasannya datang seolah rumahnya kebakaran"


Banyak sekali foto ikan mas yg dia kirim kepada Sia.


**


Jiho sedang berbaring di bawah akuarium, dia berbicara sambil menatap ikan mas itu.


"Kau tau gak? selain dia, gak pernah ada orang lain ku izinkan masuk ke rumah ini, kau yg pertama" Gak lama dia tertidur disitu.

__ADS_1


__ADS_2