TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
voni jatuh


__ADS_3

memandang wajah istri kala tersenyum sebuah anugrah terindah


kandungan voni kini genap 9 bulan menunggu si bayi keluar sangat di nantikan syarif dengan semangat


apalagi kakek nenek sudah tak sabar menunggu kedatangan sang cucu


pada pemeriksaan kemarin syarif ingin mengetahui jenis kelamin anaknya tapi voni tidak mau biar jadi surprise


'' mas nanti saat aku melahirkan temani jangan kabur ''


permintaan istri saat akan melahirkan ingin suami ada di sampingnya


tapi syarif lihat voni kesakitan sedikit malah nangis itu yang di khawatirkan voni


'' biar mama saja menemani kamu ''


saran syarif tidak mau melihat istrinya menderita


'' kamu ini mas giliran bikin semangat saat menemani melahirkan loyo kaya krupuk ke siram air ''


'' sayang bikin -nya kan seruh tak butuh dokter dan ini itu ''


voni melotot ke suami memukul lengan dengan membabi buta tidak terima dengan ucapan syarif


'' sudah sayang sakit bila patah tak bisa gendong kamu lagi ''


voni memeluk syarif dengan manja mumpung belum melahirkan nanti bila sudah ada bayi tak bisa bermanja lagi


'' sayang kamu manja amat beberapa hari ini ''


'' mumpung anak kita belum lahir mas jika sudah lahir akan lebih memperhatikan anak ''


syarif memeluk voni penuh kasih sayang sesekali mencium dahi voni


'' mas kalau peluk bagian pingang bukan lengan ''


'' sayang tangan mas tidak sampai kalau peluk sampai kena perut besar kamu ''


'' yah sudah terserah deh ''


ahmad memeluk voni seperti waktu belum hamil perutnya masi rata


'' jangan ngambek sini tak junjukin bila tak percaya lihat sendiri ini tangan mas sudah panjang terasa kurang panjang ''

__ADS_1


'' kenapa perut wanita bisa melar ya mas ''


'' allah menciptakan seperti itu biar bisa hamil mana ada wanita hamil perutnya ramping ''


'' kalau ada ukuran bayinya bagaimana ''


'' yang jelas itu tak ada di ilmu kedokteran meskipun kamu tanya sama dokter akan di tertawakan ''


'' mas kerja dulu jika terjadi kontraksi segera hubungi mas jangan berangkat ke dokter sendiri ''


seperti kejadian tempo hari saat merasakan perutnya kram berangkat ke dokter seorang diri tanpa sepengetahuan suami.


seisi rumah heboh mencari dirinya hingga dokter menelfn syarif kalau istrinya lagi hamil besar periksa kenapa tidak di temani.


voni hanya menyengir saja di hadapan syarif tanpa rasa bersalah sedikitpun


'' nasehat suami di dengerin jangan angap angin lalu aku tau kamu wanita mandiri bukan berarti ke dokter kandungan sendiri ''


'' nanti di kira suamimu yang ganteng ini tidak tangung jawab lagi apa kata dunia ''


'' mas dunia tak bisa bicara isinya dunia dan antek - anteknya yang bicara ''


haa haa haa haa 'syarif tertawa dengar ucapan voni yang menurutnya lucu


'' iya mas syarif sayang jangan khawatir kan ada bibik dan satpam suruh saja keduanya selalu mengawasi aku tidur sekalipun ''


' wa alaikum salam hati - hati di jalan papa sayang ''


tak lupa sebelum kaki melangkah mencium dahi dan pipi voni


cup cup cup


voni menatap mobil syarif hingga tidak terlihat lalu keliling rumah dari taman depan hingga belakang melalui samping rumah


'' nyonya mau di bikinin minum apa''


tanya bibik tak kala melihat sang majikan selonjoran di tengah taman memijat kaki bila jalan sedikit mudah capek


'' air putih saja sama camilan tolong ambilkan ''


perintah voni dengan sopan walau dia seorang majikan tak mentang - mentang menyuruh ini itu pada pembantunya


'' ini nyonya voni apa ada yang di perlukan lagi jika kaki capek sini tak pijitin ''

__ADS_1


memberanikan diri menatawarkan jasa pada majikan barang kali malu minta tolong segalanya


'' tidak perlu bik tugas bibik nanti malah tak selesai - selesai ''


voni kasian di saat dirinya tidur siang bibik masi berkutat di dapur tidak istirahat


'' tidak apa sini saya pijitin walau tidak lama nanti nyonya rasakan hasilnya ''


bibik duduk dekat kaki majikan lalu memijatnya pelan - pelan takut sang nyonya tidak tahan sakit


'' gimana rasanya di pijitin sama pijat sendiri ''


tanya bibik dengan bercanda menatap majikan yang di tatap tersenyum malu - malu


'' pijit sendiri itu tidak nyaman bik enak di pijitin orang ''


jawab voni jujur pada pembantunya tapi sudah di angap keluarga sendiri


'' jika nyonya butuh pijatan dari tanganku bilang saja tidak perlu malu walau cuma sebentar rasa enakan ''


bibik setiap waktu memberi tawaran tapi selalu di tolak sama majikan takut merepotkan


voni angukan kepala tanda setuju walau pada hatinya merasa malu selalu merepotkan bibik setiap waktu


'' sudah enakan bik terima kasih sudah di pijitin itu tugas saya membantu nyonya ''


merasa kramnya sudah hilang voni berdiri masuk lewat pintu belakang di ikuti bibik dari belakang


bibik ke dapur melanjukan tugasnya sedikit lagi selesai setelah itu akan menemani majikan baru beberapa langkah bibik mendengar sesuatu terjatuh


klontang klontang klontang


bibik meningalkan dapur berlari ke asal suara


pak satpam juga ikut masuk takut terjadi sesuatu


BERSAMBUNG


Jangan lupa


komen


like

__ADS_1


vote


🌹🌹 Terima kasih 🌹🌹


__ADS_2