TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
kepulang kakak adik


__ADS_3

kebahagian seorang wanita memiliki anak suami perhatian tidak seperti istri sebelah pulang kerja di angurin suami tanpa tegur sapa


voni hari ini di izinkan pulang syarif membayar adminitrasi di lorong rumah sakit yang panjangnya tak terkira


pandangan syarif lurus ke depan menatap seseorang seakan tidak percaya lalu memangilnya


'' mas ahmad ''


ahmad menoleh mendapati syarif ada di belakang berucap


'' syarif sedang apa kamu di sini ''


ahmad memperhatijan wajah syarif seakan bahagia


'' voni sudah melahirkan sekarang mas punya ponakan ''


ahmad mendengar kabar bahagia seketika meneluk adik ipar seranya berkata


'' selamat dik sekarang kamu jadi ayah ''


ahmad berkata dengan tangis bahagia tak kuasa menahan air mata hingga lolos membasahi pipi


'' mas ahmad sendiri sedang apa atau mbk rani sudah melahirkan ''


'' rani belum melahirkan lagi kontrol ''


ahmad tak mau membuat adiknya kepikiran dengan keadaan rani saat ini hinga berbohong


'' aku mau kebagian adminitrasi dulu''


'' ke adminitrasi ngapain dik ''


'' hari ini voni boleh apa mas mau menemui voni dia di ruang xxx ''


ahmad menelusuri lorong mencari ruangan voni setelah menemukan ruangan yang di cari segera masuk


'' assalamu alaikum ''


salam ahmad mengagetkan rani yang mau tidur spontan voni memangil kakak tersayang


'' kak ahmad ''


turun brankar menyambut sang kakak menghambur ke pelukan sudah lama tak merasakan dekapan hangat kakaknya


'' mana keponakan aku dik ''


jari telunjuk voni menunjuk ke tempat tidur bayi yang ada di pojok dekat jendelah


ahmad mendekat ke arah ponakan mentoel - toel pipinya di tatap lekat - lekat


'' ponakan aku cewek apa cowok ''


bayi baru lahir selalu di bedong tidak kelihatan jenis kelamin nya jadi harus tanya sama ibunya

__ADS_1


'' cowok kakak sekarang punya saingan ''


ahmad selalu membangakan ketampananya bila sama voni sebab laki - laki sendiri begitu juga voni


itu kebiasaan kakak adik bila sudah kumpul di ruang makan saat almarhum papa masi ada


'' masi gantengan pak de ''


ahmad mau gendong ponakan bingung bagaimana cara ambilnya


'' kenapa kak pingin gendong ''


'' ke sini ya mau gendong ponakan masa gendong kamu ''


'' jadi pingin di gendong kakak ''


voni goda sang kakak segera meraih bayinya untuk di gendong pak de nya


'' huuss kamu minta gendong syarif sana ponakan biar aku gendong ''


voni tertawa dengar jawaban kakaknya


'' gendong ponakan yang benar sekarang harus belajar gendong 3 bulan lagi mbak rani melahirkam ''


'' di mana mbl rani kenapa akak ke sini sendiri ''


ahmad baru ingat meningalkan rani di ruangan sendiri di temani perawat sebelum meningalkan nya takut kejadian seperti kemarin terjadi


kali ini ahmad berbohong lagi bila jujur takut di marahi voni karena tidak bisa jaga istri


tak seharusnya ahmad berbohong berkata jujur lebih baik namun apa daya keadaanlah menuntut kebohongan


bayi dalam gendongan ahmad nampak tenang saja tidak terusik sedikitpun


'' aku balik dulu takut rani mencari aku selamat kapan - kapan main ke rumah kalian ''


'' kakak sama sekali tidak peena kerumah aku tunggu ''


voni dan syarif mengemasi barang mereka sebentar lagi pulang yang akan jemput supir orang tua syarif


barangnya tidak banyak beres - beresnya tidak lama


'' dik barangnya sudah semua tak ada yang ketingalan ''


'' tidak mas ''


voni gendong anaknya syarif menenteng barang keluar ruangan menelusuri lorong rumah sakit yang tidak ada ujungnya


ahmad dari jauh menatap adiknya keluar rumah sakit matanya berembun menetes tanpa di sadari ahmad segera menghapus


voni sudah tak kelihatan ahmad kembali ke ruangan rani mengecup dahi rani


rani merasakan dahinya di kecup suami segera membuka mata

__ADS_1


'' mas dari mana saja lama sekali ''


'' tadi ketemu voni dia sudah melahirkan anaknya cowok ''


'' tiga bulan lagi giliran kita gendong bayi aku tidak sabar menanti kedatangannya ''


rani mengusap perutnya terlihat buncit itu mengajak bicara pada bayi dalam kandungan


'' apa yang kamu rasakakan sayang''


pertanyaan ahmad melihat wajah rani sudah tidak pucat lagi terlihat segar


'' tidak ada mas yang ku rasakan ''


jawab rani menatap suami seperti mengkhawatirkan keadaannya


'' alhamdulillah semoga besok bisa pulang ''


4 hari sudah rani di rumah sakit ahmad selalu menemani pekerjaan di serahkan pada asisten


seorang dokter masuk ruangan rani memeriksa


'' assalamu akaikum bu rani tambah ceria saja wajahnya mau pulang tidak atau ingin menetap di sini ''


rani memasang wajah kesal di goda dokter sebenarnya sudah tak betah di ruang penyakitan ini


'' tidak perlu pasang wajah begitu bu hari ini anda boleh pulang sekarang tersenyum ''


rani melebarkan senyum manisnya depan dokter dengan mata berbinar merasa bahagia


'' kandungannya di jaga jangan banyak pikiran istirajat yang cukup jangan lupa obat di minum tepat waktu sampai ketemu 3 bulan lagi ''


ahmad menjabat tangan dokter mengucapkan terima kasih telah merawat istrinya dengan baik selama di ruangan ini


dokter hanya tersenyum menatap ahmad pamit keluar menberi ruang agar bersiap - siap mengemas barang


'' rani aku bayar registrasi dulu kamu kemasi barang kita tidak papa kan ''


'' mas ke ruang registtasi saja biar cepat pulang aku sudah kangen masakan bibik ''


ahmad menuruti rani bergegas keluar kamar menuju ruang registrasi saat dirinya antri ada seseorang menepuk pundaknya


BERSAMBUNG


jangan lupa


like


komen


🌹🌹 terima kasih 🌹🌹


'

__ADS_1


melihat


__ADS_2