
'' sudah hafal lafal ijab qobulnya kamu enak pakai bahasa indonesia papa dulu bahasa arab tiga bulan papa baru hafal karena menghafalkan sambil bekerja ''
zubair mendengarkan ahmad bercerita waktu akan nikah rani menginginkan ijab qobul pakai bahasa arab
perjuangan mendapatkan rani penuh liku rintangan yang harus di hadapi begitu berat kegigihanya begitu kuat hinga bisa melewati masa - masa terberat
Karena kelakuan pada masa itu selalu ingin menang sendiri menentang nasehat orang tua
semua perna ngalami masa muda di mana masa itu rentan dengan kenakalan remaja
'' jangan lebay papa menghafal enam kata sampai 3 bulan ''
Haa haa haa
Tawa ahmad lepas berhasil ngerjain sang anak zubair menatap horor pada ahmad
ahmad tidak mau kalah menatap balik zubair keduanya saling melotot seakan mau menakan orang di depanya
'' kalian sudah besar selalu bikin berisik seperti bayi saja ''
'' sayang mana ada bayi bisa adu jotos ''
'' ada bayi gerang macam kalian awas kalau berisik lagi ku jahit mulut kalian ''
'' mama makin lama kenapa makin sadis ''
rani melotot pada zubair seperti singa kelaparan mau menerkam musuh depan matanya
Ahmad serta zubair lari terbirit -birit begitu lihat mata rani auranya begitu mengerikan seperti hantu dalam film horor
Haa haa haa
Rani puas memarahi anak dan suaminya kalau bertemu selalu ribut dan ribut bila tak ada rumah seakan sepi
Sekarang suasana sepi seperti biasa saat kedua laki - laki pergi kerja sejatinya rani tidak suka keramaian jika lihat berisik sedikit akan marah seperti barusan
Zubair masuk kamar mengunci takut papanya ikutan ngumpet dalam kamarnya
'' hari ini mama habis makan apa kenap bisa galak sekali ''
Gumam zubair merebahkan badan kepala baru nempel langsung molor ahmad mengelus dada baru kali ini melihat istri marah macam macan
__ADS_1
'' baru kali ini melihat istriku keluar galaknya minta ampun sorot matanya seperti habis makan sesuatu yang aneh hii hii hii ''
Ahmad nyalakan televisi dalam kamarnya remot di pencet - pencet cari acara yang bagus karena tidak menemukan akhirnya lihat sinetron percintaan bikin dirinya ngantuk berat
masi terlalu pagi papa sama anak tidur di kamar masing - masing terlelap sudah hinga bunyi ketukan mambangunkan zubair
Tok tok tok
Dengan malas membuka pintu setelah terbuka tidak ada siapapun kembali menutup pintu baru satu langkah terdengar sebuah ketukan lagi
Dengan cepat membuka pintu tidak ada siapa - siapan kepalanya tengok kiri kanan tidak menemukan seseorang karena haus keluar kamar menuju dapur
Mengambil air dingin dalam kulkas lalu menengak seseorang mengendap - endap di belakang zubair lalu mengangetkan dirinya
Door
Zubair reflek balik badan mendapati mamanya rani
'' mama bikin zubair jantungan saja untung sudah seleaai minum kalau tidak tersedak deh ''
'' kamu tu ini baru jam berapa sudah tidur dua kali ''
'' habis mama resek zubair debat sama papa tidak boleh malah di omelin karena tidak boleh berisik ya tidur saja biarkan rumah ini sepi seperti kuburan tidak ada kehidupan''
unek - unek zubair keluar juga rani hanya pendengar diam saja tidak memotong setiap ucapan anaknya
'' kenapa mama diam saja tumben amat biasanya suka memotong pembicaraan zubair ''
'' mana ingin jadi pendengar setia nunggu kamu selesai bicara ''
mama dan anak lagi asyik bercanda tiba - tiba ada suara orang teriak minta tolong
'' zubair kamu dengar suara orang minta tolong ''
'' iya ma ayo kita cari suara itu dari mana mama ke depan aku belakang''
Rani tidak bergerak hanya diam mematung melihat sekelebat bayangan habis menebas nyawa
Zubair melihat ke arah tatapan mata sang mama begitu syok dua bayangan hitam membunuh
Tanpa banyak bicara zubair angkat badan mama seperti membeku dengan mudah memanggul seperti angkat beras
__ADS_1
begitu masuk kamar mendapati papanya masi terlelap menaruh rani di sisi ahmad
Sedang dirinya berfikir bayangan yang di lihat itu benar apa hanya halusinasi semata terdengar suara tembakan mengagetkan zubair sedang melamun
Berlari mencari sumber suara ke depan aman belakang pun aman mendekat ke satpam ingin introgasi suara tembakan
'' bapak tadi dengar suara orang minta tolong dan suara tembakan''
'' tetanga sebelah ke masukan maling den aku mau nolong takut para pencuri membawa benda tajam den '
'' dari mana bapak tau melihat saja tidak ''
Satpam mengintip dari cela - cela menunjuk sebuah mobil
'' itu mobil Perampok den waktu keluar mobil semua membawa parang besar - besar aku jadi takut ''
'' kenapa tidak telf polisi mereka tidak melihat kamu kan ''
'' saya tidak berani den ''
Zubair bingung sendiri mau menolong takut rumahnya jadi incaran mereka selanjutnya ''
Lama berfikir tidak mwnemukan jalan keluar akhirnya duduk di pos satpam menunggu para perampot itu pergi baru bertindak
Tak selang lama mobil di ujung jalan yakni mobil para para perampot pergi jauh baru satpam dan dirimya keluar
Langkah pelan mengikuti mereka berjalan ke rumah sebelah kanan tanpa ketuk pintu terlihat dari luar seluruh rumah berantakan
Sampai pintu tengah terdengar kata tolong suara makin lirih zubair bersama satpam masuk ke sebuah kamar
Bersambung
Jangan lup
Like
Komen
Vote
Terima kasih para readers terkasih
__ADS_1
💖💖💖