
begitu mobil terparkir ahmad segera turun di teras via menyambutnya.
'' alif kenapa ''
'' sakit panas dari semalam belum turun - turun mas ''
'' sudah minum obat ''
'' belum sama sekali ''
ahmad masuk rumah mencari kamar alif begitu ketemu meraih tubuh sang anak dalam gendongan
lalu keluar.
via setelah ambil tas mengikuti langkah ahmad dari belakang begitu sampai mobil via membuka pintu segera masuk.
Alif dalam gendongan ahmad kini beralih di pangkuanya via.
Ahmad melajukan mobil dengan kecepatan penuh takut terjadi apa -apa dengan alif.
Begitu sampai rumah sakit membopong tubuh alif untuk di taruh brankar seorang perawat lalu mendorong ke ruang UGD.
Ahmad dan via di resepsionis mengurus segala sesuatu yang di butuhkan.
setelah usai mencari di mana alif di rawat hingga seorang perawat memberi tau kalau anaknya bernama alif berada di ruang UGD.
Via dengan lemas duduk di kursi ruang tunggu ahmad merangkulnya memberi ketenangan setelah 30 menit seorang dokter keluar dari ruang UGD.
'' keluarga alif ''
Ahmad dan via segera berdiri menghampiri dokter.
'' bagaimana dokter dengan anak saya ''
'' anak anda hanya demam saja tapi panasya terlalu tinggi biarkan dia istirahat ''
'' terima kasih dok ''
'' sama - sama pak itu sudah tugas kami ''
Via bernafas lega alif tidak kenapa - kenapa.
'' sayang ayo makan dulu ''
__ADS_1
'' aku tidak lapar mas ''
'' kalau kamu siapa yang akan jaga via ''
Ahmad membujuk via agar mau makan alhasil via mau menuruti ucapan ahmad
Alif sudah sadar di pindah ke ruang rawat
Ahmad milih ruang vip untuk anaknya menginginkan terbaik buat alif
Tiga hari sudah alif di rawat sekarang boleh pulang ahmad segera ke ruang resepsionis untuk membayar biaya selama alif di rawat.
ahmad binggung berfikir bagaimana caranya agar bisa menjaga alif cari alasan tidak kunjung dapat hinga alif diperbolehkan pulang.
alif sangat senang akhirnya boleh pulang dengan gembira bersorak.
'' mama beneran hari ini aku boleh pulang ''
Via bahagia lihat senyum alif seperti sedia kala.
Tidak lama ahmad masuk ke ruangan alif.
'' alif bagaimana sudah siap pulang atau masi ingin tidur di sini ''
'' iihh papa gendong ''
'' kamu sudah manjanya di kurangin''
'' tidak salah papa tidak perna tidur di rumah kerja kerja dan kerja apa orang kerja tidak capek ''
Alif kini mulai protes pada ahmad vita juga binggung mesti menjelaskan bagaimana ke anak makin besar makin peka keadaan kiri kanan.
Ahmad memandang via yang di pandang hanya diam tak bisa berkata.
'' alif papa kerja cari uang buat sekolah alif katanya nanti jika sudah lulus sma inggin kuliah, mulai dari sekarang papa harus kumpulin uang banyak.- banyak biaya kuliah itu tidak murah ''
'' ma apa benar yang di katakan papa ''
' iya papa dulu juga kuliah mangkanya tau ''
'' kalau mama dulu apa tidak kuliah ''
'' tidak karena tidak punya uang makanya alif sekolah yang pintar ''
__ADS_1
Usai perdebatan pergi dari rumah sakit, alif dengan riang bernyanyi selama perjalanan hingga sampai rumah baru berhenti.
'' hore alif kembali ke rumah papa kak zubair tidak jenguk alif selama sakit ''
'' kak zubair sibuk ngurus kantor papa juga lupa tidak kasih kabar ''
'' papa nakal ''
Alif semakin mengerti akan selalu protes bila tidak sesuai kehendak hatinya.
Dari tahun ke tahun berlalu alif sekarang sudah sma sudah jadi gadis remaja pemikiran lebih keritis.
'' mama alif berangkat sekolah dulu ''
'' iya sudah dewasa tidak sopan teriak seperti hidup di hutan saja ''
Alif hanya senyum - senyum saja mendengar nasehat mamanya.
'' mama aaah iya alif ngerti ini rumah bukan hutan ''
Ahmad semakin tua tidak sekuat dan segagah dulu tapi badanya sehat tapi rani yang sakit - sakitan membuatnya tidk bisa melayani hasrat suami lagi.
Sadar diri membuatnya selalu berfikir setiap hari mikirin kebutuhan biologis suami biar bagaimana pun juga pasti butuh pasangan untuk pelampiasan hasrat.
Via baru dapat kabar kalau rani sakit dia hendak menwarkan tenaga untuk merawat madunya dengan tekad yang kuat via aksn datang ke rumah suami besok.
Tapi alif mengetahui dan melarang keras mamanya berbuat seperti itu dirinya tidak rela orang yang di sayang akan di jadikan babu.
'' alif tidak akan membiarkan mama merawat mama rani ''
'' nak setidaknya kamu bebas bertemu papa kamu biar tidak sembunyi - sembunyi terus, mama yakin mbk rani orang baik ''
'' mama di dunia ini tidak ada wanita yang mau di madu, mama cuma istri ke 2 bagaimana kalau dia marah lalu mama di usir ''
'' alif jangan berfikir negatif buang praduga jelek kamu apa kamu tidak ingin kangen papa kamu ''
Alif terdiam tidak bisa jawab sudah satu tahun tidak bertemu papanya karena merawat pertamanya.
'' lagian mama kenapa mau jadi yang ke 2 padahal tau sudah punya istri ''
Bersambung
💖💖💖
__ADS_1