TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW part 2


__ADS_3

beberapa tahun telah berlalu kini anak voni serta ahmad sudah memasuki kelas 9


Keduanya seumuran hanya beda 3 bulan saja anak voni perempuan mandiri cerdas dan manja


Setiap hari mengajak debat sepupunya tidak lain tidak bukan ya anaknya ahmad


Namanya Zubair al mustofa sedangkan nina anak voni selalu manja sama zubair


'' kak zubair bantu kerjakan pr donk''


Nina seperti biasa bila ada pr akan mendatangi zubair bukan belajar bersama tapi zubair belajar sendiri


Sedang nina ke dapur makan tidak balik - balik hingga zubair selesai belajar


Begitu nina ke ruang keluarga tidak mendapati zubair membuka buka pelajaran pr nya belum di kerjakan zubair


Hingga tiba - tiba muncul di belakangnya secara tiba - tiba


'' nina kalau kamu mau pintar kerjakan sendiri aku tak mau bantu kapan pintarnya semua mata pelajaran aku yang kerjakan ''


'' kamu kan kakak yang jenius dan sabar jadi tolong adik kamu yang comel ini ''


'' kalau ada maunya merayu ''


'' tentu itu jurus perempuan untuk meluluhkan laki - laki ''


Jawab nina dengan cengengesan


'' pacaran saja tidak perlu sekolah om capek - capek kerja buat sekolahin kamu tapi kau buat mainan ''


zubair marah dengan kelakuan sepupunya tidak perna mengerjakan tugas tapi selalu juara 1


Sedangkan dirinya setiap hari belajar malah juara 2 zubair binggung bagaimana cara mengalahkan nina


'' dik kamu kalau ulangan nyontek ya''

__ADS_1


'' iihh kakak enak saja biarpun aku malas mengerjakan tugas kalau ulangan tidak perna nyontek tau ''


'' dari mana kamu bisa juara 1 belajar tidak perna ngerjakan pr juga tidak malah aku yang mengerjakan ''


'' kalau itu aku tidak tau jangan tanya padaku sana tanya bapak ibu guru barang kali ada yang salah kasih nilai ''


Zubair menjitak dahi nina adik sepupunya merasa jengkel dengar jawaban nina yang tak masuk akal


'' aduh kak zubair sakit tau ngomong - ngomong seharusnya kamu pangil aku mbak aku kan lahir duluan ''


Cerocos nina tapi tidak mendapat jawaban


'' tanya mama kamu jangan tanya aku bikin pusing saja ''


Zubair makin emosi bila lihat nina berulah


'' kak zubair sama adik jangan galak - galak nanti cepat tua ''


Celoteh nina bila zubair marah selalu menjitak dahinya meski tidak keras tapi sakitnya masi terasa


'' sana pulang nanti di cari tante jadi anak jangan suka kluyuran bikin susah orang saja ''


'' kakak ngusir nina ''


Nina ngambek air mata hampir tumpah dengan gontai keluar rumah ahmad hari ini hanya ada zubair kedua orang tuanya keluar ada urusan nina tidak ada yang menenangkan


Supir yang mengantar nina binggung anak majikan nanggis sesengukan


Supir pribadi syarif hanya diam tak berani bertanya


'' pak jalan pulang ''


'' baik non ''


Jawab supir melajukan mobil ke arah jalan raya menuju kediaman syarif

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama sekitar 30 menit kini nina sampai rumah


supir melihat nona nya tertidur segera membangunkan


'' non sudah sampai ''


'' sudah sampai ya pak ''


Tanya nina baru membuka mata melihat sekeliling benar yang di katakan supir ayahnya lalu turun dari mobil


Hati masi terasa emosi mau meledak tapi tidak bisa begitulah nina tidak mampu marah dengan meluap - luap tapi di tahan


Ajaran syarif pada nina kini dewasa merasa menyadari apa yang di katakan papanya tempo lalu terjadi


Inilah yang di takutkan syarif pada anak gadisnya sewaktu masi kecil kalau emosi teriak - teriak tidak terkontrol dengan segala macam nasehat syarif lalukan


Kalau nina marah tidak boleh begitu hanya tangisan yang mampu nina lakukan jika papa atau mamanya mendekap amarah nina meredah


Tapi kini orang tuanya tidak ada di rumah entah pergi tidak tau pada siapa dia akan di jadikan sandaran


Baru beberapa langkah pintu terbuka


'' SURPRISE ''


Nina depan pintu melonggo binggung ada begitu banyak orang nenek kakek zubair dan kedua orang tuanya


'' ada apa ni kenapa rame sekali ''


BERSAMBUNG


Jangan lupa


Like


Komen

__ADS_1


Vote


💖💖💖💖


__ADS_2