TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

hidup di dunia ini tidak ada yang abadi begitu juga usia manusia tak ada yang tau semua rahasia Tuhan.


begitu dengar suara orang ada di dekatnya Zubair mendongakkan kepalanya melihat siapa orang yang ada di dekatnya.


'' suster ada apa.


'' maaf pak Zubair jenazah istri anda sudah siap di bawah pulang tapi untuk bayi tetap di sini dalam dua atau tiga hari lagi.


'' baik suster terima kasih.


Zubair meninggalkan suster yang masih berdiri di tempatnya menuju parkiran.


kegalauan hati manusia akan terasa saat orang yang kita cintai telah tiada untuk selamanya.


itulah yang di alami seorang lelaki tampan yang kini menyandang status duda beranak satu.


begitu sampai parkiran baru ingat belum memberi kabar pada orang tua yang ada di rumah segera meraih benda yang ada di dalam kantong celana.


'' halo mama ''


'' iya nak, ada apa ''


'' ma saat ini Zubair ada di rumah sakit Rusni melahirkan tapi nyawanya tidak tertolong anak. aku selamat ''


'' Zubair kenapa baru beritahu mama sayang, sekarang bagaimana dengan anakmu.

__ADS_1


'' anakku masih di rumah sakit sekarang aku dalam perjalanan pulang mau mengurus pemakaman Rusni.


'' baiklah nak kami akan ke rumah kamu sekarang hati hati di jalan.


Rani menutup telfonnya mencari via dan Alif untuk di ajak ke rumah Zubair untuk ikut proses pemakaman Rusni.


gundukan tanah masih terlihat basah karena baru saja selesai di kebumikan jenazah Rusni.


Zubair merasa bersedih hati harus merawat bayi mungil seorang diri padahal dirinya belum berpengalaman dalam merawat bayi.


anak Zubair hari ini di bawah pulang ke rumah namun tidak ke rumah Rusni melainkan ke rumah mamanya.


setelah kepergian Ahmad kini anak dan kedua istri kumpul dalam satu rumah.


rumah Rusni di sewakan agar terawat sedangkan bibik dan satpam di pecat.


hati Zubair merasa bahagia lihat orang yang di sayangi selalu tersenyum gembira.


tiada hari tanpa berebut untuk mengendong anak Zubair.


'' aku masih muda begini sudah punya cucu sekarang berasa tua rasanya ''


'' kamu menolak tua via ''


tanya Rani karena penasaran ingin tau lebih dalam isi hati via yang sebenarnya.

__ADS_1


'' aku kan seumuran Zubair ya kaget saja begitu cepat gendong cucu.


'' mama bawa sini ponakan aku biar ku gendong ''


alif tidak mau kalah sama yang tau segera merebut bayi yang asyik mendengkur dalam gendongan via


'' Alif kamu selalu deh dia asyik dalam gendongan mama kamu rebut saja.


'' dik mending kamu tidak perlu kuliah deh mending langsung nikah biar bisa bikin anak sendiri.


'' mama Rani kakak Zubair nakal ''


rengekan Alif membuat Zubair tertawa berhasil menggoda adik bertemu besar.


'' Zubair mulai kalau sudah ketemu Alif reseknya kambuh.


'' kalian berdua sama saja suka jail bila kumpul begini ada saja yang kalian bahas.


Rani tersenyum dulu kesepian sekarang tidak lagi semenjak cucu lahir hari-hari Rani seakan bahagia sekali.


pahitnya berumah dengan Ahmad di sakiti hingga di madu dua kali kini terbayar kebahagiaan tiada terkira.


Zubair semakin semangat dalam bekerja karena sekarang sudah punya anak untuk biaya masa depan anak yang masih kecil mungil.


ujian setiap manusia tidak ada yang sama jangan membandingkan dengan orang lain belum tentu kamu bisa menandingi kuasa Allah.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2