TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

semua orang ingin memiliki anak yang sholeh nurut pada orang tua


Peranan orang tua kalah dengan lingkungan di situlah ketabahan seorang ayah atau di uji


Bisa apa tidak mengendalikan seorang anak yang masih labil dan butuh bimbingan kasih sayang bukan dengan uang semata


Ahmad menatap zubair seketika sang anak diam melihat aura seorang papa tdak suka pada anak yang pencilak - an


'' dek nina kakak pulang dulu sudah dari pagi hari kakak di sini sampai ketemu besok di sekolah ''


ahmad memandang kepergian zubair hingga tak terlihat


'' mas sangat keterlaluan kasian zubair ''


'' rani zubair kalau tidak di keras papa khawatir dia salah pergaulan zaman sekarang anak remaja makin bebas jika bukan orang tua siapa lagi yang akan menasehatinya ''


'' iya mas aku tau jangan terlalu mengekang juga bisa berpengaruh pada mentalnya mas ''


'' tidak akan rani kamu tenang saja aku akan mendekat pelan - pelan ''


Voni dengar suara kakak iparnya bergegas keluar menyambutnya begitu melihat rani voni merentangkan tangan hendak memeluk rani


Niat hati ingin memeluk kakak iparnya malah kakak kandung yang kini memeluknya


'' kenapa kakak di nomor duakan hmm ahmad mentoel dagu voni ''


Hee hee hee voni cengigisan saja menangapi ucapan sang kakak


'' maaf kak bukan maksudku yang lebih aku kangenin mbak rani ''


'' jadi kakak kamu yang ganteng ini kamu angap tidak ada gitu ''


Celoteh ahmad tidak terima selalu di lupakan sama adik kandungnya


Syarif mendengar keributan dengan cepat lari ke arah pintu utama mendapati para kakak iparnya


'' ayo masuk kak voni kenapa tidak di suruh masuk ''


Syarif mengiring ahmad ke ruang keluarga voni dan rani ke arah dapur


'' ada angin apa yang membuat mbak rani dan kakak kemari ''


'' kakak kamu ada urusan sama suami kamu dari pada sendirian di rumah aku ikut kan bisa ngobrol sama kamu ''


'' ayo mbak kita ke belakang saja kita biarkan para suami kita dengan urusanya ''

__ADS_1


Rani angukan kepala tanda setuju mengikuti langkah voni ke taman belakang


ibu - ibu jika bertemu heboh banyak sekali yang di bicarakan bukan menghibah lho ya bicarakan bahan dapur harga pada naik


Beda dengan bapak - bapak dimana pun bertemu hanya satu yang di bahas pekerjaaan tidak ada yang lain


Waktu melupakan dua saudara lagi asyik berbincang sore tiba ahmad mengajak rani pulang


'' rani ayo pulang sudah sore ''


'' astaghfir allah matahari sebentae lagi menghilang ''


'' dek voni kakak pulang kalau kangen datanglah masa yang tua mendatangi yang muda ''


Ahmad menyindir voni sudah hampir 7 bulan voni tak perna berkunjung ke rumahnya


'' iya kakak aku yang ganteng ''


'' iya iya tok janji kamu tidak perna menyempatkan waktu silaturahmi ke rumah ''


Ahmad marah adiknya setelah menikah jarang mengunjungi sang kakak hanya mengurus suami saja


Sebelum ada suami adalah saudara jangan lupakan saudaramu mainlah ke rumah mesti tak membawa buah tanggan


Yang di cari bukan makananya tapi berkumpulnya apalagi pada sibuk bisa saling melupakan satu sama lain


'' syarif jangan marahnya kalau aku mencuri ini ''


Secara spontan ahmad mencium pipi voni


Syarif melonggo kakak ipar mencium istrinya


'' awas air liyur kamu menetes cepat voni ambil baskom lumayan bila di jual mahal ''


Seloroh ahmad meledek adik iparnya seketika syarif menutup mulutnya dengan tanggan menatap ahmad sinis


'' nanti voni ku minta kembali tau rasa kamu ''


'' jangan pisahkan aku dengan rani kaj gimana si gentong memasuki sarang jika tak ada lawan ''


haa haa haa


Ahmad rani dan voni tawa terpingkal dengar ucapan syarif tanpa filter


'' teruslah tertawa sampai besok pagi ''

__ADS_1


Tawa ketiga orang itu langsung terhenti setelah syarif berlalu dengan menahan malu


Ahmad mengejar syarif meraih pergelangan


'' jangan ngambek begitu tidak pantas bagi laki - laki ''


'' siapa yang ngambek lepasin cara aku minum bagaima ''


Ahmad malu sendiri perlahan melepaskan tangan syarif


Selesai menengak air syarif menatap ahmad


'' ayo katanya mau pulang atau menginap di sini ''


'' tidak pulang saja nanti kamu intip pas lagi kikuk kikuk ''


Syarif memukul lengan ahmad tidak terlalu keras hal semacam itu biasa di lakukan seorang laki - laki


dua saudara ipar kini jalan beriringan ke arah teras di sana voni dan rani telah menanti suami masing - masing


'' masi kurang lama ketemunya aku nunggu hampir 1 jam tidak keluar - keluar ''


Ucap rani melotot ke arah suami yang di pelototin tidak merasa


Rani menarik tangan ahmad tangan setunya melambai bisa tidak jadi pulang kebanyakan drama


Voni menatap kakaknya hingga tidak terlihat


'' sayang tidak perlu di tarik - tarik begini seperti hewan saja di tarik ''


Gerutu ahmad ucapanya tidak di hiraukan rani dengan sengaja ahmad lari menubruk rani hampir rani terjatuh


rani balik badan menghadang ahmad berkacak pingang


Bersambung


Jangan lupa


like


Komen


Vote


Terima kasih readers terkasih

__ADS_1


💖💖💖💖


__ADS_2